8 Jenis Video Storytelling Untuk Membantu Bisnis Anda Semakin Dikenal

Di era digital seperti sekarang ini, video adalah salah satu alat marketing yang dinilai cukup menarik dan efektif oleh pelaku bisnis. Dengan distribusi video di digital, durasi sudah tidak lagi menjadi kekhawatiran seperti saat membuat video untuk distribusi di televisi, karena akan berpengaruh pada biaya. Dengan tidak ada batasan durasi, eksplorasi terhadap video dapat lebih beragam dan mengutamakan storytellingStorytelling video memanfaatkan kekuatan untuk bercerita dengan bentuk audio dan visual.

4 kekuatan yang dimiliki Storytelling video, yaitu:

  • Emotional: Penonton punya kesempatan untuk tersentuh emosinya dengan cerita di video.
  • Educational: Dapat menyampaikan hal-hal informatif dalam rangkaian cerita.
  • Emphatic: Dengan menonton video dapat menumbuhkan rasa percaya dan empati dari penonton.
  • Engaging: Setelah menonton video, penonton dapat terlibat lebih lanjut dengan memberikan komentarnya untuk video atau membagikan video ke teman dan kerabatnya, jadi lebih shareabledan memiliki potensi untuk viral.

8 Jenis Video Storytelling Beserta Contoh Untuk Membuat Bisnis Anda Semakin Dikenal, seperti:

  1. Web Series

Web Series sudah tidak asing lagi di telinga, ada banyak web series yang dibuat oleh brand yang dapat kita tonton di Youtube. Bentuk web series sendiri seperti film pendek yang terdiri dari beberapa episode, biasanya akan tayang setiap seminggu sekali. Di akhir setiap episode akan ada cliffhanger atau cerita menggantung yang membuat penonton penasaran dan menunggu kelanjutan cerita di episode selanjutnya. Eksplorasi genre pada web series juga sangat luas dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan cerita. Web series cocok untuk brand awareness dan menciptakan engagement antara brand dan penonton. Kemunculan brand pada sebuah web series dapat berupa value dari brand atau product placement.

Baca Juga : 4 Alasan Kenapa Website Perusahaan Butuh Video

  1. Short Film

Short film adalah format film dengan durasi pendek. Tidak ada standarisasi yang jelas berapa durasi dari sebuah short film, tetapi jika untuk keperluan distribusi digital seperti di Youtube, durasi 10-30 menit sudah cukup tepat. Tentunya untuk menentukan durasi perlu disesuaikan dengan kebutuhan cerita dari film itu sendiri. Eksplorasi genre untuk short film juga sangat terbuka, dari mulai drama, roman, komedi, horor, laga, misteri, dan yang lainnya. Short film cocok untuk brand awareness dan menciptakan engagement antara brand dan penonton. Kemunculan brand pada sebuah short film dapat berupa value dari brand atau product placement.

  1. Documentary Video

Documentary video adalah video yang memaparkan fakta dan kenyataan yang ada. Proses pembuatan sebuah documentary video membutuhkan proses research untuk menemukan fakta-fakta yang ada, caranya bisa dengan wawancara, observasi lapangan, menyebarkan survey, ataupun studi pustaka. Ada beberapa jenis documentary video yang mungkin dibuat oleh bisnis anda, seperti mengangangkat sebuah topik tertentu, menceritakan bagaimana bisnis bisa tercipta dan berkembang, profil orang-orang yang ada di balik sebuah bisnis.

  1. Thematic Video

Thematic video adalah jenis video yang mengangkat sebuah tema tertentu, biasa dipakai saat ada hari raya atau hari peringatan, seperti Idulfitri, tahun baru, valentine, hari Kartini, hari kemerdekaan, hari ibu dan yang lainnya. Thematic video memang sengaja dibuat untuk mengikuti tema-tema tersebut, jenis videonya bisa beragam, seperti manifesto video, gabungan beberapa cerita, atau yang lainnya.

Baca Juga : Perbedaan Iklan Komersial Dan Iklan Non Komersial

  1. Biography Video

Biography video adalah jenis video yang menceritakan kisah hidup seseorang, biasa tokoh yang diangkat adalah orang yang ada dibalik sebuah bisnis atau orang yang dapat merepresentasikan value dari sebuah bisnis. Timeline kehidupan seseorang yang diangkat dalam video dapat disesuaikan dengan cerita yang ingin diangkat, bisa sejak lahir hingga saat ini atau mengambil periode waktu tertentu yang lebih sesuai.

  1. Product Video

Product video adalah video yang dibuat secara khusus untuk memberikan informasi lebih lanjut pada sebuah produk, seperti fungsinya, kandungan yang ada di dalamnya, cara pemakaiannya, dan yang informasi lainnya mengenai produk. Walaupun tujuan video sangat fungsional, bukan berarti video harus dibuat secara kaku dan membosankan. Tetapi masih bisa dirangkai menjadi sebuah video dengan cerita dan visual yang menarik, tanpa menghilangkan esensi dari produk yang ingin disampaikan ke penonton.

