Video Company Profile Politeknik STIA LAN Jakarta

Politeknik STIA LAN Jakarta didirikan dengan nama Perguruan Tinggi Kedinasan Ilmu Administrasi Negara (PTDIAN) berdasarkan Keputusan Menteri Pertama RI No. 578/MP/1960 tanggal 24 Desember 1960. Kemudian, Berdasarkan Keputusan Presiden No 100 tahun 1999, PTDIAN berubah menjadi STIA LAN yang ditetapkan sebagai Perguruan Tinggi Kedinasan untuk menyelenggarakan program pendidikan akademik dan profesional di bidang ilmu administrasi bagi penyelenggara negara di lingkungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga tinggi BUMN atau BUMD serta anggota TNI dan POLRI.

Berdasarkan Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 15 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Politeknik STIA LAN, Mulai Tahun 2020 STIA LAN bertransformasi menjadi Politeknik STIA LAN dan Terbuka untuk umum.

Read More

5 Teknik Shooting Video Menggunakan Green Screen

Membuat video dengan menggunakan teknik green screen memang semakin hari semakin mudah. Bahkan saat ini semakin dimudahkan dengan banyaknya aplikasi edit video di handphone yang sudah dapat melakukannya. Tetapi, untuk dapat menciptakan hasil video yang baik dan halus, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu perhatikan.

Teknik green screen sendiri adalah salah satu dari teknik efek visual (visual effect) untuk menggabungkan dua gambar ke dalam satu frame. Misalnya, kamu mau membuat jokes kepada temanmu bahwa kamu baru saja liburan bersama kekasih ke Bulan. Nah, untuk membuat temanmu percaya, maka kamu buatlah sebuah video dengan teknik green screen ini. Kamu dan kekasih/kerabatmu shooting di depan green screen alias layar/kain berwarna hijau di studio atau rumahmu. Dengan aplikasi seperti Adobe After Effect, kamu bisa menggabungkan rekaman tersebut ke footage dataran bulan. Abrakadabra, kini kamu siap membuat temanmu tertawa!

Pertanyaan yang sering kali tercetus adalah kenapa harus berwarna hijau? Jawabannya simpel sekali dan mungkin ini ada di pelajaran SD/SMP, yaitu karena warna hijau merupakan warna yang tidak dimiliki sama sekali oleh pigmen kulit/tubuh manusia. Kecuali kamu mewarnai rambutmu dengan cat hijau atau kamu memakai baju warna hijau, maka warna hijau akan sangat mudah dihapus dengan rapi dengan aplikasi. Selain warna hijau warna lain yang sering dipakai untuk teknik ini adalah biru, karena warna ini juga tidak dimiliki oleh pigmen tubuh manusia bahkan dibeberapa film layar lebarpun banyak juga yang menggunakan warna biru ini. 

Nah, sekarang kamu sudah menunjukan video tersebut pada temanmu. Namun, sayang sepertinya ia malah tertawa karena video tersebut begitu kasar dan meninggalkan efek hijau di kulit dan sekiratan tubuhmu. Nah, kalau begitu masalahnya, maka kemungkinan teknik green screen yang kamu gunakan kurang rapi. Lalu, apa saja sih alasan-alasan yang membuat hasilnya tidak rapi? Yuk simak 5 Teknik Shooting Video Menggunakan Green Screen.

  1. Green Screen Berwarna Hijau Murni

Jasa Video eps-production.com

Terdapat banyak warna hijau yang sangat bervariasi hingga beragam, membuat kamu harus memikirkan hingga mengecek secara lebih detail mengenai warna yang dipakai dalam membuat video green screen milikmu, karena dari warna-warna yang beragam banyak juga terkandung warna lain, yang menyebabkan objek yang ada di dekat green screen dapat terpengaruh. Seperti salah satu contoh ialah warna hijau-tua, adanya kandungan warna coklat dalam hijau-tua, membuat kulit objek dapat terlihat transparan atau bahkan tidak terlihat karena adanya warna yang sama dengan kulit objek nantinya dan bisa jadi saat proses editing akan terjadi kesulitan untuk menghilangkan warna hijau. Maka, saran dari kami usahakanlah untuk menggunakan warna hijau murni yang tidak memiliki kandungan apa-apa pada green screen milikmu. Agar tidak adanya kandungan-kandungan lain dan tidak memiliki pengaruh terhadap objek.

Baca Juga: 4 Teknik Dasar Edit Video untuk Kamu Para Pemula

  1. Sesuaikan Wardrobe Yang Dipakai!

Jasa Video eps-production.com

Hal yang sebenarnya sangat sederhana tetapi banyak orang kadang melupakan hal ini, sesuaikan wardrobe! Kenapa? Dalam proses shooting memakai green screen tentu kita harus memikirkan bagaimana wardrobe yang dipakai. Agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan seperti ada warna hijau yang masuk—dan otomatis barang/objek yang berwarna hijau akan hilang saat proses editing nantinya, kami menyarankan untuk menggunakan wardrobe yang menjauhi warna hijau dan biru, Karena dapat menghindari benturan-benturan warna yang sama.

  1. Berikan Jarak Antara Objek Dengan Kamera

Mengapa harus memberikan jarak? Karena dalam pemakaian green screen selain harus memperhatikan kebocoran-kebocoran seperti lampu yang masuk ke dalam frame, hal ini juga dapat berakibat adanya pantulan yang terlihat pada green screen terhadap tubuh objek yang akan di sorot, sehingga dapat terjadi pantulan warna hijau yang masuk ke dalam objek jika jarak sangat dekat. Oleh karena itu, perhatikan juga jarak pengambilan shot yang akan kamu tentukan nantinya, agar tidak menyesal dikemudian hari!

Baca Juga: 5 Kamera Sinema Yang Digunakan Untuk Pembuatan Film Hollywood

  1. Pastikan Tesktur Dan Pencahayaan Rata

Jasa Video eps-production.com

Tekstur dan Pencahayaan yang rata, jelas membuat objek dalam Green Screen akan terlihat rapih terkhusus jika kamu melibatkan lebih dari satu orang, perihal ini justru harus benar-benar kamu perhatikan, beberapa kemungkinan jika tekstur dan pencahayaan tidak rata—ialah objek yang berada di dekat green screen saat proses editing akan mengalami ketidaksempurnaan saat meng-eliminasi warna hijau.

  1. Pakailah Tracking Point Jika Ada Pergerakan!

Jasa Video eps-production.com

Syuting dengan menggunakan Green Screen jelas membutuhkan plotting yang matang, selain itu jelas harus memiliki konsep yang jelas juga dan pakailah tracking point dalam kameramu jika kamu akan memasukan effect-effect seperti tulisan atau gambar. Sehingga  apa yang kamu konsepkan akan memiliki acuan untuk melakukan sebuah gerakan. Oleh sebab itu, Tracking Point menjadi penting yang dalam hal ini jika banyak pergerakan terutama jika ingin memakai effect-effect yang akan kamu lakukan saat shooting. Jadi, apa kamu sudah mengerti kesalahan-kesalahan apa saja saat pemakaian green screen?

Penjelasan-penjelasan diatas adalah kemungkinan-kemungkinan kesalahan yang kerap terjadi saat melakukan shooting dengan menggunakan green screen, karena itu kami ingin memberitahu kepada teman-teman disini agar tidak terjadi kesalahan seperti penjelasan diatas saat proses shooting nantinya. Apakah teman-teman punya masukan atau pendapat lain? Silahkan tulis di kolom komentar ya!!! see yaa…

Read More

7 Departemen Kru Film Pendek Atau Video

Sebuah kru film adalah sekelompok orang yang dipekerjakan perusahaan produksi untuk membuat sebuah film atau gambar bergerak. Kru berbeda dengan pemeran, yaitu aktor-aktor yang tampil di depan kamera atau mengisi suara suatu film. Kru juga terpisah dari produser, yaitu orang-orang yang memegang sebagian perusahaan film atau hak properti intelektual film. Sebuah kru film terbagi menjadi beberapa sektor, masing-masing berkecimpung dalam aspek produksi tertentu. Posisi kru film telah berevolusi selama bertahun-tahun, didorong oleh perubahan teknologi dna perkembangan jaman.

Kali ini eps-production akan menjelaskan tentang departemen-departemen apa saja yang ada dalam suatu industri film, alasannya karena kami ingin agar kalian bisa memahami cara kerja hierarki, sebagaimana yang diterapkan dalam industri. Dengan memahami struktur kerja hirarki, diharapkan kalian bisa menerapkannya. Struktur ini diterapkan karena lebih efektif dan efisien. Masing-masing peran memiliki fokus pada tugasnya masing-masing, sehingga tidak ada tenaga atau waktu yang terbuang sia-sia.

Secara garis besar, produksi suatu film dibagi ke dalam beberapa departemen. Departemen-departemen tersebut dipimpin oleh pemimpinnya masing-masing. Masing-masing departemen memiliki fungsi dan perannya dan bekerjasama untuk mewujudkan visi yang diberikan sutradara.

