Category: Tips & Trick

5 Aturan Dalam Pre-Production Meeting Agar Lebih Efektif

Dalam memproduksi sebuah fim atau video dibutuhkanlah PPM atau Pre-Production Meeting yang merujuk pada proses praproduksi. Intinya adalah rapat praproduksi yang dilakukan seluruh divisi dalam proses pembuatan film. PPM dilakukan ketika kru sudah lengkap agar dapat mengefektifkan waktu, sehingga tidak memerlukan dua kali penjelasan konsep dan lain sebagainya.

Setelah melalui proses pengembangan ide dan skenario sampai pada akhirnya mencapai final draft dan disepakati oleh produser dan juga sutradara, seluruh tim harus mengetahui skenario tersebut. Pertama kali yang dilakukan pada saat PPM adalah script conference. Script conference adalah analisis terhadap cerita dan struktur dramatik yang dijelaskan oleh penulis skenario. Dari skenario yang sudah diberikan, seluruh tim bisa memulai dengan breakdown masing-masing kebutuhan. Hal ini tentunya berdasarkan konsep penyutradaraan yang diberikan sutradara. Pada saat PPM, seorang produser akan mencatat segala kebutuhan produksi, sejak praproduksi hingga pascaproduksi, untuk memudahkan sinkronisasi budget dan konsep keseluruhan film.

Nah, jadi PPM itu sangat penting, kan? Berikut ini eps-production akan menjelaskan beberapa aturan penting untuk membuat proses Pre-Production Meeting menjadi lebih efektif.

Baca Juga : 5 Protokol Kesehatan Syuting Film di Masa Pandemi

  1. On Time!

Jasa Video eps-production.com

Waktu itu sesuatu yang sangat berharga. Kenapa? Karena waktu hanya datang sekali dan tidak dapat diulangi lagi. Datang tepat waktu ternyata juga punya banyak manfaat. Di antaranya yaitu, kita bisa membangun citra baik di depan rekan kerja lain. Orang lain yang melihat kita datang tepat waktu, tentu akan merasa sungkan jika mereka terlambat. Manfaat lain dari tepat waktu adalah kalian bisa lebih santai menunggu. Bukankah lebih baik menunggu daripada ditunggu? Ketika kita menunggu, kita memiliki lebih banyak waktu untuk berbenah diri, dan mempersiapkan kebutuhan selanjutnya dan juga kita akan dipandang sebagai pekerja yang profesional dan menghargai waktu. Keefektifan waktu juga bisa menjadikan PPM yang nyaman bagi rekan kerja satu dan lainnya. Karena datang on time pada saat PPM kita dapat menyelesaikan banyak hal dan tidak akan kehilangan atau ketinggalan informasi yang disampaikan kru lain.

  1. Creative Deck

Creative deck adalah halaman atau slide yang berisi gambar, poin-poin beserta penjelasan kreatif sesuai dengan breakdown masing-masing kru yang terlibat di produksi film. Isi dari creative deck diantaranya yaitu director’s treatment, referensi shot, cast atau pemain yang terlibat baik main talent dan juga supporting talent, referensi properti, art sketch, foto lokasi, referensi wardrobe dan make up, look dan mood warna yang akan dimunculkan dalam film. Creative deck akan makin efektif dan efisien ketika sudah rapi, lengkap, dan terstruktur. Hal ini sangat penting dilakukan mengingat kru film tidak sedikit. Dengan banyaknya konsep yang sudah dibuat tentunya kita berharap seluruh kru dapat paham, sehingga dapat terjalin kerjasama yang sehat dan baik.

  1. Tempat Yang Kondusif

Jasa Video eps-production.com

Pilihlah tempat yang sejuk dan memiliki suhu yang pas untuk menunjang keefektifan PPM. Jika PPM dilakukan di luar ruangan kita harus pilih tempat yang cukup teduh dan sejuk sehingga kru yang mengikuti PPM bisa merasa nyaman. Selain itu, pilihlah tempat yang tidak terlalu ramai agar para kru yang terlibat dalam PPM tetap fokus menyimak. Jika melakukan PPM di tempat yang ramai, baik ramai orang di tempat itu atau lalu lalang kendaraan, tentunya kalian dan kru juga akan terdistraksi banyak hal. PPM di tempat yang ramai juga akan memerlukan tenaga ekstra untuk mengeluarkan suara yang keras sehingga tim yang turut serta dalam rapat akan memperhatikan kalian. Jadi, jangan sampai salah pilih tempat, ya.

Baca Juga:  3 Tren Iklan di Masa Pandemi

  1. Persiapkan Poin-Poin Tambahan

Jasa Video eps-production.com

Sebelum PPM dilaksanakan, alangkah lebih baiknya seluruh kepala per divisi mencatat poin-poin pembahasan yang akan dijelaskan agar tidak ada poin yang terlewat untuk didiskusikan bersama dan saat topik pembahasan tidak melenceng dari tujuan awal. Karena pada dasarnya dalam pembuatan film, antara divisi satu dengan yang lainnya memerlukan kerjasama serta komunikasi yang baik. Poin-poin pembahasan juga tidak boleh dilewatkan seorang produser, karena nantinya produser akan membuat kebutuhan budget masing-masing divisi. Dalam poin-poin pembahasan bisa juga ditambahkan pertanyaan dan konfirmasi antar kru agar tidak terjadi miskomunikasi saat proses syuting berlangsung. Selain itu, poin-poin pembahasan di dalamnya termasuk juga laporan perkembangan per divisi, misalnya kru sutradara sudah ditahap casting, kru artistik sudah melalui tahap mencari properti, dan lain sebagainya.

  1. Pemilihan Waktu Meeting

Jasa Video eps-production.com

Pemilihan waktu meeting juga berpengaruh pada mood kru. Kita dapat melakukan PPM di jam-jam setelah makan siang hingga selesai di sore hari. Karena jika kalian memilih waktu terlalu pagi, mungkin bisa jadi ada beberapa kru yang keberatan karena harus menyelesaikan tugas rumah tangga, atau tugas lainnya. Begitu juga dengan pemilihan waktu meeting yang terlalu malam, karena malam hari adalah waktu untuk beristirahat dan juga tidak baik untuk kesehatan. Demi kerjasama yang baik dan kondusif, kalian juga perlu memperhatikan kesehatan mereka, salah satunya dengan memilih waktu meeting yang tepat.

Jadi, Pre-Production Meeting adalah kegiatan yang penting untuk dilakukan dan bukan kegiatan yang asal-asalan. Banyak poin-poin penting yang harus diperhatikan sebelum melakukan PPM dengan kru. Semoga tulisan ini bisa membantu ya! Selamat berkarya!

