Category: Tips & Trick

Mengenal 8 Tugas Seorang Asisten Sutradara | eps-production

Asisten Sutradara (assistant director) adalah orang yang membantu sebagian tugas-tugas penting seorang sutradara. Astrada adalah seorang yang mengatur jalannya produksi shooting film. Astrada memiliki peranan penting saat shooting berlangsung.

Mengapa demikian?

Yuk kita kenali proses kerja, tugas, dan peran penting seorang astrada.

  1. Membaca, Menganalisa, Membreakdown Skenario

Pekerjaan pertama seorang astrada adalah membaca skenario. Membaca pun tidak hanya satu kali, tetapi berkali-kali. Membaca skenario saat kali pertama biasanya seperti membaca sebuah novel. Kita akan terombang ambing mengikuti alur cerita. Kalau ada komedinya ya ikut tertawa, kalau ada sedihnya ya bisa ikut terharu. Saat membaca skenario yang kedua kali dan seterusnya, kita sudah tahu alur ceritanya jadi tidak akan hanyut lagi. di saat inilah, seorang asisten sutradara menganalisa detil-detil dari skenario.

Dari Analisa dan diskusi, juga arahan sutradara, maka astrada membuat Master Breakdown. Semacam ringkasan dari skenario. Berisi tentang bermacam informasi dari isi skenario, dan hal-hal tambahan berdasarkan diskusi dan arahan sutradara.

Master breakdown berisi informasi tentang nomor scene, lokasi, set, exterior/interior, cast atau pemain, extra’s/figuran, kostum, properti, deskripsi adegan, keterangan halaman scene, dan keterangan lainnya.

Master breakdown ini juga akan dipakai untuk membuat Call Sheet atau Callingan (kolingan) Shooting. Skejul nantinya akan mengkopas (copy paste) materi dari master breakdown ke lembaran kolingan shooting.

  1. Hunting lokasi dan Recce

Jasa Video eps-production.com

Hunting lokasi adalah pencarian lokasi yang tepat untuk kebutuhan adegan film. Untuk sebuah set, tim produksi (unit lokasi) harus mampu mencari lokasi yang sesuai keinginan sutradara dan menawarkan sejumlah opsi. Sedangkan Recce adalah mengunjungi lokasi hasil hunting yang telah ditetapkan sebagai lokasi shooting. Recce adalah tahap berikutnya setelah hunting lokasi setelah ada penetapan bahwa inilah set yang tepat dan memenuhi beragam kriteria.

Untuk hunting lokasi, sebenarnya bukan tugas utama asisten sutradara. Tetapi kadang astrada perlu sebagai pengganti sutradara bila sutradara tengah sibuk dengan aktivitas pra produksi lainnya.

Recce

Sedangkan untuk Recce, astrada wajib hadir untuk mendampingi sutradara menetapkan titik pengambilan gambar, bloking pemain, maupun penambahan beragam hal lain sesuai kebutuhan sutradara. Apakah tentang properti, set, pemain figuran, kostum, sampai hal detil lainnya.

Namun yang terpenting dari hadirnya astrada di saat Recce adalah tentang bagaimana astrada nantinya menentukan jadwal shooting.

Dari Recce inilah, seorang astrada akan menghitung kebutuhan shooting days di set yang telah ditentukan tersebut. Jika nanti ada kendala, bagaimana solusinya.

Belum lagi kesesuaian dengan jadwal para pemain.

Kepentingan lainnya seorang astrada adalah untuk menghitung estimasi jika dalam sehari ada perpindahan lokasi. Berapa jarak tempuhnya? Berapa lama waktu untuk pindah set. Loading dan bongkar alat? Hingga waktu yang dibutuhkan set peralatan sampai selesai shooting.

Baca Juga : Mengenal Tugas Dan Tanggung Jawab Seorang Sutradara

  1. Merencanakan Shooting

Merencanakan shooting ini akan berkaitan dengan membuat jadwal shooting. Tetapi sebelum membuat jadwal, seorang astrada terlebih dahulu memperoleh sejumlah info dan data tentang jadwal pemain, set, dan peralatan, juga pecahan shot yang telah dibuat oleh sutradara. Makanya astrada adalah orang yang paling bertanggungjawab untuk mengatur jalannya proses pembuatan film.

Semua hal tersebut harus sinkron. Umpamanya, di tanggal 30 Maret jadwal shooting di Set Rumah Bintaro, scene 10, 16, 18, dan 102. Nah, di hari itu harus dipastikan bahwa pemain-pemain yang ada di dalam scene tersebut bisa hadir. Jangan sampai ada pemain yang tidak bisa sehingga scene batal pengambilannya.

Seorang astrada juga harus pandai melihat sekeliling lokasi yang digunakan untuk shooting. Tujuannya adalah untuk menghindari jadwal yang berkaitan dengan aktivitas warga setempat. Terurama yang berkaitan dengan kegiatan rutin keagamaan.

Astrada juga harus memastikan bahwa peralatan yang digunakan available di hari itu. Jangan sampai karena kurang kordinasi, ternyata camera atau lighting yang ingin digunakan tidak ada. Atau properti yang sudah ada di scene sebelumnya ternyatatidak tersedia.

Setelah memeroleh data dan terkonfirmasi bahwa segala kebutuhannya available, barulah astrada membuat kalender shooting. Kalender shooting ini berisi informasi global tentang jadwal shooting secara keseluruhan. Setelah itu barulah seorang astrada membuat jadwal hari-perhari yang lebih rinci.

  1. Memanage dan mengatur alur shooting

Karena Asistren Sutradara yang membuat jadwal shooting, maka astrada pula yang bertanggung jawab atas keberhasilan rencana shooting. Memanage dengan baik dan terinci time by time agar semua berjalan dengan rapi. Mengatur alur kerja semua kru. Tidak ada yang boleh meleset dari rencana. Tak ada yang boleh terlambat menyediakan kebutuhan shooting. Bila ada departemen yang sudah siap take, astrada akan meminta departemen lain untuk mempercepat kesiapannya.

Bila waktunya makan, astrada menginformasikan kepada seluruh kru. Saat jam makan telah habis, astrada pula yang mengingatkan agar semua kru kembali ke posisi masing-masing. Begitu pula waktu sholat, perpindahan set, rehat, semua diatur dengan baik. Tegas tapi tidak kasar. Sopan, dan bila perlu ada unsur humor untuk mengatasi ketegangan di lokasi shooting.

  1. Mengkoordinasikan segala hal

Karena departemen dalam sebuah produksi film itu sangat lah banyak, maka peran koordinasi antar departemen ini menjadi tugas dan tanggungjawab penting bagi asisten sutradara.  Tidak ada kru lain selain astrada yang berhak mengkoordinasikan antarlini dalam produksi film. Semua harus oleh dan melalui astrada.

  1. Menjadi penyambung lidah sutradara

Asisten sutradara harus menjadi penyambung lidah sutradara ke berbagai departemen. Dan semua kru akan bertanya kepada astrada tentang kebutuhan dan keinginan sutradara. Seorang astrada harus menjadi komunikator yang baik. Harus bisa menerjemahkan keinginan-keinginan sutradara. Jika astrada belum tahu, atau tidak berani menerjemahkan, maka dia harus bertanya lagi kepada sutradara. Dalam hal ini banyak berdiskusi dengan sutradara sangat diperlukan hingga benar-benar mengerti maksud dan keinginan sutradara.

Kenapa seorang Astrada harus banyak bertanya kepada sutradara tentang banyak hal? Karena saat shooting, semua kru akan bertanya kepada astrada, bukan kepada sutradara. Di mana anglenya, kostum scene ini apa, kapan pemain A ditake nantinya.

  1. Mengontrol dan mengatur jadwal pemain.

Di jadwal shooting harian atau Calling Sheet, jadwal pemain sudah terjadwalkan sedemikan ketat. Kapan pemain tersebut harus tiba di lokasi, make-up, lalu kapan pemain masuk ke dalam set, dan lainnya. Semua itu harus diatur oleh seorang asisten sutradara.

  1. Mengatur pemain dan figuran

Asisten sutradara juga ikut mengatur dan mengontrol pemain utama. Saat sutradara melakukan latihan beserta pemain, astrada ikut membantu mengatur atau mengingatkan pemain tentang dialog dan bloking mereka. Mengatur di sini bukan berarti memberikan contoh akting, atau memberikan karakter, tetapi lebih kepada mengingatkan dialog yang telah dilatih saat sesi reading.

Astrada wajib mengatur figuran. Memberi karakter, mengatur laku, mengatur tempo gerakan, membentuk kelompok-kelompok figuran, dan sebagainya.