Departemen-departemen tersebut antara lain departemen produksi (dipimpin produser), departemen penyutradaraan (dipimpin sutradara), departemen artistik (dipimpin penata artistik / production designer), departemen kamera (dipimpin penata kamera), departemen suara (dipimpin penata suara), departemen kostum (dipimpin penata kostum utama), departemen makeup (dipimpin penata rias utama), departemen post-production (dipimpin post-pro supervisor).

Susunan Crew dalam pembuatan film :

  1. Departemen Produksi

Produser: Bertanggung jawab pada satu produksi film secara keseluruhan. Memimpin manajemen produksi, dari awal hingga akhir, agar sebuah film dapat terselesaikan dengan baik. Produser menginisiasi sebuah project, mencarikan dana / funding, mencari dan memilih tenaga kerja yang akan terlibat, hingga melakukan supervisi terhadap proses pembuatan film secara keseluruhan.

Produser Pelaksana / Line Producer: ‘Tangan kanan’ produser untuk urusan teknis. Ibaratnya, produser merancang satu produksi secara kesuluruhan (plafon budget, timeline, tenaga kerja, dsb), produser pelaksana yang menjalankan rancangan tersebut setiap harinya. Itu sebabnya ia disebut produser pelaksana.

Manajer Unit Produksi / Unit Production Manager : Bekerja dibawah supervisi produser pelaksana, manajer produksi bertugas memastikan segala sesuatu yang bersinggungan dengan produksi (hal-hal fisik bukan kreatif) berjalan dengan baik. Ia memastikan semua kru dalam kondisi baik, tidak ada peralatan yang rusak, tidak ada alat yang keluar dari rancangan budget, memesan dan memastikan logistik datang tepat waktu, dan lain sebagainya.

Akuntan Produksi: Memantau dan mengelola perputaran kas dalam satu produksi. Melakukan tugas-tugas bendahara, antara lain mencatat pemasukan dan pengeluaran selama produksi, bekerjasama dengan produser pelaksana agar budget dapat terjaga dengan baik, dsb.

Manajer Lokasi: Manajer lokasi (biasa bekerja sebagai tim dengan location scout), bertugas mencari lokasi yang sesuai dengan visi sutradara. Ia juga bertugas untuk mengurus segala perizinan, mulai dari biaya sewa, izin keramaian polisi, uang keamanan preman, dsb, agar syuting dapat berjalan dengan aman dan tenteram.

Production Assistant: Biasa disebut PU (Pembantu Umum), bertugas untuk membantu tim produksi secara generik. Apabila ada kebutuhan mendesak secara tiba-tiba, maka production assistant lah yang bergerak cepat dan mobile. Pembantu umum juga membantu menyiapkan logistik konsumsi dan mendistribusikannya ke kru.

  1. Departemen Penyutradaraan
Jasa Video eps-production.com

Christopher Nolan

Sutradara: Penanggungjawab kreatif utama dalam produksi film. Berkontribusi di segala aspek, mulai dari penentuan plot & alur cerita, memilih pemeran, memilih kru-kru utama, menentukan bloking pemeran, pengembangan karakter, memilih lokasi yang dibutuhkan cerita, referensi musik, pergerakan kamera, pilihan shot, dan hal-hal kreatif lainnya. Dengan bantuan kru dari berbagai departemen, sutradara memastikan visinya dapat terlaksana sebaik mungkin.

Asisten Sutradara 1: Membantu sutradara dalam urusan jadwal, manajemen pemeran dan kru (jadwal panggilan kru & pemeran ke lokasi), jadwal makan dan istirahat, jadwal set alat (kamera, lampu, artistik), dsb. Ia harus memastikan jadwal dapat berjalan tepat waktu dan tidak ada adegan yang tidak terambil. Apabila ada jadwal yang ngaret, ia juga mesti berpikir cepat untuk merombak jadwal agar tak ada adegan yang harus dikorbankan.

Asisten Sutradara 2: Bertugas membantu sutradara menyutradarai figuran (extras). Ia juga bertugas membantu asisten sutradara 1 dalam menyusun jadwal. Selain itu, setiap hari syuting, asisten sutradara 2 bertugas mengetik call sheet (jadwal panggilan untuk kru & pemeran di hari syuting berikutnya).

Penulis: Bersama sutradara, mengembangkan cerita dari coretan hingga menjadi naskah. Ia bertugas memastikan cerita dapat bergerak dengan baik. Ia juga mengembangkan karakter-karakter dalam film agar believable dan relatable dengan penonton.

Script Continuity: Senjata utamanya adalah kamera pocket. Ia bertugas memotret setiap hal visual yang muncul di dalam frame agar terjaga kesinambungannya di setiap adegan. Misalnya: jika di shot sebelumnya, pemeran A memegang pensil di tangan kiri ketika berbicara, maka di shot berikutnya script continuity harus mengingatkan agar pensil tetap di tangan kiri. Lebih tricky lagi untuk syuting jumping (urutan adegan diambil acak), maka ia harus berhati-hati dalam memperhatikan hal-hal visual yang muncul di frame.

Casting Director: Bertugas memilih aktor untuk memerankan karakter sesuai kebutuhan cerita. Mereka akan berdiskusi dan berkonsultasi dengan sutradara. Setelah sutradara menceritakan visi dan kebutuhan ceritanya, casting director akan membantunya mencarikan pemeran yang dibutuhkan.

Kordinator Pemeran: Di lokasi syuting, perannya cukup vital. Kordinator pemeran mengatur jadwal pemeran sesuai dengan jadwal yang sudah disiapkan oleh asisten sutradara. Asisten sutradara akan memanggil pemeran untuk masuk atau keluar dari set dan kordinator pemeran bertuga mengkoordinasikannya dengan para aktor. Kordinator pemeran juga bertugas menyalurkan logistik ke para pemeran dari tim produksi.

  1. Departemen Kamera

Penata Kamera: Biasa disebut Director of Photography (DP) atau Sinematografer. Sebutan sinematografer biasanya dipakai apabila DP dan operator kamera adalah orang yang sama. Penata kamera bertugas sebagai ‘penerjemah’ sutradara dalam level teknis pengambilan gambar. Penata Kamera berdiskusi dengan sutradara dan memberi masukan perihal teknis pengambilan gambar, mulai dari jenis kamera, lensa, pendekatan gambar, lighting, tone warna, dsb. Semua dikerjakan sesuai dengan kebutuhan cerita menurut visi sutradara. Singkatnya, sutradara menjelaskan pada DP tampilan visual seperti apa yang ia inginkan, dan DP yang akan memilih lensa, filter, lighting, komposisi, dsb untuk memberikan efek estetis tertentu pada penonton.

Operator Kamera: Sesuai dengan namanya, ia bertugas mengoperasikan kamera sesuai dengan arahan penata kamera (DP). Seringkali, penata kamera dan operator kamera adalah orang yang sama.

Asisten Penata Kamera: Biasa disebut juga focus puller. Tugasnya adalah memastikan semua gambar yang diambil fokus. Asisten penata kamera juga bertugas merakit dan membongkar rigging kamera di awal dan akhir syuting.

Clapper: Bertugas memberikan identitas pada gambar yang sedang diambil. Film pendek bisa terdiri dari belasan bahkan puluhan adegan, apalagi film panjang. Agar tak bingung ketika disunting, setiap gambar yang diambil diberikan identitas sesuai nomor scene dan shot yang ditulis di naskah.

Digital Imaging Technician (DIT): Hanya pembuatan film di era digital yang mengenal jabatan ini. DIT bertugas mengarsip dan membackup data yang sudah selesai diambil. Gambar-gambar yang telah diambil akan dikelola oleh DIT untuk  tidak hanya dipindahkan ke tempat penyimpanan seperti harddisk, tetapi juga di compress untuk proses selanjutnya di paska produksi. DIT juga bertugas menerapkan beberapa adjustment pada gambar yang sudah diambil sesuai dengan arahan penata kamera, misalnya terang gelap, tone warna, dsb.

Gaffer: Ketua urusan pencahayaan (lampu). Dengan arahan dari DP, gaffer membuat desain pencahayaan dan tata letak lampu agar visi sutradara dapat terwujud.

Best Boy (Lighting): Asisten gaffer. Ketimbang gaffer yang lebih banyak mengurus teknis pencahayaan, best boy lebih banyak berkutat pada urusan logistik, seperti manajemen alat.

Key Grip: Selain lampu, ada beberapa perlengkapan lain yang sering dipakai di lokasi film, antara lain polyfoam (stirofoam untuk reflector), diffuser, butterfly, dolly track, kaki lampu, flag, dsb. Key grip adalah kepala untuk urusan-urusan tersebut.

Best Boy (Grip): Membantu key grip.

