Pengertian Iklan Komersial: Ciri, Jenis, dan Contohnya

Iklan TVC atau iklan komersial menjadi salah satu jenis iklan yang kerap ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Iklan ini bisa ditemukan di berbagai media, mulai dari media massa hingga elektronik.

Pada dasarnya, iklan komersial adalah iklan yang menyampaikan pesan kepada audiens terkait suatu produk atau jasa. Iklan ini berupaya mempengaruhi audiens agar tertarik dan membeli produk atau jasa yang diiklankan.

Melansir Wise Geek, iklan komersial digunakan untuk menghasilkan pendapatan. Iklan ini berusaha menciptakan keinginan terhadap suatu produk sambil menawarkan solusi menarik.

Baca Juga : 3 Tahapan Produksi Pembuatan Video Iklan TVC

Beberapa ciri yang dapat kamu temukan dari Iklan komersial, di antaranya:

  • Menggunakan pemilihan diksi yang mudah dipahami dan menarik.
  • Menggunakan kata atau kalimat yang bersifat persuasif.
  • Menjelaskan dan menawarkan produk atau jasa dari sebuah perusahaan.

Jasa Video eps-production.com

Iklan komersial terbagi menjadi dua jenis yaitu :

  1. Iklan Komersial Strategi

Iklan komersial strategis berupaya membangun sebuah merk atau brand dengan menonjolkan keunggulan suatu produk. Iklan ini bertujuan untuk mempertahankan konsumen hingga masa mendatang.

  1. Iklan Komersial Taktis

Iklan komersial taktis adalah iklan yang mendesak konsumen agar segera melakukan kontak dan membeli produk. Biasanya, iklan ini menawarkan promosi menarik dalam waktu singkat agar konsumen segera memberi respon.

Baca Juga :Hal Yang Perlu Kamu Perhatikan Sebelum Memilih Production House

Penutup

Setelah membaca penjelasan diatas tentang iklan komersial, admin telah merangkum beberapa contoh iklan TVC yang menarik untuk kamu lihat :

  1. Iklan axis

  1. Goyang Shopee

  1. Gojek

  1. Daihatsu Ayla

Read More

Mengenal Apa Itu Online Editing Dalam Film Dan Video?

Apa Itu Online Editing? Mengapa Dikerjakan Pada Tahap Akhir Post-produksi?

Online editing sebuah film atau video adalah proses pengeditan pasca produksi yang dilakukan pada tahap akhir produksi video, ini terjadi setelah pengeditan offline. Kalau kamu sering menonton film-film dengan efek visual, di tahap inilah itu semua hal tersebut diimplementasikan. Lalu, mengapa disebutnya online? Apakah karena dilakukan melalui internet, atau ada alasan lain?

Yuk, simak artikel ini untuk mengetahui jawabannya!

Apa Itu Online Editing?

online editing adalah salah satu tahap dalam post-production. Dikutip dari Studiobinder, post-production merupakan tahapan yang dilakukan setelah berjalannya proses shooting atau produksi, pada tahap ini juga mencakup pengeditan visual dan juga audio.

Menurut Techopedia, online editing adalah proses editing baik itu film atau video biasa sebagai tahap akhir. Online editing ini biasanya mencakup color correction, color grading, atau bahkan VFX (visual effects). Dalam pengeditan online dibutuhkan skill khusus dan alat yang berbeda dari pengeditan video biasa.

Nah, kira-kira bagaimana prosesnya? Apa saja yang dibutuhkan? Yuk simak penjelasannya dibawah ini!

Baca Juga : Perbedaan Editing Offline vs Online Dalam Video Dan Film

  1. Video Yang Telah Melalui Offline Editing

Jasa Video eps-production.com

yang dibutuhkan dalam online editing merupakan hasil drafting dari offline editing. Jadi, semua yang telah diedit dari tahap sebelumnya dapat langsung disempurnakan dalam tahap ini, prosesnya adalah editor mengirimkan metadata hasil pengeditan offline. Salah satu alasan tahap ini disebut “online editing” adalah karena metadata dari sebuah film atau video akan dikirimkan secara online ke orang yang mengerjakannya, sapsalnya proses pengerjaan tahap ini biasanya dilakukan di tempat berbeda.

  1. Software digital imaging

Untuk online editing, kamu tidak bisa menggunakan software biasa seperti Final Cut Pro atau Adobe Premiere Pro. Tahap ini membutuhkan software digital imaging. Salah satu yang paling umum digunakan adalah DaVinci Resolve. Menurut Blackmagic Design, DaVinci Resolve adalah satu-satunya software yang ruang kerjanya mencakup pengeditan, color correction, VFX, motion graphic, dan juga audio untuk post-pro. Meskipun ditujukan untuk profesional, interface dari software ini masih sangat ramah untuk para pemula yang baru ingin belajar, kapan lagi belajar menggunakan tools yang digunakan oleh para profesional di Hollywood, kan?

Baca Juga : Director of Photography (DOP), Tugasnya Ngapain Aja Sih?

  1. Hardware khusus

Salah satu hardware khusus yang digunakan untuk online editing adalah Tangent, alat dengan fungsi utama “memainkan” warna yang ada di film atau video. Hal itu meliputi color grading, color correcting, dan detail-detail lainnya. Intinya, dibutuhkan keahlian khusus untuk menggunakan alat ini.

  1. Online editor

Jasa Video eps-production.com

Kunci dari online editing yang sukses adalah editor video dengan kemampuan dan fasilitas yang memadai, di awal artikel sempat disebutkan bahwa biasanya online editing film akan dilakukan di tempat berbeda Contohnya adalah ketika pembuatan sebuah film dan pengeditan offline berada di Indonesia, lalu untuk online editing akan dikirim ke negara lain yang memiliki fasilitas seperti hardware, software, dan juga resource lain yang memadai.