Contohnya di adegan sekolah. Astrada mengatur siapa-siapa yang berada dekat pemain utama. siapa menjadi apa. Ada yang sibuk belajar, ada yang sibuk ngobrol, ada yang sibuk telpon-telponan. Atau apa saja yang bisa menghidupkan suasana. Di sinilah pentingnya kreatifitas seorang astrada, memberi nyawa pada adegan yang untuk menyokong karakter utama.

Pembagian Tugas Astrada

Pada umunya asisten sutradara dalam industri film layar lebar terbagi menjadi 3. Yang mana Asisten sutradara #1 yang mendampingi sutradara dan mengkordinasikan segala hal. Sedangkan Asisten Sutradara #2 mengatur figuran dan membantu tugas astrada #1 lainnya.sedangkan astrada #3 adalah Astrada Skejul (Schedule) yang membuat jadwal shooting.

Di Indonesia Astrada Skejul ini berdiri khusus karena rumitnya mengatur jadwal pemain. Ada pemain yang hanya bisa sampai jam 15.00, ada juga yang baru bisa datang ke lokasi jam 16.00. Pemain-pemain ini super sibuk mungkin karena pemain ini memiliki beberapa kontrak eksklusif di sebuah PH dan harus bermain di beberapa judul yang berbeda.

Read More

Mengenal Tugas Dan Tanggung Jawab Seorang Sutradara

Sutradara (Director) ia adalah orang yang berada di belakang kamera. Namun peran seorang sutradara sangat menentukan hasil akhir sebuah film. Nah di artikel kali ini eps production akan mengupas tuntas tentang sutradara dan tugas-tugasnya.

Siapa Itu Sutradara Film?

Sutradara adalah seseorang yang menentukan visi kreatif sebuah film. Sutradara memiliki kontrol terhadap pilihan-pilihan kreatif, mulai dari keaktoran, tata visual, suara, sampai musik. Oleh karena itu, sutradara film tidak hanya dituntut memiliki pemahaman yang mumpuni terhadap aspek-aspek teknis, tetapi juga karakter yang kuat sebagai seorang pemimpin. Tidak hanya itu, sutradara juga harus memiliki ikatan personal yang kuat pada sebuah cerita karena hanya dengan begitu ia mampu menceritakan sebuah cerita dalam level emosi yang mendalam.

Tugas Sutradara Dalam Pra-produksi

Jasa Video eps-production.com

Pra-produksi adalah tahap pertama dalam pembuatan film di mana naskah yang telah rampung, di-breakdown untuk berbagai macam kepentingan seperti budgeting (penganggaran), scheduling (penjadwalan), sampai categorization(pengkategorian). Pada tahapan ini sutradara adalah orang pertama yang ‘masuk’ ke sebuah project setelah penulis naskah. Setelah masuk ke dalam project, berikut yang harus dilakukan sutradara:

  1. Membentuk Tim : setelah sutradara bergabung, hal pertama yang dia lakukan adalah membentuk tim. Sutradara akan menunjuk kepala masing-masing departemen seperti: asisten sutradara pertama, penata kamera, penata artistik, penata suara, penata peran, penata rias, penata busana, penata musik, sampai penyunting gambar.
  2. Membuat Director’s Treatment : director’s treatment adalah pemaparan intensi dan visi seorang sutradara terhadap sebuah cerita. Lewat pemaparan ini, sutradara dapat mengkomunikasikan apa yang ia inginkan kepada rekan-rekan kru dan teknisi. Setelah sutradara memaparkannya, rekan-rekan kru mulai bergerak sesuai dengan visi yang diinginkan sutradara.
  3. Casting : biasanya proses pemilihan pemeran utama sudah dimulai ketika naskah masih ditulis. Namun dalam banyak kasus juga, proses ini dimulai ketika sutradara ‘masuk’ ke dalam sebuah project. Biasanya sutradara akan terlibat langsung memilih pemeran utama dan pendukung. Sementara untuk peran-peran yang lebih kecil, sutradara mendelegasikan tugasnya kepada penata peran (casting director), tentu dengan persetujuan akhir dari sang sutradara sendiri.
  4. Berlatih Bersama Aktor : setelah aktor terpilih, sutradara mulai berlatih bersama para aktor. Biasanya proses dimulai dengan membedah skenario bersama-sama. Proses ini bertujuan agar sutradara dan para pemeran memiliki pemahaman yang sama dari setiap adegan dan baris dialog yang diucapkan. Setelah itu, sutradara akan berlatih bersama aktor mempraktekan setiap adegan yang ada di dalam skenario. Betul, proses ini tak jauh berbeda dengan proses latihan pementasan teater.

Baca Juga : Pentingnya Melakukan Tes Kamera Sebelum Shooting Film

Tugas Sutradara Saat Produksi

Tahap produksi adalah tahap dimana skenario diterjemahkan menjadi gambar dan suara, atau lebih dikenal dengan proses syuting / shooting. Di sini sutradara bertugas memimpin semua lini, mulai dari aktor sampai kru dan teknisi, dalam mengerjakan tugas masing-masing. Berikut rinciannya :

  1. Memandu Aktor : setelah berlatih bersama aktor, sekarang adalah di mana proses pembuatan film sesungguhnya terjadi. Sutradara bertugas memberikan informasi, mengarahkan, mengatur, memberikan catatan, dan memimpin para aktor agar dapat memerankan karakter masing-masing sebaik mungkin.
  2. Memastikan Kru Menjalankan Tugasnya : setelah proses pra-produksi, yang di Indonesia umumnya berlangsung 1-3 bulan (tergantung kesulitan), para kru mulai bergerak mengimplementasikan semua yang telah dipersiapkan. Penata artistik membangun set dan menyiapkan properti, penata kamera merekam gambar dengan kameranya, dst. Tugas sutradara adalah memastikan mereka menjalankan fungsi dan peran masing-masing.
  3. Pemimpin dan Rekan Diskusi : tidak ada proses syuting yang tanpa masalah. Setiap hari sutradara akan berhadapan dengan masalah-masalah teknis yang ada di lapangan. Kadang masalahnya kecil, tak jarang pula masalahnya cukup besar. Oleh karena itu, sutradara harus bisa menjadi rekan diskusi dan pemecah masalah yang baik untuk semua pihak.

Baca Juga : Kamu Ingin Jadi Aktor Film Profesional?

Tugas Sutradara Saat Pasca-produksi

Jasa Video eps-production.com

Setelah proses syuting selesai, semua hasil syuting akan dibawa ke rumah pascaproduksi (post-house). Penyunting gambar atau editor akan mulai memilih hasil syuting untuk kemudian dirangkai mengikuti skenario. Di tahap ini, tugas sutradara belum selesai. Berikut tugas sutradara selama tahap pascaproduksi berlangsung:

  1. Memberikan Pendapat Pada Hasil Editing: biasanya editor bekerja tanpa arahan sutradara terlebih dahulu. Tujuannya agar editor bisa bekerja secara jernih tanpa intervensi sutradara. Setelah potongan kasar (rough cut) selesai, editor akan memperlihatkannya kepada sutradara. Setelah sutradara menonton, ia akan memberikan pendapat dan masukan pada editor sesuai dengan visinya. Setelah proses, yang biasanya memakan waktu 1-3 bulan ini, gambar akan dinyatakan dikunci (picture lock). Setelah picture lock, susunan cerita sudah tidak bisa diubah lagi. Film dinyatakan picture lock ketika sutradara dan produser telah memberikan persetujuan final.
  2. Memberikan Pendapat Pada Teknisi Lain: setelah picture lock, hasil editing akan dibawa ke teknisi warna dan suara. Pada tahap ini sutradara bersama penata kamera dan pewarna (colorist) akan mendiskusikan warna seperti apa yang tepat untuk filmnya. Begitu pula dengan tata suara dan musik, sutradara diminta memberikan masukan agar polesan akhirnya semakin maksimal.

Mau baca artikel menarik lainnya? klik disini

Read More

Mengenal Teknik Dasar 3 Titik Pencahayaan Dalam Video dan Film

Three-point lighting (tiga titik pencahayaan) adalah metode standar pencahayaan yang digunakan dalam video, film, fotografi, dan lainnya. Metode ini adalah sistem dasar pencahayaan yang digunakan secara luas karena sederhana dan dapat menonjolkan subyek dari latar belakang.

Jasa Video eps-production.com

Dengan menggunakan tiga posisi terpisah, kita dapat menerangi subyek dan juga mengendalikan (atau menghilangkan seluruhnya) bayangan yang dihasilkan oleh pencahayaan langsung. Tiga komponen dari pencahayaan tiga titik adalah key lightfill light, dan back light.

