Production House: Si Jantung Kreatif di Balik Layar Industri
Dalam era digital yang serba visual, permintaan terhadap konten berkualitas tinggi semakin meningkat. Di balik setiap film, iklan, video musik, corporate video / video company profile, dokumenter, hingga konten media sosial yang memukau, ada satu elemen penting yang bekerja keras di belakang layar: Production House, atau biasa disingkat PH.

Apa Itu Production House?
Production House adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi konten audiovisual. Mereka bertanggung jawab atas seluruh proses pembuatan konten — mulai dari konsep awal hingga pasca-produksi. PH bisa mengerjakan berbagai jenis proyek, seperti:
- Iklan televisi dan digital
- Corporate video / video company profile
- Film pendek dan panjang
- Video klip music
- Dokumenter
- Konten media sosial dan YouTube
- Live event & streaming
Baca Juga : 8 Alasan Mengapa Perusahaan Wajib Menggunakan Production House
Proses Kerja Production House

Pembuatan sebuah video profesional melibatkan banyak tahap dan tim. Berikut tahapan umum dalam proses kerja sebuah Production House:
- Pra-produksi
- Pengembangan konsep dan naskah
- Penyusunan anggaran dan jadwal
- Pemilihan kru dan pemain
- Persiapan alat, lokasi, dan perizinan
- Produksi
- Proses pengambilan gambar (shooting)
- Direksi terhadap aktor dan kru
- Penggunaan peralatan kamera, lighting, dan audio
- Pasca-produksi
- Editing video dan audio
- Penambahan efek visual, musik, dan color grading
- Finalisasi dan distribusi ke platform yang dituju
Baca Juga : Apa Itu Color Grading Video? Panduan Lengkap untuk Pemula!
Peran dan Tim dalam Production House
Sebuah PH biasanya terdiri dari tim profesional dengan spesialisasi berbeda:
- Produser: Mengatur keseluruhan produksi, termasuk manajemen waktu dan anggaran
- Sutradara (Director): Bertanggung jawab terhadap visi kreatif dan pengarahan di lapangan
- Penulis Skenario (Scriptwriter): Membuat alur cerita dan dialog
- Kameramen (DOP/Cameraman): Mengambil gambar sesuai arahan visual
- Editor: Menggabungkan gambar dan suara menjadi karya utuh
- Sound Designer, Art Director, Lighting Crew, dan lainnya
Kesimpulan
Production House adalah jantung kreatif di balik berbagai bentuk konten yang kita nikmati setiap hari. Dengan kemampuan teknis, seni visual, dan manajemen proyek yang kuat, PH memainkan peran penting dalam menyampaikan pesan, membangun brand, dan menginspirasi audiens. Di tengah perkembangan teknologi dan media sosial, peran Production House akan terus berkembang dan semakin strategis dalam dunia komunikasi visual.
Baca Juga : 5 Jenis Lensa Kamera dan Kegunaannya
8 Alasan Mengapa Perusahaan Wajib Menggunakan Production House
Di era saat ini konten audio visual sudah menjadi kebutuhan dasar setiap individu. bukan sebuah rahasia lagi bahwa video juga sudah merubah gaya hidup kita saat ini, bukan sebuah rahasi lagi jika video merupakan alat yang sangat pennting dan berpengaruh saat ini, banyak perusahaan sudah menggunakan video sebagai strategi pemasaran diera modern ini. Konten video menjadi sangat istimewa bukan tanpa alasan, hal ini dipengaruhi oleh perpaduan gambar bergerak dan suara yang dikolaborasikan dengan cerita menarik, membuat video menjadi media yang penuh informasi dan hiburan untuk penonton.
Membuat video yang dapat menyampaikan pesan atau informasi secara akurat dibutuhkan keterampilan atau skill khusus, oleh karena itu menggunakan jasa Production House professional adalah pilihan yang sangat tepat untuk perusahaan dalam membuat konten audio visualnya.

