Blog

10 Alat Ini Dapat Membuat Film Pendek Kamu Lebih Berkualitas loh! Yuk Simak Penjelasannya.

41 Views0 Comment

Perkembangan dunia teknologi saat ini semakin meningkat, kamera telah mengubah orang untuk lebih kreatif dalam menghasilkan film pendek. Dengan berbekal kamera DSLR, seseorang yang tidak memiliki latar belakang cinematography pun kini mampu untuk membuat karya film yang layak tonton.

Bahkan kini dengan mengkamulkan smartphone canggih – yang memiliki resolusi kamera tinggi – seseorang dapat membuat film tentang aktivitas traveling, wisata kuliner, acara reuni, bahkan film pendek.

Kamu pun bisa melakukannya dengan menggunakan kamera foto atau ponsel untuk membuat karya film atau video documenter sendiri. Tema kehidupan sosial atau human interest cukup banyak bisa dijumpai di sekitar lingkungan Kamu. Berikut kami sajikan sejumlah rekomendasi alat-alat yang bisa Kamu gunakan untuk membuat sebuah film pendek atau video dokumenter.

10 Alat Yang Kamu Butuhkan Untuk Membuat Film Pendek Lebih Berkualitas :

1. Kamera

 

Kamera menjadi alat utama dalam pembuatan film dokumenter. Saat ini, sebagian besar kamera foto bisa menghasilkan gambar beresolusi tinggi dan memiliki kemampuan merekam video berkualitas HD. Itulah sebabnya banyak yang memanfaatkan kamera DSLR untuk untuk mengurangi bujet produksi sebuah film. Namun ketika akan membuat film atau video documenter dengan menggunakan kamera DSLR pastikan kamera tersebut telah memiliki fitur Image Stabilization.

Adanya fitur Image Stabilizer akan mengurangi gambar yang bergoyang atau blur. Beberapa produsen kamera memiliki istilah masing-masing untuk penyebutan fitur ini. Canon dan Sony menggunakan istilah Image Stabilization (IS) sementara Nikon menggunakan istilah Vibration Reduction).

Seperti disinggung di atas, penggunaan smartphone pun saat ini sudah dapat menghasilkan sebuah karya film pendek atau video documenter yang dapat dipertimbangkan. Kebanyakan pembuat film indie mempercayakan pada iPhone untuk mencapai hasil yang memuaskan. Tristan Pope, yang sebelumnya bekerja Blizzard Entertainment, membuat film “Romance in NYC” berdurasi 15 menit dengan iPhone 6. Pembuatan film tersebut pernah didanai dari Kickstarter, sebelum diedarkan ke public

2. Lensa

Salah satu alasan utama bagi sebagian besar orang yang memilih kamera DSLR atau digital single-lens reflex adalah untuk membuat film adalah keleluasaan untuk bergonta-ganti lensa. Sebagai pembanding, kamera video seharga di bawah US$ 5.000 atau Rp 66 juta, hanya memiliki satu lensa fix yang digunakan untuk merekam berbagai situasi. Nah, dengan berbekal DSLR maka Kamu memiliki pilihan untuk menggunakan lensa sesuai dengan situasi atau angle yang akan direkam.

Ketika Kamu membuat film narasi, maka yang diperlukan adalah lensa memiliki panjang rana (focal length) yang fix atau lensa-lensa “unggulan”. Beda kasus ketika merekam film documenter, maka perlu lensa yang memiliki kemampuan zoom. Jika berbicara mengenai aperture, maka sebaiknya Kamu gunakan lensa-lensa unggulan (prime lenses). Kamu akan dipaksa untuk berpikir mengenai penempatan kamera yang tepat dan tak hanya mengkamulkan zoom in-out saja.


Sebaiknya ketika akan membeli lensa, pilih yang keluaran pabrikan atau sama mereknya dengan kamera Kamu. Misalnya Kamu menggunakan kamera Nikon, maka pilih lensa Nikkor.

Rekomendasi lensa yang dapat dipilih adalah 28 milimeter f/1.8, 50 milimeter f/1.4 dan 85 milimeter f/1.8. Kamu tinggal menyesuaikan dengan kamera yang digunakan.

3. Audio

Audio adalah aspek penting juga yang perlu diperhatikan saat membuat video dokumenter. Kamu juga memerlukan alat perekam suara eksternal. Alat ini sangat vital karena Kamu bisa mengambil trek suara lebih jelas daripada hanya mengkamulkan microphone kamera yang kualitasnya rendah. Salah satu sound recorder yang mumpuni dan direkomendasi para videographer adalah Zoom H4N. Perekam suara ini memiliki 4 channel audio recorder, 2 built in Stereo Condensor + 2 external input combo dengan phantom power. Bahkan Zoom H4N hingga saat ini masih menjadi stkamur sound equipment bagi industri film.
Selain perekam suara, Kamu juga memerlukan mikrofon (microphone). Ada tiga pilihan microphone untuk pengambilan suara sesuai kebutuhan, yaitu shotgun micboom mic, dan clip-on. Untuk jenis video dokumenter maka akan lebih sering menggunakan mic jenis clip-on, sementara untuk film pendek biasa menggunakan boom mic. Sedangkan shotgun mickebanyakan digunakan untuk video reportase.