  1. Departemen Artistik

Jasa Video eps-production.com

Penata Artistik / Production Designer: Sebetulnya jabatan production designer dan art director (penata artistik) adalah jabatan yang berbeda. Production designer adalah perancang tampilan visual film secara keseluruhan, mulai dari warna set, props, pattern, warna pakaian, makeup, dsb. Namun di Indonesia, jabatan ini belum banyak dipakai. Oleh karena itu, kita lebih sering menemukan penata kostum dan rias bekerja secara terpisah dengan tim artistik, padahal semestinya mereka bekerja di bawah satu rancangan  visual yang sama. Berbeda dengan production designer, penata artistik lebih fokus pada urusan artistik (set dan props saja). Ialah yang merancang tampilan interior sebuah set, beserta menyiapkan properti-properti yang dibutuhkan oleh cerita.

Asisten Penata Artistik: Bertugas membantu penata artistik dalam tugas di lapangan. Kadang merangkap sebagai standby art director alias penata artisitik yang standby di set untuk segera mengatur set dan props sesuai kebutuhan framing. Biasanya penata artistik lebih banyak duduk di depan monitor bersama sutradara, sementara asisten penata artistik lebih banyak di set untuk mendengar masukan dari penata artistik.

Set Designer: Bekerja di bawah komando penata artsitik. Bertugas merancang set sesuai (baik eksterior maupun interior) sesuai dengan arahan penata artistik.

Set Dresser: Set dresser memutuskan barang-barang apa saja yang akan diletakan di dalam set sesuai dengan arahan set designer dan penata artistik.

Prop Master: Bertugas mendata, mencari, dan mengelola props yang digunakan dalam film. Props adalah benda-benda di dalam set yang dapat dipindahkan dengan mudah, seperti pisau, buku, telepon genggam, makanan, dsb.

Runner / Buyer: Bergerak cepat di lokasi apabila ada kebutuhan mendadak. Ia juga bertugas membeli/menyewa barag-barang yang telah didata oleh prop master dan set designer.

  1. Departemen Suara

Jasa Video eps-production.com

Production Sound Mixer: Kepala departemen suara. Ia bertugas memonitor, mengatur leveling, melakukan mixing, hingga memilih microphone yang akan digunakan selama syuting.

Boom Operator: Membantu sound mixer memrekam suara lewat boom.

Asisten Sound: Biasanya bertugas mencatat sound report (laporan perekaman suara agar memudahkan proses sync di paska produksi).

  1. Departemen Kostum & Rias

Jasa Video eps-production.com

Penata Kostum: Bertugas mendesain pakaian dan/atau memilih kostum sesuai kebutuhan cerita & karakter.

Penata Rias: Bertugas merias pemain sesuai kebutuhan cerita & karakter.

Penata Rambut: Bertugas merias  rambut pemain sesuai kebutuhan cerita & karakter.

  1. Departemen Post-Production

Jasa Video eps-production.com

Post-Production Supervisor: Membantu produser dalam mengelola proses paska produksi, mulai dari mengatur jadwal hingga mengelola sumber daya manusia.

Editor: Bertugas memilih dan memilah gambar yang sudah diambil di proses syuting. Proses editing dilakukan secara kreatif bersama sutradara. Biasanya editor dibantu oleh beberapa asisten yang bertugas sebelum pemotongan dan penyusunan gambar dimulai.

Colorist: Di era digital, colorist bertugas melakukan penyesuaian warna agar semua gambar yang diambil memiliki karakter yang sesuai dengan kebutuhan (color correction), sebelum lalu mewarnai untuk memberikan nuansa tersendiri bagi hasil akhir filmnya (color grading).

Visual Effect Artist: Apabila film membutuhkan visual effect tambahan, maka visual effect artist bertugas membuat visual effect sesuai dengan kebutuhan cerita.

Rotoscope Artist: Biasanya banyak hal yang tidak diinginkan tidak sengaja terekam di proses syuting, sebut saja kabel malang melintang di set, atau misalnya naskah kru yang tertinggal di dalam set. Rotoscope artist bertugas menghapus objek-objek yang tidak diinginkan tersebut.

Sound Designer: Setelah selesai disunting oleh editor dan gambar telah dikunci (picture lock), maka hasil editing akan diteruskan ke departemen suara. Sound designer bertugas melakukan penyelarasan serta menambahkan berbagai elemen kreatif lain agar gambar yang telah disunting dapat lebih berbicara. Ia bekerja bersama editor dan sutradara.

Dialogue Editor: Tugasnya spesifik mengedit dialog agar semua terdengar dengan baik.

Composer: Bertugas membuat musik (score) sesuai dengan kebutuhan cerita.

Foley Artist: Bertugas merekam foley. Foley adalah manipulasi efek suara tambahan agar gambar dapat lebih berbicara, misalnya suara langkah kaki, gesekan props, dan gerakan-gerakan lain yang mungkin tidak terlalu terdengar di rekaman saat syuting.

demikian pembahasan kali ini mengenai  susunan lengkap 7 Departemen Kru Film atau Video yang biasa kamu terapkan dalam produksi film pendek kamu . Kira-kira kamu cocok masuk di departemen mana ya?

Baca Juga :

5 Kamera Sinema Yang Digunakan Untuk Pembuatan Film

Kamu Ingin Jadi Aktor Film Profesional?

10 Alat Ini Dapat Membuat Film Pendek Kamu Lebih Berkualitas

Read More

Mengenal S-LOG Sony Dan Mekanisme Kerjanya

S-Log dikenal di kalangan videografer atau film-maker sebagai fitur dari kamera Sony a7S, a6300, dan seri-seri sejenisnya yang membuat warna yang dihasilkan sangat flat (pucat), yang justru sangat digemari oleh para pembuat film karena memudahkan color grading warna. S-Log akan membuat film kamu jadi kelihatan lebih cinematic atau memiliki looks film.

Sebenarnya, S-Log hanya istilah yang diberikan oleh Sony, sedangkan pada kamera Canon kamu akan menemukan C-Log, di Panasonic kamu akan menemukan v-log, dan di kamera ARRI kamu akan menemukan LogC. Semuanya mempunyai prinsip teknologi yang sama.

Lalu apa yang membuat log-log ini begitu spesial?

Jasa Video eps-production.com

Mungkin selama ini kamu melihatnya hanya dari “pucatnya” saja.

Sebetulnya bukan itu!

Singkatnya, S-Log adalah cara kamera Sony merekam cahaya dalam kurva logaritmik (log diambil dari kata logaritma). Dengan mengandalkan kurva ini, kamera bisa lebih maksimal menampilkan detil di area gelap dan terang yang biasanya sulit dicapai menggunakan setting-an kamera biasa.

Untuk lebih jelasnya, yuk kita bahas lebih dalam!

  1. Mata manusia bekerja secara logaritmik

Kamu pasti mengeluh saat shooting di ruangan remang-remang. Karena hasilnya terlihat sangat gelap. Bisa saja kamu naikkan ISO supaya lebih terang, tapi hasilnya kotor (grain).

Sebaliknya, saat shooting di siang bolong, langit begitu terang hingga detil awan menghilang, kontras sekali dengan objek di sekitarnya yang tampak lebih gelap. Bisa saja kamu naikkan shutter speed atau apperture supaya awannya muncul kembali, tapi sayangnya objek lainnya malah tambah lebih gelap lagi.

Di luar solusi-solusinya (memasang ND filter, ganti lensa, tambah lampu, dll).. pernahkah kamu bertanya: Mengapa kamera berperilaku seperti itu? Mengapa terangnya di mata tidak selalu sama dengan terangnya di kamera? Mengapa seringkali cahaya terlalu kontras bagi kamera hingga sulit sekali mendapatkan cahaya yang rata antara objek dan latarnya (seperti langit dan pohon)?

Jawabannya..

Karena mata melihat cahaya secara logaritmik, sedangkan kamera merekam cahaya secara linear, supaya kamu paham maksudnya, saya ilustrasikan sebagai berikut:

Bayangkan kamu ada di ruangan gelap dengan satu lilin. Lalu kamu tambahkan satu lilin lagi sehingga lilinnya jadi dua. Maka kamu akan mendapatkan ruangan 2x lebih terang dari sebelumnya, sekarang kamu tambahkan satu lilin lagi, jadi tiga lilin. Apa kamu mengira sekarang akan jadi terang 3x nya? Tidak!

Ruangan tadi akan tampak terang 3x nya kalau kamu tambahkan dua lilin (jadi total 4 lilin).

Mengapa begitu? Karena mata mengukur perubahan cahaya dari kondisi saat ini, bukan menghitung satuan lilin, untuk mendapatkan terang 2x dari saat ini, sumber cahaya pun harus dua kalinya dari saat ini.

Misalnya, karena sekarang kita memiliki 4 lilin, kamu harus menambahkan 4 lilin lagi untuk mendapatkan terang 2x nya dari saat ini, jadi total 8 lilin. Berikutnya harus ditambahkan 8 lilin, jadi total 16 lilin. Begitu seterusnya.

Kalau kita urutkan, jumlah lilin di setiap perubahan terangnya jadinya seperti ini:

1, 2, 4, 8, 16, 32, dst. Bukankah dalam matematika ini disebut deret logaritma?

