6 Hal Yang Dapat Mempengaruhi Harga Jasa Pembuatan Video Iklan TVC

Di era digital seperti saat ini kebutuhan marketing dalam memasarkan produknya sangat beragam mulai dari cara yang konvensional sampai dengan menggunakan media digital yang semakin mudah diakses. Video iklan adalah kebutuhan wajib untuk marketing tools brand di era digital seperti saat ini, Produksi video iklan TVC memang membutuhkan biaya yang cukup besar ini dikarenakan untuk memproduksi iklan yang layak tayang di TV memang membutuhkan standar tertentu. Di era digital sepeti saat ini produksi video iklan sangatlah fleksibel dan dapat disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki oleh perusahaan, hal ini didukung dengan perkembangan teknologi yang semakin maju dan beragam.

Saat ingin membuat video iklan, hal pertama yang dilakukan perusahaan adalah menentukan jenis video iklan seperti apa yang ingin dibuat nantinya, apakah bertema video produk, web series, film pendek, video dokumenter, video tematik, video biografi, sketsa komedi, video musik, dan jenis video lainnya. Setelah menentukan jenis video yang akan dibuat, saatnya memikirkan berapa anggaran yang perlu dipersiapkan untuk membuat video tersebut

Nah berikut ini eps production telah merangkum 6 hal yang dapat mempengaruhi harga pembuatan video iklan TVC. Yuk simak penjelasannya di bawah ini :

  1. Jenis Kamera Yang Digunakan

Jenis Kamera Menentukan Harga Produksi Video Iklan?

Jasa Video eps-production.com

Yup betul sekali, di era modern seperti sekarang ini jenis kamera untuk Shooting video iklan sangatlah beragam, mulai dari kamera handphone, kamera mirrorless (seperti Sony A7S III, Lumix S1H), kamera DSLR, bahkan kamera sinema Professional (seperti Alexa dan Red). Masing-masing jenis kamera memiliki kelebihannya, akan tetapi untuk hasil terbaik tentunya kamera sinema professional lebih memiliki ketajaman gambar, kekentalan warna, dynamic range, dan kualitas gambar terbaik dari jenis kamera lainnya.

Perusahaan memiliki keleluasaan dalam memilih jenis kamera apa yang ingin dipakai dalam pembuatan video iklannya. Hal tersebut dapat disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki oleh perusahaan. Karena semakin tinggi jenis kamera yang dipilih, maka akan sangat mempengaruhi harga dan aksesoris pendukung kamera yang akan dipakai nantinya, seperti lensa dan lainnya.

Baca Juga : Pentingnya Melakukan Tes Kamera Sebelum Shooting Film Dan Video Iklan

  1. Kru (Crew)

Apakah Kru Dapat Mempengaruhi Harga Pembuatan Video Iklan?

Jasa Video eps-production.com

Jumlah kru yang terlibat dapat ditentukan dari jenis video iklan yang akan dibuat, semakin rumit konsep videonya pasti kru yang terlibat juga akan sangat semakin banyak dan lengkap sesuai jajaran standar kru film. Misalnya jika video iklan yang akan dibuat adalah iklan produk minyak rambut dengan set up seorang mahasiswa yang sedang hang-out, pastinya membutuhkan kru yang lengkap, mulai dari departemen produksi, penyutradaraan, casting, kamera, pencahayaan, grip, artistik, kostum, rias dan rambut, suara, paska produksi, hingga tim hair stylist, karena akan ada banyak shot yang memperlihatkan setelah pemakaian minyak rambut tersebut, dalam hal ini sangat dibutuhkan seorang yang benar-benar ahli dalam bidang hair stylish, sehingga membutuhkan tambahan kru hair stylist profesional khusus untuk menata seluruh shot rambut yang telah menggunakan produk tersebut yang ada di dalam video iklan.

Selain jumlah kru, pemilihan sutradara untuk yang akan dipercaya untuk mengerjakan video iklan tersebut juga sangat berpengaruh terhadap rate harga, ini disebabkan karena rate harga seorang sutradara sendiri dapat dinilai dari portofolio dan jam terbang yang dimiliki oleh si sutradara tersebut. Semakin banyak portofolio dan jam terbangnya maka semakin tinggi juga rate harganya. Semakin berpengalaman seorang sutradara maka semakin tinggi pula kualitas yang akan dihasilkannya.

  1. Pemilihan Talent

Apakah Talent Dapat Mempengaruhi Harga Pembuatan Video Iklan?

Jasa Video eps-production.com

Ada beberapa jenis talent yang dapat digunakan dalam produksi video iklan, seperti talent dengan rate standar yaitu talent yang memiliki kemampuan akting yang baik, akan tetapi belum dikenal publik. Pilihan lain adalah talent yang sudah dikenal baik oleh publik, seperti aktor film atau sinetron, musisi, dan influencer dan lainnya yang memang sudah dikenal baik oleh publik.

Talent standar biasa memiliki rate harga yang cukup terjangkau, ini bisa terjadi karena umumnya kita hanya menggunakan jasa aktingnya saja tanpa citranya dipublik. Lain hal jika bekerja sama dengan talent artis yang merupakan public figure yang sudah dikenal oleh publik, dapat dipastikan rate harganya akan lebih tinggi dibanding talent standart, karena selain kita  menggunakan jasa aktingnya, kita juga menggunakan citranya yang sudah dikenal baik oleh publik. Keuntungan lainnya jika bekerjasama dengan public figure adalah produk atau brand anda akan mendapat eksposur lebih oleh masyarakat, karena publik sudah familiar dengan pemeran / talent yang ada dalam video iklan perusahaan anda.

  1. Durasi Shooting

Durasi shooting dapat mempengaruhi harga?

Durasi Shooting dapat ditentukan berdasarkan seberapa rumit konsep video iklan yang akan dibuat dan juga dari durasi video iklan itu sendiri. Semakin lama durasi Shooting maka akan membuat biaya produksi video juga semakin tinggi.

Misalkan saja sebuah perusahaan atau brand ingin membuat video web series 5 episode, dengan durasi 10 menit per episodenya. Yang ditotal durasi menjadi 50 menit, pastinya memerlukan durasi Shooting yang panjang, dalam pengerjaan ini minimal dapat dikerjakan dalam 5 hari Shooting. Tentunya akan ada aspek lainnya yang menentukan durasi hari Shooting, seperti tingkat kesulitan adegan video, jumlah lokasi Shooting, dan berbagai aspek produksi yang lainnya.

Baca Juga : 3 Tahapan Produksi Pembuatan Video Iklan TVC Yang Wajib Kamu Tau

  1. Lokasi Shooting

Apakah Lokasi Mempengaruhi Harga Pembuatan Video Iklan?

