Corporate Profile PT. PP Presisi Tbk

PT PP Presisi Tbk merupakan perusahaan Konstruksi terintegrasi dan terkemuka berbasis alat berat di Indonesia. melalui peningkatan engineering capacity dan diversifikasi usaha, PT PP PRESISI TBK yakin dapat terus meningkatkan nilai tambah bagi para pemegang saham. Dengan kerja nyata dan komitmen tinggi menjadikan PT PP Presisi Tbk yang terdepan dalam menyediakan kebutuhan dan meningkatkan pelayanan bagi semua pelanggan.

Read More

Corporate Profile PT. Elleair Indonesia

PT. Elleair Indonesia merupakan anak perusahaan DAIO PAPER Corporation, salah satu Produsen Kertas dan Pengemasan terbesar di Jepang yang didirikan di tahun 1943. Seiring dengan tanggapan dan respon yang baik dari ibu dan bayi di Indonesia, pada tahun 2014, PT. Elleair International Manufacturing Indonesia didirikan di Cikarang, Kabupaten Bekasi. Tujuannya adalah untuk mengembangkan dan mendistribusikan produk-produk terbaik bagi masyarakat Indonesia secara langsung dan cepat.

GOO.N adalah salah satu produk unggulan PT. Elleair Indonesia yang dibuat untuk membuat bayi nyaman, melindungi kulit bayi dari iritasi dan mendukung tumbuh kembang bayi untuk selalu sehat.

Read More

Animasi Promosi SCALE UP UI CSGAR

Center for Study of Governance and Administrative Reform (UI CSGAR) yang sejak tahun 2009 terus konsisten untuk berperan aktif secara akademis maupun praktis dalam menyelenggarakan kajian, capacity development, advokasi kebijakan, dan diseminasi strategis terkait dengan isu governansi dan reformasi administrasi.

Read More

5 Aturan Dalam Pre-Production Meeting Agar Lebih Efektif

Dalam memproduksi sebuah fim atau video dibutuhkanlah PPM atau Pre-Production Meeting yang merujuk pada proses praproduksi. Intinya adalah rapat praproduksi yang dilakukan seluruh divisi dalam proses pembuatan film. PPM dilakukan ketika kru sudah lengkap agar dapat mengefektifkan waktu, sehingga tidak memerlukan dua kali penjelasan konsep dan lain sebagainya.

Setelah melalui proses pengembangan ide dan skenario sampai pada akhirnya mencapai final draft dan disepakati oleh produser dan juga sutradara, seluruh tim harus mengetahui skenario tersebut. Pertama kali yang dilakukan pada saat PPM adalah script conference. Script conference adalah analisis terhadap cerita dan struktur dramatik yang dijelaskan oleh penulis skenario. Dari skenario yang sudah diberikan, seluruh tim bisa memulai dengan breakdown masing-masing kebutuhan. Hal ini tentunya berdasarkan konsep penyutradaraan yang diberikan sutradara. Pada saat PPM, seorang produser akan mencatat segala kebutuhan produksi, sejak praproduksi hingga pascaproduksi, untuk memudahkan sinkronisasi budget dan konsep keseluruhan film.

Nah, jadi PPM itu sangat penting, kan? Berikut ini eps-production akan menjelaskan beberapa aturan penting untuk membuat proses Pre-Production Meeting menjadi lebih efektif.

Baca Juga : 5 Protokol Kesehatan Syuting Film di Masa Pandemi

  1. On Time!

Jasa Video eps-production.com

Waktu itu sesuatu yang sangat berharga. Kenapa? Karena waktu hanya datang sekali dan tidak dapat diulangi lagi. Datang tepat waktu ternyata juga punya banyak manfaat. Di antaranya yaitu, kita bisa membangun citra baik di depan rekan kerja lain. Orang lain yang melihat kita datang tepat waktu, tentu akan merasa sungkan jika mereka terlambat. Manfaat lain dari tepat waktu adalah kalian bisa lebih santai menunggu. Bukankah lebih baik menunggu daripada ditunggu? Ketika kita menunggu, kita memiliki lebih banyak waktu untuk berbenah diri, dan mempersiapkan kebutuhan selanjutnya dan juga kita akan dipandang sebagai pekerja yang profesional dan menghargai waktu. Keefektifan waktu juga bisa menjadikan PPM yang nyaman bagi rekan kerja satu dan lainnya. Karena datang on time pada saat PPM kita dapat menyelesaikan banyak hal dan tidak akan kehilangan atau ketinggalan informasi yang disampaikan kru lain.

  1. Creative Deck

Creative deck adalah halaman atau slide yang berisi gambar, poin-poin beserta penjelasan kreatif sesuai dengan breakdown masing-masing kru yang terlibat di produksi film. Isi dari creative deck diantaranya yaitu director’s treatment, referensi shot, cast atau pemain yang terlibat baik main talent dan juga supporting talent, referensi properti, art sketch, foto lokasi, referensi wardrobe dan make up, look dan mood warna yang akan dimunculkan dalam film. Creative deck akan makin efektif dan efisien ketika sudah rapi, lengkap, dan terstruktur. Hal ini sangat penting dilakukan mengingat kru film tidak sedikit. Dengan banyaknya konsep yang sudah dibuat tentunya kita berharap seluruh kru dapat paham, sehingga dapat terjalin kerjasama yang sehat dan baik.