Jasa Video eps-production.com

Kalau kita plot, kurvanya akan tampak seperti gambar di bawah (sebelah kanan)

Artinya?

Artinya, di sisi gelap, mata manusia bisa menangkap perubahan yang cepat, sedangkan di sisi terang, mata manusia bisa menangkap perubahan secara perlahan-lahan (kurva semakin melandai ke kanan).

Dengan kata lain, mata manusia mampu beradaptasi terhadap cahaya sehingga tidak sampai kehilangan penglihatan baik di situasi minim cahaya, atau pun di situasi banyak cahaya. Itu sebabnya mata kita masih mampu melihat detil awan saat terik, sekaligus mampu melihat detil objek di sekitar bayangannya.

Ini yang tidak bisa ditiru oleh kamera. Karena secara umum, semua perangkat digital beroperasi secara linear dalam mempresentasikan data. Dalam contoh kita, kamera hanya menghitung jumlah lilin.

  1. S-Log “melengkungkan” cahaya

Cara kerja mata tadi kemudian dijadikan referensi untuk mengatasi kelemahan kamera.

Perhatikan dua kurva di gambar bawah. Sebelah kiri adalah kamera merekam cahaya secara linear, sedangkan sebelah kanan adalah kamera yang merekam secara logaritmik (s-log contohnya).

Perhatikan bahwa kalau kamera merekam secara linear, ada bagian yang terpotong karena sudah di luar batas cahaya yang bisa ditampilkan monitor. Otomatis pada batas ini, objek tampak putih begitu saja (seperti langit yang awannya menghilang).

Sedangkan kalau kamera merekam secara log, cahaya seolah dilengkungkan sehingga semuanya masuk di batas cahaya yang bisa ditampilkan monitor.

  1. Efek pucat S-Log

Akibat dari lengkungan cahaya yang dibuat s-log, gambar akan tampak pucat sekali, Itu karena s-log berupaya menekan cahaya sehingga tidak terlalu kontras sampai menyebabkan banyak detil yang hilang.

Jasa Video eps-production.com

Oleh karena itu, s-log memang diperuntukkan buat mereka yang merencanakan grading saat editing. Kalau tidak, gambar akan tampak tidak normal.

Lihat contoh hasil rekaman s-log dan hasil setelah digrading di video berikut :

Apa bedanya dengan raw?

Banyak yang mengira kalau log sama dengan raw, karena gambar seolah ‘mentah’.

Sebenarnya bedanya sangat jauh.

Kalau kamu shooting menggunakan raw, maka data yang diperoleh bukan berupa video. Kamu harus mengolahnya lagi sehingga menjadi sebuah file video.

Seperti kalau kamu menginstall Magic Lantern yang membuat DSLR bisa merekam dalam raw, hasilnya bukanlah mov atau mp4, tapi berupa potongan file-file mentah yang harus kamu gabungkan menjadi video di photoshop.

Karena raw adalah data mentah atau data asli yang keluar dari sensor, maka kualitas gambar yang dihasilkan raw berada di atas s-log dan hasil rekaman biasa (non log). Tapi memori yang dibutuhkan sangat besar. Hanya film-film layar lebar dengan kamera-kamera mahal (seperti RED, ARRI, dan Imax) yang biasanya menggunakan raw.

Sedangkan log hanya memanipulasi cahaya yang bisa masuk dalam standar kebutuhan video biasa. Hasilnya juga langsung menjadi sebuah video.

Baca Juga :

5 Jenis Drone Dan Fungsinya

8 Perbedaan Lensa Foto Dan Lensa Movie Cinema

4 Alasan Penting Dan Manfaat Memiliki Video Company Profile

Read More

(WA WEB) Cara Pakai Whatsapp Web Di Laptop Atau PC Kamu

Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan aplikasi WhatsApp yang umum digunakan mulai dari sekedar hanya untuk chating, bahkan saat ini aplikasi WhatsApp dignakan kebanyakan orang untuk keperluan bisnis yaitu WhatsApp Business. Nah, kamu sudah tau belum jika WhatsApp sendiri juga ternyata dapat kamu akses langsung loh di Laptop atau PC kamu?. WA Web atau WhatsApp web merupakan fasilitas dari aplikasi WhatsApp yang memudahkan penggunanya membuka melalui laptop atau PC. Selama ini, WhatsApp sering kali dipakai hanya di perangkat handphone (HP).
Jasa Video eps-production.com
WhatsApp berfungsi menghubungkan komunikasi di berbagai belahan dunia. Ada banyak cara berkomunikasi yang ditawarkan oleh WhatsApp, mulai dari chat, telfon suara hingga telfon video.

Nah, berdasarkan penjelasan di atas kali ini eps-production ingin memberikan sedikit tutorial cara membuka WhatsApp Web atau WA Web di Laptop atau Pc kamu. Berikut cara menggunakan WA Web di laptop dan pc kamu:

1. Buka Situs WA Web

Jasa Video eps-production.com

Langkah pertama yang perlu dilakukan, yakni membuka situs di alamat web.whatsapp.com. Kemudian, pada layar akan muncul WhatsApp Web scan QR code atau kamu bisa langsung mengetik WA Web di browser kamu.

Baca Juga: 4 Spesifikasi PC Yang Kamu Butuhkan Sebagai Editor Video

2. Hubungkan dengan HP

Jasa Video eps-production.com

Agar bisa menggunakan WA Web, maka pengguna perlu membuka aplikasinya WhatsApp dari handphone dan menuju bagian setting atau pengaturan dan pilih WhatApp Web/Desktop untuk pengguna Iphone. Sedangkan untuk pengguna Android bisa dilakukan dengan menuju menu dan pilih WhatsApp Web. Setelah memilih WhatsApp Web, pengguna akan diarahkan untuk melakukan scan QR code yang tampil. Setelah berhasil melakukan scan, secara otomatis WhatsApp akan muncul di layar laptop atau pc kamu.

3. Cara Keluar

Jasa Video eps-production.com

Bila ingin keluar dari WA Web, pengguna harus membuka kembali aplikasi WhatsApp di handphone dan memilih menu WhatsApp Web lalu log-out atau keluar. Selain itu, pengguna juga bisa langsung keluar dari WA Web dengan memilih menu yang sebelah kanan profil tampilan WA Web.

Pengguna dihimbau untuk  selalu berhati-hati ketika menggunakan WA Web terutama jika memakai perangkat laptop atau pc orang lain, karena bila tak mengeluarkannya maka semua data akan tersimpan di Laptop atau Pc yang digunakan tersebut.

Semoga tips kali ini bermanfaat dan selamat mencoba!

Baca Juga:

5 Rekomendasi Laptop Editing Video Terbaik

9 Macam Shot Types Dalam Pengambilan Gambar Yang Harus Kamu Tau

4 Alasan Penting Dan Manfaat Memiliki Video Company Profile

Read More

5 Rekomendasi Laptop Editing Video Terbaik Di Tahun 2021

Era saat ini, kebutuhan akan perangkat laptop dengan spesifikasi yang tinggi semakin meningkat. Tidak hanya untuk kebutuhan gaming, saat ini pun banyak orang membutuhkan laptop untuk kebutuhan edit video.  Terutama banyak orang yang berbondong-bondong ingin menjadi konten creator di media sosial seperti Youtube, Instagram, dan media lainnya.

Jasa Video eps-production.com

Banyak Orang yang berbondong-bondong membuat Channel YouTube untuk dijadikan bisnis, kemudian memproduksi konten video yang menarik untuk mengashilkan pengunjung dan penonton ke channelnya.Tentunya semua aktivitas tersebut membutuhkan perangkat laptop yang memumpuni untuk digunakan mengedit video hasil rekamannya.

Komputer personal atau PC mungkin adalah pilihan perangkat yang tepat untuk mengedit video akan tetapi karena kebutuhan akan mobilitas yang tinggi saat ini banyak orang yang lebih memilih laptop untuk digunakan sebagai tools mengedit video, karena lebih praktis dan mudah dibawa kemana-mana.

Karena beberapa alasan tersebut, kali ini eps-production akan memberikan 5 Rekomendasi Laptop Editing Video Terbaik Bulan Oktober 2020. Yuk simak penjelasannya dibawah ini.

  1. Apple Macbook Pro 2020

Apple Macbook Pro 2020 hadir dalam empat varian. Apple Macbook Pro 2020 dibandrol dengan harga mulai dari Rp 20 juta hingga Rp 35 jutaan. Semua variannya menawarkan performa yang sangat mendukung pekerjaan modern yang membutuhkan grafis berat, termasuk mengedit video profesional. Perangkat ini juga pastinya dapat menunjang banyak pekerjaan berat lainnya dengan baik.