Baca Juga : 7 Departemen Kru Film Pendek Atau Video

  1. Key Light

Jasa Video eps-production.com

Key light adalah cahaya terkuat dan paling penting dari tiga cahaya yang digunakan dalam teknik ini. Sumber cahaya ini ditempatkan di antara sisi kamera dan subjek sedemikian rupa (biasanya membentuk sudut 45o) sehingga satu sisi subyek akan terang, tetapi sisi lain agak gelap. Key light adalah yang membuat subyek nampak tetapi menghasilkan gambar yang tidak alami dan memiliki kontras yang tinggi.

  1. Fill Light

Fill light digunakan sebagai sumber cahaya kedua untuk key light dan ditempatkan di sisi berlawanan dari subyek. Sumber cahaya ini tidak seterang key light, karena hanya digunakan untuk mengisi bayangan yang dihasilkan key light. Fill light membantu mengurangi kontras yang dihasilkan oleh key light sehingga gambar lebih terlihat natural.

Baca Juga : 8 Tips Membuat Film Dokumenter

  1. Back Light

Jasa Video eps-production.com

Back light ditempatkan di belakang subyek dan digunakan untuk pencahayaan subyek dari belakang. Back light bisa lebih terang atau lebih redup dari key light; sumber cahaya ini akan memberikan highlight yang cukup pada subyek dan memisahkan subyek dari latar belakang. Back light menambah kedalaman gambar, sehingga membuat tampilan gambar menjadi tiga dimensi.

  1. Variasi

Meskipun teknik 3 titik pencahayaan ini paling efektif bila memiliki tiga sumber cahaya yang digunakan, variasi juga dapat dibuat dengan teknik tersebut untuk mengakomodasi berbagai situasi tertentu atau hanya untuk sekedar tujuan artistik. Jika kita hanya memiliki cahaya tunggal, maka cahaya tersebut adalah key light kita. Jika memiliki dua sumber cahaya, maka kita memiliki dua jenis pencahayaan, key light dan salah satu fill light atau back light.

Baca Juga : 6 Teknik Pencahayaan Film Terbaik

Read More

6 Teknik Pencahayaan Terbaik Dalam Film | EPS PRODUCTION

Dalam sebuah pengerjaan film atau video yang baik memang dibutuhkan anggran yang cukup besar terutama dalam hal pencahayaan, akan tetapi proyek shooting dengan anggaran terbatas dapat membatasi perlengkapan yang digunakan nantinya. Jadi, bagaimana kamu bisa mempertahankan tampilan “sinematik” tanpa sebuah mobil box yang terisi penuh dengan peralatan pencahayaan yang cukup? Dalam artikel kali ini, eps production akan membahas apa arti sebenarnya dari memiliki tampilan sinematik dalam video atau film. Kemudian kami akan menguraikan beberapa teknik pencahayaan yang dapat dicapai dengan anggaran berapa pun. Meskipun pencahayaan sinematik didasarkan pada interpretasi kreatif, prinsip pencahayaan film ini dapat menjadi dasar pilihan kreatif kamu nantinya. Untuk menunjukkan hal ini, kami telah mengambil beberapa contoh tentang bagaimana DOP (Director of photography) terbaik menciptakan efek sinematik tertentu dengan pengaturan pencahayaan yang cermat. Bersiaplah untuk terinspirasi!

  1. Jenis pencahayaan sinematik dalam film

Setiap sinematografer adalah seniman yang membuat keputusan kreatif tentang cara mengarahkan mata penonton dalam frame menggunakan peralatan pencahayaan.

Aplikasinya luas, tetapi interpretasi kreatif mereka adalah yang membuat pencahayaan mereka sinematik (atau tidak). interpretasi kreatif tersebut meliputi :

  • Properti dan elemen pemandangan mana yang harus ditekankan
  • Dari perspektif siapa kita melihat pemandangan, dan seberapa banyak cahaya yang seharusnya dapat mereka lihat
  • Bagaimana karakter berbeda satu sama lain dalam sebuah bingkai
  • Emosi mana yang diekspresikan melalui kekerasan cahaya, atau warnanya

Masing-masing keputusan ini kemudian direalisasikan secara teknis dengan merencanakan dan melaksanakan pengaturan pencahayaan untuk menciptakan efek yang diinginkan. Tetapi seorang sinematografer harus terlebih dahulu membayangkan seperti apa efek yang akan diberikan sebelum menyiapkan peralatan pencahayaan apa pun.

Baca Juga : Hal Yang Perlu Kamu Perhatikan Sebelum Memilih Production House

  1. Pencahayaan dasar: penyiapan pencahayaan 3 titik

Pencahayaan paling dasar dalam film adalah pengaturan pencahayaan tiga titik. Pencahayaan dari tiga arah membentuk subjek kamu dan membedakannya dari backgroundnnya.

Untuk mencapai teknik ini, peralatan pencahayaan film kamu harus menghadap subjek dari tiga arah yaitu: depan, belakang, dan samping (umumnya).

Key Light

Lampu utama adalah cahaya yang paling menonjol di frame. Jadi, jika kamu melihat gambar Amelie di atas, kamu akan melihat bahwa bagian kanan layar dari wajahnya adalah yang paling terang. Itu Key Light nya.

Fill Light

Sederhananya, fill light mengisi bayangan pada frame. Kamu akan melihat bahwa bagian kiri layar dari wajah Amelie berada dalam bayangan. disaat itulah fill light bekerja.

Back Light

Back Light memberikan cahaya tepi ke bagian belakang subjek Anda. Seringkali, cahaya latar memotret dari sudut yang lebih tinggi. Anda dapat melihat bahwa Amelie memiliki kontur ringan di sepanjang bahu dan tengkuknya.

Biasanya Anda ingin mengapit kamera dengan key light dan fill light , yang berjarak sekitar 60 derajat pada sumbu dari kamera Anda.

  1. Soft Light

Ketika berbicara tentang bagaimana sebuah adegan seharusnya terasa secara emosional, satu hal yang sering dirujuk oleh sinematografer adalah seberapa keras atau lembut pencahayaan yang seharusnya.

Jasa Video eps-production.com

Kekerasan atau kelembutan cahaya menyangkut seberapa besar sumber cahaya, dan bagaimana hal itu memengaruhi bayangan pada subjek Anda.

Baca Juga : 8 Tips Membuat Film Dokumenter

Higher Key Light

Jasa Video eps-production.com

Ini adalah efek yang dibuat dengan mempertinggi lampu utama dan menggunakan lampu pengisi dengan murah hati. Ini membuat pencahayaan tetap cerah dan seimbang dalam bingkai Anda, hampir tidak menciptakan bayangan. Ini menyeimbangkan pencahayaan dari objek ke objek dalam bingkai Anda – yang dikenal sebagai rasio pencahayaan Anda.

Diffused Overhead Lighting

Anda dapat melembutkan sumber cahaya dengan bahan difusi seperti gel atau lentera Cina untuk mengurangi bayangan. Ini bagus untuk pengambilan gambar close-up.

  1. Hard Film Lighting

Jasa Video eps-production.com

Sebaliknya, sumber cahaya yang lebih kecil, termasuk sinar matahari yang cerah, akan meningkatkan bayangan pada subjek Anda. Secara konservatif, ini harus dihindari. Tetapi itu juga dapat menciptakan efek dramatis, seperti yang dipopulerkan dalam Film Noirs klasik, yang menampilkan karakter yang mencurigakan dan mudah berubah.

Kicker Light Dengan Soft Fill

Dalam efek ini, cahaya belakang mengenai sisi wajah subjek Anda. Ini dapat menciptakan tepi cahaya malaikat, sementara cahaya pengisi yang sangat lembut membuat wajah tetap bersinar.

Low Key Light

Jasa Video eps-production.com

Pencahayaan kunci rendah mengacu pada meminimalkan, atau menghilangkan, cahaya pengisi bidikan Anda sehingga sengaja dibuat berbayang. Ini dapat menciptakan efek yang dramatis, mencurigakan, atau bahkan menakutkan.

  1. Motivated Lighting

Ketika sinematografer menyalakan satu set, mereka selalu bertanya pada diri sendiri dari mana, dalam adegan, cahaya itu berasal.

Misalnya, mereka mungkin memilih untuk mengambil lampu praktis yang sudah ada di suatu lokasi dan meningkatkan efeknya. Ini adalah pencahayaan termotivasi.

Sinematografer pemenang Oscar Roger Deakins dikenal dengan pilihan pencahayaan yang termotivasi. Pertimbangkan bidikan ini dari karyanya di The Assassination of Jesse James oleh Coward Robert Ford:

Jasa Video eps-production.com

Seperti yang Anda lihat, pencahayaan dalam adegan ini dimotivasi oleh lentera yang dibawa oleh para aktor. Ketika pencahayaan termotivasi dilakukan dengan benar, penonton tidak menyadari kecerdasandari set ini.