Baca Juga : Hal Yang Perlu Kamu Perhatikan Sebelum Memilih Production House
Menggunakan production house dapat memberikan banyak keuntungan bagi perusahaan, terutama dalam pembuatan konten audiovisual. Berikut adalah beberapa alasan mengapa perusahaan sebaiknya mempertimbangkan untuk menggunakan jasa production house :
- Keahlian Profesional
Production house memiliki tim profesional yang berpengalaman dalam berbagai aspek produksi, mulai dari penulisan naskah hingga pengeditan. Ini memastikan hasil akhir video yang berkualitas tinggi.
- Peralatan Berkualitas
Mereka dilengkapi dengan peralatan produksi terbaru dan terbaik, yang mungkin tidak dimiliki perusahaan. Ini mencakup kamera, mikrofon, peralatan pencahayaan, perangkat lunak pengeditan, dan berbagi perlengkapan lainnya.
Baca Juga : 7 Keunggulan Yang Dimiliki Kamera Full Frame
- Efisiensi Waktu
Mengandalkan production house dapat menghemat waktu perusahaan. Dimana tim produksi dari production house dapat fokus pada proses kreatif, sementara perusahaan dapat tetap fokus pada bisnis inti mereka.
- Kreativitas dan Ide Segar
Production house seringkali memiliki perspektif yang berbeda dan bisa menawarkan ide-ide kreatif yang inovatif untuk konten yang dihasilkan.
- Manajemen Proyek
Production House berpengalaman dalam manajemen proyek, termasuk pengaturan jadwal, anggaran, dan koordinasi tim, sehingga meminimalkan risiko keterlambatan dan pengeluaran yang tidak terduga.
- Akses ke Jaringan dan Kontak
Production house memiliki jaringan kontak yang luas di industrinya, hal ini membantu mempercepat proses produksi, dimana production house dapat mereferesikan mulai dari permilihan lokasi, talent, atau pernyanyi yang tepat untuk kebutuhan video perusahaan anda.
- Kualitas Produksi
Mereka dapat menghasilkan konten yang tidak hanya menarik tetapi juga memiliki nilai produksi yang tinggi, hal tersebut meningkatkan citra perusahaan di mata audiens secara signifikan.
- Fleksibilitas dan Penyesuaian
Production house dapat menawarkan layanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik perusahaan, baik itu iklan, video korporat (video company profile), atau dokumenter.
Baca Juga : 4 Tips Agar Produksi Film Atau Video Kamu Selesai Tepat Waktu
Dengan mempertimbangkan alasan-alasan tersebut, perusahaan dapat memperoleh manfaat maksimal dari pembuatan konten audiovisual dan meningkatkan efektivitas komunikasi mereka. Jika ada pertanyaan lebih lanjut atau kebutuhan spesifik, jangan ragu untuk bertanya ya!
4 Tips Agar Produksi Film Atau Video Kamu Selesai Tepat Waktu
Sebagai seorang asisten sutradara, adalah tanggung jawab kamu untuk memastikan bahwa produksi berjalan lancar dan tepat waktu dari jadwal yang telah ditentukan sebelumnya. dalam artikel ini kami akan memberikan kamu 4 tips agar produksi film atau video kamu selesai tepat waktu.
Tapi apa yang terjadi jika DOP kamu membutuhkan waktu lebih lama dari yang diharapkan untuk mempersiapkan set sebuah adegan? apa yang akan kamu lakukan ketika sutradara menginstrusikan untuk 15 kali melakukan pengambilan gambar yang sama?
Cara untuk meminta orang bergegas adalah satu-satunya strategi yang paling tidak efektif untuk menggerakkan segala sesuatunya. Terutama karena setiap set membutuhkan proses untuk mempersiapkannya.
Berikut adalah beberapa tips untuk menjaga produksi kamu tetap cepat tanpa membuat semua orang panik dan dapat menyelesaikannya tepat waktu.
- Satu langkah didepan

Saat kamu berada di lokasi shooting, jadilah seorang yang proaktif dalam meminta setiap departemen untuk mempersiapkan setiap elemen utama atau setup yang besar dari sebelum kamu pindah set ke set berikutnya.
Misalnya, jika kamu tau akan ada shot menggunakan dolly setinggi 9meter diset berikutnya, maka kamu harus memberitahukan orang grip sebelum pindah ke set tersebut agar mereka dapat mempersiapkannya terlebih dahulu untuk mempersingkat waktu shooting.
Jaga agar jalur komunikasi tetap terjaga dengan setiap divisi dalam produksi film atau video kamu. coba untuk mengingatkan setiap saat, hal ini tidak hanya akana membuat semua orang bertanggung jawab dan berpikir kedepan, akan tetapi juga memberikan kamu informasi dari setiap divisi tentang berapa lama waktu yang mereka butuhkan untuk mempersiapkan sebuah set.
- Mintalah Estimasi Waktu, Tetapi Jangan Lupa Untuk Selalu Follow-up

