Apa Itu Switcher Video? Yuk Kenali Fungsinya!!!

Switcher video, atau sering disebut juga dengan switcher adalah perangkat yang digunakan untuk menggabungkan dan memilih sumber video yang akan ditampilkan pada layar atau ditransmisikan secara langsung. Jika kamu pernah menyaksikan acara televisi atau acara event yang mengharuskan ada tampilan didepan layar atau multicam, mungkin kamu pernah melihat orang-orang di belakang layar yang sibuk dengan banyak tombol dan monitor. Mereka adalah para operator switcher video, yang bertanggung jawab untuk mengontrol perpindahan antara berbagai sumber video. Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan secara detail apa itu switcher video, serta fungsi penting yang dimiliki oleh perangkat ini.

Baca Juga : 8 Aplikasi Editing Video Gratis Dengan Teknologi AI

Penjelasan Mengenai Switcher Video

Switcher video adalah perangkat elektronik yang digunakan dalam produksi video untuk menggabungkan dan mengontrol sumber video, perangkat ini berfungsi untuk mengatur aliran video dari beberapa sumber ke satu output yang dapat ditampilkan pada layar atau direkam. Switcher video memiliki banyak input yang memungkinkan pengguna untuk menghubungkan berbagai sumber video seperti kamera, rekaman pra-produksi, grafis video, atau perangkat lainnya. Dalam industri penyiaran, switcher video sering digunakan dalam produksi acara langsung seperti berita, olahraga, acara musik, acara televisi, dan lainnya. Switcher video memungkinkan operator untuk beralih antara kamera yang berbeda, memilih tampilan grafis yang relevan, mengatur efek transisi, dan mengontrol elemen lain dari produksi video secara real-time. Dengan bantuan switcher video, seorang operator dapat menciptakan pengalaman visual yang mulus dan profesional bagi pemirsa.

Fungsi Switcher Video

  • Pemilihan Sumber Video
    Fungsi utama dari switcher video adalah memungkinkan operator untuk memilih sumber video yang ingin ditampilkan. Operator dapat beralih antara kamera yang berbeda, menggabungkan rekaman pra-produksi, dan mengatur sumber video lainnya sesuai dengan kebutuhan produksi.
  • Pengaturan Transisi
    Switcher video memungkinkan operator untuk mengatur efek transisi antara sumber video. Ini termasuk transisi yang halus seperti crossfade atau cut, serta efek transisi yang lebih kompleks seperti peredupan, gerakan, atau efek grafis lainnya. Pengaturan transisi yang tepat dapat meningkatkan pengalaman visual bagi pemirsa dan menghasilkan tampilan yang lebih menarik.
  • Penyisipan Grafis
    Switcher video juga memungkinkan operator untuk menyisipkan grafis atau tampilan teks dalam produksi video. Grafis ini dapat berupa nama pembawa acara, judul acara, grafis sponsor, atau informasi penting lainnya. Dengan menggunakan switcher video, operator dapat dengan mudah menyisipkan dan mengatur tampilan grafis ini sesuai dengan kebutuhan produksi.
  • Pengaturan Audio
    Selain mengatur video, switcher video juga memiliki kemampuan untuk mengontrol audio. Operator dapat mengontrol volume audio dari setiap sumber video yang terhubung, memilih sumber audio yang ingin ditampilkan, atau bahkan melakukan pemrosesan audio seperti equalisasi atau penundaan suara. Dengan demikian, switcher video memungkinkan operator untuk menciptakan pengalaman audio yang seimbang dan berkualitas tinggi dalam produksi video.
  • Pengendalian Multi-kamera
    Dalam produksi yang melibatkan penggunaan beberapa kamera, switcher video menjadi perangkat penting untuk mengendalikan aliran video dari masing-masing kamera tersebut. Operator dapat dengan cepat beralih antara kamera yang berbeda, mengatur sudut pandang, memilih framing yang tepat, dan menciptakan transisi yang mulus antara adegan. Dengan adanya switcher video, produksi multi-kamera dapat dilakukan dengan lebih efisien dan menghasilkan tampilan yang dinamis.
  • Rekaman dan Streaming
    Switcher video juga dapat digunakan untuk merekam produksi video secara langsung atau mengirimkannya secara real-time melalui layanan streaming. Perangkat ini dilengkapi dengan fitur output yang memungkinkan pengguna untuk menghubungkannya ke perangkat penyimpanan eksternal atau platform streaming. Dengan adanya switcher video, produksi video dapat diabadikan dalam bentuk rekaman atau dijangkau oleh pemirsa di seluruh dunia melalui platform streaming.