Baca Juga : Mengapa Video Company Profile Wajib Dimiliki Oleh Perusahaan

Kesimpulan

Dari penjelasan di dalam artikel ini, dapat disimpulkan bahwa online editing adalah proses akhir penyempurnaan film atau video yang dijalankan oleh orang-orang tertentu pasalnya, skill memotong dan menyambung klip saja tak cukup untuk mengerjakan tahapan ini. Selain itu teknologi yang akan digunakan dalam proses ini pun harus memadai agar hasil yang akan dihasilkan dapat lebih maksimal.

Read More
young man edit video in dark studio using color grading tools and modern equipment

Mengenal Perbedaan Editing Offline vs Online Dalam Video Dan Film

Ingin menjadi editor video dan film? Sebelum terjun ke lapangan, kamu wajib tahu dulu perbedaan antara offline dan online editing.

Jasa Video eps-production.com

Kedua proses ini sama-sama berada di dalam tahap post-production. Post-production adalah tahap yang dilakukan setelah pra produksi dan produksi film atau video selesai dilakukan, dimana data hasil produksi video atau film akan dilanjutkan ke pengeditan audio dan visualnya. Pada tahap pengeditan ini, editor akan menyusun seluruh footage yang didapatkan saat shooting, color grading video sesuai konsep yang ditentukan, kemudian editor akan menambahkan music untuk menghidupkan nyawa video atau film yang dikerjakan. Dalam video berkualitas tinggi dan juga film, proses editing ini dibagi menjadi dua tahap, yaitu offline editing dan online editing.

Ah apa itu offline dan online editing? Yuk simak penjelasannya dibawah ini!

Pengertian Offline dan Online Editing

Sebelum menjelaskan mengenai perbedaan antara offline dan online editing, EPS Prodcution ingin menjelaskan terlebih dahulu apa itu offline dan online editing.

  • Offline editing

Jasa Video eps-production.com

Secara singkat, offline editing adalah proses pengeditan yang sangat memangkas waktu dan tenaga editor. Pasalnya, pengeditan ini menggunakan codec atau simpelnya footage yang telah dikompres menjadi format lebih ringan.

Tahap ini sangat penting dalam pengeditan video beresolusi 4K, 8K, atau 12K karena pengeditan menggunakan bantuan software jadi video yang akan diedit menjadi tidak begitu berat dan akan mempermudah sekaligus mempercepat proses offline editing. Kalau langsung masuk ke tahap online, bisa-bisa softwarekamu crashdan meningkatkan risiko file footage ikut rusak.

Baca Juga : Mengenal Teknik Dasar 3 Titik Pencahayaan Dalam Video dan Film

  • Online editing

Online editing adalah tahap akhir dari pengeditan film dan video. Dalam online editing, kamu akan mengedit video dalam format aslinya (RAW footage) dan memang akan cukup berat. Maka dari itu, tahap ini hanya untuk finalisasi baik itu dari penyempurnaan warna sampai penambahan efek-efek visual.

Perbedaan Offline dan Online Editing

Meskipun sudah dapat gambaran besar dari penjelasan offline dan online editing, EPS Production akan menjelaskan perbedaan kedua proses ini secara lebih mendetail.

  1. Urutan pengeditan

Jasa Video eps-production.com

Perbedaan pertama sebenarnya cukup jelas, yaitu urutan pengeditan. Dalam post-production, tahap pertama dalam pengeditan adalah offline editing lalu berlanjut ke online editing. Hal ini disebabkan offline editing mencakup penyortiran data footage, penyusunan sesuai dengan shot list yang telah dibuat, dan elemen lain yang harus ada di draf awal.

Baca Juga : Mengenal Tugas Dan Tanggung Jawab Seorang Sutradara

  1. Footage yang diedit

Jasa Video eps-production.com

Perbedaan kedua adalah footage yang diedit dalam offline dan online editing. Pada tahap offline, kamu akan mengedit footage yang telah dikonversi menjadi codec atau proxy footage.

Proses konversi tersebut juga disebut dengan istilah transcoding. Dengan codec ini, editor dapat lebih leluasa mengutak-atik footage karena ukurannya telah terkompres menjadi jauh lebih kecil. Di sisilain, pengeditan tahap online editing sudah kembali menggunakan RAW footage. “Lho, bagaimana caranya? Bukankah sudah diubah menjadi proxy footage itu tadi?”. Betul, tetapi pada proses akhir offline editing ada yang dinamakan relink. Nah, relink ini adalah proses pengembalian film atau video ke dalam format dan resolusi awal, sebelum akhirnya di-export dan berlanjut ke tahap selanjutnya.

Baca Juga : 3 Tahapan Produksi Pembuatan Video Iklan TVC

  1. Tools yang dibutuhkan

Perbedaan terakhir adalah tools yang dibutuhkan untuk offline dan online editing.

Pada tahap offline editing, kamu membutuhkan:

  • software untuk administrasi data (penyortiran dan backup)
  • software untuk pengeditan film/video

Pada tahap online editing, dibutuhkan:

  • metadata dari offline editing
  • software digital imaging
  • hardware editing khusus pengeditan online

Tak hanya itu, online editing juga harus dikerjakan oleh orang yang memiliki kemampuan khusus, bukan hanya mengedit video biasa. Pasalnya, tahap ini ditujukan untuk pengeditan visual dan bukan dari segi alur videonya. Itu dia penjelasan lengkap seputar perbedaan offline dan online editing. Bagaimana, sudah paham? Jika ada pertanyaan perihal pengiditan kamu dapat berdiskusi dengan kami pada kolom komentar dibawah.