  1. Tempat Yang Kondusif

Jasa Video eps-production.com

Pilihlah tempat yang sejuk dan memiliki suhu yang pas untuk menunjang keefektifan PPM. Jika PPM dilakukan di luar ruangan kita harus pilih tempat yang cukup teduh dan sejuk sehingga kru yang mengikuti PPM bisa merasa nyaman. Selain itu, pilihlah tempat yang tidak terlalu ramai agar para kru yang terlibat dalam PPM tetap fokus menyimak. Jika melakukan PPM di tempat yang ramai, baik ramai orang di tempat itu atau lalu lalang kendaraan, tentunya kalian dan kru juga akan terdistraksi banyak hal. PPM di tempat yang ramai juga akan memerlukan tenaga ekstra untuk mengeluarkan suara yang keras sehingga tim yang turut serta dalam rapat akan memperhatikan kalian. Jadi, jangan sampai salah pilih tempat, ya.

Baca Juga:  3 Tren Iklan di Masa Pandemi

  1. Persiapkan Poin-Poin Tambahan

Jasa Video eps-production.com

Sebelum PPM dilaksanakan, alangkah lebih baiknya seluruh kepala per divisi mencatat poin-poin pembahasan yang akan dijelaskan agar tidak ada poin yang terlewat untuk didiskusikan bersama dan saat topik pembahasan tidak melenceng dari tujuan awal. Karena pada dasarnya dalam pembuatan film, antara divisi satu dengan yang lainnya memerlukan kerjasama serta komunikasi yang baik. Poin-poin pembahasan juga tidak boleh dilewatkan seorang produser, karena nantinya produser akan membuat kebutuhan budget masing-masing divisi. Dalam poin-poin pembahasan bisa juga ditambahkan pertanyaan dan konfirmasi antar kru agar tidak terjadi miskomunikasi saat proses syuting berlangsung. Selain itu, poin-poin pembahasan di dalamnya termasuk juga laporan perkembangan per divisi, misalnya kru sutradara sudah ditahap casting, kru artistik sudah melalui tahap mencari properti, dan lain sebagainya.

  1. Pemilihan Waktu Meeting

Jasa Video eps-production.com

Pemilihan waktu meeting juga berpengaruh pada mood kru. Kita dapat melakukan PPM di jam-jam setelah makan siang hingga selesai di sore hari. Karena jika kalian memilih waktu terlalu pagi, mungkin bisa jadi ada beberapa kru yang keberatan karena harus menyelesaikan tugas rumah tangga, atau tugas lainnya. Begitu juga dengan pemilihan waktu meeting yang terlalu malam, karena malam hari adalah waktu untuk beristirahat dan juga tidak baik untuk kesehatan. Demi kerjasama yang baik dan kondusif, kalian juga perlu memperhatikan kesehatan mereka, salah satunya dengan memilih waktu meeting yang tepat.

Jadi, Pre-Production Meeting adalah kegiatan yang penting untuk dilakukan dan bukan kegiatan yang asal-asalan. Banyak poin-poin penting yang harus diperhatikan sebelum melakukan PPM dengan kru. Semoga tulisan ini bisa membantu ya! Selamat berkarya!

Baca Juga : 6 Tahapan Development Ide Kreatif Dalam Pembuatan Film

 

Read More

5 Cara Menjaga Kreativitas Pekerja Kreatif dan Filmmaker

Disaat pandemi ini kita lebih banyak beraktifitas di rumah. Melakukan pekerjaan dan menjalankan rutinitas di dalam ruangan yang sama bisa berdampak terhadap psikologis manusia. Hal ini juga dapat melemahkan kreativitas disaat bekerja terutama pekerja kreatif dan filmmaker. Nah, kali ini eps-production akan membagikan beberapa tips nih buat kamu agar selalu kreatif di masa pandemi ini. Langsung aja yuk berikut tipsnya:

  1. Rajin Membersihkan dan Merapikan Tempat Tinggal

Jasa Video eps-production.com

Dimanapun kamu tinggal, baik di kost atau di rumah, mulailah untuk rajin membersihkan dan merapikannya. Buatlah jadwal berkala untuk melakukan kegiatan ini, semisal 3 kali hingga 1 kali dalam seminggu. Frekuensi kegiatan ini dapat kamu sesuaikan dengan kemampuan dan jadwal kegiatan kamu.

Seperti halnya seorang interior designer ketika sedang merancang rumah, penguasaan ruang perlu dipikirkan matang-matang. Kita diajak untuk menelusuru ruang hingga ke bagian yang tersembunyi pada saat membersihkan rumah. Pada saat merapikan atau menata ulang ruangan, kita juga diajak untuk berpikir kreatif dalam memecahkan masalah penguasaan ruang. Hal tersebut dapat mengasah otak kita agar tetap kreatif.