Pemilihan lokasi Shooting biasa ditentukan tergantung dengan kebutuhan cerita dan adegan pada video iklan itu sendiri, lokasi paling umum yang digunakan untuk Shooting adalah studio dan rumah. Untuk studio dan rumah saja memiliki harga yang cukup bervariasi, tergantung seberapa besar dan seberapa mewah rumah tersebut. Untuk lokasi Shooting yang berada di tempat umum, seperti restoran, kafe, mall, taman, jalan raya juga memiliki harga yang sangat bervariasi.

Aspek yang juga berpengaruh adalah jumlah lokasi Shooting yang diperlukan dalam video iklan tersebut. Jadi jika dalam suatu produksi video iklan yang memakai banyak lokasi maka sudah dipastikan akan mempengaruhi harga dalam pembuatan video iklan tersebut.

  1. Desain Produksi

Jasa Video eps-production.com

Desain produksi adalah desain tampilan video, yang mencakup penata artistik, kostum, rias, rambut, dan grafis yang ada di dalam video iklan. Misalnya sebuah brand ingin membuat video iklan yang menggambarkan set up parodi peperangan untuk menginformasikan bahwa cerita tersebut dalam peperangan. Selain mencari lokasi Shooting yang menyerupai tepat, diperlukan juga desain produksi yang sesuai untuk membuat penonton percaya bahwa video iklan tersebut menceritakan tentang peperangan nyang diparodikan, dari property yang dipilih, baju yang dikenakan oleh pemeran, kostum dan rias pemeran perlu didesain seperti orang yang sedang berperang. Dapat disimpulkan bahwa desain dari produksi sebuah iklan akan sangat mempengaruhi harga dari pembuatan iklan tersebut.

Harga atau biaya untuk membuat sebuah video iklan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran perusahaan anda. Yang terpenting adalah pesan yang ingin anda sampaikan dapat tersampaikan dengan baik dan mudah dimengerti oleh konsumen anda.

Jika anda memiliki pertanyaan mengenai harga dalam pembuatan video iklan, anda dapat berkonsultasi dengan tim eps production secara langsung, dengan menghubungi kontak yang tertera pada icon chat di pojok kanan bawah. Kami sangat senang membantu menjawab segala kebutuhan anda.

See yaaa…

Read More

Pentingnya Melakukan Tes Kamera Sebelum Shooting Film Dan Video Iklan TVC

Apa Sih Yang Membuat Tes Kamera (Camera Test) Itu Penting Dilakukan Sebelum Shooting?

Jasa Video eps-production.com

apa itu tes kamera / camera test? Sesuai dengan namanya, camera test adalah sebuah proses yang termasuk ke dalam tahap pra-produksi di mana para pembuat film mencoba segala aspek yang berhubungan dengan teknis pengambilan gambar sebelum proses shooting yang sesungguhnya dimulai.

Apa sih tujuannya? Tujuan camera test adalah untuk memastikan semua aspek teknis dapat diterapkan dengan baik ketika shooting dimulai. Selain aspek teknis, camera test juga dimanfaatkan sutradara atau director untuk melihat dan memastikan tampilan akhir film atau video iklannya sesuai dengan visi dan misinya lebih awal (sebelum shooting).

Kapan sih test-cam dilakukan? Biasanya test-cam dilakukan seminggu atau dua minggu sebelum proses shooting dimulai. test-cam dilakukan ketika keseluruhan aspek hampir pasti dan siap.

Lalu apa saja yang dicoba? Kamera saja? Tentu tidak, semua hal yang nantinya akan mempengaruhi proses shooting akan disimulasikan agar dapat berjalan lancer sesuai rencana. Apa saja sih hal tersebut? Yuk simak penjelasan Pentingnya Melakukan Test-cam Sebelum Shooting Film Dan Video Iklan TVC dibawah ini :

  1. KAMERA & CAHAYA

Yang pertama adalah test kamera dan cahaya. Selain berdiskusi dengan Sutradara (Director) tentang visual yang diinginkan oleh sutradara, Director of Photography (DP) juga akan menentukan teknis dalam seperti pemilihan jenis kamera, jenis lensa, jenis lampu, dan alat-alat pendukung lainnya yang diperlukan selama proses pengambilan gambar berlangsung.

Saat camera test, Director of Photography mencoba semua aspek tersebut sebagai materi diskusi berikutnya dengan sutradara. Sutradara memberikan feedbacknya kepada DP atas apa yang dilakukannya dan hal apa saja yang dapat diperbaiki, sehingga ketika shooting dimulai sutradara dapat memfokuskan diri terhadap hal lain yang menjadi tanggung jawabnya.

Baca Juga : 3 Tahapan Produksi Pembuatan Video Iklan TVC Yang Wajib Kamu Tau

  1. TATA ARTISTIK

Selanjutnya ada tata artistik. Tentu saja tidak mungkin melakukan test-cam di semua lokasi yang akan dipakai shooting nantinya. Oleh karena itu, pilihlah satu lokasi yang memiliki eksterior dan interior yang mampu mewakili kebutuhan test-cam kamu.

 

Simulasikan desain set dan tata artistik menyerupai set lokasi shooting nanti. Walaupun tak sama persis setidaknya kamu sangat terbantu nantinya, hal ini bertujuan agar kamu dapat menangkap gambaran besar tata visual saat shooting nantinya.

  1. TATA RIAS & KOSTUM

Selanjutnya ada test tata rias dan kostum. Sebelum masuk ke dalam proses camera test, sebenarnya sudah dilakukan Make Up Test & Costume Fitting terlebih dahulu akan tetapi terbatas hanya test mata saja. Sesuai dengan namanya, di tahap ini tim make-up dan costume mencoba semua riasan wajah dan pilihan kostum yang nantinya akan dipakai di dalam produksi.

Jasa Video eps-production.com

Camera test adalah kesempatan sutradara untuk melihat hasil makeup langsung di depan kamera dengan pencahayaan yang menyerupai situasi shooting nanti. Apabila dalam produksi film atau video kamu memiliki kenutuhan makeup dengan efek khusus, ini juga adalah kesempatan untuk kamu mencobanya dan memastikan sesuai atau tidaknya.

  1. VISUAL EFFECT

Jasa Video eps-production.com

Apabila dalam produksi kamu nantinya memiliki kebutuhan untuk menggunakan visual effect, maka ini saat yang sangat tepat untuk mencobanya dibeberapa adengan penting dalam film atau video kamu. Bawalah keperluan visual effect yang kamu perlukan seperti green screen, tracking mark, dan alat-alat lain yang akan kamu gunakan saat shooting nanti. Pastikan semua efek-efek yang sudah didiskusikan sebelumnya layak untuk diproses di pasca-produksi nantinya.

Baca Juga : 5 Teknik Shooting Video Menggunakan Green Screen

  1. WORKFLOW

Selain aspek ke-4 aspek di atas, hal lain yang tak kalah penting adalah aspek logistik. Pada proses test-cam, tim kamera akan mensimulasikan alur kerjanya dengan tim DIT (Digital Imaging Technician) yang mengolah data hasil shooting, yang nantinya akan diolah oleh tim pasca-produksi. Ini bertujuan agar ketika shooting nanti tak ada kendala berarti yang dapat mengganggu alur kerja tim.