Baca Juga : 6 Tahapan Development Ide Kreatif Dalam Pembuatan Film

 

Read More

5 Cara Menjaga Kreativitas Pekerja Kreatif dan Filmmaker

Disaat pandemi ini kita lebih banyak beraktifitas di rumah. Melakukan pekerjaan dan menjalankan rutinitas di dalam ruangan yang sama bisa berdampak terhadap psikologis manusia. Hal ini juga dapat melemahkan kreativitas disaat bekerja terutama pekerja kreatif dan filmmaker. Nah, kali ini eps-production akan membagikan beberapa tips nih buat kamu agar selalu kreatif di masa pandemi ini. Langsung aja yuk berikut tipsnya:

  1. Rajin Membersihkan dan Merapikan Tempat Tinggal

Jasa Video eps-production.com

Dimanapun kamu tinggal, baik di kost atau di rumah, mulailah untuk rajin membersihkan dan merapikannya. Buatlah jadwal berkala untuk melakukan kegiatan ini, semisal 3 kali hingga 1 kali dalam seminggu. Frekuensi kegiatan ini dapat kamu sesuaikan dengan kemampuan dan jadwal kegiatan kamu.

Seperti halnya seorang interior designer ketika sedang merancang rumah, penguasaan ruang perlu dipikirkan matang-matang. Kita diajak untuk menelusuru ruang hingga ke bagian yang tersembunyi pada saat membersihkan rumah. Pada saat merapikan atau menata ulang ruangan, kita juga diajak untuk berpikir kreatif dalam memecahkan masalah penguasaan ruang. Hal tersebut dapat mengasah otak kita agar tetap kreatif.

Baca Juga : 5 Protokol Kesehatan Syuting Film di Masa Pandemi

  1. Bermain Game, Menonton, dan Membaca

Jasa Video eps-production.com

Jangan habiskan waktu luangmu untuk rebahan aja di kasur. Pertama, rebahan di kasur tanpa aktivitas apa pun dapat menyebabkan penimbunan kalori dan lemak. Kedua, otot-otot kita jadi kaku dan badan pun sering pegal-pegal. Nggak mau, kan? Oleh karena itu, gunakanlah waktu luang untuk tetap aktif. Banyak kegiatan yang dapat kamu lakukan selain rebahan di kasur misalnya menonton film yang dapat menambah referensi sekaligus mencari hiburan. Bermain game juga dapat membantu menjaga pikiran agar tetap kreatif, lho! Otak kita diajak bekerja untuk memecahkan masalah secara kreatif. Selanjutnya juga ketika kita membaca, alam imajinasi kita akan diasah secara mendalam. Kamu bisa terapkan waktu luang kamu dengan aktivitas seperti tersebut di atas.

  1. Olah Raga Ringan di Rumah

Jasa Video eps-production.com

Olahraga ringan di rumah juga dapat menjaga kreativitasmu, lho! Kamu bisa mulai dengan set latihan sederhana, seperti push-up, sit-up, squat-jump, dan lari-lari ringan/ jogging. Jika kamu terbiasa melakukan yoga, buatlah latihan rutin di rumah. Kesehatan kita akan terus terjaga sementara otak kita juga dapat bekerja lebih optimal. Usahakan untuk melakukan olahraga pada pagi hari sekitar pukul 07:00-09:00, atau sore hari pukul 16:00-17:00. Bagi kamu yang sudah sering berolahraga, pertahankan terus, ya!

Baca Juga : 3 Tren Iklan di Masa Pandemi

  1. Memasak

Jasa Video eps-production.com

Buatlah jadwal untuk memasak makananmu sendiri. Buat yang belum pernah mencoba, mulailah dengan menu-menu sederhana dan praktis, seperti segala sesuatu yang digoreng, nasi goreng, membuat telur dadar isi sayuran, menumis sayuran, dan lain sebagainya. Jika kamu tertantang untuk mengeksplorasi menu, ini saatnya untuk menunjukkan kreativitas kuliner. Kamu bisa melihat rekomendasi memasak di internet dan mengikuti cara-caranya. Jika sudah selesai memasak, cobalah makanan buatanmu atau tawarkan kepada anggota keluargamu. Dengan mengeksplor menu makanan, kamu dapat mengasah kreativitas. Menurut riset, memasak dapat menjaga atau bahkan meningkatkan kreativitas berpikir. Merangkai bahan dan membuat rasa yang seimbang juga membutuhkan kecerdasan dan kreativitas. Yuk, mulai memasak hari ini.

  1. Refleksi dan Introspeksi

Jasa Video eps-production.com

Refleksi dan introspeksi adalah cara untuk melihat kembali ke dalam diri setelah seharian selesai melakukan aktivitas. Kita harus mengevaluasi apa yang kurang dan apa yang perlu dikembangkan dari diri kita. Tidak hanya itu, kita juga diajak untuk mendengarkan orang lain supaya karya kita pun menjadi semakin kaya akan nilai-nilai yang humanis.

Meski kegiatan kita saat ini hanya terbatas di rumah, hal itu bukan berarti tidak mungkin untuk introspeksi. Kita perlu memeriksa diri kita sendiri selama menunggu pandemi selesai. Mari kita lakukan hal ini sebagai tahap yang terakhir untuk menjaga kreativitas.

Di atas tersebut merupakan tips dari kita, semoga dapat membantu dan juga semoga pandemi ini segala berakhir ya.

Baca Juga : 6 Tahapan Development Ide Kreatif Dalam Pembuatan Film

Read More
THE PURSUIT OF HAPPYNESS

5 Tips Membuat Karakter Dalam Film

Menulis skenario harus menyatukan beberapa elemen sekaligus dalam lembar demi lembar, sangat kompleks bukan? Elemen itu di antaranya adalah alur cerita, gambaran aksi yang jelas, kata yang detil digunakan tiap karakter, penciptaan karakter, dan lain sebagainya yang nantinya sangat berpengaruh kepada kemudahan pekerjaan semua kru film. Karena cukup kompleks, kamu bisa mempelajari dan memperdalam tiap elemen itu dengan teliti. Dalam menciptakan skenario kita harus menuliskan seluruh elemen tersebut hingga menjadi sesuatu yang menarik. Tak hanya skenario, karakter dalam film juga harus menjadi perhatian utama kita dalam membuat sebuah film.