Tetap semangat, tetap berkarya. See yaa…

Read More

5 Film Tentang Kecelakaan Pesawat Yang Wajib Kamu Tonton

Film tentang pesawat berdasarkan kisah nyata sebagian besar terinspirasi dari berbagai peristiwa kecelakaan yang terjadi di seluruh penjuru dunia.

Sebenarnya pesawat merupakan alat transportasi paling aman karena didukung oleh teknologi canggih dan kru yang pesawat yang telah melewati bermacam-macam latihan untuk menghandle setiap siatuasi. Kecelakaan pesawat terbilang sangat jarang terjadi dibandingkan alat transportasi lain seperti darat dan laut.

Hanya saja jika satu kecelakaan pesawat terjadi korbannya bisa jauh lebih banyak. Kecelakaan pesawat bisa merenggut puluhan bahkan sampai ratusan korban jiwa sekaligus.

Sejumlah film pesawat berdasarkan kisah nyata menghadirkan cerita perjuangan para penumpang dan kru pesawat mencoba bertahan hidup. Kisah heroik sekaligus menyedihkan ini sangatlah menarik untuk ditonton.

Berikut 5 Film Tentang Kecelakaan Pesawat Yang Wajib Kamu Tonton berdasarkan kisah nyata:

  1. Sully

Jasa Video eps-production.com

Film drama biografi karya Clint Eastwood ini bercerita tentang kecelakaan pesawat terbang US Airways nomor penerbangan 1549 dengan Captain Pilot Chesley “Sully” Sullenberger. Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 15 Januari tahun 2009. Alur cerita film Sully diadaptasi dari buku autobiografi karya Sully dan Jeffrey Zaslow, berjudul Highest Duty.

Film ini mengisahkan Kapten Sully diperankan Tom Hanks berhasil menyelamatkan 155 penumpangnya, setelah pesawat Airbus A320-214 yang dikemudikannya mengalami mati mesin karena menabrak sekawanan angsa sesaat setelah take off.

Sully seorang pilot lulusan States Air Force Academy tahun 1973 yang berpengalaman menerbangkan pesawat F-4D Phantom II. Dia kemudian bergabung ke US Airways menerbangkan pesawat Airbus A320.

Baca Juga : Kamu Ingin Jadi Aktor Film Profesional?, Yuk Kuasai 4 Dasar Ini

  1. The Captain

The Captain merupakan film pesawat berdasarkan kisah nyata ketika pesawat Sichuan Airlines Flight 8633 terbang dari Chongqing menuju Lhasa pada 14 Maret 2018.

Kala itu, di ketinggian 32.000 kaki, kaca depan kanan kokpit terbuka dan hancur menyebabkan co-pilot cedera. Insiden itu membuat pilot Kapten Liu Chuanjian dan kru mempersiapkan pendaratan darurat. Kapten Liu Chuanjian yang diperankan Zhang Hanyu berusaha tetap tenang untuk menghadapi masalah itu. Keberanian, ketenangan, dan keberhasilan Kapten Liu Chuanjian membawa pesawat Airbus A319 membuatnya dijuluki Kapten Sully dari China.

Film China yang diproduksi pada 2019 ini disutradarai Andrew Lau.

  1. Aftermath

Aftermath dirilis tahun 2017 dengan sutradara Elliott Lester. Film pesawat ini diangkat dari kisah nyata tragedi tabrakan pesawat Tupolev Tu-154M dari Bashkirian Airlines dan pesawat kargo DHL. Aftermath dibintangi Arnold Schwarzenegger, Scoot McNairy, Maggie Grace, and Martin Donovan.

Kisahnya Roman (Arnold Schwarzenegger) berusaha membalas kematian istri dan anaknya. Istri dan anak perempuan Roman menjadi korban tabrakan antara pesawat berpenumpang dengan pesawat kargo. Roman mencari petugas pengatur lalu lintas udara yang bertugas saat itu. Namun, petugas itu sudah pindah dan mengganti identitas karena merasa bersalah atas tabrakan tersebut.

  1. United 93

Film ini dirilis tahun 2006 dan disutradarai oleh Paul Greengrass. United 93 terinspirasi dari kejadian pembajakan pesawat di Amerika Serikat pada 11 September 2001. Saat itu empat pesawat dibajak untuk menabrak sejumlah bangunan penting di AS. Namun dari empat pesawat yang dibajak, pesawat United Airlines Flight 93 tidak mengenai targetnya Gedung Capitol. Sayangnya, pesawat itu jatuh di Pennsylvania, AS. United 93 dibintangi Christian Clemenson, Cheyenne Jackson, David Alan Basche, Peter Hermann, Daniel Sauli, Trish Gates, Corey Johnson, Richard Bekins, Michael J. Reynolds, dan Khalid Abdalla.

Baca Juga : 3 Tahapan Produksi Video

  1. Flight

Jasa Video eps-production.com

Kisah film Flight mengikuti tokoh bernama Whip Whitaker diperankan Denzel Washington, seorang pilot yang berhasil melakukan pendaratan darurat setelah terjadi kesalahan mekanis pada pesawat. Awalnya Whip dipuji karena kesuksesannya itu. Namun National Transportation Safety Board (NTSB) dalam investigasinya menemukan fakta Whip seorang pemabuk dan pecandu nikotin.

Film ini dirilis pada 2012 lalu dengan sutradara Robert Zemeckis

 

Read More

Mengenal 8 Tugas Seorang Asisten Sutradara | eps-production

Asisten Sutradara (assistant director) adalah orang yang membantu sebagian tugas-tugas penting seorang sutradara. Astrada adalah seorang yang mengatur jalannya produksi shooting film. Astrada memiliki peranan penting saat shooting berlangsung.

Mengapa demikian?

Yuk kita kenali proses kerja, tugas, dan peran penting seorang astrada.