Baca Juga : 5 Protokol Kesehatan Syuting Film di Masa Pandemi

  1. Bermain Game, Menonton, dan Membaca

Jasa Video eps-production.com

Jangan habiskan waktu luangmu untuk rebahan aja di kasur. Pertama, rebahan di kasur tanpa aktivitas apa pun dapat menyebabkan penimbunan kalori dan lemak. Kedua, otot-otot kita jadi kaku dan badan pun sering pegal-pegal. Nggak mau, kan? Oleh karena itu, gunakanlah waktu luang untuk tetap aktif. Banyak kegiatan yang dapat kamu lakukan selain rebahan di kasur misalnya menonton film yang dapat menambah referensi sekaligus mencari hiburan. Bermain game juga dapat membantu menjaga pikiran agar tetap kreatif, lho! Otak kita diajak bekerja untuk memecahkan masalah secara kreatif. Selanjutnya juga ketika kita membaca, alam imajinasi kita akan diasah secara mendalam. Kamu bisa terapkan waktu luang kamu dengan aktivitas seperti tersebut di atas.

  1. Olah Raga Ringan di Rumah

Jasa Video eps-production.com

Olahraga ringan di rumah juga dapat menjaga kreativitasmu, lho! Kamu bisa mulai dengan set latihan sederhana, seperti push-up, sit-up, squat-jump, dan lari-lari ringan/ jogging. Jika kamu terbiasa melakukan yoga, buatlah latihan rutin di rumah. Kesehatan kita akan terus terjaga sementara otak kita juga dapat bekerja lebih optimal. Usahakan untuk melakukan olahraga pada pagi hari sekitar pukul 07:00-09:00, atau sore hari pukul 16:00-17:00. Bagi kamu yang sudah sering berolahraga, pertahankan terus, ya!

Baca Juga : 3 Tren Iklan di Masa Pandemi

  1. Memasak

Jasa Video eps-production.com

Buatlah jadwal untuk memasak makananmu sendiri. Buat yang belum pernah mencoba, mulailah dengan menu-menu sederhana dan praktis, seperti segala sesuatu yang digoreng, nasi goreng, membuat telur dadar isi sayuran, menumis sayuran, dan lain sebagainya. Jika kamu tertantang untuk mengeksplorasi menu, ini saatnya untuk menunjukkan kreativitas kuliner. Kamu bisa melihat rekomendasi memasak di internet dan mengikuti cara-caranya. Jika sudah selesai memasak, cobalah makanan buatanmu atau tawarkan kepada anggota keluargamu. Dengan mengeksplor menu makanan, kamu dapat mengasah kreativitas. Menurut riset, memasak dapat menjaga atau bahkan meningkatkan kreativitas berpikir. Merangkai bahan dan membuat rasa yang seimbang juga membutuhkan kecerdasan dan kreativitas. Yuk, mulai memasak hari ini.

  1. Refleksi dan Introspeksi

Jasa Video eps-production.com

Refleksi dan introspeksi adalah cara untuk melihat kembali ke dalam diri setelah seharian selesai melakukan aktivitas. Kita harus mengevaluasi apa yang kurang dan apa yang perlu dikembangkan dari diri kita. Tidak hanya itu, kita juga diajak untuk mendengarkan orang lain supaya karya kita pun menjadi semakin kaya akan nilai-nilai yang humanis.

Meski kegiatan kita saat ini hanya terbatas di rumah, hal itu bukan berarti tidak mungkin untuk introspeksi. Kita perlu memeriksa diri kita sendiri selama menunggu pandemi selesai. Mari kita lakukan hal ini sebagai tahap yang terakhir untuk menjaga kreativitas.

Di atas tersebut merupakan tips dari kita, semoga dapat membantu dan juga semoga pandemi ini segala berakhir ya.

Baca Juga : 6 Tahapan Development Ide Kreatif Dalam Pembuatan Film

Read More

5 Protokol Kesehatan Syuting Film di Masa Pandemi

Pandemi ini membuat kita harus beradaptasi dengan normal yang baru termasuk proses produksi sebuah film. Dalam menjalankan syuting di masa pandemi, eps-production harus menyiapkan beberapa protokol kesehatan untuk tim produksi. Protokol kesehatan yang ketat ini harus dipatuhi oleh semua kru agar proses syuting berjalan lancar, aman, dan semua kru terjamin kesehatan dan keselamatannya. Protokol kesehatan yang kita jalani akan kita bahas di bawah ini:

  1. Wajib PCR

Jasa Video eps-production.com

Di tahap praproduksi, semua kru dan pemain wajib mengikuti PCR Swab Test yang disediakan oleh production house. Jika hasilnya negatif, maka kru dan pemain tersebut baru boleh mengikuti proses syuting. Jika ada yang positif, maka dengan terpaksa kru atau pemain itu harus mengisolasi diri selama 14 hari atau hingga sudah dinyatakan negatif dari COVID-19.