Baca Juga : 5 Jenis Konflik Film Untuk Inspirasimu Membuat Cerita

Menciptakan karakter adalah hal yang lebih baik didahulukan dalam menulis skenario. Banyak film dengan karakter yang memorable dan karakter-karakter tersebut mampu membuat kita berempati, emosi, dan mencampur-adukkan perasaan. Karakter tersebut dibuat dengan sangat hati-hati dan teliti. Pada tulisan kali ini, eps-production akan memberikan tips menciptakan karakter untuk cerita film kamu, berikut tipsnya:

  1. Buatlah Karakter yang Dapat Dipercaya Oleh Audiens

 

Jasa Video eps-production.com

 

Untuk tips yang pertama ini kita dapat menggunakan rumus tiga dimensi karakter dimana terdapat fisiologis, sosiologis, dan psikologis dalam sebuah karakter.

Fisiologis disini maksudnya adalah sebuah karakter harus memiliki fisik atau tampilan yang jelas, mulai dari bentuk tubuh, mata, warna kulit, potongan rambut dan lainnya yang terlihat oleh audiens.

Lalu kita juga harus menciptakan bagaimana karakter ini dalam kehidupan sosial atau bagaimana orang lain melihat karakter ini dalam bersosialisasi dengan masyarakat. Apakah dia seorang yang bijaksana, rendah hati, atau karakter ini adalah orang yang sangat dibenci di lingkungannya.

Kemudian psikologis karakter juga harus kita ciptakan. Maksudnya disini adalah    hal-hal yang berhubungan dengan kejiwaan karakter tersebut. Misal bagaimana pemikirannya, apa kesukaannya, emosi, dan lain lain yang berkaitan dengan emosi karakter tersebut.

Baca Juga : Unsur Naratif dan Sinematik dalam Film

  1. Buatlah Background Story Karakter

Jasa Video eps-production.com

Background story ini penting karena masa lalu adalah fase yang membentuk karakter itu hingga menjadi karakter yang sekarang. Contohnya karakter punya trauma terhadap api karena dulu ia pernah mengalami kecelakan yang memakan korban keluarganya sendiri. Dengan menciptakan background story ini kamu akan punya layer yang lebih kompleks dan bertekstur. Jika kamu masih belum bisa menciptakan background story, kamu bisa mencoba dengan diri kamu sendiri, atau orang terdekat. Kebanyakan dari kita pasti memiliki cerita di balik karakter-karakter unik mereka saat ini. Karakter yang mengacu pada peristiwa di masa lalu akan memperluas cakupan cerita dan memberi karakter sebuah perkembangan yang lebih baik dalam cerita.

  1. Memiliki Tujuan dan Motivasi yang Jelas

Jasa Video eps-production.com

Tujuan dan motivasi pembuatan karakter harus jelas. Ini menjadi penting untuk menggerakan alur cerita yang kamu buat. Jika karakter tidak memiliki tujuan dan motivasi yang jelas maka cerita tidak akan berjalan atau terkesan datar dan bahkan sebaiknya tidak perlu dituliskan jika tidak memberikan dampak yang besar ke dalam cerita karena hal ini dapat membuat audiens tidak fokus dengan cerita yang ingin kita sampaikan. Beberapa penulis skenario bahkan menuliskan tujuan atau keinginan karakter di dalam premis mereka. Misalnya, karakter A ingin menjadi musisi terkenal namun ia harus dihadapkan dengan orang tuanya yang tidak suka musik. Di sinilah karakter A harus termotivasi untuk mencapai tujuannya menjadi musisi terkenal. Bagaimana ia termotivasi, kalian harus melihat dengan jeli karakter yang kalian ciptakan. Misalnya, karakter A adalah orang yang ambisius, jadi dia nekat kabur dari rumah dan pergi merantau ke luar kota seorang diri.

  1. Kekuatan dan Kelemahan Karakter

Kekuatan dan kelemahan seorang karakter pasti akan terbaca oleh audiens. Karena pada dasarnya tidak ada yang sempurna di dunia ini. Menciptakan karakter sama dengan melihat sifat manusia, jika kamu punya kelebihan pasti juga punya kekurangan karena tidak ada yang sempurna di dunia ini. Misalnya kamu sedang menciptakan karakter antagonis. Poin-poin yang seharusnya kamu tulis adalah bagaimana kekuatannya dalam melakukan perlawanan, atau bersikap jahat pada sang protagonis, tanpa melupakan kelemahannya. Misalnya, ternyata karakter antagonis ini kelemahannya adalah ketika ia bertemu dengan orang yang ia sukai, atau bisa jadi karakter ini tidak bisa berada di tempat tinggi karena trauma mendalam.

  1. Buatlah dialog yang menarik

Jasa Video eps-production.com

Membuat dialog yang menarik tidak harus dituliskan secara frontal dan gamblang. Selagi masih bisa divisualkan dengan aksi atau ekspresi, akan lebih baik. Semua dialog yang ditulis tentu harus punya motivasi yang jelas. Dialog yang menarik akan memberitahu audiens siapa karakter itu, apakah dia introvert atau ekstrovert, apakah dia pemalu, apakah dia sabar dan menerima keadaan, dan lain-lain. Dalam membuat dialog, kamu juga harus paham konteks. Misal karakter A adalah seorang Ayah yang keras terhadap anak dan karakter B adalah anak yang takut pada ayahnya, maka pilihlah kalimat yang terdengar berjarak, atau kaku, namun semua tergantung dalam konteksnya.

 

Dalam menciptakan karakter dalam film, sebaiknya kita harus mencintai dan berempati padanya. Jika mengalami writer’s block, kita bisa melihat ke teman-teman, atau berkaca ke sendiri. Dengan begitu, karakter yang kamu ciptakan akan menjadi menarik, memorable dan kuat.

Baca Juga : 6 Tool yang Biasa Digunakan Untuk Color Grading

Read More

Unsur Naratif dan Sinematik dalam Film

Pernahkah kamu menonton cerita film dan merasa asik dengan film tersebut? Atau kamu mendapatkan sesuatu yang menarik dari film tersebut?

Tanpa kita sadari, di dalam sebuah cerita film terdapat unsur yang membentuknya yang menjadikan cerita tersebut semakin hidup dan mampu membuat para penonton tertarik untuk melihat, mulai dari tokoh, cerita, latar, adegan, music, acting, pergerakan kamera, dll.

Unsur tersebut adalah unsur naratif dan unsur sinematik. Kedua unsur tersebut saling mengisi satu sama lain dan tidak dapat dipisahkan dalam membuat sebuah film atau video.