  1. Membaca, Menganalisa, Membreakdown Skenario

Pekerjaan pertama seorang astrada adalah membaca skenario. Membaca pun tidak hanya satu kali, tetapi berkali-kali. Membaca skenario saat kali pertama biasanya seperti membaca sebuah novel. Kita akan terombang ambing mengikuti alur cerita. Kalau ada komedinya ya ikut tertawa, kalau ada sedihnya ya bisa ikut terharu. Saat membaca skenario yang kedua kali dan seterusnya, kita sudah tahu alur ceritanya jadi tidak akan hanyut lagi. di saat inilah, seorang asisten sutradara menganalisa detil-detil dari skenario.

Dari Analisa dan diskusi, juga arahan sutradara, maka astrada membuat Master Breakdown. Semacam ringkasan dari skenario. Berisi tentang bermacam informasi dari isi skenario, dan hal-hal tambahan berdasarkan diskusi dan arahan sutradara.

Master breakdown berisi informasi tentang nomor scene, lokasi, set, exterior/interior, cast atau pemain, extra’s/figuran, kostum, properti, deskripsi adegan, keterangan halaman scene, dan keterangan lainnya.

Master breakdown ini juga akan dipakai untuk membuat Call Sheet atau Callingan (kolingan) Shooting. Skejul nantinya akan mengkopas (copy paste) materi dari master breakdown ke lembaran kolingan shooting.

  1. Hunting lokasi dan Recce

Jasa Video eps-production.com

Hunting lokasi adalah pencarian lokasi yang tepat untuk kebutuhan adegan film. Untuk sebuah set, tim produksi (unit lokasi) harus mampu mencari lokasi yang sesuai keinginan sutradara dan menawarkan sejumlah opsi. Sedangkan Recce adalah mengunjungi lokasi hasil hunting yang telah ditetapkan sebagai lokasi shooting. Recce adalah tahap berikutnya setelah hunting lokasi setelah ada penetapan bahwa inilah set yang tepat dan memenuhi beragam kriteria.

Untuk hunting lokasi, sebenarnya bukan tugas utama asisten sutradara. Tetapi kadang astrada perlu sebagai pengganti sutradara bila sutradara tengah sibuk dengan aktivitas pra produksi lainnya.

Recce

Sedangkan untuk Recce, astrada wajib hadir untuk mendampingi sutradara menetapkan titik pengambilan gambar, bloking pemain, maupun penambahan beragam hal lain sesuai kebutuhan sutradara. Apakah tentang properti, set, pemain figuran, kostum, sampai hal detil lainnya.

Namun yang terpenting dari hadirnya astrada di saat Recce adalah tentang bagaimana astrada nantinya menentukan jadwal shooting.

Dari Recce inilah, seorang astrada akan menghitung kebutuhan shooting days di set yang telah ditentukan tersebut. Jika nanti ada kendala, bagaimana solusinya.

Belum lagi kesesuaian dengan jadwal para pemain.

Kepentingan lainnya seorang astrada adalah untuk menghitung estimasi jika dalam sehari ada perpindahan lokasi. Berapa jarak tempuhnya? Berapa lama waktu untuk pindah set. Loading dan bongkar alat? Hingga waktu yang dibutuhkan set peralatan sampai selesai shooting.

Baca Juga : Mengenal Tugas Dan Tanggung Jawab Seorang Sutradara

  1. Merencanakan Shooting

Merencanakan shooting ini akan berkaitan dengan membuat jadwal shooting. Tetapi sebelum membuat jadwal, seorang astrada terlebih dahulu memperoleh sejumlah info dan data tentang jadwal pemain, set, dan peralatan, juga pecahan shot yang telah dibuat oleh sutradara. Makanya astrada adalah orang yang paling bertanggungjawab untuk mengatur jalannya proses pembuatan film.

Semua hal tersebut harus sinkron. Umpamanya, di tanggal 30 Maret jadwal shooting di Set Rumah Bintaro, scene 10, 16, 18, dan 102. Nah, di hari itu harus dipastikan bahwa pemain-pemain yang ada di dalam scene tersebut bisa hadir. Jangan sampai ada pemain yang tidak bisa sehingga scene batal pengambilannya.

Seorang astrada juga harus pandai melihat sekeliling lokasi yang digunakan untuk shooting. Tujuannya adalah untuk menghindari jadwal yang berkaitan dengan aktivitas warga setempat. Terurama yang berkaitan dengan kegiatan rutin keagamaan.

Astrada juga harus memastikan bahwa peralatan yang digunakan available di hari itu. Jangan sampai karena kurang kordinasi, ternyata camera atau lighting yang ingin digunakan tidak ada. Atau properti yang sudah ada di scene sebelumnya ternyatatidak tersedia.

Setelah memeroleh data dan terkonfirmasi bahwa segala kebutuhannya available, barulah astrada membuat kalender shooting. Kalender shooting ini berisi informasi global tentang jadwal shooting secara keseluruhan. Setelah itu barulah seorang astrada membuat jadwal hari-perhari yang lebih rinci.

  1. Memanage dan mengatur alur shooting

Karena Asistren Sutradara yang membuat jadwal shooting, maka astrada pula yang bertanggung jawab atas keberhasilan rencana shooting. Memanage dengan baik dan terinci time by time agar semua berjalan dengan rapi. Mengatur alur kerja semua kru. Tidak ada yang boleh meleset dari rencana. Tak ada yang boleh terlambat menyediakan kebutuhan shooting. Bila ada departemen yang sudah siap take, astrada akan meminta departemen lain untuk mempercepat kesiapannya.

Bila waktunya makan, astrada menginformasikan kepada seluruh kru. Saat jam makan telah habis, astrada pula yang mengingatkan agar semua kru kembali ke posisi masing-masing. Begitu pula waktu sholat, perpindahan set, rehat, semua diatur dengan baik. Tegas tapi tidak kasar. Sopan, dan bila perlu ada unsur humor untuk mengatasi ketegangan di lokasi shooting.