Baca Juga : 5 Tips Membuat Karakter dalam Film

  1. Tes Antigen Secara Berkala

Jasa Video eps-production.com

Tes antigen dilakukan secara berkala guna memastikan semua orang tetap dalam keadaan sehat dan negatif dari COVID-19. Tim produksi memilih 25% dari kru setiap harinya secara acak untuk mengikuti tes antigen guna memastikan cluster yang dibentuk selalu aman.

  1. Pembagian Ring

Jasa Video eps-production.com

Lokasi syuting dibagi ke dalam lima ring. Hanya kru-kru inti seperti sutradara, produser, produser pelaksana, asisten sutradara, dan petugas lain yang ditunjuk yang boleh masuk ke semua ring. Hal ini dilakukan untuk mencegah kru berkumpul di satu titik dalam waktu yang lama.

  1. Jam Kerja Maksimal 15 Jam

Jasa Video eps-production.com

Proses produksi ini sangat menguras mental dan energi. Jika kru dan pemain tidak istirahat dengan cukup, maka mereka rentan akan penyakit. Proses produksi di masa pandemi akan dilakukan seefeketif dan seefisien mungkin. Jam kerja syuting pun dibatasi hingga maksimal 15 jam kerja. Maka sutradara sudah harus menyiapkan praproduksi seefektif mungkin sehingga tidak banyak waktu yang terbuang untuk mengatasi kesalahpahaman di saat proses produksi.

Baca Juga : 5 Tahapan Produksi Dalam Pembuatan Video Company Profile

  1. 3M dan Disinfeksi

Jasa Video eps-production.com

Yang terakhir dan sangat wajib untuk dipatuhi adalah selalu menerapkan 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) dan disinfeksi secara berkala. Pada saat produksi ini hanya pemain yang diizinkan memasuki set tanpa menggunakan masker, walaupun tetap dihimbau untuk memakai masker sampai kamera mulai merekam adegan. Properti dan peralatan juga merupakan salah satu tempat yang wajib diperhatikan kebersihannya. Oleh karena itu kru yang bertanggung jawab wajib menyemprot cairan disinfektan ke peralatan syuting, props, kostum, sampai peralatan makeup sebelum disentuh atau dipakai oleh pemain.

Begitulah protokol kesehatan yang kita jalankan selama proses produksi agar semua kru dan pemain tetap sehat dana man untuk kembali berkumpul bersama keluarga. Jaga kesehatan selalu ya guys.

Baca Juga : 5 Fungsi Iklan Digital Buat Produkmu Disaat Pandemi

Read More
THE PURSUIT OF HAPPYNESS

5 Tips Membuat Karakter Dalam Film

Menulis skenario harus menyatukan beberapa elemen sekaligus dalam lembar demi lembar, sangat kompleks bukan? Elemen itu di antaranya adalah alur cerita, gambaran aksi yang jelas, kata yang detil digunakan tiap karakter, penciptaan karakter, dan lain sebagainya yang nantinya sangat berpengaruh kepada kemudahan pekerjaan semua kru film. Karena cukup kompleks, kamu bisa mempelajari dan memperdalam tiap elemen itu dengan teliti. Dalam menciptakan skenario kita harus menuliskan seluruh elemen tersebut hingga menjadi sesuatu yang menarik. Tak hanya skenario, karakter dalam film juga harus menjadi perhatian utama kita dalam membuat sebuah film.

Baca Juga : 5 Jenis Konflik Film Untuk Inspirasimu Membuat Cerita

Menciptakan karakter adalah hal yang lebih baik didahulukan dalam menulis skenario. Banyak film dengan karakter yang memorable dan karakter-karakter tersebut mampu membuat kita berempati, emosi, dan mencampur-adukkan perasaan. Karakter tersebut dibuat dengan sangat hati-hati dan teliti. Pada tulisan kali ini, eps-production akan memberikan tips menciptakan karakter untuk cerita film kamu, berikut tipsnya:

  1. Buatlah Karakter yang Dapat Dipercaya Oleh Audiens

 

Jasa Video eps-production.com

 

Untuk tips yang pertama ini kita dapat menggunakan rumus tiga dimensi karakter dimana terdapat fisiologis, sosiologis, dan psikologis dalam sebuah karakter.

Fisiologis disini maksudnya adalah sebuah karakter harus memiliki fisik atau tampilan yang jelas, mulai dari bentuk tubuh, mata, warna kulit, potongan rambut dan lainnya yang terlihat oleh audiens.

Lalu kita juga harus menciptakan bagaimana karakter ini dalam kehidupan sosial atau bagaimana orang lain melihat karakter ini dalam bersosialisasi dengan masyarakat. Apakah dia seorang yang bijaksana, rendah hati, atau karakter ini adalah orang yang sangat dibenci di lingkungannya.

Kemudian psikologis karakter juga harus kita ciptakan. Maksudnya disini adalah    hal-hal yang berhubungan dengan kejiwaan karakter tersebut. Misal bagaimana pemikirannya, apa kesukaannya, emosi, dan lain lain yang berkaitan dengan emosi karakter tersebut.