  1. Comedy Sketch

Comedy sketch adalah video yang terdiri dari serangkaian adegan komedi yang diperankan oleh beberapa aktor dengan tujuan untuk membuat penontonnya tertawa. Perlu mencari aktor yang memang sudah terbiasa memerankan adegan komedi. Kemunculan brand pada sebuah comedy sketch dapat berupa product placement.

  1. Music Video

Music video adalah video yang khusus dibuat untuk mengiringi sebuah lagu. Membuat music video bisa jadi salah satu alternatif marketing tools untuk brand dan biasanya lagunya juga akan dibuat khusus untuk brand. Dalam pembuatan membuat music video perlu bekerjasama dengan musisi yang memiliki value dan juga genre music yang masih sesuai dengan brand.

Baca Juga : Hal Yang Perlu Kamu Perhatikan Sebelum Memilih Production House

Kesimpulan

Itulah 8 jenis storytelling video yang dapat membantu bisnis anda. Masing-masing memiliki fungsi yang berbeda dan juga porsi untuk memaparkan lebih lanjut mengenai brand atau bisnis ada dengan persentase yang berbeda-beda. Sebelum memutuskan akan membuat jenis storytelling video yang mana, ada baiknya menentukan tujuan dari video, agar dapat memilih video yang tepat.

Apakah Anda masih punya pertanyaan seputar storytelling video? Kami dapat menjawab pertanyaan dan memberikan konsultasi gratis untuk Anda. Silakan hubungi kami via email pada halaman contact atau whatsapp dipojok kanan bawah.

Read More

4 Alasan Kenapa Website Perusahaan Butuh Video!

Kamu pasti berpikir, “hah? Apa hubungannya website sama video?” Memang masih banyak yang belum paham bahwa video merupakan faktor penting yang mempengaruhi engagement sebuah website perusahaan.

Ada banyak cara meletakan video di dalam sebuah website. Kamu bisa meletakannya sebagai background di main slider, bisa meletakannya sebagai tautan di tombol, atau bisa juga meng-embed video tersebut di tengah-tengah halaman.

Lalu kenapa sih website perusahaan kamu membutuhkan video? Nah, kami akan coba jelaskan apa hubungannya dan kenapa halaman depan website kamu memerlukan video!

  1. Kesan Pertama Adalah Segalanya

Sama seperti bertemu dengan seseorang untuk pertama kalinya, website perusahaan kamu pun perlu kesan pertama yang bagus. Nah dengan menambahkan video di website kamu, itu akan memberikan kesan pertama yang bagus buat pengunjung website kamu. Website kamu tidak hanya terlihat profesional, tetapi pengunjung juga dapat mengenal perusahaan kamu dengan cepat.

  1. Menjelaskan Dengan Mudah

Pernah dengar kalau satu menit video berarti sama dengan 1.8 juta kata? Nah daripada menjejali website kamu dengan 1.8 juta kata (yang tentu saja akan mengganggu tampilan website kamu), kenapa gak bikin video satu menit aja? Dengan meletakan video di website perusahaan kamu, kamu punya peluang untuk memperkenalkan perusahaan kamu lebih dalam ke pengunjung.

Baca Juga : Mengapa Video Company Profile Wajib Dimiliki Oleh Perusahaan

  1. Mempermudah Penjualan

Video yang merupakan media yang sangat disukai oleh pengguna internet, juga dapat mempermudah penjualan produk / layanan kamu. Dengan video, tim sales kamu dapat melakukan percakapan dengan lebih informatif dan produktif. Kamu bahkan bisa membuat video yang menjawab topik-topik tertentu. Dengan begitu, layanan yang kamu tawarkan dapat tersampaikan dengan lebih jelas.

  1. Menciptakan Empati

Jasa Video eps-production.com

Video tidak hanya efektif untuk menunjukan produk atau layanan yang kamu jual, tetapi juga memaparkan brand value dan mission statement dari brand kamu. Dengan begitu, kamu akan lebih mudah menyentuh hati para audiens. Kamu bisa membuat video-video tematik, seperti film pendek, atau bahkan web series untuk menyentuh perasaan calon konsumen kamu dengan jitu.

Baca Juga : 5 Tahapan Produksi Dalam Pembuatan Video Company Profile

Penutup

Kesimpulannya, video adalah media yang mudah diletakan di mana saja, termasuk di website kamu. Tertarik bikin video? Silakan hubungi kami di halaman berikut ini atau Whatsapp 081280002771.

Read More

5 Fungsi Iklan Digital Buat Produkmu Disaat Pandemi

Di masa pandemi ini, masyarakat dituntut untuk dapat beradaptasi dengan kondisi yang ada. Aktivitas yang umumnya dilakukan di tempat umum, harus dikurangi intensitasnya agar dapat mencegah terkena virus yang tersebar. Masyarakat yang sebelum pandemi harus ke kantor, dialihkan untuk bekerja dari rumah. Yang sebelumnya harus keluar rumah untuk mencari rezeki, harus berpikir dua kali untuk meninggalkan rumah. Dengan adaptasi baru ini, masyarakat menghabiskan lebih banyak waktu di rumah. Hal-hal tersebut di atas membuat perkembangan digital menjadi sangat cepat dan membuat penurunan pemasangan iklan cetak atau print.