Kita harus dapat memahami dan mengerti tentang kedua unsur tersebut agar dapat memahami film secara menyeluruh dan mendalam. Oleh karena itu, pada tulisan kali ini, kita akan mengulas mengenai pengertian dari unsur naratif dan unsur sinematik. Berikut penjelasannya:

Baca Juga : 6 Teknik Pencahayaan Terbaik Dalam Film | EPS PRODUCTION

UNSUR NARATIF

Jasa Video eps-production.com

Unsur naratif adalah unsur yang terdiri dari rangkaian peristiwa yang memiliki hubungan antara satu dengan lainnya dan berhubungan dengan aspek cerita atau tema film. Setiap film cerita tidak mungkin lepas dari unsur naratif dan setiap cerita pasti memiliki unsur-unsur seperti tokoh, masalah, konflik, lokasi, waktu, serta lainnya-lainnya. Seluruh elemen tersebut membentuk unsur naratif secara keseluruhan. Singkatnya unsur naratif ini dapat diartikan sebagai bagaimana perlakuan film-maker kepada filmnya sendiri.

Unsur naratif dapat dikembangkan ke dalam pola tiga babak yaitu Pendahuluan (tokoh, setting lokasi, dan cerita), Pertengahan (konflik dan klimaks), dan Penutup yang akan menjadi kesimpulan film.

Baca Juga : Pentingnya Behind The Scene Dalam Produksi Film dan Video

Aspek dan Elemen Cerita Pada Unsur Naratif

Berikut di bawah ini aspek-aspek cerita dalam unsur naratif:

  • Latar Cerita

Latar cerita atau biasa disebut dengan lokasi ini terbagi menjadi empat macam, yaitu realis (nyata), fiksi (rekaan), fiksi (alam nyata), dan non fiksi.

  • Urutan Waktu

Dalam sebuah cerita film terdapat urutan waktu yang akan menunjukkan pola dalam perjalanan film tersebut. Terdapat dua pola waktu, yaitu pola linier dan pola non linier. Pola linier adaalah pola yang menunjukkan sebuah urutan dari aksi atau peristiwa tanpa ada interupsi waktu yang signifikan.

Sedangkan pola non linier penulis memanipulasi urutan waktu dalam cerita sehingga hubungan sebab-akibatnya tidak begitu jelas. Dan pola non linier ini biasanya akan membuat penonton merasa kesulitan dalam mengikuti alur cerita yang ada.

  • Durasi Waktu

Durasi waktu terbagi menjadi dua yakni durasi waktu dalam film dan durasi cerita film. Dua hal ini sangatlah berbeda. Durasi waktu dalam sebuah film biasanya 90 – 120 menit, namun durasi ceritanya dapat terdiri dari beberapa rangkaian waktu yang cukup panjang misalnya sehari, seminggu, setahun bahkan bertahun-tahun.

  • Frekuensi Waktu

Munculnya banyak adegan yang sama persis dalam sebuah angle yang berbeda biasa disebut sebagai frekuensi waktu. Biasanya hal ini terjadi karena adanya flashback atau kilas depan dari sebuah cerita. Kemungkinan dari motif cerita ini akan menjadikan pengulangan dalam sebuah shot.

  • Karakter

Peran protagonis akan menjadi motivator utama dalam film yang akan berselisih dengan peran antagonis.

  • Konflik

Konflik datang dari pemeran antagonis yang akan menghalangi aksi dari pemeran protagonist.

UNSUR SINEMATIK

Jasa Video eps-production.com

Unsur sinematik adalah cara atau dengan menggunakan gaya apa sebuah film itu digarap. Sederhananya, sinematik sendiri memilik arti pengambilan gambar sesuai dengan kaidah film bioskop. Dalam unsur sinematik, ada beberapa aspek yang membentuknya, yaitu :

  • Mise en scene unsur sinematik

Mise en scene (dibaca mis ong sen) adalah setiap hal yang terlihat di dalam sebuah frame film. Mise en Scene pertama kali muncul sebagai istilah film dalam kritik oleh Cahiers du Cinema. Istilah berbahasa Prancis ini diadaptasi dari seni panggung yang memiliki arti ‘penempatan di panggung’. Dalam film, panggung ini dibatasi oleh frame, yaitu hanya hal-hal yang terlihat di layar kamera.

Mise en Scène sendiri meliputi beberapa aspek, antara lain: setting, aktor, bloking, kostum, dan lighting. Semua aspek itu tidak hanya berperan secara naratif, tetapi juga secara visual maupun puitis.

  • Sinematografi Unsur Sinematik

Sinematografi ialah ilmu yang menjelaskan tentang teknik dalam pengambilan gambar dan menggabungkan gambar tersebut hingga membentuk sebuah cerita. Sinematografi meliputi segala elemen visual yang akan ditampilkan pada layar ketika film ditayangkan. Elemen-elemen tersebut meliputi framing, zooming, exposure, tata cahaya, komposisi, pergerakan kamera, sudut-sudut kamera, pemilihan film, pemilihan lensa, fokus, warna, penggunaan filter, dan depth of field.

Sinematografi sendiri hampir sama dengan fotografi, yaitu menangkap pantulan dari cahaya yang mengenai suatu benda. Bedanya, peralatan yang digunakan fotografi yaitu menggunakan alat tangkap tunggal, sedangkan sinematografi menangkap rangkaian gambar.

  • Editing Unsur Sinematik

Editing adalah proses yang dilakukan oleh editor dengan memotong dan menyambung potongan gambar untuk dijadikan sebagai cerita yang utuh dan dapat dimengerti. Terdapat dua proses editing yaitu editing offline dan juga editing online.

  • Suara Unsur Sinematik

Suara merupakan hal yang sangat penting dalam pembuatan film, karena dengan adanya suara maka akan memberikan nyawa bagi film tersebut. Terlebih lagi, baik tidaknya kualitas dari suara sangat berpengaruh terhadap film tersebut. Sound sendiri terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:

  1. Diegetic

Diegetic yaitu suara dimana sumber suaranya terlihat dalam layar atau disiratkan oleh aksi dalam film. Contoh : suara karakter, suara peraga, musik instrumen musik

  1. Non-Diegetic

Non-Diegetic yaitu suara yang tidak nampak di layar dan tidak juga diterapkan oleh para aksi, biasanya suara tersebut keluar dari tempat kejadian cerita. Contoh: komentar narator, instrumen, suara efek.

Itulah pengertian unsur naratif dan unsur sinematik. Semua unsur tersebut saling berkesinambungan satu sama lain. Jika salah satu elemen diatas dihilangkan maka elemen yang lain harus lebih ditonjolkan agar menutup kekosongan dari elemen yang hilang.