Jika kamu sudah mendapatkan estimasi waktu yang dibutuhkan untuk sebuah divisi merampungkan sebuah set, jangan hanya menunggunya sampai estimasi waktu tersebut selesai, karena dapat menyebabkan produksi kamu jadi ngaret. Jadi yang perlu dilakukan adalah mengingatkan kembali sebelum estimasi waktu yang diberikan selesai.
Misalnya kamu diberikan estimasi waktu dari departemen kamera selama 15 menit untuk mereka mempersiapkan set selanjutnya. Maka, yang perlu kamu lakukan adalah ingatkan kembali saat memasuki menit ke10 dari estimasi tersebut, lalu ingatkan mereka kembalu bahwa waktunya tersisa 5 menit dari estimasi yang mereka berikan.
Baca Juga : Apa Itu Color Checker dan Bagaimana Cara Kerjanya?
- Berikan Sedikit Tekanan

Berikan sedikit tekanan pada setiap divisi adalah hal yang baik, selama kamu tidak terlalu memaksa.
Sebagai contoh, banyak DOP memiliki kecenderungan untuk mengatur-atur pencahayaan sampai dia mendapatkan settingan yang benar-benar pas atau sesaui. jika estimasi yang dia berikan sebelumnya mendekati atau meleset dari jadwal, maka katakanlah hal berikut ini :
“Oke banget ni, kayanya udah siap buat take selanjutnya. Gimana kalau aktor/talent kita bawa kesini sekarang?”
Ini adalah cara yang baik untuk mengingatkan DOP agar sadar akan waktu dan juga menjaga agar komunikasi tetap terjaga dengan baik.
- Pastikan Setiap Crew Membaca Callsheet

memberi gagasan yang jelas kepada crew tentang schedule shooting hari ini, dapat menyelaraskan semua orang untuk memiliki tujuan yang sama.
Buatlah semua orang yang ada dalam produksi kamu untuk turut serta memastikan bahwa produksi dapat berjalan dengan lancar dan tepat waktu. Jadi jangan segan meminta mereka untuk mewujudkannya.
TIPS : TRASNPARASI DAPAT MENGHUBUNGKAN TIM
Ide yang bagus jika kamu membuatkan call sheet dalam bentuk pdf dan membagikan kesuluruh anggota tim, sehingga mereka dapat mendownload dan membukanya setiap saat di smartphonennya.
Baca Juga : 10 Alat Ini Dapat Membuat Film Pendek Kamu Lebih Berkualitas loh!
Unsur Naratif dan Sinematik dalam Film
Pernahkah kamu menonton cerita film dan merasa asik dengan film tersebut? Atau kamu mendapatkan sesuatu yang menarik dari film tersebut?
Tanpa kita sadari, di dalam sebuah cerita film terdapat unsur yang membentuknya yang menjadikan cerita tersebut semakin hidup dan mampu membuat para penonton tertarik untuk melihat, mulai dari tokoh, cerita, latar, adegan, music, acting, pergerakan kamera, dll.
Unsur tersebut adalah unsur naratif dan unsur sinematik. Kedua unsur tersebut saling mengisi satu sama lain dan tidak dapat dipisahkan dalam membuat sebuah film atau video.
Kita harus dapat memahami dan mengerti tentang kedua unsur tersebut agar dapat memahami film secara menyeluruh dan mendalam. Oleh karena itu, pada tulisan kali ini, kita akan mengulas mengenai pengertian dari unsur naratif dan unsur sinematik. Berikut penjelasannya:
Baca Juga : 6 Teknik Pencahayaan Terbaik Dalam Film | EPS PRODUCTION
UNSUR NARATIF