Untuk itu para pelaku bisnis juga harus beradaptasi dengan kondisi yang ada sekarang dengan salah satu caranya adalah dengan membuat iklan digital untuk produk mereka agar dapat menjangkau masyarakat luas.

Baca Juga : Perbedaan Iklan Komersial dan Iklan Non Komersial

Iklan digital adalah jenis komunikasi yang dilakukan perusahaan untuk menyajikan ataupun memperkenalkan; ide, gagasan, brand, produk, ataupun layanan yang dimiliki perusahaan kepada masyarakat melalui berbagai platform online atau saluran digital. Maka cara ini harus segera dijalankan oleh pelaku bisnis agar dapat beradaptasi dengan pandemi ini.

Berikut kenapa pelaku bisnis membutuhkan digital untuk memasarkan produk mereka:

  1. Jangakauan yang lebih luas

Pengguna internet aktif di dunia mencapai 3,9 Miliar orang dan di Indonesia sendiri pengguna internet aktif mencapai 202,6 Juta orang. Hal ini dapat dijadikan acuan peluang bagi pelaku bisnis agar dapat memasarkan produk mereka secara massif.

  1. Target pasar yang lebih terarah

Beberapa fitur yang disediakan oleh produk internet seperti Google, Facebook, Line, dll. menarik data profil, ketertarikan, dan kebiasaan dari pengguna mereka. Dari data tersebut, pelaku bisnis dapat menentukan target pasar mana yang ingin dijangkau oleh produknya. Hal ini lah yang membuat kegiatan promosi menjadi lebih efektif dan efisien bagi pelaku bisnis.

Baca Juga : Hal Yang Perlu Kamu Perhatikan Sebelum Memilih Production House

  1. Pilihan media yang lebih beragam

Pelaku bisnis dapat memasarkan produk mereka ke dalam berbagai macam media, baik gambar maupun dalam bentuk video. Pelaku bisnis harus menyiapkan konten gambar atau membuat video produk atau perusahaan mereka agar dapat diiklankan dalam berbagai platform yang tersedia di internet.

  1. Lebih terukur

Iklan yang dipasarkan melalui internet ini memiliki fitur yang tidak dimiliki oleh media cetak, yaitu fitur tracking atau melacak traffic dari iklan yang dipromosikan. Dengan fitur ini pelaku bisnis dapat melihat platform digital mana yang lebih efektif untuk memasarkan produk mereka sehingga dapat memindahkan pengalokasian budget ke platform tersebut.

  1. Efisiensi budget perusahaan

Dengan menggunakan iklan digital dalam memasarkan produk, membuat aktivitas promosi dapat mencapai jangkauan pasar yang lebih luas, terarah, terukur target market-nya, dan dapat mengefisiensi alokasi dana untuk mengiklankan produk.

Maka dari itu persiapkan segera konten gambar atau audio visual bisnismu sekarang agar dapat segera beradaptasi dengan perubahan selama pandemi ini.

 

Baca Juga : 6 Hal Yang Mempengaruhi Harga Jasa Pembuatan Video Iklan TVC

Read More

Susunan Crew dalam Pembuatan Video Company Profile

Video Company Profile sangat dibutuhkan oleh pelaku bisnis pada era digital saat ini karena dengan adanya video company profile tersebut, pelaku bisnis dapat menggambarkan perusahaan secara efektif, singkat, jelas, dan dikemas secara menarik. Pengemasan yang menarik ini membutuhkan alat video atau film dan kru yang profesional agar menghasilkan output yang berkualitas.

Bukan hanya pembuatan film pendek atau film saja yang membutuhkan crew dalam proses produksi film, dalam memproduksi sebuah video company profile juga dibutuhkan crew yang memiliki tugas dan peran masing-masing agar dapat mewujudkan visi yang diberikan oleh sutradara.

Berikut susunan crew yang biasa eps-production terapkan dalam pembuatan video company profile:

  • Produser Pelaksana/Line Producer

Produser pelaksana merupakan perpanjangan tangan dari produser untuk urusan teknis yang merancang satu produksi secara keseluruhan termasuk; plafon budget, timeline, tenaga kerja, dll. Produser pelaksana merancang sedemikian rupa agar proses produksi dapat berjalan sebagaimana mestinya. Maka dari itu ia disebut sebagai produser pelaksana.

  • Sutradara

Sutradara bertanggungjawab untuk kreatif utama termasuk di dalamnya; menentukan plot dan alur cerita, casting, pemilihan crew, menentukan bloking pemeran, menentukan lokasi atau spot yang disesuaikan dengan narasi, menentukan pemilihan musik, pergerakan kamera, pilihan shot, dan hal kreatif lainnya. Dengan bantuan crew, sutradara memastikan segala visinya dapat berjalanan sesuai rencana.

Baca Juga : 3 Tahapan Produksi Pembuatan Video Iklan TVC Yang Wajib Kamu Tau

  • Asisten Sutradara

Asisten sutradara bertugas untuk membantu sutradara dalam hal jadwal panggilan crew dan pemeran ke lokasi, jadwal makan dan istirahat, jadwal set alat (kamera, lampu, artistic), dll. Ia harus tetap menjaga agar proses produksi sesuai dengan timeline yang sudah disiapkan oleh produser pelaksana dan memastikan semua adegan telah diambil. Asisten sutradara juga harus dapat menentukan perubahan jadwal jika ada jadwal yang tidak sesuai dengan timeline.