Selain itu, test-cam tim produser juga dapat mensimulasikan proses shootig sesungguhnya yang akan diterapkan nanti. Mulai dari pembagian makanan, pembuatan call sheet, sewa alat, dan lainnya.

PENUTUP

Dari penjelasan proses test-cam diatas. Pasti banyak dari kamu yang mulai bertanya, proses ini wajib gak sih dilakukan? Kalau tidak dilakukan, apa resikonya?

Proses test-cam tentu saja tidak wajib dilakukan atau sunnah, terutama di project-project memiliki anggaran rendah atau film pendek yang memang durasi shootingnya tidak terlalu panjang. Namun dalam beberap kasus tertentu atau di project yang memakan durasi waktu shootingnya cukup panjang dan memiliki teknis rumit. Maka test-cam adalah hal yang wajib dilakukan, ini bertujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan nantinya saat proses shooting berlangsung.

Semoga artikel diatas dapat menambah wawasan kamu serta memberi kamu gambaran betapa pentingnya camera test sesaat sebelum produksi film atau video dimulai.

Jika kamu memiliki pertanyaan kamu juga dapat mengajukan pertanyaan diskusi pada kolom komentar di bawah ini.

See yaaa….

Baca Juga : 7 Departemen Kru Film Pendek Atau Video

Read More

3 Tahapan Produksi Pembuatan Video Iklan TVC Yang Wajib Kamu Tau

3 Tahapan Produksi Pembuatan Video Iklan TVC

Di era digital seperti saat ini Video Iklan merupakan alat marketing yang wajib dimiliki oleh setiap brand atau perusahaan, karena video terbukti mampu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap brand atau perusahaan yang menggunakan video sebagai bagian dari strategi marketingnya. Selain untuk tujuan awareness, video juga dapat meningkatkan penjualan brand perusahaan. Lalu bagaimana tahapan dalam membuat atau memproduksi sebuah video?

Ketika perusahaan sudah memutuskan untuk memproduksi sebuah video iklan, perusahaan dapat mengundang production house untuk mengkonsultasikan video yang akan diproduksi, pada tahapan ini perusahaan bisa secara langsung menunjuk production house atau melalui proses tender untuk memilih production house yang tepat dalam produksi iklan tersebut.

Nah kali ini eps production mau berbagi informasi tentang 3 Tahapan Produksi Pembuatan Video Iklan TVC Yang Wajib Kamu Tau :

  1. Pra-Produksi

Pada tahapan pra-produksi ini, script dan moodboard yang sudah dibuat atau yang sudah ada sebelumnya saat proses pitching vendor akan dikembangkan lebih lanjut oleh sutradara. Pada tahap pertama sutradara biasanya akan membuat director’s board atau storyboard versi sutradara yang disesuaikan dengan visi dan misi dari si sutradara tersebut, karena board inilah yang akan menjadi panduan saat hari shooting nanti. Director’s board ini juga biasanya lengkap dengan dialog script atau voice over script, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing produksi video iklan.

Jasa Video eps-production.com

Selain director’s board, sutradara akan membuat director’s treatment, yaitu panduan treatment yang akan membantu perusahaan (brand) dan seluruh tim yang terlibat dapat memahami visi dan misi sutradara dalam produksi video iklan tersebut. Di saat meeting pertama sutradara akan menjelaskan tentang treatment yang akan dijalaninya kepada perusahaan atau brand dan kru yang terlibat. Director’s treatment terdiri dari referensi set ruangan, referensi busana, referensi tata rias dan tata rambut, referensi musik, referensi editing, referensi colour grading, foto lokasi shooting, dan foto talent/artis yang akan berperan didalam video iklan tersebut.

Ketika meeting akhir untuk finalisasi storyboard dan treatment sebelum shooting. sebelumnya sutradara dan kru wajib sudah melakukan recce dan workshop talent. director’s treatment terdiri dari sketsa set ruangan, foto talent yang sudah fitting wardrobe dan make up test dan hair do. Pada tahap ini director’s treatment merangkum hasil kerja dari masing-masing departemen yang terlibat.

Pada video iklan, brand memiliki hak untuk dapat memberikan masukannya pada saat meeting pertama dan meeting akhir. Masukan brand biasanya lebih cenderung ke hal yang berhubungan dengan product placement atau mandatory brand.

Baca Juga : 4 Peran Penting Storyboard Dalam Video

  1. Produksi

Setelah final meeting dan perusahaan (brand) sudah menyetujui storyboard dan treatment sutradara, waktunya untuk mengubah cerita menjadi visual. Proses shooting video dilakukan di waktu dan tempat yang sudah disepakati bersama, pihak production house akan memberikan jadwal dan call sheet kepada client. Proses shooting, akan mengacu pada storyboard dan director’s treatment, biasanya akan ada beberapa penyesuaian disesuaikan dengan kondisi saat shooting di lapangan dan juga eksplorasi di lokasi shooting yang memungkinkan terjadinya imrpovisasi.

Jasa Video eps-production.com

Pada saat proses produksi video biasanya perwakilan dari perusahaan akan hadir mengikuti berjalannya proses shooting, client memiliki hak supervisi dan dapat memberi masukan kepada sutradara. Biasanya perwakilan dari pihak perusahaan atau brand akan berfokus memberi masukan pada hal yang berhubungan dengan product placement, karena dalam beberapa kasus ada pedoman khusus yang cukup spesifik dan biasanya sangat dipahami oleh pihak perusahaan, contohnya seperti cara penggunaan produk atau produk yang memiliki bagian khusus dan butuh eksplorasi lebih lanjut secara framing camera.

Baca Juga : 5 Kamera Sinema Yang Digunakan Untuk Pembuatan Film Hollywood

  1. Pasca Produksi

Setelah proses shooting selesai dilakukan dan seluruh isi dari storyboard sudah diambil, saatnya melanjutkan tahap berikutnya yaitu tahap pasca produksi atau editing. Dimulai dengan offline editing, tahap dimana susunan frame by frame disusun sesuai dengan cerita yang ada di storyboard, sampai dengan kesepakatan untuk picture lock, yaitu susunan frame by frame sudah disetujui oleh client.

Selanjutnya masuk dalam tahap online editing, pada tahap ini video akan di colour grading atau pewarnaan video. Kemudian tahap online selanjutnya video akan ditambahkan visual effect seperti CGI (Computer-Generated Image), motion graphic, dan animasi (animation) 2D atau 3D jika memang diperlukan sesuai konsep awal video.

Baca Juga : 10 Rekomendasi Software Editing Adobe

Pada saat pasca produksi ini jugavideo akan ditambahkan voice over jika diperlukan. Lalu pembuatan music scoring yang akan mengikuti referensi musik yang terlah dibuat sutradara di director’s treatment. Dan yang terakhir adalah tahap final mixing, untuk finalisasi audio, yang terdiri dari penjernihan sound, penyesuaian volume dan penambahan sound effect untuk menambah mood dari video tersebut. Pada tahap pasca produksi ini client akan sangat terlibat selama prosesnya, hal ini bertujuan untuk membantu supervisi video iklan agar dapat rampung dan sesuai dengan rencana di awal.