  1. Mengkoordinasikan segala hal

Karena departemen dalam sebuah produksi film itu sangat lah banyak, maka peran koordinasi antar departemen ini menjadi tugas dan tanggungjawab penting bagi asisten sutradara.  Tidak ada kru lain selain astrada yang berhak mengkoordinasikan antarlini dalam produksi film. Semua harus oleh dan melalui astrada.

  1. Menjadi penyambung lidah sutradara

Asisten sutradara harus menjadi penyambung lidah sutradara ke berbagai departemen. Dan semua kru akan bertanya kepada astrada tentang kebutuhan dan keinginan sutradara. Seorang astrada harus menjadi komunikator yang baik. Harus bisa menerjemahkan keinginan-keinginan sutradara. Jika astrada belum tahu, atau tidak berani menerjemahkan, maka dia harus bertanya lagi kepada sutradara. Dalam hal ini banyak berdiskusi dengan sutradara sangat diperlukan hingga benar-benar mengerti maksud dan keinginan sutradara.

Kenapa seorang Astrada harus banyak bertanya kepada sutradara tentang banyak hal? Karena saat shooting, semua kru akan bertanya kepada astrada, bukan kepada sutradara. Di mana anglenya, kostum scene ini apa, kapan pemain A ditake nantinya.

  1. Mengontrol dan mengatur jadwal pemain.

Di jadwal shooting harian atau Calling Sheet, jadwal pemain sudah terjadwalkan sedemikan ketat. Kapan pemain tersebut harus tiba di lokasi, make-up, lalu kapan pemain masuk ke dalam set, dan lainnya. Semua itu harus diatur oleh seorang asisten sutradara.

  1. Mengatur pemain dan figuran

Asisten sutradara juga ikut mengatur dan mengontrol pemain utama. Saat sutradara melakukan latihan beserta pemain, astrada ikut membantu mengatur atau mengingatkan pemain tentang dialog dan bloking mereka. Mengatur di sini bukan berarti memberikan contoh akting, atau memberikan karakter, tetapi lebih kepada mengingatkan dialog yang telah dilatih saat sesi reading.

Astrada wajib mengatur figuran. Memberi karakter, mengatur laku, mengatur tempo gerakan, membentuk kelompok-kelompok figuran, dan sebagainya.

Contohnya di adegan sekolah. Astrada mengatur siapa-siapa yang berada dekat pemain utama. siapa menjadi apa. Ada yang sibuk belajar, ada yang sibuk ngobrol, ada yang sibuk telpon-telponan. Atau apa saja yang bisa menghidupkan suasana. Di sinilah pentingnya kreatifitas seorang astrada, memberi nyawa pada adegan yang untuk menyokong karakter utama.

Pembagian Tugas Astrada

Pada umunya asisten sutradara dalam industri film layar lebar terbagi menjadi 3. Yang mana Asisten sutradara #1 yang mendampingi sutradara dan mengkordinasikan segala hal. Sedangkan Asisten Sutradara #2 mengatur figuran dan membantu tugas astrada #1 lainnya.sedangkan astrada #3 adalah Astrada Skejul (Schedule) yang membuat jadwal shooting.

Di Indonesia Astrada Skejul ini berdiri khusus karena rumitnya mengatur jadwal pemain. Ada pemain yang hanya bisa sampai jam 15.00, ada juga yang baru bisa datang ke lokasi jam 16.00. Pemain-pemain ini super sibuk mungkin karena pemain ini memiliki beberapa kontrak eksklusif di sebuah PH dan harus bermain di beberapa judul yang berbeda.

Read More

Mengenal Tugas Dan Tanggung Jawab Seorang Sutradara

Sutradara (Director) ia adalah orang yang berada di belakang kamera. Namun peran seorang sutradara sangat menentukan hasil akhir sebuah film. Nah di artikel kali ini eps production akan mengupas tuntas tentang sutradara dan tugas-tugasnya.

Siapa Itu Sutradara Film?

Sutradara adalah seseorang yang menentukan visi kreatif sebuah film. Sutradara memiliki kontrol terhadap pilihan-pilihan kreatif, mulai dari keaktoran, tata visual, suara, sampai musik. Oleh karena itu, sutradara film tidak hanya dituntut memiliki pemahaman yang mumpuni terhadap aspek-aspek teknis, tetapi juga karakter yang kuat sebagai seorang pemimpin. Tidak hanya itu, sutradara juga harus memiliki ikatan personal yang kuat pada sebuah cerita karena hanya dengan begitu ia mampu menceritakan sebuah cerita dalam level emosi yang mendalam.

Tugas Sutradara Dalam Pra-produksi

Jasa Video eps-production.com

Pra-produksi adalah tahap pertama dalam pembuatan film di mana naskah yang telah rampung, di-breakdown untuk berbagai macam kepentingan seperti budgeting (penganggaran), scheduling (penjadwalan), sampai categorization(pengkategorian). Pada tahapan ini sutradara adalah orang pertama yang ‘masuk’ ke sebuah project setelah penulis naskah. Setelah masuk ke dalam project, berikut yang harus dilakukan sutradara:

  1. Membentuk Tim : setelah sutradara bergabung, hal pertama yang dia lakukan adalah membentuk tim. Sutradara akan menunjuk kepala masing-masing departemen seperti: asisten sutradara pertama, penata kamera, penata artistik, penata suara, penata peran, penata rias, penata busana, penata musik, sampai penyunting gambar.
  2. Membuat Director’s Treatment : director’s treatment adalah pemaparan intensi dan visi seorang sutradara terhadap sebuah cerita. Lewat pemaparan ini, sutradara dapat mengkomunikasikan apa yang ia inginkan kepada rekan-rekan kru dan teknisi. Setelah sutradara memaparkannya, rekan-rekan kru mulai bergerak sesuai dengan visi yang diinginkan sutradara.
  3. Casting : biasanya proses pemilihan pemeran utama sudah dimulai ketika naskah masih ditulis. Namun dalam banyak kasus juga, proses ini dimulai ketika sutradara ‘masuk’ ke dalam sebuah project. Biasanya sutradara akan terlibat langsung memilih pemeran utama dan pendukung. Sementara untuk peran-peran yang lebih kecil, sutradara mendelegasikan tugasnya kepada penata peran (casting director), tentu dengan persetujuan akhir dari sang sutradara sendiri.
  4. Berlatih Bersama Aktor : setelah aktor terpilih, sutradara mulai berlatih bersama para aktor. Biasanya proses dimulai dengan membedah skenario bersama-sama. Proses ini bertujuan agar sutradara dan para pemeran memiliki pemahaman yang sama dari setiap adegan dan baris dialog yang diucapkan. Setelah itu, sutradara akan berlatih bersama aktor mempraktekan setiap adegan yang ada di dalam skenario. Betul, proses ini tak jauh berbeda dengan proses latihan pementasan teater.

Baca Juga : Pentingnya Melakukan Tes Kamera Sebelum Shooting Film

Tugas Sutradara Saat Produksi

Tahap produksi adalah tahap dimana skenario diterjemahkan menjadi gambar dan suara, atau lebih dikenal dengan proses syuting / shooting. Di sini sutradara bertugas memimpin semua lini, mulai dari aktor sampai kru dan teknisi, dalam mengerjakan tugas masing-masing. Berikut rinciannya :

  1. Memandu Aktor : setelah berlatih bersama aktor, sekarang adalah di mana proses pembuatan film sesungguhnya terjadi. Sutradara bertugas memberikan informasi, mengarahkan, mengatur, memberikan catatan, dan memimpin para aktor agar dapat memerankan karakter masing-masing sebaik mungkin.
  2. Memastikan Kru Menjalankan Tugasnya : setelah proses pra-produksi, yang di Indonesia umumnya berlangsung 1-3 bulan (tergantung kesulitan), para kru mulai bergerak mengimplementasikan semua yang telah dipersiapkan. Penata artistik membangun set dan menyiapkan properti, penata kamera merekam gambar dengan kameranya, dst. Tugas sutradara adalah memastikan mereka menjalankan fungsi dan peran masing-masing.
  3. Pemimpin dan Rekan Diskusi : tidak ada proses syuting yang tanpa masalah. Setiap hari sutradara akan berhadapan dengan masalah-masalah teknis yang ada di lapangan. Kadang masalahnya kecil, tak jarang pula masalahnya cukup besar. Oleh karena itu, sutradara harus bisa menjadi rekan diskusi dan pemecah masalah yang baik untuk semua pihak.

Baca Juga : Kamu Ingin Jadi Aktor Film Profesional?

Tugas Sutradara Saat Pasca-produksi

Jasa Video eps-production.com

Setelah proses syuting selesai, semua hasil syuting akan dibawa ke rumah pascaproduksi (post-house). Penyunting gambar atau editor akan mulai memilih hasil syuting untuk kemudian dirangkai mengikuti skenario. Di tahap ini, tugas sutradara belum selesai. Berikut tugas sutradara selama tahap pascaproduksi berlangsung:

  1. Memberikan Pendapat Pada Hasil Editing: biasanya editor bekerja tanpa arahan sutradara terlebih dahulu. Tujuannya agar editor bisa bekerja secara jernih tanpa intervensi sutradara. Setelah potongan kasar (rough cut) selesai, editor akan memperlihatkannya kepada sutradara. Setelah sutradara menonton, ia akan memberikan pendapat dan masukan pada editor sesuai dengan visinya. Setelah proses, yang biasanya memakan waktu 1-3 bulan ini, gambar akan dinyatakan dikunci (picture lock). Setelah picture lock, susunan cerita sudah tidak bisa diubah lagi. Film dinyatakan picture lock ketika sutradara dan produser telah memberikan persetujuan final.
  2. Memberikan Pendapat Pada Teknisi Lain: setelah picture lock, hasil editing akan dibawa ke teknisi warna dan suara. Pada tahap ini sutradara bersama penata kamera dan pewarna (colorist) akan mendiskusikan warna seperti apa yang tepat untuk filmnya. Begitu pula dengan tata suara dan musik, sutradara diminta memberikan masukan agar polesan akhirnya semakin maksimal.

Mau baca artikel menarik lainnya? klik disini

Read More

Enesers Mitra Berkah – Company Profile

PT. Enesers Mitra Berkah adalah perusahaan lokal yang memproduksi alat kesehetan. dalam video company profile ini PT. Enesers Mitra Berkah ingin mengedepankan tentang perusahaan anak negeri yang mampu bersaing dan tidak kalah dengan perusahaan luar.

Read More

Mengenal Teknik Dasar 3 Titik Pencahayaan Dalam Video dan Film

Three-point lighting (tiga titik pencahayaan) adalah metode standar pencahayaan yang digunakan dalam video, film, fotografi, dan lainnya. Metode ini adalah sistem dasar pencahayaan yang digunakan secara luas karena sederhana dan dapat menonjolkan subyek dari latar belakang.

Jasa Video eps-production.com

Dengan menggunakan tiga posisi terpisah, kita dapat menerangi subyek dan juga mengendalikan (atau menghilangkan seluruhnya) bayangan yang dihasilkan oleh pencahayaan langsung. Tiga komponen dari pencahayaan tiga titik adalah key lightfill light, dan back light.