  • Director of Photography (DOP)

DOP ataupun operator kamera bertugas untuk membantu sutradara dalam teknis pengambilan gambar. Sutradara akan menjelaskan tampilan visual seperti apa yang diingankan, dan DOP akan menerjemahkan dan memenuhi keinginan sutradara perihal teknis seperti pemilihan lensa, filter, lighting, tone warna, dsb.

Baca Juga : Hal Yang Perlu Kamu Perhatikan Sebelum Memilih Production House

  • Asisten Penata Kamera

Asisten penata kamera juga biasa disebut sebagai focus puller bertugas untuk memastikan semua gambar telah terambil secara fokus dan juga bertugas merakit dan membokar rigging kamera dari awal hingga akhir syuting.

  • Pilot Drone

Pilot Drone bertugas untuk mengoperasikan drone dalam pengambilan sudut video melalui udara.

  • Gaffer

Urusan pencahayaan, gaffer lah ahlinya. Ia akan merancang pencahayaan sedemikian rupa agar dapat memuaskan kebutuhan dan visi dari sutradara.

Baca Juga : Mau Buat Video Company Profile?, Udah Tau Konten dan Fungsinya?

  • Best Boy

Best boy merupakan asisten gaffer yang bertugas untuk mengurus logistik alat-alat dari lampunya.

  • Art Director

Art director bertanggungjawab akan merancang visual secara keseluruhan mulai dari warna, pattern, make up, dsb.

  • Production Sound Mixer

Production sound mixer bertugas untuk memonitor, mengatur levelling, melakukan mixing, memilih microphone, merekam suara dan mencatat sound report agar memudahkan proses sync pada proses paska produksi.

Demikianlah susunan crew yang biasa diterapkan oleh eps-production dalam pembuatan video company profile. Susunan crew ini juga bisa menyesuaikan kok dengan kebutuhan produksi pembuatan video kamu. Semoga artikel ini dapat membantu kamu dalam pembuatan video company profile.

Baca Juga : Mengapa Video Company Profile Wajib Dimiliki Oleh Perusahaan

Read More

10 Istilah Pelabelan Untuk Film Yang Kamu Tonton | EPS PRODUCTION

Dalam dunia perfilman, ada beberapa istilah film yang digunakan. Mungkin, di antaranya sudah pernah atau bahkan cukup sering kamu dengar. Meski sudah familiar didengar, ternyata masih banyak pula orang yang tidak mengetahui arti dari istilah-istilah film tersebut. Untuk itu, buat kamu para penggemar film, penting banget untuk tahu istilah yang ada dalam film. Jadi, kalau nanti ngobrol membahas film yang lagi hype, setidaknya kamu tidak bingung dan pelanga-pelongo lagi.

10 ISTILAH PELABELAN YANG ADA DALAM FILM

Biar kamu makin tahu, berikut ini Okeguys coba rangkum beberapa istilah penting yang ada dalam film dan sering digunakan :

  1. Reboot

Jasa Video eps-production.com

Istilah film pertama yang perlu diketahui adalah reboot. Reboot merupakan istilah untuk menjelaskan material film yang hanya menyisakan judul asli saja. Walaupun judulnya sama, tapi jalan cerita film reboot berbeda dari film aslinya itu. Contoh, film Batman, The Dark Knight, dan The Amazing Spider-Man.

  1. Blockbuster

Blockbuster yaitu istilah untuk film-film yang meraih sukses dengan penjualan tiket membludak, pendapatan film tinggi, dan mendapat animo masyarakat begitu besar. Film-film blockbuster yang pernah ada di antaranya, Titanic, Star Wars, The Lord of The Rings, Game of Thrones, dan banyak lagi.

  1. Prekuel

Jasa Video eps-production.com

Istilah film berikutnya adalah prekuel untuk menjelaskan film yang alur cerita di dalamnya menceritakan semua kejadian sebelum film utama. Film The Hobbit misalnya, menceritakan keadaan sebelum film The Lord of The Rings.

Baca Juga : 10 Istilah Dalam Produksi Video dan Film Yang Wajib Kamu Tahu

  1. Sekuel

Jasa Video eps-production.com

Jika prekuel menceritakan kejadian sebelum film utamanya, maka sekuel adalah kebalikannya. Sekuel menceritakan kisah lanjutan dari film utama yang sudah tayang. Seperti, Sherlock Holmes 3, yang melanjutkan 2 cerita dari Sherlock Holmes sebelumnya.

  1. Remake

Kalau istilah remake tentu sudah sangat familiar ya kamu dengar, guys. Dilihat dari artinya, remake adalah film yang dibuat ulang, tanpa mengubah alur cerita dan tokoh-tokoh di film utama. Sampai sekarang, sudah banyak film remake yang berhasil mendulang kesuksesan dibandingkan film sebelumnya, seperti film It, The Ring, dan King Kong.