Baca Juga : Unsur Naratif dan Sinematik dalam Film

  1. Buatlah Background Story Karakter

Jasa Video eps-production.com

Background story ini penting karena masa lalu adalah fase yang membentuk karakter itu hingga menjadi karakter yang sekarang. Contohnya karakter punya trauma terhadap api karena dulu ia pernah mengalami kecelakan yang memakan korban keluarganya sendiri. Dengan menciptakan background story ini kamu akan punya layer yang lebih kompleks dan bertekstur. Jika kamu masih belum bisa menciptakan background story, kamu bisa mencoba dengan diri kamu sendiri, atau orang terdekat. Kebanyakan dari kita pasti memiliki cerita di balik karakter-karakter unik mereka saat ini. Karakter yang mengacu pada peristiwa di masa lalu akan memperluas cakupan cerita dan memberi karakter sebuah perkembangan yang lebih baik dalam cerita.

  1. Memiliki Tujuan dan Motivasi yang Jelas

Jasa Video eps-production.com

Tujuan dan motivasi pembuatan karakter harus jelas. Ini menjadi penting untuk menggerakan alur cerita yang kamu buat. Jika karakter tidak memiliki tujuan dan motivasi yang jelas maka cerita tidak akan berjalan atau terkesan datar dan bahkan sebaiknya tidak perlu dituliskan jika tidak memberikan dampak yang besar ke dalam cerita karena hal ini dapat membuat audiens tidak fokus dengan cerita yang ingin kita sampaikan. Beberapa penulis skenario bahkan menuliskan tujuan atau keinginan karakter di dalam premis mereka. Misalnya, karakter A ingin menjadi musisi terkenal namun ia harus dihadapkan dengan orang tuanya yang tidak suka musik. Di sinilah karakter A harus termotivasi untuk mencapai tujuannya menjadi musisi terkenal. Bagaimana ia termotivasi, kalian harus melihat dengan jeli karakter yang kalian ciptakan. Misalnya, karakter A adalah orang yang ambisius, jadi dia nekat kabur dari rumah dan pergi merantau ke luar kota seorang diri.

  1. Kekuatan dan Kelemahan Karakter

Kekuatan dan kelemahan seorang karakter pasti akan terbaca oleh audiens. Karena pada dasarnya tidak ada yang sempurna di dunia ini. Menciptakan karakter sama dengan melihat sifat manusia, jika kamu punya kelebihan pasti juga punya kekurangan karena tidak ada yang sempurna di dunia ini. Misalnya kamu sedang menciptakan karakter antagonis. Poin-poin yang seharusnya kamu tulis adalah bagaimana kekuatannya dalam melakukan perlawanan, atau bersikap jahat pada sang protagonis, tanpa melupakan kelemahannya. Misalnya, ternyata karakter antagonis ini kelemahannya adalah ketika ia bertemu dengan orang yang ia sukai, atau bisa jadi karakter ini tidak bisa berada di tempat tinggi karena trauma mendalam.

  1. Buatlah dialog yang menarik

Jasa Video eps-production.com

Membuat dialog yang menarik tidak harus dituliskan secara frontal dan gamblang. Selagi masih bisa divisualkan dengan aksi atau ekspresi, akan lebih baik. Semua dialog yang ditulis tentu harus punya motivasi yang jelas. Dialog yang menarik akan memberitahu audiens siapa karakter itu, apakah dia introvert atau ekstrovert, apakah dia pemalu, apakah dia sabar dan menerima keadaan, dan lain-lain. Dalam membuat dialog, kamu juga harus paham konteks. Misal karakter A adalah seorang Ayah yang keras terhadap anak dan karakter B adalah anak yang takut pada ayahnya, maka pilihlah kalimat yang terdengar berjarak, atau kaku, namun semua tergantung dalam konteksnya.

 

Dalam menciptakan karakter dalam film, sebaiknya kita harus mencintai dan berempati padanya. Jika mengalami writer’s block, kita bisa melihat ke teman-teman, atau berkaca ke sendiri. Dengan begitu, karakter yang kamu ciptakan akan menjadi menarik, memorable dan kuat.

Baca Juga : 6 Tool yang Biasa Digunakan Untuk Color Grading

Read More

Unsur Naratif dan Sinematik dalam Film

Pernahkah kamu menonton cerita film dan merasa asik dengan film tersebut? Atau kamu mendapatkan sesuatu yang menarik dari film tersebut?

Tanpa kita sadari, di dalam sebuah cerita film terdapat unsur yang membentuknya yang menjadikan cerita tersebut semakin hidup dan mampu membuat para penonton tertarik untuk melihat, mulai dari tokoh, cerita, latar, adegan, music, acting, pergerakan kamera, dll.

Unsur tersebut adalah unsur naratif dan unsur sinematik. Kedua unsur tersebut saling mengisi satu sama lain dan tidak dapat dipisahkan dalam membuat sebuah film atau video.