Jasa Video eps-production.com

  • Layar: 13,3 inci (diagonal) dengan lampu latar LED dan teknologi IPS; resolusi 2560 x 1600
  • Processor: Intel Core i5 generasi ke-8 quad-core 1,4 GHz, Turbo Boost hingga 3,9 GHz, dengan eDRAM sebesar 128 MB / Intel Core i5 generasi ke-10 quad-core 2,0 GHz, Turbo Boost hingga 3,8 GHz, dengan cache L3 bersama sebesar 6 MB
  • Graphic Card: Intel Iris Plus Graphics 645 / Intel Iris Plus Graphics
  • RAM: 8 LPDDR3 / 16 GB LPDDR4X
  • Storage: 256GB SSD / 512GB SSD / 1 TB SSD
  • Konektivitas: Wi-Fi 802.11ac, IEEE 802.11a/b/g/n, Bluetooth 5.0
  • Port: 2 x Thunderbolt 3 (USB-C) / 4 x Thunderbolt 3 (USB-C)
  • Baterai: Lithium-Polymer bawaan 58,2 watt-jam / 58,0 watt-jam

Apple Macbook Pro 2020 memiliki banyak keunggulan dibanding generasi sebelumnya. Salah satu yang paling menonjol adalah keyboard ketik baru yang lebih nyaman untuk digunakan. Keyboard ketik tersebut menggunakan mekanisme gunting yang diperbarui dengan jarak tempuh 1 mm. Papan ketik ini juga menggunakan kubah karet untuk menyimpan lebih banyak energi potensial untuk penekanan tombol yang lebih responsif.

Peningkatan kunci terletak di sektor dapur pacu, di mana prosesor yang digunakan adalah generasi yang lebih baru yang juga memiliki performa grafis yang lebih baik. Apple Macbook Pro 2020 dilengkapi dengan kapasitas RAM yang dapat dikonfigurasi hingga 32 GB, membuat kinerja keseluruhan Apple Macbook Pro 2020 lebih handal dibanding generasi sebelumnya, sehingga bisa menjadi pilihan terbaik bagi para editor video.

Baca Juga : 4 Spesifikasi PC Yang Kamu Butuhkan Sebagai Editor Video

  1. Laptop Asus ROG Zephyrus S GX701

Asus ROG Zephyrus S GX701 adalah salah satu dari rangkaian laptop gaming kelas atas Asus yang dibuat sangat powerful. Karena spesifikasinya yang bagus, laptop ini pastinya mampu menunjang pekerjaan seorang editor dalam editing video kamu dengan baik. Jadi, meskipun ini laptop gaming, laptop ini adalah salah satu rekomendasi unggulan didaftar ini.

  • Layar: 17.3-inch Full HD (1920×1080) IPS-level panel, 144Hz, 3ms, 100% sRGB, Optimus, G-SYNC, Pantone® Validated
  • Processor: Intel® Core™ i7-8750H
  • Graphic Card: NVIDIA® GeForce RTX™ 2080 with Max-Q Design 8GB GDDR6 VRAM
  • RAM: Up to 24GB (8GB on board memory) DDR4 2666MHz SDRAM
  • Storage: M.2 NVMe PCIe 3.0 x4 1TB SSD
  • Konektivitas: 802.11 AC 2×2 WLAN, Built-in Bluetooth 5.0
  • Port: 1 x USB3.1 Gen2 Type-C™ with DisplayPort™ 1.4 and Power Delivery, 1 x USB3.1 Gen1 Type-C, 1x USB3.1 Gen2 Type-A, 2x USB3.1 Gen1 Type-A, 1 x HDMI 2.0b, 1 x 3.5mm headphone and microphone combo jack, 1 x Kensington lock
  • Baterai: 76 Wh Lithium-Ion, 4 cells

Dibuat sangat bertenaga di bagian dalam tidak membuat laptop ini memiliki body tebal dan berat seperti pendahulunya, ROG Zephyrus S GX701 ini didesign tipis dengan ketebalan hanya 18,7 mm dan ringan dengan berat sekitar 2,6 kg. Dengan demikian, Asus ROG Zephyrus S GX701 siap menemani kamu di manapun.

  1. Acer ConceptD 7

Acer ConceptD 7 adalah rekomendasi lainnya yang bagus untuk editing video. Dibandrol dengan harga hampir Rp 40 juta, laptop ini dibekali dengan spesifikasi kelas atas yang menawarkan performa yang handal dari setiap segmennya. Ini adalah laptop hebat yang dapat menjawab semua kebutuhan para professional dibidang kreatif.

Jasa Video eps-production.com

  • Layar:15,6 inch IPS 4K UHD
  • Prosesor:Intel® Core™ i7-9750H
  • Graphic Card:NVIDIA® GeForce RTX™ 2080 with Max-Q Design and 8GB of dedicated GDDR6 VRAM
  • RAM:2 x 8 GB DDR4
  • Storage:2 x 256 GB RAID
  • Konektivitas:WiFi 802.11 ac MU-MIMO, Bluetooth 5.0
  • Port:USB Type-C, Thunderbolt 3, Mini DP, SD card reader, HDMI 2.0
  • Baterai:Hingga 16 jam

Acer ConceptD 7 dilengkapi prosesor Core i7-9750H dengan pengolah grafis NVIDIA GeForce RTX yang terkenal sangat handal untuk membuat konten animasi 2D dan 3D, maupun film dengan durasi panjang. Acer ConceptD 7 juga dibekali RAM yang sangat besar, pastinya laptop ini menjanjikan kinerja yang solid serta mampu mendukung penggunaan berbagai software desain grafis dan editing video yang berat.

Dengan desain yang ringkas dan stylish yang didominasi oleh warna putih atau hitam, laptop ini cocok untuk para kreator yang dinamis dengan mobilitas tinggi. Laptop ini juga dibekali dengan baterai yang tahan lama (diklaim mampu bertahan hingga 16 jam). Sementara itu, sistem pendingin dengan kipas Aeroblade™ 3D generasi ke-4 yang memiliki tingkat kebisingan di bawah 40dB membantu Anda bekerja lebih focus, nyaman, dan terhindar dari kebisingan.

Bukan laptop kreator namanya kalau tidak memiliki tampilan berkualitas tinggi. Layar 15,6 incinya telah mengusung resolusi 4K UHD dengan teknologi IPS yang membuatnya terlihat tajam, jernih, dan memukau. Gambar yang ditampilannya juga terasa lebih nyata berkat dukungan sejumlah fitur unggulan, termasuk 100% Adobe® RGB Color Gamut, sertifikasi PANTONE®, dan Delta E<2, membuatnya ideal untuk para creator professional.

Baca Juga : 10 Rekomendasi Software Editing Adobe

  1. Asus ZenBook Pro Duo i7

Asus ZenBook Pro Duo i7 adalah rekomendasi terbaik lainnya untuk Anda yang sedang membutuhkan laptop untuk editing video. Laptop yang dibandrol dengan harga Rp 40 jutaan ini dikemas dengan fitur dan teknologi unggulan yang membuatnya mampu diandalkan untuk menjalankan tugas yang berat.

Jasa Video eps-production.com

  • Layar:6” OLED 4K (3840 x 2160) 16:9 touchscreen, 5mm-thin bezel with 89% screen-to-body ratio, 178° wide-view technology, 100% DCI-P3
  • Processor:Intel® Core™ i7-9750H, 2.6GHz hexa-core with Turbo Boost (up to 4.5GHz) and 12MB cache
  • Graphic Card:NVIDIA® GeForce RTX™ 2060
  • RAM:32 GB 2666MHz DDR4
  • Storage:1 TB PCIe® x4 SSD
  • Konektivitas:Intel Wi-Fi 6 with Gig+ performance (802.11ax), Bluetooth 5.0
  • Port: 1 x Thunderbolt™ 3 USB-C™ (up to 40Gbps and DisplayPort), 2 x USB 3.1 Gen 2 Type-A (up to 10Gbps), 1 x Standard HDMI 2.0, 1 x Audio combo jack, 1 x DC-in
  • Baterai: 70Wh 4-cell lithium-polymer

Asus Zenbook Pro 14 Ux480FD menggunakan prosesor yang sangat bertenaga, yaitu Intel Core i7-9750H dengan pengolah grafis NVIDIA GeForce RTX 2060 yang mampu menyajikan kinerja yang luar biasa. Semua pekerjaan kamu juga akan ditampilkan pada layar OLED 4K 15,6 inci yang berkualitas tinggi.

Dengan harga jual yang cukup muahall, laptop ini menawarkan banyak fitur canggih yang dapat membantu para editor. Salah satunya adalah ScreenPad Plus yang berteknologi tinggi yang sangat bermanfaat bagi para pekerja industri kreatif. Dan masih banyak lagi fitur-fitur kueren lainnya yang ditawarkan oleh laptop ini.

  1. Asus ROG Zephyrus Duo 15

Dengan harga hampir 100 juta rupiah untuk model i9-10980HK dan 70 jutaan untuk model i7-10875H, ini adalah laptop gaming layar ganda pertama di dunia dengan layar 4K UHD. Layar keduanya berupa ROG ScreenPad Plus yang inovatif untuk pengalaman bermain game yang luar biasa dan melakukan pekerjaan kreatif yang mengesankan, termasuk menyunting video profesional.