Penutup

Dapat disimpulkan bahwa dalam sebuah produksi pembuatan video iklan memang memerlukan sebuah pehaman dan ketelitan didalamnya, agar dalam pembuatannya pesan yang ingin disampaikan oleh perusahaan pemilik brand dapat tersampaikan secara penuh kepada masyarakat atau penontonya. Biasanya production house akan membantu pemilik brand dari awal sampai akhir produksi.

Jika anda memiliki pertanyaan seputar pembuatan video iklan anda dapat menghubungi kami untuk konsultasi, melalui email atau kontak whatsapp yang ada dipojok kanan bawah. Hubungi kami sekarang!!!

See yaa…

Read More

Mengapa Video Company Profile Wajib Dimiliki Oleh Perusahaan

Video Profile adalah salah satu media yang efektif untuk meningkatkan kepercayaan konsumen kepada perusahaan. Pemakaian video saat ini masih popular di jalan kan oleh perusahaan sebagai salah satu strategi pemasarannya.

Jasa Video eps-production.com

Dengan memiliki Video Profile perusahaan atau brand perusahaan akan banyak dan mudah dikenal oleh masyarakat luas, dengan video pengenalan dan promosi perusahaan anda lebih tepat sasaran dan mendapatkan perhatian lebih dari konsumen atau calon konsumen. sehingga perusahaan mampu unggul dan bertahan dipersaingan dunia bisnis yang ketat seperti saat ini.

Apa itu video Profile Perusahaan? kenapa video company profile perusahaan wajib dimiliki oleh perusahaan? Yuk simak penjelasannya dibawah ini.

Mengapa Perusahaan Wajib Memiliki Video Profile

  1. Video Lebih Menarik

video sangatlah sesuai untuk membangun brand awareness sebuah perusahaan agar lebih dikenal oleh masyarakat luas. Video Company Profile hadir sebagai solusi kreatif akan permasalahan marketing yang kurang efektif dalam mempertahankan konsumen yang sudah ada maupun menggaet konsumen baru.

Jasa Video eps-production.com

Dengan menggunakan video company profile, promosi, presentasi maupun peluncuran produk terbaru jadi semakin menarik dan mencuri banyak perhatian khalayak ramai. Video Company profile yang mencuri perhatian berpeluang menghasilkan respon konsumen yang besar pula lhooo...

Baca Juga : Jasa Video Company Profile

  1. Video mampu Membangun Kepercayaan

Company profile yang dikemas dalam bentuk video adalah media promosi yang tepat dijalankan untuk mendapatkan konsumen yang mungkin sebelumnya tidak mengetahui tentang profile perusahaan anda.

Video company profile yang menarik dapat menghasilkan kepercayaan konsumen kepada brand perusahaan, berapa frame gambar yang tercipta dalam durasi video Ketika sebuah produk atau jasa muncul dan menari-nari dalam pandangan konsumen, akan menciptakan sensasi emosional yang dapat membekas di konsumen. sehingga peran video ini dapat membuat sebuah pandangan baru tentang perusahaan dan meningkatkan kepercayaan konsumen ke produk yang sedang ditawarkan oleh perusahaan.

  1. Video Cocok Bagi Semua Kalangan

Kehidupan saat ini terlalu sibuk untuk memiliki waktu untuk membaca deskripsi produk yang panjang atau menggali lebih dalam ke produk/layanan.

Jasa Video eps-production.com

dengan menggunakan video maka konsumen dari semua kalangan akan mudah mencerna informasi yang ingin disampaikan sehingga konsumen akan lebih mudah mengetahui tentang profile dan produk atau jasa yang di tawarkan oleh perusahaan.

Baca Juga : 7 Peran Penting Video Marketing Promosi Untuk Bisnismu

  1. Meningatkan Brand Image Perusahaan

Memiliki video company profile yang menarik akan berpengaruh positif bagi Image perusahaan. Hal ini mampu meningkatkan promosi menjadi lebih tepat sasaran, khususnya disaat konsumen sadang mencari sebuah produk atau layanan yang perusahaan tawarkan secara online.

Jasa Video eps-production.com

Beberapa konsumen masih skeptis saat membeli produk dan layanan di internet karena mereka takut akan penipuan dan kecurangan yang sering terjadi di dunia internet tersebut. Namun, video company profile yang efektif dapat merubah sebuah persepsi konsumen dimana akan membangkitkan kepercayaan konsumen terhadap perusahaan dan produknya.

Hal Yang Perlu Dipersiapkan Pada Saat Pembuatan Video Company Profile Perusahaan

  • Pikirkan terlebih dahulu konsep dan isi video Profile tersebut

Hal pertama yang semestinya anda harus lakukan yaitu memikirkan konsep dari video yang akan anda buat. biasanya ini disebut sebagai storyline. Apa itu storyline? Storyline merupakan sebuah naskah cerita dalam bentuk teks. Merancang naskah merupakan spesifikasi lengkap dari teks dan narasi dalam aplikasi multimedia. Dalam merancang naskah, analis menetapkan dialog dan urutan elemen-elemen secara keseluruhan secara rinci.

Baca Juga : 4 Peran Penting Storyboard Dalam Video

  • Buatlah video profile semenarik mungkin

Hal selanjutnya yang harus diperhatikan saat membuat video company profile yaitu hasil video harus lebih menarik. Membuat video yang menarik tentunya akan memakan waktu dan biaya, oleh sebab itu pastikan video tersebut akan menarik dan mampu memberikan informasi yang diinginkan kepada penontonnya.

  • Pastikan informasi di dalam video valid dan relevan

Seperti yang kami bahas sebelumnya, tujuan pembuatan video company profile adalah untuk memberikan informasi dan ilustrasi perihal situasi terkini sebuah perusahaan. Berita atau informasi ini bisa berupa value perusahaan, sejarah, prestasi, kinerja, sampai CSR (corporate social responsibility) yang dilakukan perusahaan.

informasi yang nantinya akan disampaikan didalam video harus dipastikan valid dan relevan. Kekeliruan data atau informasi dapat memunculkan kurangnya rasa percaya masyarakat terhadap perusahaan anda.

  • Durasi video mempengaruhi respon

Membuat video yang berbeda dan menarik pastinya menjadi impian setiap pemilik perusahaan. Namun, harus di ingat juga bahwa durasi video dapat mempengaruhi respon penonton. Jangan sampai hanya karena ingin membuat video yang berbeda kita sampai melupakan durasi video tersebut. Tidak banyak penonton yang “betah” untuk menunggu sebuah tayangan dari video company profile yang berdurasi lama terlalu lama, idealnya video company profile berdurasi 5 menit. Jadi, untuk lebih efektif, cobalah untuk memaksimalkan informasi sebuah video dengan durasi yang tidak terlalu lama. Apalagi jika video tersebut dikemas dengan gambaran serta isi yang singkat, padat, dan informatif. Sehingga tidak butuh waktu yang lama agar seseorang dapat memahami pesan dari video tersebut.