Kita harus dapat memahami dan mengerti tentang kedua unsur tersebut agar dapat memahami film secara menyeluruh dan mendalam. Oleh karena itu, pada tulisan kali ini, kita akan mengulas mengenai pengertian dari unsur naratif dan unsur sinematik. Berikut penjelasannya:

Baca Juga : 6 Teknik Pencahayaan Terbaik Dalam Film | EPS PRODUCTION

UNSUR NARATIF

Jasa Video eps-production.com

Unsur naratif adalah unsur yang terdiri dari rangkaian peristiwa yang memiliki hubungan antara satu dengan lainnya dan berhubungan dengan aspek cerita atau tema film. Setiap film cerita tidak mungkin lepas dari unsur naratif dan setiap cerita pasti memiliki unsur-unsur seperti tokoh, masalah, konflik, lokasi, waktu, serta lainnya-lainnya. Seluruh elemen tersebut membentuk unsur naratif secara keseluruhan. Singkatnya unsur naratif ini dapat diartikan sebagai bagaimana perlakuan film-maker kepada filmnya sendiri.

Unsur naratif dapat dikembangkan ke dalam pola tiga babak yaitu Pendahuluan (tokoh, setting lokasi, dan cerita), Pertengahan (konflik dan klimaks), dan Penutup yang akan menjadi kesimpulan film.

Baca Juga : Pentingnya Behind The Scene Dalam Produksi Film dan Video

Aspek dan Elemen Cerita Pada Unsur Naratif

Berikut di bawah ini aspek-aspek cerita dalam unsur naratif:

  • Latar Cerita

Latar cerita atau biasa disebut dengan lokasi ini terbagi menjadi empat macam, yaitu realis (nyata), fiksi (rekaan), fiksi (alam nyata), dan non fiksi.

  • Urutan Waktu

Dalam sebuah cerita film terdapat urutan waktu yang akan menunjukkan pola dalam perjalanan film tersebut. Terdapat dua pola waktu, yaitu pola linier dan pola non linier. Pola linier adaalah pola yang menunjukkan sebuah urutan dari aksi atau peristiwa tanpa ada interupsi waktu yang signifikan.

Sedangkan pola non linier penulis memanipulasi urutan waktu dalam cerita sehingga hubungan sebab-akibatnya tidak begitu jelas. Dan pola non linier ini biasanya akan membuat penonton merasa kesulitan dalam mengikuti alur cerita yang ada.

  • Durasi Waktu

Durasi waktu terbagi menjadi dua yakni durasi waktu dalam film dan durasi cerita film. Dua hal ini sangatlah berbeda. Durasi waktu dalam sebuah film biasanya 90 – 120 menit, namun durasi ceritanya dapat terdiri dari beberapa rangkaian waktu yang cukup panjang misalnya sehari, seminggu, setahun bahkan bertahun-tahun.

  • Frekuensi Waktu

Munculnya banyak adegan yang sama persis dalam sebuah angle yang berbeda biasa disebut sebagai frekuensi waktu. Biasanya hal ini terjadi karena adanya flashback atau kilas depan dari sebuah cerita. Kemungkinan dari motif cerita ini akan menjadikan pengulangan dalam sebuah shot.

  • Karakter

Peran protagonis akan menjadi motivator utama dalam film yang akan berselisih dengan peran antagonis.

  • Konflik

Konflik datang dari pemeran antagonis yang akan menghalangi aksi dari pemeran protagonist.

UNSUR SINEMATIK

Jasa Video eps-production.com

Unsur sinematik adalah cara atau dengan menggunakan gaya apa sebuah film itu digarap. Sederhananya, sinematik sendiri memilik arti pengambilan gambar sesuai dengan kaidah film bioskop. Dalam unsur sinematik, ada beberapa aspek yang membentuknya, yaitu :

  • Mise en scene unsur sinematik

Mise en scene (dibaca mis ong sen) adalah setiap hal yang terlihat di dalam sebuah frame film. Mise en Scene pertama kali muncul sebagai istilah film dalam kritik oleh Cahiers du Cinema. Istilah berbahasa Prancis ini diadaptasi dari seni panggung yang memiliki arti ‘penempatan di panggung’. Dalam film, panggung ini dibatasi oleh frame, yaitu hanya hal-hal yang terlihat di layar kamera.

Mise en Scène sendiri meliputi beberapa aspek, antara lain: setting, aktor, bloking, kostum, dan lighting. Semua aspek itu tidak hanya berperan secara naratif, tetapi juga secara visual maupun puitis.

  • Sinematografi Unsur Sinematik

Sinematografi ialah ilmu yang menjelaskan tentang teknik dalam pengambilan gambar dan menggabungkan gambar tersebut hingga membentuk sebuah cerita. Sinematografi meliputi segala elemen visual yang akan ditampilkan pada layar ketika film ditayangkan. Elemen-elemen tersebut meliputi framing, zooming, exposure, tata cahaya, komposisi, pergerakan kamera, sudut-sudut kamera, pemilihan film, pemilihan lensa, fokus, warna, penggunaan filter, dan depth of field.