Jasa Video eps-production.com

  • Layar:6-inch, Non-glare UHD (3840 x 2160), IPS panel 60Hz, 100% Adobe RGB, Pantone® Validated, G-SYNC™ with 14.1-inch (3840 x 1100) touchscreen
  • Processor:Intel® Core™ i9-10980HK / Intel® Core™ i7-10875H
  • Graphic Card:NVIDIA® GeForce® RTX 2080 SUPER™ 8GB GDDR6 VRAM (Boost Clock: 1330MHz, 90W)
  • RAM:2 x 16 GB DDR4 up to 3200MHz
  • Storage:2 x 1 TB M.2 SSD
  • Konektivitas:Intel® Wi-Fi 6 with Gig+ performance (802.11ax) + Bluetooth 5.0
  • Port:1 x USB 3.2 Gen 2 Type C with DisplayPort™, 1.4, Thunderbolt™ 3 and Power Delivery, 2 x USB 3.2 Gen 1 Type A, 1 x USB 3.2 Gen 2 Type A, 1 x HDMI 2.0b, 1 x 3.5mm Microphone-in jack, 1 x 3.5mm Microphone-in/Headphone-out jack, 1 x RJ45
  • Baterai:90 WHrs, 4S1P, 4-cell Li-ion

Baca Juga : 4 Teknik Dasar Edit Video untuk Kamu Para Pemula

Keunggulan lain yang ditawarkan laptop ini adalah desain yang portabel untuk laptop sejenisnya. Dengan bobot sekitar 2,4 kg, ketebalan 2 cm serta baterai berkapasitas 90Wh membuat penggunanya bisa tetap bermain dan tetap produktif di mana saja. Untuk membantu menyajikan performa terbaik dari prosesor dan kartu grafis hebat yang digunakannya, Asus ROG Zephyrus Duo 15 dilengkapi dengan sistem pendingin yang inovatif dengan logam cair dan desain termal yang luar biasa.

Tampilannya laptop ini sangat mengagumkan, dengan layar utama 4K UHD yang berkualitas tinggi. Sementara itu, layar keduanya yang juga beresolusi tinggi dan sudah touchscreen sangat membantu pengguna dalam memaksimalkan kreativitas mereka saat bermain dan melakukan pekerjaan lainnya.

Secara keseluruhan, dengan segala fitur dan teknologi unggulan yang ditawarkannya, laptop ini cocok bagi para gamer, konten kreator maupun pengguna profesional lainnya yang menginginkan perangkat laptop yang powerful, portabel, dan dapat diandalkan dengan baik untuk menunjang pekerjaan para creator profesional.

Itulah 5 rekomendasi laptop untuk editing video terbaik dari esp-production di bulan oktober tahun 2020 ini. Semua laptop di atas bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan budget kamu masing-masing tentunya. Kamu tertarik untuk memiliki salah satu laptop di atas?.

Baca Juga :

10 Alat Ini Dapat Membuat Film Pendek Kamu Lebih Berkualitas

5 Kamera Sinema Yang Sering Digunakan Untuk Pembuatan Film Hollywood

Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Membuat Video Company Profile

Read More

5 Kamera Sinema Yang Digunakan Untuk Pembuatan Film Hollywood

Saat ini menonton film mungkin sudah menjadi kebutuhan untuk banyak orang terlebih lagi jika film tersebut dapat memanjakan mata penontonnya.Akan tetapi pernah gak sih kamu terpikir kira-kira kamera jenis apa yang dipakai oleh para pembuat film di Hollywood sana, sehingga dapat menghasilkan gambar yang dapat memanjakan mata penontonya?.

Jasa Video eps-production.com

Nah kali ini eps-production mau membahas tentang 5 kamera yang digunakan untuk pembuatan film hollywood, yuk simak penjelasannya dibawah ini:

  1. Arri Alexa 65

Arri Alexa? Apaan tuh? Ya memang di Indonesia sendiri Arri Camera System belum terlalu dikenal. Tapi di Hollywood sana, Arri sudah barang wajib yang digunakan dalam setiap produksi shooting film. Arri memiliki ciri khas yaitu gambar yang dihasilkan film look, tapi bukan berarti dari hasil mentah langsung tayang di layar, tetapi karena dynamic rangenya yang tinggi, sehingga perbedaan antara highlight dan Shadow begitu jelas.

Jasa Video eps-production.com

Ini Gambar mentah dari Arri Alexa 65, belum dicolor.

Dan walaaa…ini hasil setelah color grading

Untuk angka 65 itu sendiri merupakan ukuran sensor kamera (65mm), dengan ukuran sensor yang hampir sebesar IMAX, sudah pasti dong hasilnya bakal aduhai. Arri sendiri menurut beberapa kalangan memiliki kelebihan yaitu karakternya yang film look, dan warnanya yang aduhai. Dengan ukuran besarnya, biasanya dipake untuk mengambil footage saja. Tetapi beberapa film seperti Sully, dan Transformer : The Last Knight menggunakannya hampir keseluruhan film. Saat ini, Arri Alexa 65 dapat dikostumisasi menjadi Arri Alexa IMAX.

Harganya berapa? Tidak ada harga untuk kamera ini karena kamera ini tidak dijual melainkan tersedia untuk rental saja. Beberapa film yang menggunakan Arri Alexa 65 yaitu Star Wars, Joker 2019, Bohemian Rhapsody, Doctor Strange, dan lainnya.

  1. Arri Alexa XT

Jasa Video eps-production.com

Yang kedua adalah Arri Alexa XT, kamera ini mungkin bisa dibilang Standar dalam industri film hollywood. Hampir semua film yang masuk nominasi oscar pake ini camera. Ini adalah kelas tengahnya. Perbedaan paling jelas yaitu selain ukuran sensornya yang lebih kecil dari Alexa 65 (35mm), kamera ini dapat merekam di slow-speed 120fps.

Beberapa film yang menggunakan kamera ini diantaranya: Cold War, Fantastic Beasts and Where to Find Them, Ghostbusters 2016, Fast 8, Forious 7, dan lainnya.

  1. Arri Alexa Mini

Jasa Video eps-production.com

Yang ketiga adalah Arri Alexa Mini. Sesuai namanya, Alexa Mini merupakan yang terkecil diantara saudaranya. Meskipun ukuran sensornya sama dengan kakaknya 35mm. Sebagai gantinya, kamera ini memiliki kelebihan di 200fps ProRes pada resolusi 2k. Selain itu bodynya terbuat dari karbon sehingga kamera ini ringan dan kuat.

Karena bodynya yang kecil, kamera ini sering dipakai untuk film-film ber-genre action yang membutuhkan angle-angle yang ekstrim, atau juga untuk pengambilan air footage menggunakan drone. Bukan hanya itu saja, karena harganya yang agak “terjangkau” dibanding saudaranya, kamera ini juga biasanya menjadi opsi untuk film-film yang tidak memiliki budget terlalu besar akan tetapi ingin memberikan kualitas gambar yang baik. Kamera arri alexa mini ini dibandrol dengan harga US$45.000 (Body Only).

Beberapa film yg menggunakan kamera ini adalah: Shazam, Joker 2019, Black Panther, dan lainnya.

  1. RED Weapon Dragon

Kamera selanjutnya adalah RED. System kamera ini sendiri dibikin oleh Jim Jannard yang juga sebagai pembuatnya OAKLEY (fashion yang biasanya buat surfing2 atau kacamata). RED memiliki kelebihan yaitu resolusi videonya yang tinggi. Dan juga gampang dikostum. Tidak percaya? Kalau mau nyoba mampir ke http://www.red.com/ disana kamu bisa membangun kamera impian kamu hanya dengan klik semudah belanja online, tapi persiapkan diri untuk tidak kaget dengan harganya juga ya. Populer dikalangan youtubers (MKBHD, Potato Jetdll), Juga Di Indonesia kamera ini lebih popular dan digandrungi, biasanya untuk shooting video klip, film layar lebar, dan lainnya.

Alasan memberi resolusi tinggi memang untuk apa?

Jadi dengan resolusi tinggi, kamu dapat meng-crop gambar tanpa kehilangan detail dari gambar tersebut. Ini sangat berguna ketika kamu masuk kedalam proses editing yang diaman ada scene yang ingin diubah angle-nya, tinggal dicrop saja dan walaaa! Hal ini lah yang membuat RED terkenal dengan kamera yang detail, beberapa menyebut RED kalau untuk skin tones tidak sebaik ARRI. Ini semua tergantung dari selera dan bagaimana proses renderingnya juga. Kamera ini juga mampu merekam 240 fps dalam resolusi 2K. RED dapat dibilang bukan menjadi pilihan pertama dalam sebuah produksi film, terbukti pada pagelaran OSCAR 2018 hanya 3 Kamera yang dipakai oleh pemenang nominasi.