Begitulah aspek naratif dan sinematik yang terdapat dalam film yang harus kamu perhatikan dalam pembuatan filmmu. Selamat berkarya…

Baca Juga : Hal Yang Perlu Kamu Perhatikan Sebelum Memilih Production House

Read More

5 Jenis Konflik Film Untuk Inspirasimu Membuat Cerita

Bagaimana sih cara mencari konflik utama untuk cerita film atau video marketing? Banyak penulis baru yang bingung ingin mulai dari mana untuk proses kreatifnya. Hal ini sebenarnya cukup tricky dalam menentukan konflik utama cerita. Apakah harus dimulai dari alur film, atau karakter yang didahulukan, atau aspek lainnya yang jadi langkah awal? Semakin membingungkan bukan? Tapi kita bisa perhatikan dari seluruh film yang kita tonton selalu memiliki jenis konflik utama yang tak jauh berbeda antara satu dengan lainnya. Nah berikut di bawah ini EPS PRODUCTION akan memberikan informasi tentang jenis konflik apa saja yang bisa kamu terapkan dalam penulisanmu:

Baca Juga : 5 Tahapan Pembuatan Film Pendek

  1. Manusia vs Manusia

Jasa Video eps-production.com

Film dengan konflik seperti ini banyak dikemas ke dalam bentuk film superhero yang merepresentasikan sifat buruk manusia yang serakah. Konflik ini juga merupakan konflik yang paling mudah untuk kita temukan dalam kehidupan sehari. Bukan hanya film superhero saja yang menggunakannya, konflik manusia vs manusia ini juga sering digunakan dalam film drama. Contoh film yang menggunakan konflik ini adalah The Avengers, Saving Prvate Ryan, The Intern, dll.

  1. Manusia vs Dirinya Sendiri

 

Jasa Video eps-production.com

Konflik ini cukup besar untuk kamu terapkan ke dalam ceritamu. Berbeda dari poin sebelumnya dimana konflik terjadi oleh manusia lainnya, pada konflik ini kita akan memancing konflik utama cerita melalui eksplorasi kondisi psikologis seseorang. Dengan konflik ini memungkinkan karakter protagonis menjadi antagonis dari konfliknya sendiri. Contoh film yang menggunakan konflik ini adalah The Theory of Everything, Fight Club, Transpotting, dll.

Baca Juga : 6 Tahapan Development Ide Kreatif Dalam Pembuatan Film

  1. Manusia vs Alam

Jasa Video eps-production.com

Alam merupakan elemen di luar kuasa manusia yang berpotensi menjadi sebuah konflik. Fenomena-fenomena alam dapat mengancam eksistensi manusia di muka bumi ini. Sebabnya bisa berasal dari ulah manusia itu sendiri dan bisa juga dari faktor eksternal seperti bencana alam, wabah, musibah, dll. Konflik manusia vs alam ini juga bisa kamu kembangkan seperti makhluk hidup lainnya seperti ikan hiu, gorilla, kingkong, dinosaurus, dll. Contoh film yang menggunakan konflik ini adalah 2012, The Day After Tomorrow, Everest, Jurassic Park, Jaws, dll.

  1. Manusia vs Masyarakat

Jasa Video eps-production.com

Biasanya film dengan konflik seperti ini akan menampilkan karakter yang merasa diberikan beban atau tuntutan dari masyarakat yang ia tak pahami. Manusia hidup dalam komunitas masyarakat dan setiap manusia memiliki karakter masing-masing. Konflik ini bisa saja sangat relate dengan penonton dimana selisih paham antara individu dengan masyarakat kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Contoh film yang menggunakan konflik ini adalah Into The Wild, American Beauty, Dead Poets Society, dll.

  1. Manusia vs Supranatural

 

Jasa Video eps-production.com

Film horor semakin marak di kalangan pecinta film dan kita tinggal di negara yang memiliki aneka ragam urusan klenik. Ada banyak konflik yang belum bisa dijelaskan oleh ilmu pengetahuan dan nalar logika, semua konflik di luar ini, dapat dikategorikan sebagai kekuatan supranatural. Contoh film yang menggunakan konflik ini adalah Keramat, Annabelle, The Conjuring, dll.

 

Itulah beberapa konflik yang bisa kamu terapkan dalam pembuatan cerita untuk film kamu. Kamu bisa memulai cerita film kamu dari pemilihan konflik utama dalam cerita. Gimana? sudah mulai terinspirasi? Selamat menulis.

 

Baca Juga : 6 Skill yang Dibutuhkan oleh Seorang Art Director

Read More

6 Tool yang Biasa Digunakan Untuk Color Grading

Setiap video atau film pasti memiliki nuansa warna khusus yang memberikan kesan tertentu pada video. Nah suasana ini biasa didapatkan dengan proses color grading. Kamu harus dapat menguasai teknik color grading ini jika kamu menyukai fotografi atau videografi.

Pada pembuatan video atau film oleh eps-production, proses color grading akan dilakukan pada tahapan post production. Disaat proses produksi telah selesai, maka editor dapat menjalankan tugasnya termasuk pemberian nuansa warna pada film agar sebuah karya dapat lebih “hidup” dan sesuai dengan konsep yang diinginkan.

Baca Juga : 10 Rekomendasi Software Editing Adobe Dari Kami eps-production

Software apapun yang kamu gunakan untuk melakukan color grading, ada tool yang selalu digunakan di berbagai software-nya.

Yuk, kita bahas apa saja tool-nya.

  1. Brightness dan kontras

Jasa Video eps-production.com

Untuk mengatur tingkat terang dan kontras dari sebuah video, kita membutuhkan tool brightness dan kontras. Umumnya, saat kamu mengubah level brightness atau tingkat keterangan, secara otomatis kontras dan biasanya exposure-nya pun akan berubah.

Jadi, pengaturan tingkat exposure juga dibutuhkan. Hal ini dilakukan agar kita mendapatkan  keseimbangan cahaya dan video tetap terlihat bagus setelah mengubah brightness dan kontras dalam proses color grading.

  1. White balance

Jasa Video eps-production.com

White balance digunakan untuk memengaruhi temperatur warna yang ada di video atau filmmu. Tool ini dilakukan dengan cara menambahkan warna yang berlawanan untuk membuat temperatur warna jadi lebih netral. Terkadang, foto atau filmmu bisa terlihat memiliki “cool tone” atau “warm tone” yang terlalu dominan. Dengan white balance, kamu bisa membuatnya menjadi lebih natural.

Baca Juga : 4 Teknik Dasar Edit Video untuk Kamu Para Pemula dari Kami eps-production.com

  1. Three-way color corrector

Jasa Video eps-production.com

Tool ini digunakan untuk membantumu mengatur saturationhuecontrast, dan brightness secara langsung dari satu fungsi. Jadi, saat melakukan color grading, kamu tidak perlu menggunakan tool lainnya. Akan tetapi, pada saat melakukan color grading dengan tool ini semuanya langsung berubah sekaligus dan hasilnya masih belum sesuai keinginan, kadang pengaturan satu persatu juga masih dibutuhkan.