Practical Set Lighting

Seringkali, menggunakan lampu yang ada dan soket lampu di sekitar set dapat digunakan untuk menerangi sebuah pemandangan. Ini disebut sebagai pencahayaan praktis, dan sangat berguna ketika Anda perlu menampilkan bagian yang luas dari set, atau memindahkannya dalam waktu yang lebih lama.

Ini adalah kasus di kancah restoran di Moonlight. Dalam sebuah wawancara untuk TIFF Originals, DP James Laxton berbicara tentang bagaimana dia menggunakan pencahayaan set praktis untuk menjaga lokasinya tetap terlihat dalam bingkai lebar.

Intinya, dia menukar bohlam di sumber cahaya yang ada di sekitar restoran untuk membuatnya lebih kuat. Karena pemandangan menunjukkan sebagian besar lokasi mereka, ia mengandalkan sumber praktis, dengan beberapa matt cahaya LED juga disertakan untuk cahaya lembut dan seimbang tambahan.

Jasa Video eps-production.com

Di sini Roger Deakins membahas pendekatannya terhadap pencahayaan praktis, dan mengapa cahaya yang “tidak termotivasi” selalu membawanya keluar dari film.

  1. Pencahayaan film alami

Pencahayaan film alami mengacu pada penggunaan dan modifikasi cahaya yang sudah tersedia di lokasi shooting kamu.

Sebelum shooting, Anda dapat membawa kamera ke lokasi untuk melihat seberapa baik daya tahan cahaya alami. Anda dapat memutuskan dari sana bagaimana lampu tambahan apa yang mungkin Anda butuhkan, atau bagaimana Anda menyesuaikan cahaya. Misalnya, Anda dapat menggunakan papan pantul untuk memantulkan cahaya, atau bendera hitam untuk memblokirnya.

Sinematografer Emmanuel Lubezki memaksimalkan pencahayaan film alami pada The Revenant karya Alejandro Inarritu. Wawancaranya dengan GoldDerby adalah pendahuluan yang bagus untuk menemukan dan mengendalikan cahaya yang tersedia di lokasi pemotretan luar ruangan.

Misalnya, dia berbicara tentang penggunaan Magic Hour, atau cahaya lembut yang diciptakan oleh matahari di penghujung hari, untuk momen-momen tertentu. Dan, lebih jauh, dia berbicara tentang bagaimana pemilihan lokasi, dan bagaimana kemunculannya pada waktu yang berbeda dalam sehari, menciptakan suasana hati yang sesuai untuk pengambilan gambar.

Read More

Hal Yang Perlu Kamu Perhatikan Sebelum Memilih Production House

Video sudah seperti menjadi kebutuhan dasar setiap individu diera modern ini. bukan sebuah rahasia lagi bahwa video juga sudah merubah gaya hidup kita saat ini, contoh sederhananya adalah ibu-ibu yang ingin memasak menu baru saat ini sudah tidak perlu repot-repot lagi untuk membeli buku resep memasak, hanya tinggal membuka aplikasi youtube yang ada di handphonennya dan waalaaa ibu-ibu tersebut sudah mendapatkan resep baru dalam sekejap mata.

Bukan sebuah rahasi lagi jika video merupakan jenis konten yang sangat berpengaruh, banyak perusahaan sudah menggunakan video sebagai strategi pemasaran diera modern ini. Konten video menjadi sangat istimewa bukan tanpa alasan, hal ini dipengaruhi oleh perpaduan gambar bergerak dan suara, dikolaborasikan dengan cerita menarik, membuat video menjadi media yang penuh informasi dan hiburan untuk penonton.

Membuat video yang dapat menyampaikan pesan atau informasi secara akurat dibutuhkan keterampilan atau skill khusus, oleh karena banyak perusahaan lebih memilih menggunakan jasa dari production house atau PH untuk membuat video pemasaran mereka. Dalam memilih production yang akan berkejasama dengan perusahaan pilihlah production house yang sudah berpengalaman. Production house tidak hanya menentukan kualitas teknis video kamu, akan tetapi juga memastikan pesan atau informasi yang ingin perusahaan sampaikan dapat tersampaikan dengan baik kepenonton.

Oleh karena itu eps production telah merangkum tips memilih rekanan production house yang tepat dibawah ini :

  1. Karakter Production House

Jasa Video eps-production.com

Setiap production house pasti memiliki keunggulan dan karakternya masing-masing. Ada production house yang spesialisasi membuat video company profile, ada pula yang spesialisasi di video clip musik, iklan, film dst. Kami EPS Production juga memiliki karakter yang dimana karya kami selalu menitik beratkan pada karakter, cerita dan value produk (jika project yang dikerjakan berkaitan dengan brand).

Karena beragamnya karakteristik production house, maka tidak ada salahanya untuk kamu pelajari dulu karakter production house yang akan kamu ajak kerjasama nantinya. Cocokanlah kebutuhanmu kepada production house yang nanti akan mengerjakannya.

Baca Juga : Director of Photography (DOP), Tugasnya Ngapain Aja Sih?

  1. Bangun Chemistry

Jasa Video eps-production.com

Aspek penting kedua adalah chemistry. Meski terdengar sederhana tapi ini hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Rata-rata production house memakan waktu 3 minggu sampai 1 bulan untuk sekali produksi video (tergantung dari project apa yang akan dijalaninnya). Dapat diartikan, kamu akan bekerjasama dengan production house tersebut cukup intens dalam kurun waktu tersebut. Nah oleh karena itu, chemistry antara kamu dan tim dari production house yang kamu pilih sangatlah penting. Ketika mengundang production house dalam tahap pitching untuk bekerjasama nantinya, cobalah ajak ngobrol dan diskusi tentang banyak hal. Coba untuk menggali bagaimana cara mereka bekerja dan pendekatannya. Setalah kamu mendapat cukup informasi tentang Production house tersebut dari situlah kamu bisa memahami production house mana yang memiliki chemistry paling pas dengan tim kamu.

Baca Juga : Pentingnya Behind The Scene Dalam Produksi Film dan Video

  1. Ide Dan Kesiapan

Umumnya dalam proses pemilihan production house, production house akan diminta untuk mengirimkan presentasi kreatif dan gambaran besar tentang bagaimana sebuah project akan berjalan nantinya. Ditahap ini ide yang sebelumnya masih abstrak akan dibuat menjadi lebih kongkrit seperti cerita, pemilihan talent, lokasi shooting, dll.

Pada tahap ini kamu harus pelajari dengan seksama presentasi kreatif yang ditawarkan oleh production house. Sempatkan untuk mengundang production house untuk presentasi secara langsung, dititik ini kamu bisa bertanya lebih dalam tentang ide kreatif yang production house ajukan. Pada tahap ini pula kamu bisa melihat apakah production house tersebut betul-betul siap mengeksekusi project video kamu. Pilihlah production house yang memahami betul teknis yang akan dikerjakannya, pastikan juga production house tersebut memiliki kesiapan yang baik dalam menghadapi berbagi macam situasi nantinya.

Baca Juga : 6 Hal Yang Mempengaruhi Harga Jasa Pembuatan Video

Penutup

Nah sekian tips memilih production house yang tepat semoga dapat membantu kamu untuk menentukan production house mana yang akan kamu percaya mengerjakan video kamu nantinya yahh… see yaaa…

Read More

8 Tips Membuat Film Dokumenter | eps-production

Film dokumenter adalah film yang mendokumentasikan kenyataan atau hal yang terjadi di sekitar kita. Istilah dokumenter sendiri digunakan untuk semua film non-fiksi, pada dasarnya film dokumenter merepresentasikan kenyataan. Artinya film dokumenter berarti menampilkan kembali fakta yang ada dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Tentukan Tema atau Ide Cerita Film Dokumenter

Jasa Video eps-production.com

Sebelum membuat sebuah film dokumenter tahap pertama kali yang kamu harus lakukan adalah menetukan tema dan ide cerita apa yang akan diangkat. kamu dapat membahas segala hal yang berkaitan dengan kejadian nyata misalnya tentang budaya, sosial, lingkungan, dan bahkan hal pribadi. Buatlah daftar permasalahan yang memungkinkan dan masuk akal untuk diangkat dalam film dokumenter.

Setelah membuat list permasalahan apa yangh akan kamu bahas nantinya, muailah memilih subyek yang paling menarik untuk dibuat. Untuk menjadi unik, pastikan bahwa ide yang akan diangkat adalah permasalahan yang jarang disadari/diketahui orang lain, sehingga film yang dibuat akan benar-benar menjadi sebuah informasi yang baru. Kamu juga dapat mencari ide dari berbagi macam instrument seperti : sosial media, temapt nongkrong, taman, Televisi, youtube, radio, dan lainnya.