Unsur naratif adalah unsur yang terdiri dari rangkaian peristiwa yang memiliki hubungan antara satu dengan lainnya dan berhubungan dengan aspek cerita atau tema film. Setiap film cerita tidak mungkin lepas dari unsur naratif dan setiap cerita pasti memiliki unsur-unsur seperti tokoh, masalah, konflik, lokasi, waktu, serta lainnya-lainnya. Seluruh elemen tersebut membentuk unsur naratif secara keseluruhan. Singkatnya unsur naratif ini dapat diartikan sebagai bagaimana perlakuan film-maker kepada filmnya sendiri.
Unsur naratif dapat dikembangkan ke dalam pola tiga babak yaitu Pendahuluan (tokoh, setting lokasi, dan cerita), Pertengahan (konflik dan klimaks), dan Penutup yang akan menjadi kesimpulan film.
Baca Juga : Pentingnya Behind The Scene Dalam Produksi Film dan Video
Aspek dan Elemen Cerita Pada Unsur Naratif
Berikut di bawah ini aspek-aspek cerita dalam unsur naratif:
- Latar Cerita
Latar cerita atau biasa disebut dengan lokasi ini terbagi menjadi empat macam, yaitu realis (nyata), fiksi (rekaan), fiksi (alam nyata), dan non fiksi.
- Urutan Waktu
Dalam sebuah cerita film terdapat urutan waktu yang akan menunjukkan pola dalam perjalanan film tersebut. Terdapat dua pola waktu, yaitu pola linier dan pola non linier. Pola linier adaalah pola yang menunjukkan sebuah urutan dari aksi atau peristiwa tanpa ada interupsi waktu yang signifikan.
Sedangkan pola non linier penulis memanipulasi urutan waktu dalam cerita sehingga hubungan sebab-akibatnya tidak begitu jelas. Dan pola non linier ini biasanya akan membuat penonton merasa kesulitan dalam mengikuti alur cerita yang ada.
- Durasi Waktu
Durasi waktu terbagi menjadi dua yakni durasi waktu dalam film dan durasi cerita film. Dua hal ini sangatlah berbeda. Durasi waktu dalam sebuah film biasanya 90 – 120 menit, namun durasi ceritanya dapat terdiri dari beberapa rangkaian waktu yang cukup panjang misalnya sehari, seminggu, setahun bahkan bertahun-tahun.
- Frekuensi Waktu
Munculnya banyak adegan yang sama persis dalam sebuah angle yang berbeda biasa disebut sebagai frekuensi waktu. Biasanya hal ini terjadi karena adanya flashback atau kilas depan dari sebuah cerita. Kemungkinan dari motif cerita ini akan menjadikan pengulangan dalam sebuah shot.
- Karakter
Peran protagonis akan menjadi motivator utama dalam film yang akan berselisih dengan peran antagonis.
- Konflik
Konflik datang dari pemeran antagonis yang akan menghalangi aksi dari pemeran protagonist.
UNSUR SINEMATIK

Unsur sinematik adalah cara atau dengan menggunakan gaya apa sebuah film itu digarap. Sederhananya, sinematik sendiri memilik arti pengambilan gambar sesuai dengan kaidah film bioskop. Dalam unsur sinematik, ada beberapa aspek yang membentuknya, yaitu :
- Mise en scene unsur sinematik
Mise en scene (dibaca mis ong sen) adalah setiap hal yang terlihat di dalam sebuah frame film. Mise en Scene pertama kali muncul sebagai istilah film dalam kritik oleh Cahiers du Cinema. Istilah berbahasa Prancis ini diadaptasi dari seni panggung yang memiliki arti ‘penempatan di panggung’. Dalam film, panggung ini dibatasi oleh frame, yaitu hanya hal-hal yang terlihat di layar kamera.
Mise en Scène sendiri meliputi beberapa aspek, antara lain: setting, aktor, bloking, kostum, dan lighting. Semua aspek itu tidak hanya berperan secara naratif, tetapi juga secara visual maupun puitis.
- Sinematografi Unsur Sinematik
Sinematografi ialah ilmu yang menjelaskan tentang teknik dalam pengambilan gambar dan menggabungkan gambar tersebut hingga membentuk sebuah cerita. Sinematografi meliputi segala elemen visual yang akan ditampilkan pada layar ketika film ditayangkan. Elemen-elemen tersebut meliputi framing, zooming, exposure, tata cahaya, komposisi, pergerakan kamera, sudut-sudut kamera, pemilihan film, pemilihan lensa, fokus, warna, penggunaan filter, dan depth of field.
Sinematografi sendiri hampir sama dengan fotografi, yaitu menangkap pantulan dari cahaya yang mengenai suatu benda. Bedanya, peralatan yang digunakan fotografi yaitu menggunakan alat tangkap tunggal, sedangkan sinematografi menangkap rangkaian gambar.
- Editing Unsur Sinematik
Editing adalah proses yang dilakukan oleh editor dengan memotong dan menyambung potongan gambar untuk dijadikan sebagai cerita yang utuh dan dapat dimengerti. Terdapat dua proses editing yaitu editing offline dan juga editing online.
- Suara Unsur Sinematik
Suara merupakan hal yang sangat penting dalam pembuatan film, karena dengan adanya suara maka akan memberikan nyawa bagi film tersebut. Terlebih lagi, baik tidaknya kualitas dari suara sangat berpengaruh terhadap film tersebut. Sound sendiri terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:
- Diegetic
Diegetic yaitu suara dimana sumber suaranya terlihat dalam layar atau disiratkan oleh aksi dalam film. Contoh : suara karakter, suara peraga, musik instrumen musik
- Non-Diegetic
Non-Diegetic yaitu suara yang tidak nampak di layar dan tidak juga diterapkan oleh para aksi, biasanya suara tersebut keluar dari tempat kejadian cerita. Contoh: komentar narator, instrumen, suara efek.
Itulah pengertian unsur naratif dan unsur sinematik. Semua unsur tersebut saling berkesinambungan satu sama lain. Jika salah satu elemen diatas dihilangkan maka elemen yang lain harus lebih ditonjolkan agar menutup kekosongan dari elemen yang hilang.
Begitulah aspek naratif dan sinematik yang terdapat dalam film yang harus kamu perhatikan dalam pembuatan filmmu. Selamat berkarya…
Baca Juga : Hal Yang Perlu Kamu Perhatikan Sebelum Memilih Production House
6 Tool yang Biasa Digunakan Untuk Color Grading
Setiap video atau film pasti memiliki nuansa warna khusus yang memberikan kesan tertentu pada video. Nah suasana ini biasa didapatkan dengan proses color grading. Kamu harus dapat menguasai teknik color grading ini jika kamu menyukai fotografi atau videografi.
Pada pembuatan video atau film oleh eps-production, proses color grading akan dilakukan pada tahapan post production. Disaat proses produksi telah selesai, maka editor dapat menjalankan tugasnya termasuk pemberian nuansa warna pada film agar sebuah karya dapat lebih “hidup” dan sesuai dengan konsep yang diinginkan.
Baca Juga : 10 Rekomendasi Software Editing Adobe Dari Kami eps-production
Software apapun yang kamu gunakan untuk melakukan color grading, ada tool yang selalu digunakan di berbagai software-nya.
Yuk, kita bahas apa saja tool-nya.
- Brightness dan kontras