Sinematografi sendiri hampir sama dengan fotografi, yaitu menangkap pantulan dari cahaya yang mengenai suatu benda. Bedanya, peralatan yang digunakan fotografi yaitu menggunakan alat tangkap tunggal, sedangkan sinematografi menangkap rangkaian gambar.

  • Editing Unsur Sinematik

Editing adalah proses yang dilakukan oleh editor dengan memotong dan menyambung potongan gambar untuk dijadikan sebagai cerita yang utuh dan dapat dimengerti. Terdapat dua proses editing yaitu editing offline dan juga editing online.

  • Suara Unsur Sinematik

Suara merupakan hal yang sangat penting dalam pembuatan film, karena dengan adanya suara maka akan memberikan nyawa bagi film tersebut. Terlebih lagi, baik tidaknya kualitas dari suara sangat berpengaruh terhadap film tersebut. Sound sendiri terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:

  1. Diegetic

Diegetic yaitu suara dimana sumber suaranya terlihat dalam layar atau disiratkan oleh aksi dalam film. Contoh : suara karakter, suara peraga, musik instrumen musik

  1. Non-Diegetic

Non-Diegetic yaitu suara yang tidak nampak di layar dan tidak juga diterapkan oleh para aksi, biasanya suara tersebut keluar dari tempat kejadian cerita. Contoh: komentar narator, instrumen, suara efek.

Itulah pengertian unsur naratif dan unsur sinematik. Semua unsur tersebut saling berkesinambungan satu sama lain. Jika salah satu elemen diatas dihilangkan maka elemen yang lain harus lebih ditonjolkan agar menutup kekosongan dari elemen yang hilang.

Begitulah aspek naratif dan sinematik yang terdapat dalam film yang harus kamu perhatikan dalam pembuatan filmmu. Selamat berkarya…

Baca Juga : Hal Yang Perlu Kamu Perhatikan Sebelum Memilih Production House

Read More

6 Tahapan Development Ide Kreatif Dalam Pembuatan Film

Terdapat beberapa tahapan pembuatan film seperti yang pernah dibahas pada artikel sebelumnya, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tahapan apa saja sih yang harus kita jalankan dalam mengembangkan ide kreatif yang kita punya? Tahapan yang akan kita bahas ini merupakan pondasi penting dari sebuah film yang nantinya akan lebih banyak membahas cerita dan financial dalam pembuatan film.

Berikut di bawah ini tahapannya:

  1. Story

Jasa Video eps-production.com

Proses dimulai dengan pemilihan cerita oleh produser. Cerita yang dipilih bisa diambil dari cerpen, novel, kisah nyata, maupun ide orisinil dari pembuat cerita. Produser harus mengurus perizinan copyright dan intellectual property (IP) kepada pemilik cerita untuk dibuat ke bentuk film.

Baca juga : 10 Istilah Pelabelan Untuk Film Yang Kamu Tonton

  1. Synopsis

Jasa Video eps-production.com

Sinopsis adalah ringkasan atau bentuk pendek namun padat dari sebuah cerita dengan tetap memperhatikan unsur intrinsik dari cerita tersebut. Pembuatan sinopsis dilakukan oleh produser dan penulis. Sinopsis ditulis untuk membuat penonton tertarik akan sebuah karya film.

  1. Treatment

Jasa Video eps-production.com

Pada tahap treatment, skenario sudah di-breakdown secara rinci, namun pada tahap ini masih belum terdapat dialog di dalamnya. Untuk menentukan struktur film awal, tengah, dan akhir maka dibuatkan treatment. Jika menggunakan struktur tiga langkah dapat dimulai dengan persiapan, konfrontasi, dan resolusi.

  1. Script

Jasa Video eps-production.com

Selanjutnya penulis menulis script dengan tingkat dramatisasi, kejelasan, struktur, dialog, dan gaya keseluruhan yang diinginkan. Proses pembuatan script ini membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan feel yang diinginkan penulis.

Baca Juga : Mengenal Tugas Dan Tanggung Jawab Seorang Sutradara

  1. Packaging

Jasa Video eps-production.com

Setelah script selesai, produser akan mengemas film dengan menyertakan informasi film seperti tema film, target penonton, referensi aktor dan aktris, dan referensi sutradara yang akan diajak kerjasama. Packaging ini dibuat untuk keperluan pitching guna mendapatkan pendanaan dari investor.

  1. Finance

Jasa Video eps-production.com

Setelah film berhasil dikemas sedemikian rupa, maka produser akan menawarkan filmnya ke berbagai pihak seperti investor perorangan atau perusahaan, production house, dan pihak lainnya yang tertarik untuk mendanai pembuatan film. Produser juga akan menawarkan filmnya kepada aktor atau aktris yang akan diajak bekerjasama.

Setelah adanyanya kesepakatan dan kontrak kerjasama, maka proses development film sudah selesai dan bisa lanjut kepada tahap pre-production dst.

Proses development film di atas adalah serangkaian proses yang biasa dijalankan oleh produser sebelum masuk ke tahapan-tahapan pembuatan film. Kamu bisa menjalankan proses ini untuk mempermudah dalam pembuatan film.