  1. kumpulkan Informasi Sebanyak-banyaknya

Jasa Video eps-production.com

Membuat film dokumenter pada dasarnya adalah proses untuk memberi dan memberikan wawasan tentang apa yang kita lihat dan alami. Untuk itulah kamu wajib mempelajari semua tentang subjek film dokumenter yang akan kamu bahas, kumpulkan fakta dan cari petunjuk tentang karakter paling menarik sehingga dapat dibangun menjadi sebuah alur cerita.

Menggali dan mencari informasi secara lengkap menjadi sebuah kebutuhan sangat penting dalam membuat film dokumenter, proses ini juga bisa menjadi salah satu cara untuk kamu lebih dekat dengan subyek.

  1. Rencanakan Setiap Aspek Dengan Matang

Jasa Video eps-production.com

Dalam sebuah produksi pembuatan film dokumenter ada banyak aspek yang harus dipertimbangkan, seperti menetukan siapa saja karakter utama yang akan menjadi pembawa cerita, inti cerita yang akan diangkat, peralatan yang akan digunakan, kapan waktu shooting, tim produksi, jumlah anggaran, target penonton, sumber dana, sampai kemana akan disistribukannya film dokumenter kamu nantinya.

Baca Juga : 3 Tahapan Produksi Pembuatan Video

  1. Perhatikan Hukum dan Hak Cipta

Jasa Video eps-production.com

Hal yang seringkali dilupakan oleh para kreator adalah masalah hokum dan hak cipta, kamu harus lebih waspada dengan hal ini karena jika salah dalam mengambil langkah atau keputusan dapat berakibat buruk dikemudian hari. Pastikan semua elemen seperti penggunaan musik, foto-foto maupun footage video sudah mendapatkan izin dari pemiliknya.

Hal-hal terkait dengan narasumber juga sangat perlu untuk dipertimbangkan, jangan sampai dalam membuat film dokumenter dapat membahayakan atau mencemarkan nama baik dari subyek-subyek yang diangkat. Untuk mengantisipasi berbagai hal yang tidak diinginkan, lakukan perjanjian dengan berbagai pihak yang terkait dengan film dokumenter tersebut, kamu dapat membuat surat perjanjian atau semacamnya yang memang sudah disetujui oleh kedua belah pihak.

  1. Buatlah Shot List

 

Jasa Video eps-production.com

Membuat daftar pengambilan gambar (Shot List) berfungsi untuk memetakan kebutuhan gambar apa saja yang akan dibutuhkan dalam film, daftar ini bisa berupa daftar stok rekaman dan daftar siapa saja yang akan diwawancarai, termasuk daftar pertanyaanya (jika membutuhkan stok wawancara), Jumlah shot list tidak ada ukuran pastinya, hal ini sangat tergantung pada kompleksitas film dokumente yang akan dibuat.

  1. Shooting

Jasa Video eps-production.com

Proses shooting ini nantinya sangat mengacu pada riset dan shot list yang telah kamu buat. Meski mengacu pada shotlist, dalam membuat film dokumenter sering kali kita akan merekam banyak hal di laur shot list yang telah kita buat sebelumnya, improvisasi sangat diperlukan dalam hal ini.

Saat memulai shooting, pilihlah tipe shot yang paling sesuai dengan media penayangannya. Penayangan film untuk web, perangkat mobile dan televisi tentu akan berbeda dengan penayangan untuk bioskop.  Untuk lebih memperkaya gambar filmmu nanti buatlah stockshot, dengan mengambil beberapa tipe shot dari setiap satu adegan yang kamu perlukan.

Baca Juga : 6 Camera Movements Yang Wajib Kamu Ketahui

  1. Editing

Jasa Video eps-production.com

Editing adalah proses menyusun keseluruahan hasil rekaman visual dan audio yang kamu ambil saat shooting. Proses editing bukan hanya sekedar masalah teknis memberi efek visual, akan tetapi didalamnya terdapat proses merangkai cerita sehingga film dapat menciptakan sebuah suasana yang mampu mempengaruhi emosi penonton, penonton dapat ikut tenggelam dan merasakan apa yang subyek rasakan, buatlah videomu memiliki rasa didalamnya.

Baca Juga : 5 Rekomendasi Laptop Editing Video Terbaik 

  1. Distribusi

Dalam proses distribusi ini kamu juga dapat mengikutinya dalam berbgai macam ajang festival film, atau kamu dapat share film kamu di youtube, web, Instagram, dan media lainnya yang berpotensi mengundang penonton untuk menikmati dan bereaksi atas karyamu.

 

Read More

Fungsi dan Cara Menggunakan Clapper Board Ketika Shooting

Jasa Video eps-production.com

Ada banyak jenis peralatan shooting, salah satunya adalah clapper board. Alat ini bukan cuma untuk gaya-gayaan doang loh. Tetapi punya peran penting di dalam proses video editing. Bagaimana cara menggunakan clapper board? Apa sih fungsinya? Nah, ini salah satu pertanyaan yang cukup sering ditanyakan. Tidak jarang orang menganggap clapper hanya untuk keren-kerenan saja. Tidak banyak yang tahu betapa pentingnya papan mungil yang satu ini dalam produksi film.

Kalau kamu melihat proses shooting film, pasti kamu pernah melihat di mana sutradara berteriak “Action!”. Tak lama setelah itu ada seseorang yang memegang papan hitam atau putih muncul dan kemudian terdengar bunyi “Ctak!”.  Clapper board adalah sebuah papan dari bahan kayu yang digunakan untuk membantu sinkronisasi gambar dan suara serta untuk memilih dan menandai suatu adegan tertentu selama berjalannya proses produksi. Mungkin kamu akan bertanya-tanya bagaimana cara kerja papan kecil ini. Sebelum masuk kepenjelasan tentang fungsi si papan mungil ini, maka penting juga untuk kamu tau setiap bagian-bagian penting yang ada di dalam clapper board :

  1. Judul Film
    Untuk memudahkan penyimpanan dan pemindahan data, agar tidak tertukar dengan data lain, maka penting sekali untuk mencatat judul film di bagian atas clapper board.
  1. Production
    kolom production yang digunakan untuk menuliskan nama tim produksi. Sehingga ada data tentang siapa pemilik footage shooting video.
  1. Slate
    Nomor slate adalah urutan nomor gambar tersebut di ambil. Dimulai dari nomor 1 dan akan bertambah terus hingga semua gambar berhasil terambil. Jadi, jika ada nomor 420 di dalam kolom slate, itu artinya gambar tersebut adalah gambar ke 420 yang diambil selama shooting.
  1. Scene
    Kolom ini menjelaskan scene berapa yang sedang diambil. Kolom ini akan diisi sesuai naskah. Jadi jika kita hendak ingin mengambil scene 5 di naskah, maka tulislah angka 5 di kolom tersebut.
  1. Shot
    Setiap scene terdiri dari pecahan-pecahan shot. Jumlahnya tentu beragam tergantung kebutuhan sutradara. Terkadang ada adegan yang hanya membutuhkan 1 shot panjang, namun juga ada adegan yang membutuhkan lebih dari 10. Nah, angka-angka inilah yang dicatat di kolom shot.
  1. Take
    Setiap shot akan diambil berulang-ulang sampai sutradara merasa cukup dengan adegan yang diambil. Jadi, selama sutradara belum merasa cukup puas dengan adegan yang sedang direkam, maka jumlah take akan terus bertambah.
  1. Nama Director atau Sutradara
    Nama sutradara dicatat untuk informasi saat post-production.
  1. Nama DOP (Director of Photography)
    Nama DOP juga dicatat untuk informasi saat post-production.
  1. Tanggal Shootiing
    Biasanya film pendek diambil selama 3-4 hari, mungkin kurang mungkin lebih. Sementara film panjang bisa menghabiskan 2 minggu sampai 1 bulan, mungkin kurang mungkin lebih. Biasanya data yang direkam akan berjubel. Tanggal shooting penting dicatat di clapper board untuk memudahkan pendataan setelah shooting direkam.
  1. Card
    Di era digital, medium perekaman banyak menggunakan kartu, mulai dari SD Card, CF Card, hingga SSD. Satu kartu hanya bisa merekam jumlah shot tertentu, maka selama shooting kita akan berhadapan dengan banyak sekali kartu. Maka, penting untuk mencatatnya di clapperboard, agar pendataan akan semakin mudah.
  1. Day / Night
    Kadang adegan malam tidak selalu diambil malam hari, sebaliknya adegan siang mungkin saja direkam malam hari. Oleh karena itu, penting pula mencatat apakah adegan tersebut memang berlatar malam atau siang sesuai dengan naskah.
  1. Int dan Ext
    Kedua kolom ini mesti kamu pilih salah satu dengan cara dicentang. Jika proses syuting dilakukan di dalam ruangan, maka beri tanda centang di kolom Int. Sedangkan jika proses syuting dilakukan di luar ruangan, maka beri tanda centang di kolom Ext.