Baca Juga :  5 Jenis Lensa Kamera dan Kegunaannya

Kesimpulan
Switcher video adalah perangkat yang penting dalam industri produksi video dan penyiaran. Fungsi-fungsinya yang beragam, mulai dari pemilihan sumber video hingga pengaturan transisi dan audio, memungkinkan operator untuk mengendalikan dan menciptakan pengalaman visual dan audio yang profesional. switcher video juga memainkan peran penting dalam merekam dan menyiarkan produksi video secara langsung melalui platform streaming. Dengan menggunakan switcher video, para produser dan operator video dapat membawa produksi mereka ke level berikutnya, menghadirkan konten yang menarik, dinamis, dan berkualitas tinggi. Dalam industri yang terus berkembang, pemahaman dan penerapan switcher video menjadi kunci untuk menciptakan pengalaman visual yang mengesankan bagi pemirsa.

Read More

8 Aplikasi Editing Video Gratis Dengan Teknologi AI

Perkembangan dunia teknologi semakin melesat ditandai dengan hadirnya Artificial Intelligence atau AI untuk membantu dan mempermudah segala urusan manusia pada zaman ini. Hadir nya AI juga sangat berpengaruh dalam dunia pengeditan video, dimana AI telah mengubah cara konten kreator untuk membuat dan mengedit video. Aplikasi edit video yang didukung AI tidak hanya mempercepat proses pembuatan konten, tetapi juga memberikan hasil yang cukup mengesankan.

Aplikasi edit video yang dioperasikan AI juga sudah banyak hadir untuk mempermudah pekerjaan kreator bahkan pemula sekalipun. Berikut ini kami rekomendasikan 8 Aplikasi Editing Video Gratis Dengan Teknologi AI, di bawah ini :

Aplikasi Edit Video Gratis Berbasis AI

  1. iMovie

iMovie adalah software atau perangkat lunak edit video gratis yang sudah menggunakan AI. Aplikasi ini memiliki interface yang ramah bagi para pengguna, dan tools edit yang cukup lengkap untuk menghasilkan video yang menarik. Fitur utama aplikasi ini adalah tools AI Magic Movie yang dapat menyatukan rekaman video dengan musik, transisi, dan efek lainnya secara lengkap. Storyboard iMovie juga menyediakan berbagai templat untuk mempermudah kreator membuat konten dengan berbagai tema. iMovie sepenuhnya gratis untuk digunakan dan dapat diinstal sepada perangkat MacOS, untuk saat ini aplikasi iMovie belum memiliki alat pengeditan teks dan hanya tersedia di perangkat MacOS.

Baca Juga :  7 Aplikasi Editing Video Android Berbasis AI

  1. DaVinci Resolve

DaVinci Resolve adalah aplikasi editor video online gratis dengan kurva pembelajaran yang memanfaatkan mesin AI. Aplikasi ini dapat menjalankan berbagai fungsi, termasuk menganalisis klip audio dan video, melacak pergerakan objek hingga mengisolasi elemen individual video. Fitur utama pada aplikasi DaVinci Resolve, yaitu mampu membuat subtitle otomatis, menerapkan efek visual sesuai dengan klasifikasi antara hewan, makanan, dan manusia. DaVinci Resolve juga menyediakan layanan gratis dan berbayar.