Baca Juga : 7 Departemen Kru Film Pendek Atau Video

  1. Key Light

Jasa Video eps-production.com

Key light adalah cahaya terkuat dan paling penting dari tiga cahaya yang digunakan dalam teknik ini. Sumber cahaya ini ditempatkan di antara sisi kamera dan subjek sedemikian rupa (biasanya membentuk sudut 45o) sehingga satu sisi subyek akan terang, tetapi sisi lain agak gelap. Key light adalah yang membuat subyek nampak tetapi menghasilkan gambar yang tidak alami dan memiliki kontras yang tinggi.

  1. Fill Light

Fill light digunakan sebagai sumber cahaya kedua untuk key light dan ditempatkan di sisi berlawanan dari subyek. Sumber cahaya ini tidak seterang key light, karena hanya digunakan untuk mengisi bayangan yang dihasilkan key light. Fill light membantu mengurangi kontras yang dihasilkan oleh key light sehingga gambar lebih terlihat natural.

Baca Juga : 8 Tips Membuat Film Dokumenter

  1. Back Light

Jasa Video eps-production.com

Back light ditempatkan di belakang subyek dan digunakan untuk pencahayaan subyek dari belakang. Back light bisa lebih terang atau lebih redup dari key light; sumber cahaya ini akan memberikan highlight yang cukup pada subyek dan memisahkan subyek dari latar belakang. Back light menambah kedalaman gambar, sehingga membuat tampilan gambar menjadi tiga dimensi.

  1. Variasi

Meskipun teknik 3 titik pencahayaan ini paling efektif bila memiliki tiga sumber cahaya yang digunakan, variasi juga dapat dibuat dengan teknik tersebut untuk mengakomodasi berbagai situasi tertentu atau hanya untuk sekedar tujuan artistik. Jika kita hanya memiliki cahaya tunggal, maka cahaya tersebut adalah key light kita. Jika memiliki dua sumber cahaya, maka kita memiliki dua jenis pencahayaan, key light dan salah satu fill light atau back light.

Baca Juga : 6 Teknik Pencahayaan Film Terbaik

Read More

6 Teknik Pencahayaan Terbaik Dalam Film | EPS PRODUCTION

Dalam sebuah pengerjaan film atau video yang baik memang dibutuhkan anggran yang cukup besar terutama dalam hal pencahayaan, akan tetapi proyek shooting dengan anggaran terbatas dapat membatasi perlengkapan yang digunakan nantinya. Jadi, bagaimana kamu bisa mempertahankan tampilan “sinematik” tanpa sebuah mobil box yang terisi penuh dengan peralatan pencahayaan yang cukup? Dalam artikel kali ini, eps production akan membahas apa arti sebenarnya dari memiliki tampilan sinematik dalam video atau film. Kemudian kami akan menguraikan beberapa teknik pencahayaan yang dapat dicapai dengan anggaran berapa pun. Meskipun pencahayaan sinematik didasarkan pada interpretasi kreatif, prinsip pencahayaan film ini dapat menjadi dasar pilihan kreatif kamu nantinya. Untuk menunjukkan hal ini, kami telah mengambil beberapa contoh tentang bagaimana DOP (Director of photography) terbaik menciptakan efek sinematik tertentu dengan pengaturan pencahayaan yang cermat. Bersiaplah untuk terinspirasi!

  1. Jenis pencahayaan sinematik dalam film

Setiap sinematografer adalah seniman yang membuat keputusan kreatif tentang cara mengarahkan mata penonton dalam frame menggunakan peralatan pencahayaan.

Aplikasinya luas, tetapi interpretasi kreatif mereka adalah yang membuat pencahayaan mereka sinematik (atau tidak). interpretasi kreatif tersebut meliputi :

  • Properti dan elemen pemandangan mana yang harus ditekankan
  • Dari perspektif siapa kita melihat pemandangan, dan seberapa banyak cahaya yang seharusnya dapat mereka lihat
  • Bagaimana karakter berbeda satu sama lain dalam sebuah bingkai
  • Emosi mana yang diekspresikan melalui kekerasan cahaya, atau warnanya

Masing-masing keputusan ini kemudian direalisasikan secara teknis dengan merencanakan dan melaksanakan pengaturan pencahayaan untuk menciptakan efek yang diinginkan. Tetapi seorang sinematografer harus terlebih dahulu membayangkan seperti apa efek yang akan diberikan sebelum menyiapkan peralatan pencahayaan apa pun.

Baca Juga : Hal Yang Perlu Kamu Perhatikan Sebelum Memilih Production House

  1. Pencahayaan dasar: penyiapan pencahayaan 3 titik

Pencahayaan paling dasar dalam film adalah pengaturan pencahayaan tiga titik. Pencahayaan dari tiga arah membentuk subjek kamu dan membedakannya dari backgroundnnya.

Untuk mencapai teknik ini, peralatan pencahayaan film kamu harus menghadap subjek dari tiga arah yaitu: depan, belakang, dan samping (umumnya).

Key Light

Lampu utama adalah cahaya yang paling menonjol di frame. Jadi, jika kamu melihat gambar Amelie di atas, kamu akan melihat bahwa bagian kanan layar dari wajahnya adalah yang paling terang. Itu Key Light nya.

Fill Light

Sederhananya, fill light mengisi bayangan pada frame. Kamu akan melihat bahwa bagian kiri layar dari wajah Amelie berada dalam bayangan. disaat itulah fill light bekerja.

Back Light

Back Light memberikan cahaya tepi ke bagian belakang subjek Anda. Seringkali, cahaya latar memotret dari sudut yang lebih tinggi. Anda dapat melihat bahwa Amelie memiliki kontur ringan di sepanjang bahu dan tengkuknya.