Baca Juga : Pentingnya Behind The Scene Dalam Produksi Film dan Video

Fungsi Clapper Board

Jasa Video eps-production.com

Clapper board tidak hanya untuk gaya-gayaan dan konten Instagram saja loh. Terdapat fungsi yang sangat krusial. Makanya setiap shooting proyek besar mesti banget melibatkan alat ini. Kalau tidak, semuanya akan ribet dan tentunya akan menghambat tahapan pascaproduksi.

  1. Cara Menggunakan Clapper Board

Seorang yang bertugas mencatat informasi di clapper board disebut clapper. Biasanya clapper akan bekerja dibawah Script Continuity dibawah depertemen penyutradaraan. Ia akan bekerjasama dengan Pencatat Adegan / Penanggungjawab Naskah / Script Supervisor untuk mendata kesinambungan gambar. Informasi yang ditulis di clapperboard akan dicatat oleh Pencatat Adegan dalam secarik kertas, untuk memudahkan penyunting gambar / editor dalam bekerja di post-production.

Cara menggunakan clapper board, pertama-tama Astrada akan memberikan perintah “SLATE IN”.

Jika kamu seorang clapper maka kamu harus responsif dengan kalimat ini. Maka peganglah clapper board ke depan kamera. Bukalah bagian clapnya jika dalam shooting tersebut terdapat kebutuhan untuk perekaman suara, sebaliknya tutup bagian clapnya jika tidak ada suara yang direkam.

Setelah itu, tunggu aba-aba dari asisten sutradara yang akan mengatakan “SOUND”. Setelah aba-aba itu diberikan, maka seorang yang merekam suara atau sound recordist akan berterika “SPEED!” atau “ROLL!” yang mengartikan bahwa alat perekam suara sudah berputar atau dijalankan.

Setelah mendengar itu, maka bacalah informasi sesuai dengan yang ada dalam slate tersebut, mulai dari slate, scene, shot, dan take. Sebagai contoh: “Slate 231, Scene 8, Shot 1, Take 1”. Nah, jika yang sedang direkam adalah take 2 dan seterusnya, maka cukup membaca: “Slate 231, Take 2!”.

Setelah itu, tunggulah aba-aba dari asisten sutradara, “CAMERA?!”. Setelah aba-aba ini, operator kamera juga akan menjawab “SPEED!” atau “ROLL!” yang mengartikan bahwa kamera sudah merekam.

Setelah aba-aba itu, tutuplah dan tepuklah clapper board tersebut sehingga berbunyi. Jangan buru-buru keluar dari jangkauan kamera dan biarkan kamera merekam clapper board yang tertutup kurang lebih 1 detik. Setelah itu, keluar dan sembunyilah.

Asisten sutradara akan memberi aba-aba “ACTION!” yang mengartikan bahwa pemain boleh memulai adegan.

Baca Juga : Mengenal Lumix S1H, Kamera Mirrorless Pertama Yang Diakui NETFLIX

  1. End Slate

End Slate digunakan jika angle pembuka adegan tidak mungkin disisipi clapper board. Atau jika ada momen yang butuh segera direkam secara cepat. Prinsipnya sama dengan sebelumnya, namun End Slate dibaca justru setelah adegan selesai dilakukan.

Biasanya asisten sutradara akan memberikan aba-aba End Slate yang mengartikan bahwa clapper board baru akan ditepuk di akhir adegan. Perhatikan aba-aba ini dan bersiaplah dengan aba-aba “CUT!” dari sutradara.

Setelah sutradara memberi aba-aba “CUT!”, maka segeralah masukan clapper board ke dalam frame dalam keadaan terbalik dan tepukan clapper board tersebut. Setelah itu, bacalah informasi yang ada di clapper board seperti biasa.

  1. Untuk Mengorganisir Data Hasil Shooting

Saat proses shooting, clapper board direkam tepat saat kamera rolling. Kemudian clapper menulis adegan dan take mana saja yang dipilih oleh sutradara berdasarkan data yang tercatat di papan. Catatan ini diberikan kepada video editor.

Ketika video editor hendak melihat hasil footage shooting, ia tidak perlu lagi mengecek satu-satu video yang akan ia kerjakan. Ini karena data adegan yang ditulis di papan sudah muncul di thumbnail video.

Selain itu, video editor lebih mudah untuk mengorganisir data hasil shooting dengan cara membaginya ke dalam folder sesuai scene dan shot adegan. Praktis banget kan!

  1. Sinkronisasi gambar dan suara

Pada saat kamu merekam menggunakan mic internal kamera, gambar dan suara tentu akan selaras. Ini karena keduanya direkam pada pita yang sama. Namun bakalan lain ceritanya saat kamu shooting menggunakan perangkat kamera dan audio yang terpisah. Sehingga gambar dan suaranya pun direkam di dalam perangkat yang berbeda.

Clapper board bakal berguna banget buat kamu yang shooting dengan menggunakan mic eksternal. Bunyi “Ctak!” yang terekam di mic internal kamera dengan yang terekam di mic eksternal bisa digunakan untuk menyelaraskan gambar dan suara.

Saat editor melakukan penyuntingan gambar, ia tinggal menjajarkan kedua file audio. Karena bunyi hantaman clapper board yang sangat kencang akan terekam. Jadi editor langsung tahu bagian mana yang ada bunyi “Clap!”. Gambar dan suara jadi sinkron deh.

Baca Juga : Director of Photography (DOP), Tugasnya Ngapain Aja Sih?

Read More

Pentingnya Behind The Scene Dalam Produksi Film dan Video

Dalam sebuah produksi film dan video memakan waktu yang cukup panjang dan kompleks, karena produksi pembuatan film dan video harus melalui beberapa tahapan seperti praproduksi, produksi, dan pasca produksi. Dengan begitu banyak orang yang terlibat didalamnya menyatukan sebuah visi dan misi akan menjadi tantangan menarik yang ada dalam sebuah produksi film dan video.

Sangat disayangkan jika para pelaku dibalik layar tersebut malah tidak mendapatkan apresiasi sama sekali. Nah oleh sebab itu kebanyakan production house mengakalinya dengan membuat Behind The Scene untuk menangkap segala moment yang terjadi saat produksi.

Pentingkah Behind The Scene Dalam Produksi Video?

Jasa Video eps production

Baca Juga : Pentingnya Melakukan Tes Kamera Sebelum Shooting Film Dan Video Iklan TVC

Dalam proses produksi pembuatan video dengan banyaknya orang, akan sangat memungkinkan memunculkan banyak hal yang lucu dan berkesan. Tidak hanya itu, biasanya dalam film dan video ada bagian yang sengaja dipotong dan dijadikan bahan behind the scene di bagian akhir. Nah, behind the scene ini sangat banyak manfaatnya. Konten behind the scene justru memiliki keunikan tersendiri dan biasanya mampu membuat penoton lebih dekat dengan para pelaku dibalik layarnya. Jadi, behind the scene sangatlah penting dalam produksi pembuatan film dan video. Berikut adalah Pentingnya Behind The Scene Dalam Produksi Film dan Video.

  1. Konten Untuk Publikasi Dan Promosi

Promosi dengan teaser dan trailer adalah hal yang umum dilakukan di dunia perfilman. Potongan-potongan adegan dalam film disusun dalam durasi pendek sekitar 60-90 detik untuk menggaet penonton. Lalu bagaimana dengan video behind the scene? Apakah bisa menjadi konten promosi? Jawabannya adalah bisa. Dengan sudut pengambilan gambar yang berbeda dengan hasil filmnya saja, sudah sangat menarik perhatian.

Baca Juga : Mengenal Lumix S1H, Kamera Mirrorless Pertama Yang Diakui NETFLIX

Biasanya di video behind the scene juga ada wawancara dengan para pelaku yang terlibat dalam film dan video yang sudah melalui tahapan praproduksi hingga pascaproduksi. Sudut bercerita yang berbeda dan visual yang berbeda sangat bisa dijadikan konten untuk promosi dan mempublikasikan film dan video kalian.