  1. Deepbrain

Deepbrain merupakan aplikasi edit video yang menyediakan berbagai avatar AI yang bisa ditugaskan menjadi presenter AI, pengajar daring, dan lainnya. Platform ini juga bisa mengubah presentasi PowerPoint menjadi video presentasi. Deepbrain menyediakan lebih dari 100 avatar yang dikembangkan dari orang-orang nyata dan mendukung lebih dari 80 bahasa. Artinya, avatar AI akan akan selaras dengan apa yang akan dipresentasikan. Kreator dapat membuat semua jenis konten, mulai dari materi pendidikan hingga video pelatihan, dan masih banyak lagi. Deepbrain menyediakan layanan gratis, akan tetapi jika ingin merasakan lebih banyak fitur pengguna harus upgrade ke layanan pro atau berbayar.

  1. Movavi Video Editor

Movavi Video Editor adalah solusi perangkat lunak pengeditan video berbasis AI komprehensif yang menawarkan berbagai fitur dan tools untuk pengguna baik yang sudah berpengalaman dan pemula. Perangkat lunak ini terbilang mudah untuk digunakan. Selain itu, Movavi menawarkan banyak tutorial dan pelatihan untuk membantu penggunanya mendapatkan hasil maksimal dari aplikasi ini. Movavi memiliki sejumlah fitur utama, antara lain kemampuan untuk menambahkan transisi, judul, stiker secara otomatis, memiliki berbagai efek, dan filter bergaya film Hollywood. Namun, versi gratis dari aplikasi ini memiliki watermark yang sangat mengganggu, untuk dapat menghilangkan watermark dan mendapatkan banyak fitur dan akses premium, pengguna dapat meng-upgradenya ke layanan pro atau berbayar.

Baca Juga : 6 Aplikasi Edit Video TikTok Terbaik di HP

  1. Avidemux

Avidemux adalah editor video gratis yang dirancang untuk tugas memotong, mefiltera, dan pengkodean sederhana. Aplikasi ini mendukung banyak jenis file, termasuk AVI, file MPEG yang kompatibel dengan DVD, MP4 dan ASF, menggunakan berbagai codec. Avidemux tersedia untuk Linux, BSD, MacOS dan Microsoft Windows di bawah lisensi GNU GPL. Selain itu, Avidemux dapat disesuaikan, memungkinkan kreator mengubah tata letak interface, pintasan keyboard, dan banyak pengaturan lainnya. Layanan versi gratisnya hanya dapat mengekspor video hingga 720p, yang mungkin tidak cukup untuk sebagian kreator, sehingga jika kreator ingin mengekspor video lebih dari 720p kreator harus menggunakan layanan berbayar.

  1. VSDC Free Video Editor

VSDC Free Video Editor adalah pilihan tepat bagi siapa pun yang mencari editor video tangguh, tetapi tetap mudah digunakan dan menggunakan algoritma AI generatif untuk membuat video berkualitas. Aplikasi ini mendukung banyak format video, dan dapat digunakan untuk membuat video dengan durasi berapa pun. Selain itu, VSDC menawarkan berbagai metode untuk mengedit video, termasuk mengurutkan yang dipangkas, pengaturan gambar-gambar, dan efek layar terpisah. Aplikasi ini memiliki banyak fitur menarik antara lain dukungan video 4K atau HD, blending, filter warna, dan pengeditan video non-linear. Layanan gratis pada aplikasi ini juga tidak memiliki watermark tetapi akses fitur tetap dibatasi.

Baca Juga : Mengenal Apa Itu Bokeh Dalam Fotografi Dan Videografi?

  1. Synthesys

Synthesys menawarkan teknologi AI text-to-speech yang canggih, dilengkapi dengan sulih suara yang terdengar natural dan pengucapan yang akurat. Synthesys sangat cocok untuk bisnis dan kreator yang ingin membuat konten audio berkualitas tinggi. Synthesys menawarkan lebih dari 140 bahasa, tetapi Synthesys kurang dalam pemilihan avatar, yaitu hanya memiliki 69 avatar saja. Aplikasi ini juga tersedia versi gratisnya.