  • Shooting

Sebagian video company profile ada yang berupa animasi. Pada tahap ini anda bisa merubahnya untuk mendapatkan gambaran nyata dengan dilakukan shooting secara langsung dengan orang-orang atau karyawan yang terlibat dalam perusahaan untuk pembuatannya. Anda juga dapat menggunakan talent professional untuk menjadi peran pengantar informasi utama dalam video tersebut.

Baca Juga :  Mengapa Survey Lokasi (recce) Itu Penting Dilakukan Sebelum Shooting?

  • Editing

Setalah melewati serangkaian proses dalam membuat video company profile, masuklah kita kedalam proses inti yaitu editing. Untuk merampungkan keseluruahn proses menjadi satu komponen dengan konsep yang telah ditetapkan diawal. Di step ini keterampilan seorang editor professional sangat diperhitungkan dalam merangkai video yang sudah ditentukan dan sangat mempengaruhi hasil akhir dari video tersebut.

  • Finishing

Setelah melalui serangkaian proses dalm pembuatan video company profile akhirnya video sudah selesai dibuat akan tetapi pastikan bahwa video sudah benar-benar sesuai dan tidak ada informasi yang terlewat maupun typo didalamnya. Biasanya penyedia Jasa Video Company Profile akan memberikan garansi revisi kepada client.

Nah setelah membaca ulasan diatas apa kamu tertarik untuk membuat video sebagai media untuk memperkenalkan perusahaan kamu?

yuk buat video kamu di EPS Production, kami adalah perusahaan penyedia jasa multimedia yang terletak di Bekasi Jawa Barat. Team produksi kami disatukan dengan misi untuk selalu dapat memberikan visual yang menarik sehingga dapat membantu perusahaan atau bisnis anda berbicara lebih keras dan lebih baik disemua platform media. kami senantiasa membantu kamu untuk membuat video yang menarik dan sesuai untuk bisnismu.

Read More

Video Iklan Promosi Audio Terintegrasi TOA AM-CF1

Sistem kolaborasi audio terintegrasi AM-CF1 adalah solusi konferensi canggih terbaru. Sebagai sistem rangkaian mikrofon professional, AM-CF1 adalah sistem kolaborasi all-in-one yang sempurna untuk ruang konferensi ukuran kecil hingga menengah.

  • Stylish design, Easy to operate, Excellent sound quality

Build in Bluetooth, DSP microphone and speaker system

AM-CF1 terhubung dengan pihak jarak jauh melalui jaringan dan PC / perangkat pintar dengan aplikasi konferensi.

Bisnis modern menuntut siapa pun dapat mengadakan pertemuan kapan pun, di mana pun. Saat AM-CF1 digunakan, pengguna tidak perlu lagi mendekatkan wajah mereka di depan perangkat.

  • Natural Conversation

Dengan AM-CF1, peserta dapat berbicara seperti percakapan normal biasanya.

  • Beam Steering Array Microphone Technology

Line Array dengan elemen 8 mikropon memungkinkan untuk melacak suara secara otomatis.
Sehingga membantu untuk menangkap suara lebih jelas, walaupun posisi pembicara berada disamping atau diujung meja

Read More

Video Company Profile Politeknik STIA LAN Jakarta

Politeknik STIA LAN Jakarta didirikan dengan nama Perguruan Tinggi Kedinasan Ilmu Administrasi Negara (PTDIAN) berdasarkan Keputusan Menteri Pertama RI No. 578/MP/1960 tanggal 24 Desember 1960. Kemudian, Berdasarkan Keputusan Presiden No 100 tahun 1999, PTDIAN berubah menjadi STIA LAN yang ditetapkan sebagai Perguruan Tinggi Kedinasan untuk menyelenggarakan program pendidikan akademik dan profesional di bidang ilmu administrasi bagi penyelenggara negara di lingkungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga tinggi BUMN atau BUMD serta anggota TNI dan POLRI.

Berdasarkan Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 15 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Politeknik STIA LAN, Mulai Tahun 2020 STIA LAN bertransformasi menjadi Politeknik STIA LAN dan Terbuka untuk umum.

Read More

5 Teknik Shooting Video Menggunakan Green Screen

Membuat video dengan menggunakan teknik green screen memang semakin hari semakin mudah. Bahkan saat ini semakin dimudahkan dengan banyaknya aplikasi edit video di handphone yang sudah dapat melakukannya. Tetapi, untuk dapat menciptakan hasil video yang baik dan halus, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu perhatikan.

Teknik green screen sendiri adalah salah satu dari teknik efek visual (visual effect) untuk menggabungkan dua gambar ke dalam satu frame. Misalnya, kamu mau membuat jokes kepada temanmu bahwa kamu baru saja liburan bersama kekasih ke Bulan. Nah, untuk membuat temanmu percaya, maka kamu buatlah sebuah video dengan teknik green screen ini. Kamu dan kekasih/kerabatmu shooting di depan green screen alias layar/kain berwarna hijau di studio atau rumahmu. Dengan aplikasi seperti Adobe After Effect, kamu bisa menggabungkan rekaman tersebut ke footage dataran bulan. Abrakadabra, kini kamu siap membuat temanmu tertawa!

Pertanyaan yang sering kali tercetus adalah kenapa harus berwarna hijau? Jawabannya simpel sekali dan mungkin ini ada di pelajaran SD/SMP, yaitu karena warna hijau merupakan warna yang tidak dimiliki sama sekali oleh pigmen kulit/tubuh manusia. Kecuali kamu mewarnai rambutmu dengan cat hijau atau kamu memakai baju warna hijau, maka warna hijau akan sangat mudah dihapus dengan rapi dengan aplikasi. Selain warna hijau warna lain yang sering dipakai untuk teknik ini adalah biru, karena warna ini juga tidak dimiliki oleh pigmen tubuh manusia bahkan dibeberapa film layar lebarpun banyak juga yang menggunakan warna biru ini. 

Nah, sekarang kamu sudah menunjukan video tersebut pada temanmu. Namun, sayang sepertinya ia malah tertawa karena video tersebut begitu kasar dan meninggalkan efek hijau di kulit dan sekiratan tubuhmu. Nah, kalau begitu masalahnya, maka kemungkinan teknik green screen yang kamu gunakan kurang rapi. Lalu, apa saja sih alasan-alasan yang membuat hasilnya tidak rapi? Yuk simak 5 Teknik Shooting Video Menggunakan Green Screen.