Baca Juga : Pentingnya Behind The Scene Dalam Produksi Film dan Video

Read More

5 Tahapan Pembuatan Film Pendek

Film pendek mulai digemari oleh filmmaker Indonesia akhir-akhir ini. Kenapa? Selain telah tersedianya alat pembuatan film yang mumpuni dengan budget terjangkau, film pendek juga dijadikan sebagai media penyampaian gagasan kepada khalayak ramai. Dengan film pendek seorang filmmaker dapat menyampaikan gagasannya secara singkat, padat, dan jelas. Ibarat buku harian, film pendek dijadikan catatan singkat seorang filmmaker karena pembuatannya relatif mudah dan murah dari pembuatan film panjang yang membutuhkan pertimbangan dan pemikiran yang matang sebelum pembuatannya. Tidak hanya untuk pencapaian gagasan, production house juga menjadikan film pendek sebagai alternatif untuk promosi sebuah brand, pengenalan profil dan branding sebuah perusahaan atau company profile.

Baca Juga : 10 Istilah Dalam Produksi Video dan Film yang Wajib Kamu Tahu

Untuk membuat sebuah film pendek, biasanya sebuah production house menjalankan beberapa tahapan untuk mempermudah pembuatan film pendek, diantaranya sebagai berikut:

  1. Riset dan Pengembangan Ide

Jasa Video eps-production.com

Yang pertama kali harus kamu lakukan dalam pembuatan film pendek yaitu mencari dan menemukan sebuah ide cerita atau gagasan yang ingin kamu sampaikan. Dari ide ini nanti akan dikembangkan menjadi kerangka cerita melalui riset untuk memperkuat gagasan atau ide dan brainstorming di dalam tim. Ide yang telah ditemukan akan diolah dan dikemas semenarik mungkin untuk mencapai tujuan dari pembuatan film ini. Dalam proses pengembangan ide inilah yang akan membatu tim produksi dalam memahami visi dari seorang filmmaker.

Jika ide telah dikembangkan dan berbentuk kerangka cerita, ide tersebut akan disulap ke dalam bentuk naskah atau skenario dimana akan terbentuk juga karakter-karakter, merancang visualisasi dan audio yang terdapat di dalam film tersebut.

  1. Pra Produksi

Jasa Video eps-production.com

Masuk ke tahapan yang paling penting dalam proses pembuatan video yaitu proses meramu kreatifitas dan merencanakan aspek logistik. Pada tahap pra produksi ini akan dilakukan pembuatan naskah, script breakdown untuk mempermudah organisir elemen dalam proses produksi, dan dilanjutkan dengan casting untuk pemeran karakter. Dalam tahap pra produksi ini juga akan dilakukan penyusunan perencanaan framing kamera yang tepat, mengukur kebutuhan lampu yang akan digunakan, set artistic yang dibutuhkan guna penunjang rasa dalam setiap scene. Segala hasil dari tahap pra produksi ini nantinya akan berbentuk story board yang akan sangat berguna dalam proses produksi.

  1. Produksi

Jasa Video eps-production.com

Proses produksi inilah eksekusi dari ide atau gagasan yang akan disampaikan. Pada tahap ini sebagian besar kru film ikut berpartisipasi dan sutradara mengawasi dan memastikan bahwa pengambilan visual dan audio sudah sesuai dengan naskah dan story board, pada proses ini, kamera dan audio memiliki peran penting. Menjaga pencahayaan juga tak luput dari perhatian karena dengan pencahayaan inilah akan terbentuknya atmosfir yang disuguhkan kepada penonton nantinya.

Baca Juga : 7 Departemen Kru Film Pendek atau Video

  1. Paska Produksi

Jasa Video eps-production.com

Mengubah materi dari proses pra-produksi hingga produksi menjadi satu kesatuan yang utuh adalah tahapan yang dilakukan di paska produksi ini. Mengumpulkan dan menyunting materi-materi visual dan audio yang telah diproduksi menyita waktu yang lebih lama dari proses produksi. Di tahap ini penambahan efek visual, soundtrack film, color grading, subtitle dan kebutuhan lainnya akan dipadupadankan hingga menjadi sebuah karya utuh yang siap untuk didistribusikan.

  1. Distribusi

Jasa Video eps-production.com

Distribusi adalah proses sebuah karya film disuguhkan dan dinikmati oleh para penonton. Proses ini bisa dilakukan melalui distributor film; penayangan di bioskop, televisi, dan online streaming maupun secara mandiri; media sosial seperti Youtube dan platform online lainnya sehingga sebuah karya film dapat bertemu dengan penontonnya dan gagasan dari seorang film maker dapat disampaikan langsung kepada penontonnya.

Berikut di atas merupakan tahapan-tahapan yang dilakukan dalam memproduksi sebuah film pendek agar pekerjaan kamu lebih terstruktur, efektif, dan efisien. Sudah siapkah kamu memproduksi film pendekmu?

Baca Juga : 5 Tahapan Produksi dalam Pembuatan Video Company Profile

Read More