  1. Spin Off

Berikutnya, ada spin off yaitu istilah untuk menceritakan kejadian atau karakter yang melekat kuat. Rata-rata karakter pada film spin off sengaja dibuat menonjol dan memiliki penggemar di mana-mana. Kita bisa ambil contoh film The Wolverine, The Conjuring, dan Minions.

Baca Juga : Perbedaan Iklan Komersial Dan Iklan Non Komersial

  1. Cross Over

Dalam sebuah film cross over, biasanya beberapa karakter dari film-film lain yang terkenal akan dipertemukan dalam satu film. Misalnya, karakter Thor dan Iron Man yang bertemu dalam film The Avengers, Alien vs Predator, Freddy vs Jason, dan banyak lagi.

  1. Sidekick

Tahu karakter Robin si pendamping setia Batman, dong? Nah, karakter Robin inilah yang disebut Sidekick. Sidekick adalah julukan untuk karakter pendamping dari si tokoh utama dalam film.

  1. Twist

Twist atau plot twist adalah sebutan dalam film di mana alur cerita di dalamnya sengaja dibelokkan atau diputar. Bisa dibilang, twist ini membuat sebuah film memiliki alur maju-mundur, karena bisa membahas cerita di masa lalu ataupun masa depan. Ending dari film twist biasanya berakhir dengan cerita tidak terduga. Contohnya, film Fight Club dan The Others.

Baca Juga :  Mengenal Tugas Dan Tanggung Jawab Seorang Sutradara

  1. Box Office

Hampir mirip dengan blockbuster, istilah box office merupakan sebutan untuk film yang mampu menghasilkan pendapatan melebihi biaya pembuatan film itu sendiri. Penilaian film box office dilihat dari pendapatan fantastis yang diperoleh beberapa hari di awal pemutaran film secara global. Semula, istilah box office ini merujuk pada penjualan tiket berbentuk kotak. Namun belakangan, box office menjadi gelar khusus untuk film-film yang laris manis diminati penonton.

Baca Juga : 5 Film Tentang Kecelakaan Pesawat Yang Wajib Kamu Tonton

Read More

Perbedaan Iklan Komersial Dan Iklan Non Komersial | EPS PRODUCTION

Iklan Komersial dan Iklan Non Komersial Dunia iklan belakangan ini semakin semarak dengan banyaknya inovasi-inovasi baru yang bermunculan khususnya dalam ranah digital.

Namun tahukah kamu, bahwa iklan yang ada tidak selamanya ditujukan untuk kepentingan mencari provit semata. Akan tetapi banyak para pengiklan diluar sana yang menggunakan media iklan sebagai sarana penyebaran hal-hal positif tanpa mencari keuntungan. Pada pembahasan kali ini, kami akan membahas tentang jenis iklan komersial dan iklan non komersial yang banyak tersebar diluaran sana.

Iklan atau dalam KBBI kita sebut pariwara, ialah pesan yang bersifat promosi atau menawarkan, menjual baik jasa, barang, ide dan lainnya. Iklan adalah tulisan yang diisi dengan tawaran baik berupa sebuah jasa atau berupa permintaan kepada masyarakat untuk melakukan sesuatu.

Jasa Video eps-production.com

 

Iklan umumnya banyak kita jumpai di televisi, media sosial, sepanjang jalan-jalan besar yang biasanya berupa video yang ditampilakn dilayar besar, atau reklame yang dipasang di pinggir jalan. Setelah kamu mengetahui pengertian iklan, selanjuntnya kita akan membahas jenis iklan.

Iklan sendiri memiliki dua jenis yaitu, Iklan komersial dan Iklan non komersial. Loh iklan ada dua jenis?. Nah kalau kamu penasaran langsung aja yuk kita ke bahas mengenai apa sih iklan komersial itu dan apa perbedaannya dengan iklan non komersial?.

Pengertian Iklan Komersial

 

Iklan komersial adalah iklan yang yang dibuat untuk memasarkan atau mengkampanyekan sebuah produk dan jasa. Produsen akan bekerja sama dengan agency atau production house penyedia jasa pembuatan iklan untuk memasarkan dan mengenalkan produknya pada konsumen. Sebuah perusahaan akan berusaha untuk menjual barangnya, salah satu cara paling ampuh adalah dengan mengiklankan produknya. Bahkan kamu sebagai seorang konsumen pun pasti sadar akan alasan kamu memilih sebuah produk, entah karena melihatnya di Tv atau media sosial tapi itulah tujuan iklan itu dibuat, menarik perhatian konsumen.

Macam-Macam Iklan Komersial

Iklan komersial sendiri terbagai kedalam dua macam yaitu iklan Strategis dan iklan Taktis.

  • Iklan Strategis

Iklan strategis adalah iklan yang digunakan untuk mengembangkan dan membangun merek yang diiklankan. Hal ini dibuat agar perusahaan mampu mengkomunikasikan nilai merek dan manfaat produk dengan baik dan benar. Hal yang paling penting dalam jangka panjang yaitu memposisikan merek serta mengembangkan pangsa pikiran dan pangsa pasar.