Kelebihan kamera ini selain bodynya yang compact dari kompetitor besarnya diatas, adalah dynamic range-nya lebih luas mencapai 16-17 stop dimana Arri Alexa 65 saja hanya mencapai 14 stop. Itu berarti makin banyak detail yang terlihat ketika proses post editing. Secara spesifikasi, RED jauh lebih mentereng dari ARRI, tapi memang untuk urusan warna dan sepasarasi antara Shadow dan Highlight Arri masih lebih jago.

Untuk harga kamera ini dibandrol US$49.500 untuk Helium 8K dan US$ 29.500 untuk Epic-W.

  1. IMAX

Jasa Video eps-production.com

Kamera ini juga merupakan kamera kesukaan Michael Bay (transformer). Kamera ini terkenal karena mahal dengan kualitasnya yang tinggi. Salah satu kelebihan kamera ini karena ukuran sensornya lebih besar dar kamera lain mencapai 70mm dan resolusinya mencapai 18K.  Hal ini membuat kamera IMAX lebih special dibanding kamera lain. Meskipun kita sebagai audience tidak bisa merasakan secara langsung. Gambar yang dihasilkan setelah post edit konon separasi, dynamic range, detail, dll lebih baik dari lawan mainnya.

IMAX sendiri bukanlah pemain baru, film pertama dengan format 70mm adalah Fox Grandeur tahun 1929. Dalam beberapa kesempatan, kamera IMAX juga dipakai oleh NASA untuk dokumentasi diluar angkasa. Salah satu lawan iMAX yang sepadan dari segi ukuran sensor adalah Ultra Panavision 70mm yang dihidupkan lagi oleh Quentin Tarantino dalam fil The Hatefull Eight. Akan tetapi meskipun Ultra Panavision menggunakan sensor 70mm, formatnya adalah widescreen.

Karena formatnya berbeda, IMAX memiliki teater sendiri yang biasanya ada embel-embel IMAXnya dan harga tiket lebih mahal. Tapi, dijamin bakal memberikan experience yang berbeda. Kamera ini memiliki kelemahan yaitu ukurannya yang besar, sehingga bagi sutradara yang ingin menggunakannya full shot harus pintar-pintar mengakalinya, dan lagi-lagi mahal. Biasanya kamera ini dipakai sebagai shooting footage. Kelemahan lainnya suara, Oom Nolan pernah bilang dia tidak menggunakan IMAX seluruhnya pada Dark Knight Rises karena ketika merekam dialog suara yang dihasilakn IMAX buruk. Mungkin sekarang dia sudah tahu cara mengakalinya sehingga film Dunkirk seluruhnya full mengunakan IMAX.

Jasa Video eps-production.com

Selain itu IMAX juga memiliki system kamera 3d yang bagus. Terbukti tidak sedikti film yang ada embel-embel IMAX 3D di covernya.

Nah sekian untuk pembahasan 5 kamera yang sering digunakan untuk pembuatan film hollywood kali ini, semoga informasi ini bermanfaat dan menambah ilmu penegtahuan kamu. See yaaa….

Baca Juga:

5 Jenis Drone Dan Fungsinya

Kamu Ingin Jadi Aktor Film Profesional?, Yuk Kuasai 4 Dasar Ini

8 Perbedaan Lensa Foto Dan Lensa Cinema

9 Macam Shot Types Dalam Pengambilan Gambar

Read More

8 Perbedaan Lensa Foto Dan Lensa Movie Cinema – Kamu Udah Tau?

Lensa merupakan salah satu instrumen penting yang menjadi kunci untuk menghasilkan video dan foto yang berkualitas. Saking pentingnya, lensa dibuat menyesuaikan kebutuhan penggunannya. Jadi kalau ingin membuat video yang berkualitas pastikan kamu memakai cinematic lens.

Jasa Video eps-production.com

Cine lens atau lensa sinematik adalah lensa yang dibuat dan didesain khusus untuk memenuhi kebutuhan para filmmaker. Maklum saja, karena kebutuhan mereka jauh berbeda dengan para fotografer yang dimana mereka merekam gerakan secara terus menerus dan dengan kualitas yang distandarkan untuk videografi. Dari segi bodi dan teknologinya pun melebihi lensa foto biasa, begitupun harganya xD.

Seperti apa sih cinematic lens ini, yuk simak penjelasan 8 Perbedaan Lensa Photo Dan Lensa Cinema Yang Wajib Kamu Ketahui dibawah ini?

Fitur dan Karakter Cine Lens

  1. Desain Profesional
    Jasa Video eps-production.com
    Dari segi desain, cine lens sangat memuaskan dengan tampilannya yang compact. Kesan profesional didapat dari eksterior lensa yang dilengkapi penanda, adjustment rings manual untuk aperture, zoom dan focus. Selain cantik dilihat, desainnya dibuat khusus untuk mengatasi masalah yang biasanya ditemui fotografer saat memotret dengan lensa still.
  2. Bodi kokoh, Ukuran dan Berat Lensa

Jasa Video eps-production.com

Lensa sinematik dibuat untuk pemakaian kelas berat, biasanya bodynya full metal yang tahan banting dibawa shooting ke kondisi yang paling ekstrim sekalipun, jadi lensa sinematik lebih besar dan berat dibanding lensa foto. Menariknya, cine lens sudah memiliki standar ukuran untuk diameternya. Jika diperhatikan, sebagian besar cine lens jauh lebih besar bagian depannya dibanding lensa still.

Alasan cine lens memiliki diameter yang sama adalah demi aksesoris yang bakal digunakan pada mereka. Semisal memakai ND filter untuk beberapa adegan kemudian mengganti lensa tanpa perlu repot-repot ganti filter juga. Jadi image yang dihasilkan bisa tetap sama karena tidak ganti filter.

Sedangkan berat yang sama artinya kamu dapat mengganti focal length berbeda dan tidak perlu re-balance stabilization system. Ring lebih besar (bagian depan) biasanya dilengkapi knop untuk fungsi-fungsi lain seperti jarak fokus dan aperture (ya, kebanyakan mengandalkan manual fokus supaya transisi fokus lebih smooth.

  1. Kontrol fokus akurat

Salah satu fitur terpenting cine lens adalah kemampunnya untuk menjaga fokus pada subyek yang bergerak atau dengan smooth mengganti fokus dari satu subyek ke lainnya, subyek yang bergerak dalam adegan film harus selalu fokus dengan merotasi focus ring secara perlahan sembari mengikuti subyek bergerak. Ini sulit dilakukan dengan lensa still tapi bisa apik pada lensa sinematik. Selain itu, cine lens memiliki focus ring dengan penanda yang jelas dan hard stop di awal hingga akhir sehingga memudahkan akurasi dan melakukan fokus dengan mulus meski tanpa focus system. Selain itu, focus ring di cine lens bisa diputar 270 derajat mulai dari minimum hingga jarak tak terhitung (infinity). Kemampuan fokus juga lebih steady, jadi tidak ada goyang-goyang halus (focus breathing) yang biasanya terjadi jika memakai lensa still.

Beberapa Cine lens juga memiliki parfocal lens yang mampu mengunci fokus pada subyek meski di-zoom in. Jika pakai lensa still, proses zoom in dan zoom out membutuhkan re-focus yang biasanya tidak akurat. Jadi dengan cine lens maka proses zoom in dan zoom out bisa smooth tanpa ganti fokus.

  1. Kontrol Light dan Aperture

Tidak seperti lensa lainnya, cine lens tidak sekedar soal mengontrol aperture.Cine lens memiliki ring iris dengan penanda T-stop (lawannya f-stop) yang memberikanmu pengukuran pasti soal jumlah cahaya yang memasuki lensa, dibanding seberapa lebar bukaan lensa.

Jasa Video eps-production.com

Lensa ini memiliki fitur kontrol manual exposure berpresisi tinggi dan memungkinkan menjaga exposure di setiap adegan, tak peduli kondisi cuaca dan paparan saat shooting, ring iris juga click-less, jadi kamu tidak akan terganggu saat adjusting aperture dan mengubah exposure.

  1. Kontrol Zoom Internal

Seperti lensa profesional pada umumnya, kamu bisa zoom in dan zoom out dengan memutar ring zoom di bodi cine lens. Enaknya lagi, panjang lensa tidak berubah saat diputar seperti lensa still. Jadi hanya jerohannya saja yang bekerja, kemampuan ini sangat menguntungkan untuk filmmaker karena camera rig mereka selalu berada dalam sistem stabilizer yang bakal repot jika focal length berubah-ubah panjangnya (alamat harus setting keseimbangan lagi).

Jasa Video eps-production.com

Zoom ring-nya pun dijamin selalu smooth dan memberikan transisi focal distance yang berbeda-beda dengan sama mulusnya.

  1. Kualitas Optik yang Luar Biasa

Kualitas optik sebuah lensa sangat bergantung pada kualitas kaca. Lensa foto premium biasanya terbuat dari kaca high-end dan begitu juga untuk lensa videografi, lensa sinematik mungkin terlihat sama saja dengan lensa still tapi akan baru terlihat perbedaannya saat dikondisi pencahayaan yang kurang baik.