4. Filter

Ketika merekam video maka akan muncul keterbatasan dalam hal kecepatan rana (shutter speed) yaiu menggkamukan frame rate. Sebagai contoh saat Kamu merekam video 24p dan ingin kecepatan rananya 1/48 detik (dimana kecepatan rana DSLR 1/50 detik) maka tidak bisa mengontrol exposure sesuai harapan.

Tanpa adanya tambahan filter maka tak mungkin mendapatkan depth of field ketika merekam di bawah terik matahari. Itulah sebabnya Kamu memerlukan tambahan filter ND (Neutral Density) agar bisa memperoleh gambar yang terang tanpa harus mengorbankan warna. Jika Kamu merekam video dengan DSLR maka cari ukuran filter terbesar, normalnya 77 milimeter. Agar bisa masuk ke lensa yang berukuran lebih kecil diameternya maka gunakan step-down filter rings. Produk yang bisa dicoba, yakni Fader Variable ND, Heliopan Variable ND

5. Tripod

Seringkali para videografer pemula tidak membawa peranti tripod saat merekam gambar. Hasilnya pasti bisa ditebak, kualitas gambar akan bergoyang. Jadi yang Kamu perlukan saat merekam video documenter adalah tripod yang memiliki video head sekaligus sehingga memudahkan saat akan merekam gambar dengan cepat dan stabil. Kamu pilih tripod khusus untuk video, bukan yang untuk fotografi.

Pertimbangkan kekuatan tipod untuk menyangga kamera DSLR Kamu. Ketika kamera ditambahi dengan aksesori maka bobotnya akan bertambah pula. Pilihlah tripod yang memiliki berat lebih besar daripada kamera sehingga akan kokoh dan tidak mudah goyang (steady).

Apabila Kamu menggunakan smartphone, maka tepat untuk memilih GorillaPod plus peranti aksesori Glidecam atau Steadicam. Ukuran ponsel yang kecil dan segenggam tangan dan bobotnya yang ringan akan memunculkan masalah saat merekam video. Tak peduli seberapa stabil Kamu memegangnya, tetap saja akan muncul goyangan saat merekam. Nah Kamu memerlukan Steadicam untuk menstabilkannya. Brand yang menjadi rekomendasi adalah Manfrotto MVH502A Fluid Head and 546B Tripod System.

Baca Juga: 6 Camera Movements Yang Wajib Kamu Ketahui Sebagai Videographer

6. Rig

Pada dasarnya DSLR adalah kamera foto sehingga faktor ergonomisnya hanya dirancang untuk kebutuhan memotret. Apabila akan mentransformasi DSLR menjadi kamera video maka perlu tambahan aksesori berupa rig. Namun sayangnya harga rig cenderung lebih mahal daripada harga bodi kamera sendiri.

Apabila Kamu ingin merekam video dengan DSLR tanpa membawa tripod atau tidak memungkinkan untuk menggunakan tripod, maka pilih shoulder rig atau monopod. Kamu juga bisa menambahkan tilt head pada monopod agar kamera bisa bergerak naik-turun.

7. Lighting

Pencahayaan sangat penting untuk menghasilkan gambar video yang tajam. Biasanya lighting yang digunakan di videografi adalah berjenis HMI atau Hydrargyrum Medium-arc Iodide. Namun sayangnya selain mahal juga tidak praktis, sehingga kini disiasati dengan LED.

Biasanya untuk membuat film dokumenter, setidaknya diperlukan 2 buah lampu LED yang ukurannya sama.

8. Gimbal

Ketika kamu harus dihadapkan dalam situasi dimana kamu harus merekam dengan mengikuti suatu objek yang sedang berjalan dan menginginkan sebuah hasil yang halus tanpa getaran seperti gempa bumi maka gimbal adalah salah satu solusi yang tepat untuk kamu. Beberapa gimbal sudah banyak dijual di pasaran untuk merk gimbal sendiri kebanyakan yang digunakan oleh seorang pembuat video adalah Zhiyun atau DJI ronin kamu dapat membelinya online atau bisa langsung dating ketoko yang menjual gimbal dengan merk tersebut.

Untuk pengguna smartphone pun jangan khawatir karena saat ini sudah tersedia juga gimbal untuk para film maker yang menggunakan smartphone dipasaran.

9. Laptop

Untuk mengedit hasil rekaman video, maka Kamu mermelukan komputer yang mumpuni. Kamu bisa menggunakan computer desktop atau laptop. Pastikan komputer Kamu memiliki spesifikasi prosesor minimal Intel Core i5 dan kapasitas memori (RAM) di atas 8 GB, serta kualitas VGA super yang mampu melakukan proses rendering lancar.

10. Software Editing

Bicara software editing, Kamu bisa memanfaatkan Final Cut Pro, Adobe Premiere, Sony Vegas Pro, Pinnacle Studio, dan After Effect. Ditambah software penyuntingan suara seperti Sound Forge dan Garage Band, maka hasil video dokumenter bertema human interest buatan Kamu pasti nyaman untuk ditonton.

Apabila Kamu merekam video dengan iPhone, maka bisa memanfaatkan aplikasi MoviePro dan Filmic Pro. Selamat mencoba dan terus berkarya!

Leave your thought

Need Help? Chat with us