  • Iklan Taktis

Iklan taktis sendiri bersifat mendesak. Maksud dari mendesak disini adalah memaksa atau membuat para konsumen yang membaca iklan segera melakukan kontak atau segera membeli produk kita. Biasanya iklan ini akan melakukan promosi dan penawaran khusus yang berjangka pendek agar konsumen memberi respon cepat.

Tujuan Iklan Komersial

Setiap iklan yang dibuat tentulah memiliki tujuan masing-masing. Begitupun dengan iklan komersial. Berikut beberapa tujuan iklan komersial:

  1. Membagi sebuah informasi kepada masyarakat tentang suatu produk, barang atau jasa, merek dan perusahaan.
  2. Mempengaruhi orang lain yang menjadi sasaran pemasaran kita agar mereka mau menggunakan dan membeli produk atau jasa yang telah kita tulis diiklan kepada mereka.
  3. Mendapat profit.

Baca Juga : Pengertian Iklan Komersial: Ciri, Jenis, dan Contohnya

Ciri-ciri Iklan Komersial

Iklan selalu menggunakan kata-kata yang persuasive yakni dengan menggunakan bahasa yang bertujuan untuk menonjolkan kelebihan suatu produk. Iklan komersial sendiri memiliki beberapa ciri-ciri seperti berikut:

  • Memakai kata atau kalimat yang bersifat persuasive
  • Pemilihan kata atau Diksi yang sangat menarik, benar, logis, dan sopan, sehingga mudah dimengerti oleh konsumen.
  • Menjelaskan tentang sebuah produk dari sebuah perusahaan.
  • Memberikan penawaran berupa sebuah jasa.

Iklan Non Komersial

Sekarang kita akan membahas tentang iklan non-komersial atau yang biasa kita sebut iklan layanan masyarakat. Iklan Non-komersial sangat jauh dengan iklan komersial, dimana iklan ini berisi pesan-pesan moral atau himbauan kepada masyarakat untuk melakukan atau menghindari sesuatu. Iklan ini sama sekali tidak akan menawarkan jasa atau barang dalam iklannya namun, iklan ini mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan lingkungan dan memiliki hidup yang lebih baik. Dengan membaca pengertiannya saja kamu pasti sudah bisa melihat ataupun mengetahui tujuan dari iklan non-komersial.

Baca Juga : Hal Yang Perlu Kamu Perhatikan Sebelum Memilih Production House

Tujuan Iklan Non Komersial

Tujuan iklan non komersial sendiri berbeda dengan tujuan iklan komersial yang umunya bertujuan untuk mendapatkan keuntungan. Berikut beberapa tujuan iklan non komersial :

  1. Mengajak masyarakat untuk hidup lebih baik.
  2. Memberi peringatan
  3. Memberi motivasi

PENUTUP

Dengan mengetahui perbedaan antara iklan komersial dan non komersial kamu akan lebih mudah dalam menentukan iklan apa yang ingin kamu buat atau produksi nantinya. semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu yahh. see yaa….

Baca Juga :  6 Hal Yang Mempengaruhi Harga Jasa Pembuatan Video Iklan TVC

Read More

10 Istilah Dalam Produksi Video dan Film Yang Wajib Kamu Tahu | EPS PRODUCTION

Memulai sebuah produksi video dan film memang dibutuhkan sebuah pengetahuan yang cukup, selain dari segi teknis kamu juga dituntut untuk mengetahui istilah-istilah yang sering kali digunakan dalam sebuah produksi video dan film. Tujuannya, untuk mempersingkat waktu saat proses pengerjaannya, selain itu istilah-istilah ini juga dapat mempermudah kita untuk berkomunikasi ke sesama kru saat produksi video dan film nantinya. Nah, kali ini eps production akan menjelaskan tentang istilah-istilah dalam produksi video dan film yang harus kamu pelajari sebelum memproduksi video dan filmmu sendiri.

  1. Script Breakdown

Jasa Video eps-production.com

Script breakdown adalah istilah yang digunakan untuk membedah naskah. Hal ini dilakukan untuk memastikan elemen-elemen yang diperlukan dalam setiap adegan, seperti lokasi yang akan digunakan, talent yang muncul dalam tiap adegan, penataan artistik/properti yang dibutuhkan, makeup seperti apa yang diperlukan, hingga pakaian yang harus dipersiapkan.

Script breakdown juga digunakan untuk membedah shot yang akan digunakan dalam setiap adegannya. Hal ini diperlukan untuk menentukan angle, jenis-jenis shot, dan pencahayaan yang akan digunakan dalam proses produksi nantinya.

  1. Pre-Production Meeting PPM

Setelah menentukan elemen yang diperlukan dalam video atau film, langkah berikutnya adalah mengomunikasikan proyek video atau film yang akan dibuat kepada seluruh kru maupun investor yang terlibat melalui pertemuan yang disebut Pre-Production Meeting (PPM). Pada langkah ini, kamu diharuskan untuk menyampaikan visi yang akan digarap dalam video atau film kamu bahkan sampai hal-hal mendetail seperti referensi visual, jadwal produksi, dan budgeting.

Baca Juga : Pentingnya Melakukan Tes Kamera Sebelum Shooting

  1. Scouting

Scouting dapat memiliki dua arti :

Jasa Video eps-production.com

  • mencari lokasi yang cocok dengan referensi visual atau,
  • mencari talentyang tepat.