  1. Kapwing

Terakhir ada aplikasi Kapwing yang juga aplikasi edit video bertenaga AI. Aplikasi ini sangat cocok digunakan untuk berbagai tujuan, termasuk membuat video, mengedit video berbasis teks, dan membuat tayangan slide. Aplikasi ini memiliki alat Smart Cut AI secara otomatis menghilangkan keheningan dari video yang akan diedit. Kapwing tersedia dalam versi gratis yang akan memberikan watermark pada video dan membatasi ekspor video hingga 4 menit saja.

Read More

8 Aplikasi Editing Video Android Berbasis AI

8 Rekomendasi Aplikasi Editing Video Berbasis AI di Android

Diera saat ini video merupakan sebuah media terbaik untuk sekedar berbagi moment atau membahas segala isu yang menarik untuk dibagikan, selain itu era saat ini video juga dapat dijadikan media untuk seseorang mendapatkan penghasilan melalui iklan di platform seperti youtube dan lainnya. Namun untuk membuat sebuah video yang atraktif dan menarik kamu perlu melakukan pengeditan terlebih dahulu.

Untungnya, saat ini aplikasi editing video sudah banyak tersedia di handphone Android dan menariknya, banyak diantaranya telah dilengkapi dengan fitur berbasis Artificial Itelligence atau AI untuk editing yang lebih mudah dan cepat. Berikut 7 aplikasi edit video bertenaga AI di Android.

  1. Filmora

Filmora merupakan aplikasi editing video yang dikenal karena mudah digunakan dan punya UI sederhana. Aplikasi ini mempunyai banyak fitur editing video profesional seperti motion tracking, noise reduction dan color correction. Untuk fitur AI, pada aplikasi ini memungkinkanmu untuk membuat gambar secara otomatis menggunakan AI atau menulis judul, ide hingga teks pemasaran secara otomatis memanfaatkan kemampuan AI yang ditawarkan.

Baca Juga : 6 Aplikasi Edit Video TikTok Terbaik di HP

  1. Videoleap

Videoleap merupakan aplikasi editing video yang kaya akan fitur dan dirancang untuk editor video di berbagai level. Disamping beberapa fitur editing canggih, aplikasi ini juga dilengkapi dengan banyak fitur AI seperti AI Gaming, AI Cartoons, AI Anime, AI Comics, AI Selfies, dan Scene Swap. Selain itu, ada pula fitur bernama AI Effects yang memungkinkanmu untuk meningkatkan kualitas video dengan berbagai efek menarik.

  1. LightCut

LightCut merupakan aplikasi editing video yang segudang pilihan template profesional yang menarik. Aplikasi ini memungkinkanmu untuk mengganti rasio template dari 16:9 ke 9:16 secara langsung dan bahkan menyimpan hasil editanmu sebagai template untuk digunakan di project lainnya. Aplikasi ini juga memiliki One-Tap Edit, fitur editing bertenaga AI yang akan menentukan momen dan lagu terbaik berdasarkan video yang kamu edit.

Baca Juga : 6 Rekomendasi Aplikasi Desain Grafis Terbaik di Smartphone

  1. Magisto

Magisto merupakan aplikasi editing video yang powerful, intuitif dan mudah digunakan. Aplikasi ini menggunakan AI untuk mengidentifikasi bagian terbaik dari video yang diedit dan mengaplikasikan penyesuaian yang tepat untuk meningkatkan kualitas video. Selain itu, Magisto juga menggunakan AI untuk menganalisa berbagai jenis media yang kamu unggah dan project editor-nya memungkinkanmu untuk mengganti template dan aspect ratio.

  1. PowerDirector

PowerDirector merupakan aplikasi editing video yang tak kalah kaya akan fitur sehingga bisa menyajikan user experience yang lebih seamless. Aplikasi ini menawarkan beberapa fitur seperti AI smart cutout, AI body effects, chroma key, dukungan voice-over, opsi mengganti suara, filter, masking dan dukungan untuk mengekspor video dalam resolusi 4K. Selain itu, PowerDirector juga punya banyak pilihan template yang bisa kamu kustomisasi.