Biasanya Anda ingin mengapit kamera dengan key light dan fill light , yang berjarak sekitar 60 derajat pada sumbu dari kamera Anda.

  1. Soft Light

Ketika berbicara tentang bagaimana sebuah adegan seharusnya terasa secara emosional, satu hal yang sering dirujuk oleh sinematografer adalah seberapa keras atau lembut pencahayaan yang seharusnya.

Jasa Video eps-production.com

Kekerasan atau kelembutan cahaya menyangkut seberapa besar sumber cahaya, dan bagaimana hal itu memengaruhi bayangan pada subjek Anda.

Baca Juga : 8 Tips Membuat Film Dokumenter

Higher Key Light

Jasa Video eps-production.com

Ini adalah efek yang dibuat dengan mempertinggi lampu utama dan menggunakan lampu pengisi dengan murah hati. Ini membuat pencahayaan tetap cerah dan seimbang dalam bingkai Anda, hampir tidak menciptakan bayangan. Ini menyeimbangkan pencahayaan dari objek ke objek dalam bingkai Anda – yang dikenal sebagai rasio pencahayaan Anda.

Diffused Overhead Lighting

Anda dapat melembutkan sumber cahaya dengan bahan difusi seperti gel atau lentera Cina untuk mengurangi bayangan. Ini bagus untuk pengambilan gambar close-up.

  1. Hard Film Lighting

Jasa Video eps-production.com

Sebaliknya, sumber cahaya yang lebih kecil, termasuk sinar matahari yang cerah, akan meningkatkan bayangan pada subjek Anda. Secara konservatif, ini harus dihindari. Tetapi itu juga dapat menciptakan efek dramatis, seperti yang dipopulerkan dalam Film Noirs klasik, yang menampilkan karakter yang mencurigakan dan mudah berubah.

Kicker Light Dengan Soft Fill

Dalam efek ini, cahaya belakang mengenai sisi wajah subjek Anda. Ini dapat menciptakan tepi cahaya malaikat, sementara cahaya pengisi yang sangat lembut membuat wajah tetap bersinar.

Low Key Light

Jasa Video eps-production.com

Pencahayaan kunci rendah mengacu pada meminimalkan, atau menghilangkan, cahaya pengisi bidikan Anda sehingga sengaja dibuat berbayang. Ini dapat menciptakan efek yang dramatis, mencurigakan, atau bahkan menakutkan.

  1. Motivated Lighting

Ketika sinematografer menyalakan satu set, mereka selalu bertanya pada diri sendiri dari mana, dalam adegan, cahaya itu berasal.

Misalnya, mereka mungkin memilih untuk mengambil lampu praktis yang sudah ada di suatu lokasi dan meningkatkan efeknya. Ini adalah pencahayaan termotivasi.

Sinematografer pemenang Oscar Roger Deakins dikenal dengan pilihan pencahayaan yang termotivasi. Pertimbangkan bidikan ini dari karyanya di The Assassination of Jesse James oleh Coward Robert Ford:

Jasa Video eps-production.com

Seperti yang Anda lihat, pencahayaan dalam adegan ini dimotivasi oleh lentera yang dibawa oleh para aktor. Ketika pencahayaan termotivasi dilakukan dengan benar, penonton tidak menyadari kecerdasandari set ini.

Practical Set Lighting

Seringkali, menggunakan lampu yang ada dan soket lampu di sekitar set dapat digunakan untuk menerangi sebuah pemandangan. Ini disebut sebagai pencahayaan praktis, dan sangat berguna ketika Anda perlu menampilkan bagian yang luas dari set, atau memindahkannya dalam waktu yang lebih lama.

Ini adalah kasus di kancah restoran di Moonlight. Dalam sebuah wawancara untuk TIFF Originals, DP James Laxton berbicara tentang bagaimana dia menggunakan pencahayaan set praktis untuk menjaga lokasinya tetap terlihat dalam bingkai lebar.

Intinya, dia menukar bohlam di sumber cahaya yang ada di sekitar restoran untuk membuatnya lebih kuat. Karena pemandangan menunjukkan sebagian besar lokasi mereka, ia mengandalkan sumber praktis, dengan beberapa matt cahaya LED juga disertakan untuk cahaya lembut dan seimbang tambahan.

Jasa Video eps-production.com

Di sini Roger Deakins membahas pendekatannya terhadap pencahayaan praktis, dan mengapa cahaya yang “tidak termotivasi” selalu membawanya keluar dari film.

  1. Pencahayaan film alami

Pencahayaan film alami mengacu pada penggunaan dan modifikasi cahaya yang sudah tersedia di lokasi shooting kamu.

Sebelum shooting, Anda dapat membawa kamera ke lokasi untuk melihat seberapa baik daya tahan cahaya alami. Anda dapat memutuskan dari sana bagaimana lampu tambahan apa yang mungkin Anda butuhkan, atau bagaimana Anda menyesuaikan cahaya. Misalnya, Anda dapat menggunakan papan pantul untuk memantulkan cahaya, atau bendera hitam untuk memblokirnya.

Sinematografer Emmanuel Lubezki memaksimalkan pencahayaan film alami pada The Revenant karya Alejandro Inarritu. Wawancaranya dengan GoldDerby adalah pendahuluan yang bagus untuk menemukan dan mengendalikan cahaya yang tersedia di lokasi pemotretan luar ruangan.

Misalnya, dia berbicara tentang penggunaan Magic Hour, atau cahaya lembut yang diciptakan oleh matahari di penghujung hari, untuk momen-momen tertentu. Dan, lebih jauh, dia berbicara tentang bagaimana pemilihan lokasi, dan bagaimana kemunculannya pada waktu yang berbeda dalam sehari, menciptakan suasana hati yang sesuai untuk pengambilan gambar.

Read More