Namun, istilah scouting untuk mencari talent digunakan jika tahapan ini dilaksanakan dengan mendatangi agency atau individu yang bersangkutan secara langsung, sedangkan pencarian talent melalui sebuah audisi lebih sering menggunakan istilah casting.

  1. Reading

Istilah reading digunakan untuk mempersiapkan talent sebelum masa produksi berlangsung. Pada tahapan ini, setiap talent  diharuskan untuk membaca naskah yang sudah ada, hal ini bertujuan agar talent dapat mempelajari karakter dan adegan yang akan diperankan. Reading sangat berguna untuk mempersingkat waktu pada saat shooting agar berjalan lebih efisien dan efektif.

  1. Recce

jasa-video_eps-production

Hal selanjunya adalah survey lokasi atau recce hal ini bertujuan untuk mempersingkat waktu saat shooting, dengan melakukan perencanaan angle dan pencahayaan di lokasi yang telah ditentukan sebelum peroses shooting sesungguhnya berlangsung. Proses ini sering disebut dengan istilah recce. Hal ini penting untuk dilakukan pada setiap lokasi yang akan digunakan agar proses shooting dapat berjalan lancar.

Baca Juga : Mengenal Teknik Dasar 3 Titik Pencahayaan Dalam Video dan Film

  1. Crew Call

Pernah gak jadwal shooting yang udah kamu persiapkan dari jauh-jauh hari jadi berantakan gara-gara ada 1 orang kru yang terlambat datang? Pasti bikin bad mood banget kan? Nah, oleh karena itu ada salah satu istilah yang berfungsi untuk mengingatkan kru agar datang tepat waktu biasanya disebut Crew Call. Umumnya, crew call dilakukan oleh produser dengan cara menghubungi setiap kru beberapa jam sebelum proses shooting berlangsung.

  1. On Cam

Istilah on cam digunakan untuk menentukan jadwal dimulainya shooting. Berbeda dengan istilah crew call yang menentukan kapan kru mulai berkumpul, istilah on cam menentukan kapan kamera siap untuk merekam. Dengan kata lain, waktu yang ditentukan untuk on cam menandakan durasi persiapan setiap kru setelah crew call.

  1. Blocking

Jasa Video eps-production.com

Blocking adalah istilah yang digunakan untuk mengatur letak talent, properti, dan pencahayaan agar tidak saling menutupi. Selain itu, istilah blocking juga digunakan untuk menentukan pergerakan setiap talent agar selaras dengan elemen-elemen lain dalam frame.

  1. Wrap

Jasa Video eps-production.com

Istilah ini merupakan sebuah istilah yang paling menggembirakan bagi sebagian kru dan selalu disambut dengan tepuk tangan. Jika seluruh adegan telah selesai direkam dan tidak ada hal yang perlu diulang, maka sutradara akan menggunakan meneriakkan kata “wrap” untuk menandakan bahwa proses shooting telah selesai. Namun, beberapa sutradara lebih memilih untuk menggunakan istilah “bungkus” yang memiliki arti sama dalam Bahasa Indonesia.

  1. Logging

Jasa Video eps-production.com

Sebelum mulai mengedit footage yang dihasilkan dari produksi, kita harus memilah file-file video yang telah disetujui oleh sutradara ketika shooting dan memisahkannya pada folder khusus. Hal ini juga memiliki istilah sendiri, yaitu logging. Tahapan ini dilakukan dengan memperhatikan catatan clapper mengenai daftar file mana saja yang akan digunakan dalam tahap editing.

PENUTUP

Dengan mempelajari istilah-istilah tersebut kamu akan lebih mudah dalam berkomunikasi antar sesama kru saat produksi video atau filmmu. Selain itu kamu juga lebih terkesan professional. Nah yuk mulai terapin istilah-istilah diatas dalam produksi video atau filmmu.

 

Read More

Pengertian Iklan Komersial: Ciri, Jenis, dan Contohnya

Iklan TVC atau iklan komersial menjadi salah satu jenis iklan yang kerap ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Iklan ini bisa ditemukan di berbagai media, mulai dari media massa hingga elektronik.

Pada dasarnya, iklan komersial adalah iklan yang menyampaikan pesan kepada audiens terkait suatu produk atau jasa. Iklan ini berupaya mempengaruhi audiens agar tertarik dan membeli produk atau jasa yang diiklankan.

Melansir Wise Geek, iklan komersial digunakan untuk menghasilkan pendapatan. Iklan ini berusaha menciptakan keinginan terhadap suatu produk sambil menawarkan solusi menarik.

Baca Juga : 3 Tahapan Produksi Pembuatan Video Iklan TVC

Beberapa ciri yang dapat kamu temukan dari Iklan komersial, di antaranya:

  • Menggunakan pemilihan diksi yang mudah dipahami dan menarik.
  • Menggunakan kata atau kalimat yang bersifat persuasif.
  • Menjelaskan dan menawarkan produk atau jasa dari sebuah perusahaan.