  1. Unsharp mask dan sharpening tool

Jasa Video eps-production.com

Tool ini bisa membuat video dan fotomu terlihat lebih tajam. Tapi jangan sampai menggunakan tool ini secara berlebihan, ya. Pasalnya, kalau sebuah video terlalu tajam, kualitasnya akan menurun dan tidak terlihat bagus.

  1. Curves

Jasa Video eps-production.com

Curves adalah tool yang bisa digunakan untuk mengedit warna karena mampu mengubah warna, brightnesscontrast, dan juga transparency. Untuk bisa memahami tool ini secara utuh, kamu harus terbiasa menggunakannya dan mempelajarinya sendiri. Akan tetapi, perlu diingat bahwa kurva horizontal akan mengurangi kontras, dan kurva vertikal akan meningkatkan levelnya.

  1. Color match

 

Jasa Video eps-production.com

Kalau kamu ingin mengubah warna videomu sesuai dengan shot yang sudah ada, tool ini bisa kamu gunakan. Mungkin, sedikit penyesuaian tetap masih dibutuhkan setelahnya.

Baca Juga : Mengenal Perbedaan Editing Offline vs Online Dalam Video Dan Film

Tool di atas adalah dasar bagi kamu untuk melakukan color grading. Tentunya, agar semakin mahir, kamu harus terus berlatih dan menambah pengetahuan di bidang editing video. Selamat latihan…

 

Read More

6 Tahapan Development Ide Kreatif Dalam Pembuatan Film

Terdapat beberapa tahapan pembuatan film seperti yang pernah dibahas pada artikel sebelumnya, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tahapan apa saja sih yang harus kita jalankan dalam mengembangkan ide kreatif yang kita punya? Tahapan yang akan kita bahas ini merupakan pondasi penting dari sebuah film yang nantinya akan lebih banyak membahas cerita dan financial dalam pembuatan film.

Berikut di bawah ini tahapannya:

  1. Story

Jasa Video eps-production.com

Proses dimulai dengan pemilihan cerita oleh produser. Cerita yang dipilih bisa diambil dari cerpen, novel, kisah nyata, maupun ide orisinil dari pembuat cerita. Produser harus mengurus perizinan copyright dan intellectual property (IP) kepada pemilik cerita untuk dibuat ke bentuk film.

Baca juga : 10 Istilah Pelabelan Untuk Film Yang Kamu Tonton

  1. Synopsis

Jasa Video eps-production.com

Sinopsis adalah ringkasan atau bentuk pendek namun padat dari sebuah cerita dengan tetap memperhatikan unsur intrinsik dari cerita tersebut. Pembuatan sinopsis dilakukan oleh produser dan penulis. Sinopsis ditulis untuk membuat penonton tertarik akan sebuah karya film.

  1. Treatment

Jasa Video eps-production.com

Pada tahap treatment, skenario sudah di-breakdown secara rinci, namun pada tahap ini masih belum terdapat dialog di dalamnya. Untuk menentukan struktur film awal, tengah, dan akhir maka dibuatkan treatment. Jika menggunakan struktur tiga langkah dapat dimulai dengan persiapan, konfrontasi, dan resolusi.

  1. Script

Jasa Video eps-production.com

Selanjutnya penulis menulis script dengan tingkat dramatisasi, kejelasan, struktur, dialog, dan gaya keseluruhan yang diinginkan. Proses pembuatan script ini membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan feel yang diinginkan penulis.

Baca Juga : Mengenal Tugas Dan Tanggung Jawab Seorang Sutradara

  1. Packaging

Jasa Video eps-production.com

Setelah script selesai, produser akan mengemas film dengan menyertakan informasi film seperti tema film, target penonton, referensi aktor dan aktris, dan referensi sutradara yang akan diajak kerjasama. Packaging ini dibuat untuk keperluan pitching guna mendapatkan pendanaan dari investor.

  1. Finance

Jasa Video eps-production.com

Setelah film berhasil dikemas sedemikian rupa, maka produser akan menawarkan filmnya ke berbagai pihak seperti investor perorangan atau perusahaan, production house, dan pihak lainnya yang tertarik untuk mendanai pembuatan film. Produser juga akan menawarkan filmnya kepada aktor atau aktris yang akan diajak bekerjasama.

Setelah adanyanya kesepakatan dan kontrak kerjasama, maka proses development film sudah selesai dan bisa lanjut kepada tahap pre-production dst.

Proses development film di atas adalah serangkaian proses yang biasa dijalankan oleh produser sebelum masuk ke tahapan-tahapan pembuatan film. Kamu bisa menjalankan proses ini untuk mempermudah dalam pembuatan film.

Baca Juga : Pentingnya Behind The Scene Dalam Produksi Film dan Video

Read More

10 Istilah Dalam Produksi Video dan Film Yang Wajib Kamu Tahu | EPS PRODUCTION

Memulai sebuah produksi video dan film memang dibutuhkan sebuah pengetahuan yang cukup, selain dari segi teknis kamu juga dituntut untuk mengetahui istilah-istilah yang sering kali digunakan dalam sebuah produksi video dan film. Tujuannya, untuk mempersingkat waktu saat proses pengerjaannya, selain itu istilah-istilah ini juga dapat mempermudah kita untuk berkomunikasi ke sesama kru saat produksi video dan film nantinya. Nah, kali ini eps production akan menjelaskan tentang istilah-istilah dalam produksi video dan film yang harus kamu pelajari sebelum memproduksi video dan filmmu sendiri.

  1. Script Breakdown

Jasa Video eps-production.com

Script breakdown adalah istilah yang digunakan untuk membedah naskah. Hal ini dilakukan untuk memastikan elemen-elemen yang diperlukan dalam setiap adegan, seperti lokasi yang akan digunakan, talent yang muncul dalam tiap adegan, penataan artistik/properti yang dibutuhkan, makeup seperti apa yang diperlukan, hingga pakaian yang harus dipersiapkan.

Script breakdown juga digunakan untuk membedah shot yang akan digunakan dalam setiap adegannya. Hal ini diperlukan untuk menentukan angle, jenis-jenis shot, dan pencahayaan yang akan digunakan dalam proses produksi nantinya.

  1. Pre-Production Meeting PPM

Setelah menentukan elemen yang diperlukan dalam video atau film, langkah berikutnya adalah mengomunikasikan proyek video atau film yang akan dibuat kepada seluruh kru maupun investor yang terlibat melalui pertemuan yang disebut Pre-Production Meeting (PPM). Pada langkah ini, kamu diharuskan untuk menyampaikan visi yang akan digarap dalam video atau film kamu bahkan sampai hal-hal mendetail seperti referensi visual, jadwal produksi, dan budgeting.