Untuk mengatur tingkat terang dan kontras dari sebuah video, kita membutuhkan tool brightness dan kontras. Umumnya, saat kamu mengubah level brightness atau tingkat keterangan, secara otomatis kontras dan biasanya exposure-nya pun akan berubah.
Jadi, pengaturan tingkat exposure juga dibutuhkan. Hal ini dilakukan agar kita mendapatkan keseimbangan cahaya dan video tetap terlihat bagus setelah mengubah brightness dan kontras dalam proses color grading.
- White balance

White balance digunakan untuk memengaruhi temperatur warna yang ada di video atau filmmu. Tool ini dilakukan dengan cara menambahkan warna yang berlawanan untuk membuat temperatur warna jadi lebih netral. Terkadang, foto atau filmmu bisa terlihat memiliki “cool tone” atau “warm tone” yang terlalu dominan. Dengan white balance, kamu bisa membuatnya menjadi lebih natural.
Baca Juga : 4 Teknik Dasar Edit Video untuk Kamu Para Pemula dari Kami eps-production.com
- Three-way color corrector

Tool ini digunakan untuk membantumu mengatur saturation, hue, contrast, dan brightness secara langsung dari satu fungsi. Jadi, saat melakukan color grading, kamu tidak perlu menggunakan tool lainnya. Akan tetapi, pada saat melakukan color grading dengan tool ini semuanya langsung berubah sekaligus dan hasilnya masih belum sesuai keinginan, kadang pengaturan satu persatu juga masih dibutuhkan.
- Unsharp mask dan sharpening tool

Tool ini bisa membuat video dan fotomu terlihat lebih tajam. Tapi jangan sampai menggunakan tool ini secara berlebihan, ya. Pasalnya, kalau sebuah video terlalu tajam, kualitasnya akan menurun dan tidak terlihat bagus.
- Curves

Curves adalah tool yang bisa digunakan untuk mengedit warna karena mampu mengubah warna, brightness, contrast, dan juga transparency. Untuk bisa memahami tool ini secara utuh, kamu harus terbiasa menggunakannya dan mempelajarinya sendiri. Akan tetapi, perlu diingat bahwa kurva horizontal akan mengurangi kontras, dan kurva vertikal akan meningkatkan levelnya.
- Color match

Kalau kamu ingin mengubah warna videomu sesuai dengan shot yang sudah ada, tool ini bisa kamu gunakan. Mungkin, sedikit penyesuaian tetap masih dibutuhkan setelahnya.
Baca Juga : Mengenal Perbedaan Editing Offline vs Online Dalam Video Dan Film
Tool di atas adalah dasar bagi kamu untuk melakukan color grading. Tentunya, agar semakin mahir, kamu harus terus berlatih dan menambah pengetahuan di bidang editing video. Selamat latihan…
- 1
- 2