  1. Green Screen Berwarna Hijau Murni

Jasa Video eps-production.com

Terdapat banyak warna hijau yang sangat bervariasi hingga beragam, membuat kamu harus memikirkan hingga mengecek secara lebih detail mengenai warna yang dipakai dalam membuat video green screen milikmu, karena dari warna-warna yang beragam banyak juga terkandung warna lain, yang menyebabkan objek yang ada di dekat green screen dapat terpengaruh. Seperti salah satu contoh ialah warna hijau-tua, adanya kandungan warna coklat dalam hijau-tua, membuat kulit objek dapat terlihat transparan atau bahkan tidak terlihat karena adanya warna yang sama dengan kulit objek nantinya dan bisa jadi saat proses editing akan terjadi kesulitan untuk menghilangkan warna hijau. Maka, saran dari kami usahakanlah untuk menggunakan warna hijau murni yang tidak memiliki kandungan apa-apa pada green screen milikmu. Agar tidak adanya kandungan-kandungan lain dan tidak memiliki pengaruh terhadap objek.

Baca Juga: 4 Teknik Dasar Edit Video untuk Kamu Para Pemula

  1. Sesuaikan Wardrobe Yang Dipakai!

Jasa Video eps-production.com

Hal yang sebenarnya sangat sederhana tetapi banyak orang kadang melupakan hal ini, sesuaikan wardrobe! Kenapa? Dalam proses shooting memakai green screen tentu kita harus memikirkan bagaimana wardrobe yang dipakai. Agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan seperti ada warna hijau yang masuk—dan otomatis barang/objek yang berwarna hijau akan hilang saat proses editing nantinya, kami menyarankan untuk menggunakan wardrobe yang menjauhi warna hijau dan biru, Karena dapat menghindari benturan-benturan warna yang sama.

  1. Berikan Jarak Antara Objek Dengan Kamera

Mengapa harus memberikan jarak? Karena dalam pemakaian green screen selain harus memperhatikan kebocoran-kebocoran seperti lampu yang masuk ke dalam frame, hal ini juga dapat berakibat adanya pantulan yang terlihat pada green screen terhadap tubuh objek yang akan di sorot, sehingga dapat terjadi pantulan warna hijau yang masuk ke dalam objek jika jarak sangat dekat. Oleh karena itu, perhatikan juga jarak pengambilan shot yang akan kamu tentukan nantinya, agar tidak menyesal dikemudian hari!

Baca Juga: 5 Kamera Sinema Yang Digunakan Untuk Pembuatan Film Hollywood

  1. Pastikan Tesktur Dan Pencahayaan Rata

Jasa Video eps-production.com

Tekstur dan Pencahayaan yang rata, jelas membuat objek dalam Green Screen akan terlihat rapih terkhusus jika kamu melibatkan lebih dari satu orang, perihal ini justru harus benar-benar kamu perhatikan, beberapa kemungkinan jika tekstur dan pencahayaan tidak rata—ialah objek yang berada di dekat green screen saat proses editing akan mengalami ketidaksempurnaan saat meng-eliminasi warna hijau.

  1. Pakailah Tracking Point Jika Ada Pergerakan!

Jasa Video eps-production.com

Syuting dengan menggunakan Green Screen jelas membutuhkan plotting yang matang, selain itu jelas harus memiliki konsep yang jelas juga dan pakailah tracking point dalam kameramu jika kamu akan memasukan effect-effect seperti tulisan atau gambar. Sehingga  apa yang kamu konsepkan akan memiliki acuan untuk melakukan sebuah gerakan. Oleh sebab itu, Tracking Point menjadi penting yang dalam hal ini jika banyak pergerakan terutama jika ingin memakai effect-effect yang akan kamu lakukan saat shooting. Jadi, apa kamu sudah mengerti kesalahan-kesalahan apa saja saat pemakaian green screen?

Penjelasan-penjelasan diatas adalah kemungkinan-kemungkinan kesalahan yang kerap terjadi saat melakukan shooting dengan menggunakan green screen, karena itu kami ingin memberitahu kepada teman-teman disini agar tidak terjadi kesalahan seperti penjelasan diatas saat proses shooting nantinya. Apakah teman-teman punya masukan atau pendapat lain? Silahkan tulis di kolom komentar ya!!! see yaa…

Read More

7 Departemen Kru Film Pendek Atau Video

Sebuah kru film adalah sekelompok orang yang dipekerjakan perusahaan produksi untuk membuat sebuah film atau gambar bergerak. Kru berbeda dengan pemeran, yaitu aktor-aktor yang tampil di depan kamera atau mengisi suara suatu film. Kru juga terpisah dari produser, yaitu orang-orang yang memegang sebagian perusahaan film atau hak properti intelektual film. Sebuah kru film terbagi menjadi beberapa sektor, masing-masing berkecimpung dalam aspek produksi tertentu. Posisi kru film telah berevolusi selama bertahun-tahun, didorong oleh perubahan teknologi dna perkembangan jaman.

Kali ini eps-production akan menjelaskan tentang departemen-departemen apa saja yang ada dalam suatu industri film, alasannya karena kami ingin agar kalian bisa memahami cara kerja hierarki, sebagaimana yang diterapkan dalam industri. Dengan memahami struktur kerja hirarki, diharapkan kalian bisa menerapkannya. Struktur ini diterapkan karena lebih efektif dan efisien. Masing-masing peran memiliki fokus pada tugasnya masing-masing, sehingga tidak ada tenaga atau waktu yang terbuang sia-sia.

Secara garis besar, produksi suatu film dibagi ke dalam beberapa departemen. Departemen-departemen tersebut dipimpin oleh pemimpinnya masing-masing. Masing-masing departemen memiliki fungsi dan perannya dan bekerjasama untuk mewujudkan visi yang diberikan sutradara.

Departemen-departemen tersebut antara lain departemen produksi (dipimpin produser), departemen penyutradaraan (dipimpin sutradara), departemen artistik (dipimpin penata artistik / production designer), departemen kamera (dipimpin penata kamera), departemen suara (dipimpin penata suara), departemen kostum (dipimpin penata kostum utama), departemen makeup (dipimpin penata rias utama), departemen post-production (dipimpin post-pro supervisor).

Susunan Crew dalam pembuatan film :

  1. Departemen Produksi

Produser: Bertanggung jawab pada satu produksi film secara keseluruhan. Memimpin manajemen produksi, dari awal hingga akhir, agar sebuah film dapat terselesaikan dengan baik. Produser menginisiasi sebuah project, mencarikan dana / funding, mencari dan memilih tenaga kerja yang akan terlibat, hingga melakukan supervisi terhadap proses pembuatan film secara keseluruhan.

Produser Pelaksana / Line Producer: ‘Tangan kanan’ produser untuk urusan teknis. Ibaratnya, produser merancang satu produksi secara kesuluruhan (plafon budget, timeline, tenaga kerja, dsb), produser pelaksana yang menjalankan rancangan tersebut setiap harinya. Itu sebabnya ia disebut produser pelaksana.

Manajer Unit Produksi / Unit Production Manager : Bekerja dibawah supervisi produser pelaksana, manajer produksi bertugas memastikan segala sesuatu yang bersinggungan dengan produksi (hal-hal fisik bukan kreatif) berjalan dengan baik. Ia memastikan semua kru dalam kondisi baik, tidak ada peralatan yang rusak, tidak ada alat yang keluar dari rancangan budget, memesan dan memastikan logistik datang tepat waktu, dan lain sebagainya.