Baca Juga : Pentingnya Melakukan Tes Kamera Sebelum Shooting

  1. Scouting

Scouting dapat memiliki dua arti :

Jasa Video eps-production.com

  • mencari lokasi yang cocok dengan referensi visual atau,
  • mencari talentyang tepat.

Namun, istilah scouting untuk mencari talent digunakan jika tahapan ini dilaksanakan dengan mendatangi agency atau individu yang bersangkutan secara langsung, sedangkan pencarian talent melalui sebuah audisi lebih sering menggunakan istilah casting.

  1. Reading

Istilah reading digunakan untuk mempersiapkan talent sebelum masa produksi berlangsung. Pada tahapan ini, setiap talent  diharuskan untuk membaca naskah yang sudah ada, hal ini bertujuan agar talent dapat mempelajari karakter dan adegan yang akan diperankan. Reading sangat berguna untuk mempersingkat waktu pada saat shooting agar berjalan lebih efisien dan efektif.

  1. Recce

jasa-video_eps-production

Hal selanjunya adalah survey lokasi atau recce hal ini bertujuan untuk mempersingkat waktu saat shooting, dengan melakukan perencanaan angle dan pencahayaan di lokasi yang telah ditentukan sebelum peroses shooting sesungguhnya berlangsung. Proses ini sering disebut dengan istilah recce. Hal ini penting untuk dilakukan pada setiap lokasi yang akan digunakan agar proses shooting dapat berjalan lancar.

Baca Juga : Mengenal Teknik Dasar 3 Titik Pencahayaan Dalam Video dan Film

  1. Crew Call

Pernah gak jadwal shooting yang udah kamu persiapkan dari jauh-jauh hari jadi berantakan gara-gara ada 1 orang kru yang terlambat datang? Pasti bikin bad mood banget kan? Nah, oleh karena itu ada salah satu istilah yang berfungsi untuk mengingatkan kru agar datang tepat waktu biasanya disebut Crew Call. Umumnya, crew call dilakukan oleh produser dengan cara menghubungi setiap kru beberapa jam sebelum proses shooting berlangsung.

  1. On Cam

Istilah on cam digunakan untuk menentukan jadwal dimulainya shooting. Berbeda dengan istilah crew call yang menentukan kapan kru mulai berkumpul, istilah on cam menentukan kapan kamera siap untuk merekam. Dengan kata lain, waktu yang ditentukan untuk on cam menandakan durasi persiapan setiap kru setelah crew call.

  1. Blocking

Jasa Video eps-production.com

Blocking adalah istilah yang digunakan untuk mengatur letak talent, properti, dan pencahayaan agar tidak saling menutupi. Selain itu, istilah blocking juga digunakan untuk menentukan pergerakan setiap talent agar selaras dengan elemen-elemen lain dalam frame.

  1. Wrap

Jasa Video eps-production.com

Istilah ini merupakan sebuah istilah yang paling menggembirakan bagi sebagian kru dan selalu disambut dengan tepuk tangan. Jika seluruh adegan telah selesai direkam dan tidak ada hal yang perlu diulang, maka sutradara akan menggunakan meneriakkan kata “wrap” untuk menandakan bahwa proses shooting telah selesai. Namun, beberapa sutradara lebih memilih untuk menggunakan istilah “bungkus” yang memiliki arti sama dalam Bahasa Indonesia.

  1. Logging

Jasa Video eps-production.com

Sebelum mulai mengedit footage yang dihasilkan dari produksi, kita harus memilah file-file video yang telah disetujui oleh sutradara ketika shooting dan memisahkannya pada folder khusus. Hal ini juga memiliki istilah sendiri, yaitu logging. Tahapan ini dilakukan dengan memperhatikan catatan clapper mengenai daftar file mana saja yang akan digunakan dalam tahap editing.

PENUTUP

Dengan mempelajari istilah-istilah tersebut kamu akan lebih mudah dalam berkomunikasi antar sesama kru saat produksi video atau filmmu. Selain itu kamu juga lebih terkesan professional. Nah yuk mulai terapin istilah-istilah diatas dalam produksi video atau filmmu.

 

Read More

Mengenal Apa Itu Online Editing Dalam Film Dan Video?

Apa Itu Online Editing? Mengapa Dikerjakan Pada Tahap Akhir Post-produksi?

Online editing sebuah film atau video adalah proses pengeditan pasca produksi yang dilakukan pada tahap akhir produksi video, ini terjadi setelah pengeditan offline. Kalau kamu sering menonton film-film dengan efek visual, di tahap inilah itu semua hal tersebut diimplementasikan. Lalu, mengapa disebutnya online? Apakah karena dilakukan melalui internet, atau ada alasan lain?

Yuk, simak artikel ini untuk mengetahui jawabannya!

Apa Itu Online Editing?

online editing adalah salah satu tahap dalam post-production. Dikutip dari Studiobinder, post-production merupakan tahapan yang dilakukan setelah berjalannya proses shooting atau produksi, pada tahap ini juga mencakup pengeditan visual dan juga audio.

Menurut Techopedia, online editing adalah proses editing baik itu film atau video biasa sebagai tahap akhir. Online editing ini biasanya mencakup color correction, color grading, atau bahkan VFX (visual effects). Dalam pengeditan online dibutuhkan skill khusus dan alat yang berbeda dari pengeditan video biasa.

Nah, kira-kira bagaimana prosesnya? Apa saja yang dibutuhkan? Yuk simak penjelasannya dibawah ini!

Baca Juga : Perbedaan Editing Offline vs Online Dalam Video Dan Film

  1. Video Yang Telah Melalui Offline Editing

Jasa Video eps-production.com

yang dibutuhkan dalam online editing merupakan hasil drafting dari offline editing. Jadi, semua yang telah diedit dari tahap sebelumnya dapat langsung disempurnakan dalam tahap ini, prosesnya adalah editor mengirimkan metadata hasil pengeditan offline. Salah satu alasan tahap ini disebut “online editing” adalah karena metadata dari sebuah film atau video akan dikirimkan secara online ke orang yang mengerjakannya, sapsalnya proses pengerjaan tahap ini biasanya dilakukan di tempat berbeda.

  1. Software digital imaging

Untuk online editing, kamu tidak bisa menggunakan software biasa seperti Final Cut Pro atau Adobe Premiere Pro. Tahap ini membutuhkan software digital imaging. Salah satu yang paling umum digunakan adalah DaVinci Resolve. Menurut Blackmagic Design, DaVinci Resolve adalah satu-satunya software yang ruang kerjanya mencakup pengeditan, color correction, VFX, motion graphic, dan juga audio untuk post-pro. Meskipun ditujukan untuk profesional, interface dari software ini masih sangat ramah untuk para pemula yang baru ingin belajar, kapan lagi belajar menggunakan tools yang digunakan oleh para profesional di Hollywood, kan?