  1. Melihat Sisi Lain Dari Film dan Video

Jika menonton film, kalian hanya akan disuguhkan dengan visual ciamik yang membuat terpukau, bagaimana jika kalian melihat proses pembuatannya dari balik layar? Kalian akan melihat bahwa di balik visual yang sangat memukau mata kalian, ada orang-orang yang sangat bekerja keras, mulai dari membuat shot liststoryboard, dan lain sebagainya. Tidak hanya itu saja, kalian bisa lihat di balik akting yang bagus, ada seorang sutradara yang mengarahkan pemain dengan baik dan jelas, ada locman yang turut mengatur jalanan demi terciptanya jalanan yang sepi tanpa lalu lalang kendaraan, dan juga divisi lainnya.

  1. Melihat Kedekatan Dan Kekompakan Kru Serta Para Pemain

Jasa Video eps-production.com

Usai menonton film, mungkin ada beberapa scene yang membekas di kepalamu. Misalnya visual yang sangat bagus, akting pemain yang sangat keren, dan lain-lain. Kalau sudah begitu, kalian harus dan pasti mencari video behind the scene film tersebut. Kalian akan bisa mengulik bagaimana kerja dan kegiatan mereka di balik layar dengan lebih detil. Misalnya kalian bisa melihat kedekatan para pemain dengan kru, keakraban pemain satu dan pemain lainnya, kekompakan kru dalam menciptakan sebuah set, atau hal-hal konyol yang terjadi antara kru atau para pemain.

  1. Sebagai Media Untuk Belajar

Setelah menonton film, mungkin kalian bertanya-tanya, “ini kok bisa begini ya?”, atau pertanyaan-pertanyaan lainnya. Nah, ini dia manfaat dari video behind the scene. Di dalam video behind the scene kalian akan melihat proses para kru melakukan pengambilan gambar. Kalian akan melihat bagaimana tiap divisi bekerja, dan bahkan bisa belajar tentang tipe-tipe sudut pengambilan gambar, kamera apa yang digunakan, pergerakan kamera, lighting, dan lain-lain.

Jadi, setelah mengetahui manfaat dari video behind the scene apakah kalian juga tertarik ingin membuatnya?, yuk terus berkreasi… see yaaa

Baca Juga : Mengapa Video Company Profile Wajib Dimiliki Oleh Perusahaan

Read More

6 Hal Yang Mempengaruhi Harga Jasa Pembuatan Video Iklan TVC

Di era digital seperti saat ini kebutuhan marketing dalam memasarkan produknya sangat beragam mulai dari cara yang konvensional sampai dengan menggunakan media digital yang semakin mudah diakses. Video iklan adalah kebutuhan wajib untuk marketing tools brand di era digital seperti saat ini, Produksi video iklan TVC memang membutuhkan biaya yang cukup besar ini dikarenakan untuk memproduksi iklan yang layak tayang di TV memang membutuhkan standar tertentu. Di era digital sepeti saat ini produksi video iklan sangatlah fleksibel dan dapat disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki oleh perusahaan, hal ini didukung dengan perkembangan teknologi yang semakin maju dan beragam.

Saat ingin membuat video iklan, hal pertama yang dilakukan perusahaan adalah menentukan jenis video iklan seperti apa yang ingin dibuat nantinya, apakah bertema video produk, web series, film pendek, video dokumenter, video tematik, video biografi, sketsa komedi, video musik, dan jenis video lainnya. Setelah menentukan jenis video yang akan dibuat, saatnya memikirkan berapa anggaran yang perlu dipersiapkan untuk membuat video tersebut

Nah berikut ini eps production telah merangkum 6 hal yang dapat mempengaruhi harga pembuatan video iklan TVC. Yuk simak penjelasannya di bawah ini :

  1. Jenis Kamera Yang Digunakan

Jenis Kamera Menentukan Harga Produksi Video Iklan?

Jasa Video eps-production.com

Yup betul sekali, di era modern seperti sekarang ini jenis kamera untuk Shooting video iklan sangatlah beragam, mulai dari kamera handphone, kamera mirrorless (seperti Sony A7S III, Lumix S1H), kamera DSLR, bahkan kamera sinema Professional (seperti Alexa dan Red). Masing-masing jenis kamera memiliki kelebihannya, akan tetapi untuk hasil terbaik tentunya kamera sinema professional lebih memiliki ketajaman gambar, kekentalan warna, dynamic range, dan kualitas gambar terbaik dari jenis kamera lainnya.

Perusahaan memiliki keleluasaan dalam memilih jenis kamera apa yang ingin dipakai dalam pembuatan video iklannya. Hal tersebut dapat disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki oleh perusahaan. Karena semakin tinggi jenis kamera yang dipilih, maka akan sangat mempengaruhi harga dan aksesoris pendukung kamera yang akan dipakai nantinya, seperti lensa dan lainnya.

Baca Juga : Pentingnya Melakukan Tes Kamera Sebelum Shooting Film Dan Video Iklan

  1. Kru (Crew)

Apakah Kru Dapat Mempengaruhi Harga Pembuatan Video Iklan?

Jasa Video eps-production.com

Jumlah kru yang terlibat dapat ditentukan dari jenis video iklan yang akan dibuat, semakin rumit konsep videonya pasti kru yang terlibat juga akan sangat semakin banyak dan lengkap sesuai jajaran standar kru film. Misalnya jika video iklan yang akan dibuat adalah iklan produk minyak rambut dengan set up seorang mahasiswa yang sedang hang-out, pastinya membutuhkan kru yang lengkap, mulai dari departemen produksi, penyutradaraan, casting, kamera, pencahayaan, grip, artistik, kostum, rias dan rambut, suara, paska produksi, hingga tim hair stylist, karena akan ada banyak shot yang memperlihatkan setelah pemakaian minyak rambut tersebut, dalam hal ini sangat dibutuhkan seorang yang benar-benar ahli dalam bidang hair stylish, sehingga membutuhkan tambahan kru hair stylist profesional khusus untuk menata seluruh shot rambut yang telah menggunakan produk tersebut yang ada di dalam video iklan.

Selain jumlah kru, pemilihan sutradara untuk yang akan dipercaya untuk mengerjakan video iklan tersebut juga sangat berpengaruh terhadap rate harga, ini disebabkan karena rate harga seorang sutradara sendiri dapat dinilai dari portofolio dan jam terbang yang dimiliki oleh si sutradara tersebut. Semakin banyak portofolio dan jam terbangnya maka semakin tinggi juga rate harganya. Semakin berpengalaman seorang sutradara maka semakin tinggi pula kualitas yang akan dihasilkannya.

  1. Pemilihan Talent

Apakah Talent Dapat Mempengaruhi Harga Pembuatan Video Iklan?

Jasa Video eps-production.com

Ada beberapa jenis talent yang dapat digunakan dalam produksi video iklan, seperti talent dengan rate standar yaitu talent yang memiliki kemampuan akting yang baik, akan tetapi belum dikenal publik. Pilihan lain adalah talent yang sudah dikenal baik oleh publik, seperti aktor film atau sinetron, musisi, dan influencer dan lainnya yang memang sudah dikenal baik oleh publik.

Talent standar biasa memiliki rate harga yang cukup terjangkau, ini bisa terjadi karena umumnya kita hanya menggunakan jasa aktingnya saja tanpa citranya dipublik. Lain hal jika bekerja sama dengan talent artis yang merupakan public figure yang sudah dikenal oleh publik, dapat dipastikan rate harganya akan lebih tinggi dibanding talent standart, karena selain kita  menggunakan jasa aktingnya, kita juga menggunakan citranya yang sudah dikenal baik oleh publik. Keuntungan lainnya jika bekerjasama dengan public figure adalah produk atau brand anda akan mendapat eksposur lebih oleh masyarakat, karena publik sudah familiar dengan pemeran / talent yang ada dalam video iklan perusahaan anda.

  1. Durasi Shooting

Durasi shooting dapat mempengaruhi harga?

Durasi Shooting dapat ditentukan berdasarkan seberapa rumit konsep video iklan yang akan dibuat dan juga dari durasi video iklan itu sendiri. Semakin lama durasi Shooting maka akan membuat biaya produksi video juga semakin tinggi.

Misalkan saja sebuah perusahaan atau brand ingin membuat video web series 5 episode, dengan durasi 10 menit per episodenya. Yang ditotal durasi menjadi 50 menit, pastinya memerlukan durasi Shooting yang panjang, dalam pengerjaan ini minimal dapat dikerjakan dalam 5 hari Shooting. Tentunya akan ada aspek lainnya yang menentukan durasi hari Shooting, seperti tingkat kesulitan adegan video, jumlah lokasi Shooting, dan berbagai aspek produksi yang lainnya.