Akuntan Produksi: Memantau dan mengelola perputaran kas dalam satu produksi. Melakukan tugas-tugas bendahara, antara lain mencatat pemasukan dan pengeluaran selama produksi, bekerjasama dengan produser pelaksana agar budget dapat terjaga dengan baik, dsb.

Manajer Lokasi: Manajer lokasi (biasa bekerja sebagai tim dengan location scout), bertugas mencari lokasi yang sesuai dengan visi sutradara. Ia juga bertugas untuk mengurus segala perizinan, mulai dari biaya sewa, izin keramaian polisi, uang keamanan preman, dsb, agar syuting dapat berjalan dengan aman dan tenteram.

Production Assistant: Biasa disebut PU (Pembantu Umum), bertugas untuk membantu tim produksi secara generik. Apabila ada kebutuhan mendesak secara tiba-tiba, maka production assistant lah yang bergerak cepat dan mobile. Pembantu umum juga membantu menyiapkan logistik konsumsi dan mendistribusikannya ke kru.

  1. Departemen Penyutradaraan
Jasa Video eps-production.com

Christopher Nolan

Sutradara: Penanggungjawab kreatif utama dalam produksi film. Berkontribusi di segala aspek, mulai dari penentuan plot & alur cerita, memilih pemeran, memilih kru-kru utama, menentukan bloking pemeran, pengembangan karakter, memilih lokasi yang dibutuhkan cerita, referensi musik, pergerakan kamera, pilihan shot, dan hal-hal kreatif lainnya. Dengan bantuan kru dari berbagai departemen, sutradara memastikan visinya dapat terlaksana sebaik mungkin.

Asisten Sutradara 1: Membantu sutradara dalam urusan jadwal, manajemen pemeran dan kru (jadwal panggilan kru & pemeran ke lokasi), jadwal makan dan istirahat, jadwal set alat (kamera, lampu, artistik), dsb. Ia harus memastikan jadwal dapat berjalan tepat waktu dan tidak ada adegan yang tidak terambil. Apabila ada jadwal yang ngaret, ia juga mesti berpikir cepat untuk merombak jadwal agar tak ada adegan yang harus dikorbankan.

Asisten Sutradara 2: Bertugas membantu sutradara menyutradarai figuran (extras). Ia juga bertugas membantu asisten sutradara 1 dalam menyusun jadwal. Selain itu, setiap hari syuting, asisten sutradara 2 bertugas mengetik call sheet (jadwal panggilan untuk kru & pemeran di hari syuting berikutnya).

Penulis: Bersama sutradara, mengembangkan cerita dari coretan hingga menjadi naskah. Ia bertugas memastikan cerita dapat bergerak dengan baik. Ia juga mengembangkan karakter-karakter dalam film agar believable dan relatable dengan penonton.

Script Continuity: Senjata utamanya adalah kamera pocket. Ia bertugas memotret setiap hal visual yang muncul di dalam frame agar terjaga kesinambungannya di setiap adegan. Misalnya: jika di shot sebelumnya, pemeran A memegang pensil di tangan kiri ketika berbicara, maka di shot berikutnya script continuity harus mengingatkan agar pensil tetap di tangan kiri. Lebih tricky lagi untuk syuting jumping (urutan adegan diambil acak), maka ia harus berhati-hati dalam memperhatikan hal-hal visual yang muncul di frame.

Casting Director: Bertugas memilih aktor untuk memerankan karakter sesuai kebutuhan cerita. Mereka akan berdiskusi dan berkonsultasi dengan sutradara. Setelah sutradara menceritakan visi dan kebutuhan ceritanya, casting director akan membantunya mencarikan pemeran yang dibutuhkan.

Kordinator Pemeran: Di lokasi syuting, perannya cukup vital. Kordinator pemeran mengatur jadwal pemeran sesuai dengan jadwal yang sudah disiapkan oleh asisten sutradara. Asisten sutradara akan memanggil pemeran untuk masuk atau keluar dari set dan kordinator pemeran bertuga mengkoordinasikannya dengan para aktor. Kordinator pemeran juga bertugas menyalurkan logistik ke para pemeran dari tim produksi.

  1. Departemen Kamera

Penata Kamera: Biasa disebut Director of Photography (DP) atau Sinematografer. Sebutan sinematografer biasanya dipakai apabila DP dan operator kamera adalah orang yang sama. Penata kamera bertugas sebagai ‘penerjemah’ sutradara dalam level teknis pengambilan gambar. Penata Kamera berdiskusi dengan sutradara dan memberi masukan perihal teknis pengambilan gambar, mulai dari jenis kamera, lensa, pendekatan gambar, lighting, tone warna, dsb. Semua dikerjakan sesuai dengan kebutuhan cerita menurut visi sutradara. Singkatnya, sutradara menjelaskan pada DP tampilan visual seperti apa yang ia inginkan, dan DP yang akan memilih lensa, filter, lighting, komposisi, dsb untuk memberikan efek estetis tertentu pada penonton.

Operator Kamera: Sesuai dengan namanya, ia bertugas mengoperasikan kamera sesuai dengan arahan penata kamera (DP). Seringkali, penata kamera dan operator kamera adalah orang yang sama.

Asisten Penata Kamera: Biasa disebut juga focus puller. Tugasnya adalah memastikan semua gambar yang diambil fokus. Asisten penata kamera juga bertugas merakit dan membongkar rigging kamera di awal dan akhir syuting.

Clapper: Bertugas memberikan identitas pada gambar yang sedang diambil. Film pendek bisa terdiri dari belasan bahkan puluhan adegan, apalagi film panjang. Agar tak bingung ketika disunting, setiap gambar yang diambil diberikan identitas sesuai nomor scene dan shot yang ditulis di naskah.

Digital Imaging Technician (DIT): Hanya pembuatan film di era digital yang mengenal jabatan ini. DIT bertugas mengarsip dan membackup data yang sudah selesai diambil. Gambar-gambar yang telah diambil akan dikelola oleh DIT untuk  tidak hanya dipindahkan ke tempat penyimpanan seperti harddisk, tetapi juga di compress untuk proses selanjutnya di paska produksi. DIT juga bertugas menerapkan beberapa adjustment pada gambar yang sudah diambil sesuai dengan arahan penata kamera, misalnya terang gelap, tone warna, dsb.

Gaffer: Ketua urusan pencahayaan (lampu). Dengan arahan dari DP, gaffer membuat desain pencahayaan dan tata letak lampu agar visi sutradara dapat terwujud.

Best Boy (Lighting): Asisten gaffer. Ketimbang gaffer yang lebih banyak mengurus teknis pencahayaan, best boy lebih banyak berkutat pada urusan logistik, seperti manajemen alat.