  1. InShot

InShot merupakan aplikasi editing video dengan rating tertinggi di platform mobile. Aplikasi ini memungkinkanmu untuk memotong, memutar dan mengatur kecepatan video yang kamu edit. Selain itu, ada pula opsi untuk menambahkan teks, stiker, filter, efek, animasi dan lagu kedalam videomu. Bagian terbaiknya, InShot punya fitur AI di mana kamu bisa menambahkan efek seperti api, bayangan dan RGB ke video yang kamu edit.

Baca Juga : 5 Jenis Lensa Kamera dan Kegunaannya

  1. YouCam

InShot merupakan aplikasi editing video yang mengintegrasikan AI kedalam proses editingmu. Aplikasi yang dirancang untuk mengedit video selfie ini memungkinkanmu untuk mengubah beberapa bagian wajah seperti mata, hidup, bibir, alis, dagu dan pipi. Disamping itu, ada pula opsi untuk mengganti warna rambut dan bibir, mengatur ukuran kepala, memutihkan gigi dan menghapus jerawat.

Demikian tadi ulasan sekaligus rekomendasi beberapa aplikasi edit video bertenaga AI terbaik di Android. Kamu tertarik untuk menggunakan salah satu aplikasi di atas?

  1. CapCut

CapCut, editor video AI inovatif yang menunnjang pembuat konten untuk mengubah rekaman mereka menjadi mahakarya menakjubkan.

Dengan fitur editing cerdasnya, CapCut memanfaatkan kecerdasan buatan atau AI untuk mengedit video dengan mudah, menawarkan beragam pengeditan otomatis, dan efek profesional, menjadikan proses pengeditan lancar dan menawan.

Demikian tadi ulasan sekaligus rekomendasi beberapa aplikasi edit video bertenaga AI terbaik di Android. Kamu tertarik untuk menggunakan salah satu aplikasi di atas?

Read More

5 Jenis Lensa Kamera dan Kegunaannya

Lensa adalah mata bagi penonton. Entah kamu seorang filmmaker, videografer, atau fotografer, memilih lensa yang tepat dan sesuai merupakan hal krusial yang tidak dapat dikesampingkan. Sebelum kamu memutuskan untuk membeli lensa, ada baiknya kamu tau terlebih dahulu jenis-jenis lensa yang biasa digunakan oleh para professional.

Pada pembahasan kali ini kami akan menjeleskan jenis-jenis lensa menurut focal lenghtFocal Lenght adalah jarak fokus antara lensa pada objek fotografi yang sedang dibidik. Setidaknya ada lima jenis-jenis lensa yang perlu kamu ketahui. Apa saja sih jenis-jenis lensa tersebut? Berikut penjelasannya!

Baca juga : 5 Tahapan Pembuatan Film Pendek

  1. Lensa Makro

Lensa makro memiliki fungsi utama untuk memperbesar objek dan menghasilkan gambar yang detail dan tajam.  Lensa makro didesain untuk memotret objek yang kecil,bahkan sangat kecil, dengan jarak fokus yang amat sangat dekat. Focal lenght lensa makro sangat beragam, mulai dari 90mm, 100mm, bahkan 200mm.

Kegunaan Lensa: membidik subjek yang sangat kecil dari jarak yang sangat dekat. Dalam film lensa ini sering digunakan untuk ukuran shot extreme close up, seperti bola mata, gerak bibir, sentuhan jari, dsb.

  1. Lensa Fisheye

Berkebalikan dengan lensa makro, lensa fisheye digunakan untuk memotret ruang yang sangat lebar. Oleh karena focal lenght yang sangat lebar, lensa fisheye mampu memotret objek dari sudut yang lebar. Biasanya lensa ini akan menghasilkan distorsi yang cukup besar, atau dengan kata lain garis horison yang dihasilkan akan melengkung. Focal lenght lensa fisheye juga cukup beragam, mulai dari 6mm, 8mm, sampai 15mm.

Kegunaan lensa: menangkap ruang dengan sudut yang sangat lebar (bahkan 180º) atau untuk memberikan efek khusus pada sebuah ruang. Lensa ini sering sekali digunakan untuk memotret ruang-ruang sempit seperti tempat konser, & fotografi urban lainnya. Dalam dunia film, lensa ini cukup jarang digunakan karena tidak terlalu nyaman untuk ditonton.