Baca Juga : Director of Photography (DOP), Tugasnya Ngapain Aja Sih?

  1. Hardware khusus

Salah satu hardware khusus yang digunakan untuk online editing adalah Tangent, alat dengan fungsi utama “memainkan” warna yang ada di film atau video. Hal itu meliputi color grading, color correcting, dan detail-detail lainnya. Intinya, dibutuhkan keahlian khusus untuk menggunakan alat ini.

  1. Online editor

Jasa Video eps-production.com

Kunci dari online editing yang sukses adalah editor video dengan kemampuan dan fasilitas yang memadai, di awal artikel sempat disebutkan bahwa biasanya online editing film akan dilakukan di tempat berbeda Contohnya adalah ketika pembuatan sebuah film dan pengeditan offline berada di Indonesia, lalu untuk online editing akan dikirim ke negara lain yang memiliki fasilitas seperti hardware, software, dan juga resource lain yang memadai.

Baca Juga : Mengapa Video Company Profile Wajib Dimiliki Oleh Perusahaan

Kesimpulan

Dari penjelasan di dalam artikel ini, dapat disimpulkan bahwa online editing adalah proses akhir penyempurnaan film atau video yang dijalankan oleh orang-orang tertentu pasalnya, skill memotong dan menyambung klip saja tak cukup untuk mengerjakan tahapan ini. Selain itu teknologi yang akan digunakan dalam proses ini pun harus memadai agar hasil yang akan dihasilkan dapat lebih maksimal.

Read More
young man edit video in dark studio using color grading tools and modern equipment

Mengenal Perbedaan Editing Offline vs Online Dalam Video Dan Film

Ingin menjadi editor video dan film? Sebelum terjun ke lapangan, kamu wajib tahu dulu perbedaan antara offline dan online editing.

Jasa Video eps-production.com

Kedua proses ini sama-sama berada di dalam tahap post-production. Post-production adalah tahap yang dilakukan setelah pra produksi dan produksi film atau video selesai dilakukan, dimana data hasil produksi video atau film akan dilanjutkan ke pengeditan audio dan visualnya. Pada tahap pengeditan ini, editor akan menyusun seluruh footage yang didapatkan saat shooting, color grading video sesuai konsep yang ditentukan, kemudian editor akan menambahkan music untuk menghidupkan nyawa video atau film yang dikerjakan. Dalam video berkualitas tinggi dan juga film, proses editing ini dibagi menjadi dua tahap, yaitu offline editing dan online editing.

Ah apa itu offline dan online editing? Yuk simak penjelasannya dibawah ini!

Pengertian Offline dan Online Editing

Sebelum menjelaskan mengenai perbedaan antara offline dan online editing, EPS Prodcution ingin menjelaskan terlebih dahulu apa itu offline dan online editing.

  • Offline editing

Jasa Video eps-production.com

Secara singkat, offline editing adalah proses pengeditan yang sangat memangkas waktu dan tenaga editor. Pasalnya, pengeditan ini menggunakan codec atau simpelnya footage yang telah dikompres menjadi format lebih ringan.

Tahap ini sangat penting dalam pengeditan video beresolusi 4K, 8K, atau 12K karena pengeditan menggunakan bantuan software jadi video yang akan diedit menjadi tidak begitu berat dan akan mempermudah sekaligus mempercepat proses offline editing. Kalau langsung masuk ke tahap online, bisa-bisa softwarekamu crashdan meningkatkan risiko file footage ikut rusak.

Baca Juga : Mengenal Teknik Dasar 3 Titik Pencahayaan Dalam Video dan Film

  • Online editing

Online editing adalah tahap akhir dari pengeditan film dan video. Dalam online editing, kamu akan mengedit video dalam format aslinya (RAW footage) dan memang akan cukup berat. Maka dari itu, tahap ini hanya untuk finalisasi baik itu dari penyempurnaan warna sampai penambahan efek-efek visual.

Perbedaan Offline dan Online Editing

Meskipun sudah dapat gambaran besar dari penjelasan offline dan online editing, EPS Production akan menjelaskan perbedaan kedua proses ini secara lebih mendetail.

  1. Urutan pengeditan

Jasa Video eps-production.com

Perbedaan pertama sebenarnya cukup jelas, yaitu urutan pengeditan. Dalam post-production, tahap pertama dalam pengeditan adalah offline editing lalu berlanjut ke online editing. Hal ini disebabkan offline editing mencakup penyortiran data footage, penyusunan sesuai dengan shot list yang telah dibuat, dan elemen lain yang harus ada di draf awal.

Baca Juga : Mengenal Tugas Dan Tanggung Jawab Seorang Sutradara

  1. Footage yang diedit

Jasa Video eps-production.com

Perbedaan kedua adalah footage yang diedit dalam offline dan online editing. Pada tahap offline, kamu akan mengedit footage yang telah dikonversi menjadi codec atau proxy footage.

Proses konversi tersebut juga disebut dengan istilah transcoding. Dengan codec ini, editor dapat lebih leluasa mengutak-atik footage karena ukurannya telah terkompres menjadi jauh lebih kecil. Di sisilain, pengeditan tahap online editing sudah kembali menggunakan RAW footage. “Lho, bagaimana caranya? Bukankah sudah diubah menjadi proxy footage itu tadi?”. Betul, tetapi pada proses akhir offline editing ada yang dinamakan relink. Nah, relink ini adalah proses pengembalian film atau video ke dalam format dan resolusi awal, sebelum akhirnya di-export dan berlanjut ke tahap selanjutnya.

Baca Juga : 3 Tahapan Produksi Pembuatan Video Iklan TVC

  1. Tools yang dibutuhkan

Perbedaan terakhir adalah tools yang dibutuhkan untuk offline dan online editing.

Pada tahap offline editing, kamu membutuhkan:

  • software untuk administrasi data (penyortiran dan backup)
  • software untuk pengeditan film/video

Pada tahap online editing, dibutuhkan:

  • metadata dari offline editing
  • software digital imaging
  • hardware editing khusus pengeditan online

Tak hanya itu, online editing juga harus dikerjakan oleh orang yang memiliki kemampuan khusus, bukan hanya mengedit video biasa. Pasalnya, tahap ini ditujukan untuk pengeditan visual dan bukan dari segi alur videonya. Itu dia penjelasan lengkap seputar perbedaan offline dan online editing. Bagaimana, sudah paham? Jika ada pertanyaan perihal pengiditan kamu dapat berdiskusi dengan kami pada kolom komentar dibawah.

Tetap semangat, tetap berkarya. See yaa…

Read More