Kaca pada cine lens memungkinkan kamu untuk mengambil gambar dalam kondisi pencahayaan yang buruk, misalnya di bawah sinar terik atau kontras tinggi. Meski mungkin ada sedikit perbedaan warna dan kontras pada merk yang berbeda namun lensa sinematik dari brand sama hasilnya cenderung konsisten. Selain itu cine lens menghasilkan kejataman yang rata hingga ke bagian pojok image dan mengurangi chromatic aberration, distorsi dan vignetting yang biasa terdapat pada video, poin lainnya yang bikin cine lens disukai adalah kemampuannya menghasilkan bokeh yang cantik dan flare cahaya yang indah.

Cine Lens vs Lensa lain

  1. Harga dan Value

Soal performa memang memukau, tapi soal harga benar-benar menguras kantong untuk memiliki cine lens. Kelas premium bisa mencapai harga USD 100.000 alias Rp 1,3 milyar. Tak heran kebanyakan filmmaker memilih menyewa lensa sinematik ini dari pada membelinya sendiri.

Tapi juga ada versi “murah” kok seperti lensa pseudo-cine dan lensa cine-mod. Itu sebenarnya lensa foto digital yang dimodifikasi sehingga memiliki fungsinya mirip cine lens dan bisa digunakan pada DSLR, mirrorless dan kamera compact dengan hasil yang cukup memuaskan.

  1. Ada Cine Lens yang murah nggak sih?

Jawaban singkatnya: tidak.

Namun dengan mengerti karakteristik lensa cinematic, Anda dapat mengerti hal-hal apa saja yang biasanya diperlukan oleh filmmaker (dalam hal ini tentang lensa) :

Yang pertama adalah penggunaan manual focus. Hal ini begitu penting, apalagi jika lensa Anda bisa memberikan manual focus yang smooth, maka bersyukurlah Anda. Lebih bersyukur lagi jika lensa tersebut memiliki gerigi pada ring fokusnya, memungkinkan Anda memasang aksesoris tambahan seperti follow focus.

Berikutnya adalah perihal kemudahan. Lensa cinematic rata-rata akan dipadukan dengan stabilizer atau gimbal, karena itulah lensa cinematic mempermudah filmmaker dengan cara :

  1. ukuran diameternya yang kebanyakan sama semua
  2. penggantian diafragma atau f secara manual melalui lensa.

Dengan begitu, Anda tidak perlu repot-repot melepas kamera dari gimbal hanya untuk penyesuaian-penyesuaian sederhana seperti ganti filter lensa atau merubah bukaan lensa.

Sekian info mengenai 8 Perbedaan Lensa Photo Dan Lensa Cinemat Yang Wajib Kamu Ketahui. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah ilmu baru untuk kamu, seee yaaa……

Baca Juga :

Mengapa Survey Lokasi (recce) Itu Penting Dalam Videography?

4 Peran Penting Storyboard Dalam Video

Apa Kamu Tau Jenis-Jenis Dari Filter Lensa Kamera dan Kegunaannya?

 

Read More

Mengapa Survey Lokasi (recce) Itu Penting Dilakukan Sebelum Shooting?

Apa itu recce (Survey Lokasi)? Kenapa recce (Survey Lokasi) penting dalam video?

jasa-video_eps-production

Ada banyak sekali tahapan dalam sebuah produksi film. Dimulai dari membuat ide menjadi cerita, lalu menuliskannya menjadi sebuah naskah. Setelah naskah selesai, kemudian tahap pengembangan (development) selesai dan baru dimulailah tahap praproduksi. Di sini para kru mulai melaksanakan tuganya, mulai dari penata kamera (director of photography), penata suara, penata artistik, produser pelaksana, dsb mulai bekerja. Ada satu tahapan penting dalam praproduksi yang sebaiknya mulai kamu terapkan diproduksimu berikutnya, yaitu recce.

Recce (dibaca reki) adalah suatu proses mengunjungi lokasi (Survey Lokasi). Setelah produser pelaksana / produser / manajer lokasi menemukan lokasi yang sesuai dengan kebutuhan cerita, dan telah disetujui oleh sutradara, maka para kru  lain yang memiliki kepentingan atau tanggung jawab saat pengambilan gambar akan datang mengunjungi lokasi tersebut. Biasanya kru-kru yang dibutuhkan hadir di recce adalah sutradara, produser pelaksana, manajer lokasi, penata kamera (DOP), penata artistik, dan penata suara.

Recce berguna untuk menentukan hal teknis di lapangan. Dari sisi kreatif tentu apa yang ditulis di naskah tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi di lapangan. Oleh karena itu tim kreatif perlu melakukan beberapa penyesuaian di lapangan agar cerita tetap dapat tersampaikan sesuai kebutuhan. Sementara dari tim manajemen, kedatangan di lokasi berguna untuk memperhatikan ha-hal teknis di lapangan seperti menentukan ruang ganti, ruang rias, kamar kecil, video village (monitor sutradara), dll. Berikut Alasan Mengapa Survey Lokasi (recce) Itu Penting Dilakukan Sebelum Shooting :

  • Sutradara – Menentukan Bloking & Penempatan Adegan

jasa-video_eps-production

Apa yang ditulis di naskah tidak 100% sama dengan kondisi di lapangan. Kepiawaian sutradara dibutuhkan di sini untuk bisa menerjemahkan naskah menjadi sebuah visual, walaupun kondisi di lapangan berbeda. Oleh karena itu, sutradara harus melakukan beberapa penyesuaian, antara lain membuat bloking pemeran & penempatan adegan. Seorang sutradara harus mampu mengorganisir kru lainnya untuk bisa memahami penyesuaian tersebut, sehingga cerita dapat di terjemahkan dan divisualisasiakan dengan baik.

  • Penata Kamera (DOP) – Menentukan Teknis Kamera & Lighting

jasa-video_eps-production

DOP melakukan koordinasi dengan sutradara seputar kondisi lapangan. Melihat kondisi lapangan, DOP bisa menyarankan hal-hal teknis kepada sutradara agar visi sutradara bisa diterjemahkan dengan baik. Setelah mendengar pendekatan yang diinginkan sutradara dan berdiskusi dengannya, DOP mulai menentukan hal teknis pengambilan gambar. Ia harus bisa menyesuaikan titik pengambilan gambar serta titik pencahayaan sesuai dengan kondisi lapangan.

  • Penata Suara – Memperhatikan Potensi Gangguan Suara

jasa-video-eps-production

Lokasi tidak selalu ideal untuk seorang penata suara. Lokasi yang sudah disetujui sutradara bisa saja terletak diantara pemukiman warga atau daerah industri yang riskan akan gangguan suara. Tentu ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi penata suara dan berpotensi menganggu jalannya syuting. Di sinilah peran recce sangat membantu, ketika recce penata suara dapat memprediksi potensi gangguan suara apa saja yang mungkin terjadi saat pengambilan gambar. Tidak hanya itu, penata suara juga bisa melihat sendiri kondisi ruang pengambilan gambar. Sehingga, ia bisa menentukan peralatan suara apa yang perlu ia bawa saat pengambilan gambar.

  • Penata Artistik – Menentukan Layout Set

jasa-video_eps-production

Sama seperti DOP, penata artistik berdiskusi dengan sutradara membahas visinya. Sutradara akan menceritakan visi dan pendekatan di setiap adegan serta nuansa seperti apa yang ia ingin bangun secara visual. Dari sana, penata artistik dapat menuangkannya ide sutradara melalui set yang ia akan bangun. Penata artistik akan menentukan layout set serta detail-detail property tambahan apa saja yang perlu ia bawa saat pengambilan gambar.

  •  Manajer Lokasi / Produser Pelaksana – Menentukan Layout Produksi

jasa-video_eps-production

Manajer lokasi punya tugas mengelola lokasi agar tetap aman terkendali. Untuk itu, salah satu tugas yang wajib ia lakukan adalah memastikan flow para kru saat syuting tidak terganggu oleh hal lain. Ia harus memastikan tidak ada gangguan-gangguan di sekitar lokasi yang berpotensi menganggu pengambilan gambar. Selain itu, layout (denah) produksi, mulai dari ruang ganti hingga kamar kecil harus dirancang dan dikuasai betul oleh manajer lokasi atau produser pelaksana, sehingga produksi dapat berlangsung lancar tanpa hambatan berarti.

Jadi jangan lupa untuk melakukan recce sebelum kamu syuting yah, Karena recce akan sangat membantu kamu untuk memprediksi gangguan dan menghindari kekacauan karena kurangnya persiapan saat hari pengambilan gambar.

semoga artikel ini dapat membantu kamu jadi lebih banyak tau, jangan lupa di share yahhh jika artikel ini bermanfaat. see yaa…

Baca Juga :

4 Peran Penting Storyboard Dalam Video

10 Rekomendasi Software Adobe Dari Kami eps-production Untuk kamu

Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Membuat Video Company Profile

4 Alasan Penting Dan Manfaat Memiliki Video Company Profile

Read More