  1. Lensa Wide

Lensa wide alias lensa lebar adalah lensa dengan focal lenght kurang dari 35mm. Focal lenght lensa lebar yang sering ditemukan adalah 17mm, 18mm, 24mm, sampai 35mm.

Kegunaan lensa: memotret lanskap, pemandangan, atau karya aristektur dengan tingkat distorsi yang rendah (atau bahkan tidak ada). Dalam film, lensa lebar seringkali digunakan untuk ukuran shot extreme wide shot, wide shot, atau full shot yang memperlihatkan posisi geografgis subjek/karakter dalam set / latar.

Baca juga : Mengenal Apa Itu Bokeh Dalam Fotografi Dan Videografi?

  1. Lensa Standard

Lensa standard adalah lensa dengan focal lenght dri 35mm sampai 85mm. Disebut lensa standard karena dianggap paling mendekati penglihatan manusia. Oleh karena itu, lensa standard sering digunakan untuk mensimulasikan pandangan manusia terhadap sebuah objek atau ruang.

Kegunaan lensa: portrait photography. Dalam film, lensa standard sering digunakan untuk ukuran medium shot sampai medium close-up shot. Efek khusus yang ditimbulkan pun paling minimum karena jarak fokalnya hampir sama dengan mata manusia.

  1. Lensa Tele

Lensa tele adalah lensa dengan focal lenght yang lebih panjang dari 85mm. Bentul lensa tele umumnya besar dan panjang, membuat lensa ini sangat mudah dikenali oleh orang banyak. Lensa tele biasanya mampu mengaburkan latar belakang dan mengisolasi objek di dalam frame.

Kegunaan lensa: fotografi acara olahraga, fotografi margasatwa (wildlife photography). Dalam film lensa ini sering dipakai di ukuran-ukuran shot yang padat (closeup), terlebih untuk mengisolasi karakter di dalam sebuah latar.

Nah setelah mengetahui jenis-jenis lensa dan kegunaannya semoga kamu bisa menyesuaikan dengan kebutuhanmu sebelum membelinya.

 

Read More
Girl standing in a night club with colorful bright neon red ligh

Mengenal Apa Itu Bokeh Dalam Fotografi Dan Videografi?

Mungkin kamu sering mendengar istilah bokeh beberapa tahun belakangan ini terutama dalam dunia fotografi dan videografi. Namun, sudahkah kamu tau apa itu bokeh yang sebenarnya? Lalu bagaimana cara untuk membuat bokeh di foto atau video? Untuk itu kami akan membahasnya untuk kamu.

Apa Itu Bokeh?

Sebelum kita membahas tetang bokeh ada baiknya kita cari tahu dulu dari mana sih kata bokeh itu berasal? Bokeh berasal dari bahasa Jepang yaitu ‘boke’ yang secara harfiah berarti blur. Sesuai dengan pengertianya, bokeh adalah suatu cara untuk menghasilkan kualitas estetika fotografi yang dihasilkan dari bagian yang tidak fokus atau blur.

Bokeh biasanya digunakan oleh para fotografer dan videographer untuk memisahkan point of interest dengan latar belakang (background) juga latar depan (foreground). Agar lebih mudah di pahami, mari kita lihat ilustrasi di bawah ini:

Dari foto di atas, kamu dapat melihat sebuah mobil yang terparkir pada malam hari. Mobil dan spion terlihat fokus dan tajam, sementara jalan raya dan mobil lain di latar belakangnya nampak tidak fokus. Pada bagian yang tidak fokus, kamu bisa melihat bagaimana objek berubah menjadi bulat, karena efek yang diciptakan oleh lensa, dan efek inilah yang acap kali kita sebut sebagai ‘bokeh’.