Jasa Video eps-production.com

Iklan komersial terbagi menjadi dua jenis yaitu :

  1. Iklan Komersial Strategi

Iklan komersial strategis berupaya membangun sebuah merk atau brand dengan menonjolkan keunggulan suatu produk. Iklan ini bertujuan untuk mempertahankan konsumen hingga masa mendatang.

  1. Iklan Komersial Taktis

Iklan komersial taktis adalah iklan yang mendesak konsumen agar segera melakukan kontak dan membeli produk. Biasanya, iklan ini menawarkan promosi menarik dalam waktu singkat agar konsumen segera memberi respon.

Baca Juga :Hal Yang Perlu Kamu Perhatikan Sebelum Memilih Production House

Penutup

Setelah membaca penjelasan diatas tentang iklan komersial, admin telah merangkum beberapa contoh iklan TVC yang menarik untuk kamu lihat :

  1. Iklan axis

  1. Goyang Shopee

  1. Gojek

  1. Daihatsu Ayla

Read More

Mengenal Apa Itu Online Editing Dalam Film Dan Video?

Apa Itu Online Editing? Mengapa Dikerjakan Pada Tahap Akhir Post-produksi?

Online editing sebuah film atau video adalah proses pengeditan pasca produksi yang dilakukan pada tahap akhir produksi video, ini terjadi setelah pengeditan offline. Kalau kamu sering menonton film-film dengan efek visual, di tahap inilah itu semua hal tersebut diimplementasikan. Lalu, mengapa disebutnya online? Apakah karena dilakukan melalui internet, atau ada alasan lain?

Yuk, simak artikel ini untuk mengetahui jawabannya!

Apa Itu Online Editing?

online editing adalah salah satu tahap dalam post-production. Dikutip dari Studiobinder, post-production merupakan tahapan yang dilakukan setelah berjalannya proses shooting atau produksi, pada tahap ini juga mencakup pengeditan visual dan juga audio.

Menurut Techopedia, online editing adalah proses editing baik itu film atau video biasa sebagai tahap akhir. Online editing ini biasanya mencakup color correction, color grading, atau bahkan VFX (visual effects). Dalam pengeditan online dibutuhkan skill khusus dan alat yang berbeda dari pengeditan video biasa.

Nah, kira-kira bagaimana prosesnya? Apa saja yang dibutuhkan? Yuk simak penjelasannya dibawah ini!

Baca Juga : Perbedaan Editing Offline vs Online Dalam Video Dan Film

  1. Video Yang Telah Melalui Offline Editing

Jasa Video eps-production.com

yang dibutuhkan dalam online editing merupakan hasil drafting dari offline editing. Jadi, semua yang telah diedit dari tahap sebelumnya dapat langsung disempurnakan dalam tahap ini, prosesnya adalah editor mengirimkan metadata hasil pengeditan offline. Salah satu alasan tahap ini disebut “online editing” adalah karena metadata dari sebuah film atau video akan dikirimkan secara online ke orang yang mengerjakannya, sapsalnya proses pengerjaan tahap ini biasanya dilakukan di tempat berbeda.

  1. Software digital imaging

Untuk online editing, kamu tidak bisa menggunakan software biasa seperti Final Cut Pro atau Adobe Premiere Pro. Tahap ini membutuhkan software digital imaging. Salah satu yang paling umum digunakan adalah DaVinci Resolve. Menurut Blackmagic Design, DaVinci Resolve adalah satu-satunya software yang ruang kerjanya mencakup pengeditan, color correction, VFX, motion graphic, dan juga audio untuk post-pro. Meskipun ditujukan untuk profesional, interface dari software ini masih sangat ramah untuk para pemula yang baru ingin belajar, kapan lagi belajar menggunakan tools yang digunakan oleh para profesional di Hollywood, kan?

Baca Juga : Director of Photography (DOP), Tugasnya Ngapain Aja Sih?

  1. Hardware khusus

Salah satu hardware khusus yang digunakan untuk online editing adalah Tangent, alat dengan fungsi utama “memainkan” warna yang ada di film atau video. Hal itu meliputi color grading, color correcting, dan detail-detail lainnya. Intinya, dibutuhkan keahlian khusus untuk menggunakan alat ini.

  1. Online editor

Jasa Video eps-production.com

Kunci dari online editing yang sukses adalah editor video dengan kemampuan dan fasilitas yang memadai, di awal artikel sempat disebutkan bahwa biasanya online editing film akan dilakukan di tempat berbeda Contohnya adalah ketika pembuatan sebuah film dan pengeditan offline berada di Indonesia, lalu untuk online editing akan dikirim ke negara lain yang memiliki fasilitas seperti hardware, software, dan juga resource lain yang memadai.

Baca Juga : Mengapa Video Company Profile Wajib Dimiliki Oleh Perusahaan

Kesimpulan

Dari penjelasan di dalam artikel ini, dapat disimpulkan bahwa online editing adalah proses akhir penyempurnaan film atau video yang dijalankan oleh orang-orang tertentu pasalnya, skill memotong dan menyambung klip saja tak cukup untuk mengerjakan tahapan ini. Selain itu teknologi yang akan digunakan dalam proses ini pun harus memadai agar hasil yang akan dihasilkan dapat lebih maksimal.

Read More