Baca Juga : 3 Tahapan Produksi Pembuatan Video Iklan TVC Yang Wajib Kamu Tau

  1. Lokasi Shooting

Apakah Lokasi Mempengaruhi Harga Pembuatan Video Iklan?

Pemilihan lokasi Shooting biasa ditentukan tergantung dengan kebutuhan cerita dan adegan pada video iklan itu sendiri, lokasi paling umum yang digunakan untuk Shooting adalah studio dan rumah. Untuk studio dan rumah saja memiliki harga yang cukup bervariasi, tergantung seberapa besar dan seberapa mewah rumah tersebut. Untuk lokasi Shooting yang berada di tempat umum, seperti restoran, kafe, mall, taman, jalan raya juga memiliki harga yang sangat bervariasi.

Aspek yang juga berpengaruh adalah jumlah lokasi Shooting yang diperlukan dalam video iklan tersebut. Jadi jika dalam suatu produksi video iklan yang memakai banyak lokasi maka sudah dipastikan akan mempengaruhi harga dalam pembuatan video iklan tersebut.

  1. Desain Produksi

Jasa Video eps-production.com

Desain produksi adalah desain tampilan video, yang mencakup penata artistik, kostum, rias, rambut, dan grafis yang ada di dalam video iklan. Misalnya sebuah brand ingin membuat video iklan yang menggambarkan set up parodi peperangan untuk menginformasikan bahwa cerita tersebut dalam peperangan. Selain mencari lokasi Shooting yang menyerupai tepat, diperlukan juga desain produksi yang sesuai untuk membuat penonton percaya bahwa video iklan tersebut menceritakan tentang peperangan nyang diparodikan, dari property yang dipilih, baju yang dikenakan oleh pemeran, kostum dan rias pemeran perlu didesain seperti orang yang sedang berperang. Dapat disimpulkan bahwa desain dari produksi sebuah iklan akan sangat mempengaruhi harga dari pembuatan iklan tersebut.

Harga atau biaya untuk membuat sebuah video iklan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran perusahaan anda. Yang terpenting adalah pesan yang ingin anda sampaikan dapat tersampaikan dengan baik dan mudah dimengerti oleh konsumen anda.

Jika anda memiliki pertanyaan mengenai harga dalam pembuatan video iklan, anda dapat berkonsultasi dengan tim eps production secara langsung, dengan menghubungi kontak yang tertera pada icon chat di pojok kanan bawah. Kami sangat senang membantu menjawab segala kebutuhan anda.

See yaaa…

Read More

Pentingnya Melakukan Tes Kamera Sebelum Shooting Film Dan Video Iklan TVC

Apa Sih Yang Membuat Tes Kamera (Camera Test) Itu Penting Dilakukan Sebelum Shooting?

Jasa Video eps-production.com

apa itu tes kamera / camera test? Sesuai dengan namanya, camera test adalah sebuah proses yang termasuk ke dalam tahap pra-produksi di mana para pembuat film mencoba segala aspek yang berhubungan dengan teknis pengambilan gambar sebelum proses shooting yang sesungguhnya dimulai.

Apa sih tujuannya? Tujuan camera test adalah untuk memastikan semua aspek teknis dapat diterapkan dengan baik ketika shooting dimulai. Selain aspek teknis, camera test juga dimanfaatkan sutradara atau director untuk melihat dan memastikan tampilan akhir film atau video iklannya sesuai dengan visi dan misinya lebih awal (sebelum shooting).

Kapan sih test-cam dilakukan? Biasanya test-cam dilakukan seminggu atau dua minggu sebelum proses shooting dimulai. test-cam dilakukan ketika keseluruhan aspek hampir pasti dan siap.

Lalu apa saja yang dicoba? Kamera saja? Tentu tidak, semua hal yang nantinya akan mempengaruhi proses shooting akan disimulasikan agar dapat berjalan lancer sesuai rencana. Apa saja sih hal tersebut? Yuk simak penjelasan Pentingnya Melakukan Test-cam Sebelum Shooting Film Dan Video Iklan TVC dibawah ini :

  1. KAMERA & CAHAYA

Yang pertama adalah test kamera dan cahaya. Selain berdiskusi dengan Sutradara (Director) tentang visual yang diinginkan oleh sutradara, Director of Photography (DP) juga akan menentukan teknis dalam seperti pemilihan jenis kamera, jenis lensa, jenis lampu, dan alat-alat pendukung lainnya yang diperlukan selama proses pengambilan gambar berlangsung.

Saat camera test, Director of Photography mencoba semua aspek tersebut sebagai materi diskusi berikutnya dengan sutradara. Sutradara memberikan feedbacknya kepada DP atas apa yang dilakukannya dan hal apa saja yang dapat diperbaiki, sehingga ketika shooting dimulai sutradara dapat memfokuskan diri terhadap hal lain yang menjadi tanggung jawabnya.

Baca Juga : 3 Tahapan Produksi Pembuatan Video Iklan TVC Yang Wajib Kamu Tau

  1. TATA ARTISTIK

Selanjutnya ada tata artistik. Tentu saja tidak mungkin melakukan test-cam di semua lokasi yang akan dipakai shooting nantinya. Oleh karena itu, pilihlah satu lokasi yang memiliki eksterior dan interior yang mampu mewakili kebutuhan test-cam kamu.

 

Simulasikan desain set dan tata artistik menyerupai set lokasi shooting nanti. Walaupun tak sama persis setidaknya kamu sangat terbantu nantinya, hal ini bertujuan agar kamu dapat menangkap gambaran besar tata visual saat shooting nantinya.

  1. TATA RIAS & KOSTUM

Selanjutnya ada test tata rias dan kostum. Sebelum masuk ke dalam proses camera test, sebenarnya sudah dilakukan Make Up Test & Costume Fitting terlebih dahulu akan tetapi terbatas hanya test mata saja. Sesuai dengan namanya, di tahap ini tim make-up dan costume mencoba semua riasan wajah dan pilihan kostum yang nantinya akan dipakai di dalam produksi.

Jasa Video eps-production.com

Camera test adalah kesempatan sutradara untuk melihat hasil makeup langsung di depan kamera dengan pencahayaan yang menyerupai situasi shooting nanti. Apabila dalam produksi film atau video kamu memiliki kenutuhan makeup dengan efek khusus, ini juga adalah kesempatan untuk kamu mencobanya dan memastikan sesuai atau tidaknya.

  1. VISUAL EFFECT

Jasa Video eps-production.com

Apabila dalam produksi kamu nantinya memiliki kebutuhan untuk menggunakan visual effect, maka ini saat yang sangat tepat untuk mencobanya dibeberapa adengan penting dalam film atau video kamu. Bawalah keperluan visual effect yang kamu perlukan seperti green screen, tracking mark, dan alat-alat lain yang akan kamu gunakan saat shooting nanti. Pastikan semua efek-efek yang sudah didiskusikan sebelumnya layak untuk diproses di pasca-produksi nantinya.

Baca Juga : 5 Teknik Shooting Video Menggunakan Green Screen

  1. WORKFLOW

Selain aspek ke-4 aspek di atas, hal lain yang tak kalah penting adalah aspek logistik. Pada proses test-cam, tim kamera akan mensimulasikan alur kerjanya dengan tim DIT (Digital Imaging Technician) yang mengolah data hasil shooting, yang nantinya akan diolah oleh tim pasca-produksi. Ini bertujuan agar ketika shooting nanti tak ada kendala berarti yang dapat mengganggu alur kerja tim.

Selain itu, test-cam tim produser juga dapat mensimulasikan proses shootig sesungguhnya yang akan diterapkan nanti. Mulai dari pembagian makanan, pembuatan call sheet, sewa alat, dan lainnya.

PENUTUP

Dari penjelasan proses test-cam diatas. Pasti banyak dari kamu yang mulai bertanya, proses ini wajib gak sih dilakukan? Kalau tidak dilakukan, apa resikonya?

Proses test-cam tentu saja tidak wajib dilakukan atau sunnah, terutama di project-project memiliki anggaran rendah atau film pendek yang memang durasi shootingnya tidak terlalu panjang. Namun dalam beberap kasus tertentu atau di project yang memakan durasi waktu shootingnya cukup panjang dan memiliki teknis rumit. Maka test-cam adalah hal yang wajib dilakukan, ini bertujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan nantinya saat proses shooting berlangsung.

Semoga artikel diatas dapat menambah wawasan kamu serta memberi kamu gambaran betapa pentingnya camera test sesaat sebelum produksi film atau video dimulai.

Jika kamu memiliki pertanyaan kamu juga dapat mengajukan pertanyaan diskusi pada kolom komentar di bawah ini.

See yaaa….

Baca Juga : 7 Departemen Kru Film Pendek Atau Video

Read More