Baca Juga: 5 Tahapan Pembuatan Film Pendek

Cara Membuat Bokeh

“Kamera apa sih yang dapat menghasilkan bokeh?” Mungkin itu adalah pernyataan sebagian banyak orang yang masih belum menngerti dan keliru sampai saat ini. Hasil bokeh sendiri ditentukan oleh lensa yang kamu gunakan bukan kamera. Kamu dapat menggunakan kamera terbaik, namun tanpa pilihan lensa yang tepat, bokeh tidak akan tercipta. Lalu bagaimana sih caranya untuk menciptakan efek blur ini dengan lensa? Berikut penjelasannya:

  1. Ubah Setting Kamera ke Manual atau Aperture Priority

 

Jika kamu ingin mendapatkan efek blur ini, maka hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah mengubah setting kamera kamu ke “M/Manual” atau “A/Aperture Priority”. Dengan kedua setting tersebut, kamu dapat mengubah aperture atau bukaan sesuai dengan keinginan kamu.

  1. Gunakan Bukaan Lebar

Coba bidik objek yang kamu ingin jadikan point of interest. Ubahlah bukaan lensa menjadi bukaan lebar, misalnya f/1.8 atau f/2.8. Kemudian putarlah gelang fokus agar fokus pada objek tersebut.

Setelah kamu memutar gelang fokus, kamu akan melihat perubahan kualitas gambar di viewfinder kamu. Latar belakang akan berubah menjadi kabur atau blur seperti ilustrasi di atas.

Bagaimana kalau kita menggunakan bukaan sempit, f/22 misalnya? Hasilnya, semua gambar akan menjadi tajam. Logikanya, semakin besar nomor bukaan, maka semakin jelas pula semua bagian gambar. Hasilnya? Baik background dan foreground akan sama-sama tajam, dan tidak akan ada bokeh.

  1. Perlebar Jarak Objek dan Latar Belakang

Apabila jarak objek / subjek fotografi kamu terlalu dekat dengan latar belakang, maka efek bokeh tidak bisa dihasilkan. Oleh karena itu, beri sedikit kedalaman dengan memperlebar jarak antara objek dengan latar belakang.

Seperti yang bisa kamu lihat di ilustrasi di atas. Background atau latar belakang akan blur dan menghasilkan bokeh, jika jarak si model perempuan jauh dengan latar belakangnya. Jika jarak si model perempuan semakin dekat dengan daun-daun di belakangnya, maka bokeh akan semakin berkurang.

Jika latar belakang tidak bisa dipindahkan, maka dekatkan objek ke arah kamera. Dengan begitu objek akan semakin terpisahkan dengan latar belakang.

Baca Juga : 7 Departemen Kru Film Pendek atau Video

Bagaimana dengan Kamera Handphone?

Seiring berkembangnya teknologi, sekarang kamera handphone sudah bisa meniru efek bokeh kamera DSLR atau mirrorless. Namun perlu kamu catat bahwa efek ini di kamera ponsel hanyalah emulasi (tiruan) dan bukan efek organik yang diciptakan oleh lensa dan diafragma-nya.

Efek ini di kamera handphone diciptakan dengan memotret dua hasil sekaligus lewat dua atau lebih lensa belakang handphone. Kamera handphone akan mengenali mana yang bagian depan dan mana yang latar belakang. Bagian latar belakang kemudian akan dibuat kabur atau blur sehingga seolah-olah ada kedalaman di foto tersebut.

Untuk menciptakan efek ini di kamera handphone tidaklah sulit. Kamu hanya perlu memastikan bahwa handphone milikmu memiliki dua atau lebih kamera belakang. Apabila kamu memiliki handphone andalan merek-merek ternama seperti iPhone, Samsung, Oppo, Xiaomi, dsb, maka kemungkinan besar kamu dapat menggunakan fitur ini.

Selain menggunakan aplikasi kamera bawaan dari pabrik, kamu juga bisa menggunakan aplikasi-aplikasi kamera third party. Keuntungan menggunakan aplikasi third party adalah fitur yang lebih lengkap, seperti pengaturan aperture, shutter speed, dsb. Contoh-contoh aplikasi tersebut antara lain: AfterFocus (Android & iOS), ProShot (Android & iOS), Manual (iOS).

Nah, gimana? Sudah semakin paham dengan arti bokeh? Sudah paham juga cara membuatnya? Sekarang tinggal kalian praktekan ya. Selamat mencoba!

 

Read More