Key Grip: Selain lampu, ada beberapa perlengkapan lain yang sering dipakai di lokasi film, antara lain polyfoam (stirofoam untuk reflector), diffuser, butterfly, dolly track, kaki lampu, flag, dsb. Key grip adalah kepala untuk urusan-urusan tersebut.

Best Boy (Grip): Membantu key grip.

  1. Departemen Artistik

Jasa Video eps-production.com

Penata Artistik / Production Designer: Sebetulnya jabatan production designer dan art director (penata artistik) adalah jabatan yang berbeda. Production designer adalah perancang tampilan visual film secara keseluruhan, mulai dari warna set, props, pattern, warna pakaian, makeup, dsb. Namun di Indonesia, jabatan ini belum banyak dipakai. Oleh karena itu, kita lebih sering menemukan penata kostum dan rias bekerja secara terpisah dengan tim artistik, padahal semestinya mereka bekerja di bawah satu rancangan  visual yang sama. Berbeda dengan production designer, penata artistik lebih fokus pada urusan artistik (set dan props saja). Ialah yang merancang tampilan interior sebuah set, beserta menyiapkan properti-properti yang dibutuhkan oleh cerita.

Asisten Penata Artistik: Bertugas membantu penata artistik dalam tugas di lapangan. Kadang merangkap sebagai standby art director alias penata artisitik yang standby di set untuk segera mengatur set dan props sesuai kebutuhan framing. Biasanya penata artistik lebih banyak duduk di depan monitor bersama sutradara, sementara asisten penata artistik lebih banyak di set untuk mendengar masukan dari penata artistik.

Set Designer: Bekerja di bawah komando penata artsitik. Bertugas merancang set sesuai (baik eksterior maupun interior) sesuai dengan arahan penata artistik.

Set Dresser: Set dresser memutuskan barang-barang apa saja yang akan diletakan di dalam set sesuai dengan arahan set designer dan penata artistik.

Prop Master: Bertugas mendata, mencari, dan mengelola props yang digunakan dalam film. Props adalah benda-benda di dalam set yang dapat dipindahkan dengan mudah, seperti pisau, buku, telepon genggam, makanan, dsb.

Runner / Buyer: Bergerak cepat di lokasi apabila ada kebutuhan mendadak. Ia juga bertugas membeli/menyewa barag-barang yang telah didata oleh prop master dan set designer.

  1. Departemen Suara

Jasa Video eps-production.com

Production Sound Mixer: Kepala departemen suara. Ia bertugas memonitor, mengatur leveling, melakukan mixing, hingga memilih microphone yang akan digunakan selama syuting.

Boom Operator: Membantu sound mixer memrekam suara lewat boom.

Asisten Sound: Biasanya bertugas mencatat sound report (laporan perekaman suara agar memudahkan proses sync di paska produksi).

  1. Departemen Kostum & Rias

Jasa Video eps-production.com

Penata Kostum: Bertugas mendesain pakaian dan/atau memilih kostum sesuai kebutuhan cerita & karakter.

Penata Rias: Bertugas merias pemain sesuai kebutuhan cerita & karakter.

Penata Rambut: Bertugas merias  rambut pemain sesuai kebutuhan cerita & karakter.

  1. Departemen Post-Production

Jasa Video eps-production.com

Post-Production Supervisor: Membantu produser dalam mengelola proses paska produksi, mulai dari mengatur jadwal hingga mengelola sumber daya manusia.

Editor: Bertugas memilih dan memilah gambar yang sudah diambil di proses syuting. Proses editing dilakukan secara kreatif bersama sutradara. Biasanya editor dibantu oleh beberapa asisten yang bertugas sebelum pemotongan dan penyusunan gambar dimulai.

Colorist: Di era digital, colorist bertugas melakukan penyesuaian warna agar semua gambar yang diambil memiliki karakter yang sesuai dengan kebutuhan (color correction), sebelum lalu mewarnai untuk memberikan nuansa tersendiri bagi hasil akhir filmnya (color grading).

Visual Effect Artist: Apabila film membutuhkan visual effect tambahan, maka visual effect artist bertugas membuat visual effect sesuai dengan kebutuhan cerita.

Rotoscope Artist: Biasanya banyak hal yang tidak diinginkan tidak sengaja terekam di proses syuting, sebut saja kabel malang melintang di set, atau misalnya naskah kru yang tertinggal di dalam set. Rotoscope artist bertugas menghapus objek-objek yang tidak diinginkan tersebut.

Sound Designer: Setelah selesai disunting oleh editor dan gambar telah dikunci (picture lock), maka hasil editing akan diteruskan ke departemen suara. Sound designer bertugas melakukan penyelarasan serta menambahkan berbagai elemen kreatif lain agar gambar yang telah disunting dapat lebih berbicara. Ia bekerja bersama editor dan sutradara.

Dialogue Editor: Tugasnya spesifik mengedit dialog agar semua terdengar dengan baik.

Composer: Bertugas membuat musik (score) sesuai dengan kebutuhan cerita.

Foley Artist: Bertugas merekam foley. Foley adalah manipulasi efek suara tambahan agar gambar dapat lebih berbicara, misalnya suara langkah kaki, gesekan props, dan gerakan-gerakan lain yang mungkin tidak terlalu terdengar di rekaman saat syuting.

demikian pembahasan kali ini mengenai  susunan lengkap 7 Departemen Kru Film atau Video yang biasa kamu terapkan dalam produksi film pendek kamu . Kira-kira kamu cocok masuk di departemen mana ya?

Baca Juga :

5 Kamera Sinema Yang Digunakan Untuk Pembuatan Film

Kamu Ingin Jadi Aktor Film Profesional?

10 Alat Ini Dapat Membuat Film Pendek Kamu Lebih Berkualitas

Read More

Mengenal S-LOG Sony Dan Mekanisme Kerjanya

S-Log dikenal di kalangan videografer atau film-maker sebagai fitur dari kamera Sony a7S, a6300, dan seri-seri sejenisnya yang membuat warna yang dihasilkan sangat flat (pucat), yang justru sangat digemari oleh para pembuat film karena memudahkan color grading warna. S-Log akan membuat film kamu jadi kelihatan lebih cinematic atau memiliki looks film.

Sebenarnya, S-Log hanya istilah yang diberikan oleh Sony, sedangkan pada kamera Canon kamu akan menemukan C-Log, di Panasonic kamu akan menemukan v-log, dan di kamera ARRI kamu akan menemukan LogC. Semuanya mempunyai prinsip teknologi yang sama.

Lalu apa yang membuat log-log ini begitu spesial?

Jasa Video eps-production.com

Mungkin selama ini kamu melihatnya hanya dari “pucatnya” saja.

Sebetulnya bukan itu!

Singkatnya, S-Log adalah cara kamera Sony merekam cahaya dalam kurva logaritmik (log diambil dari kata logaritma). Dengan mengandalkan kurva ini, kamera bisa lebih maksimal menampilkan detil di area gelap dan terang yang biasanya sulit dicapai menggunakan setting-an kamera biasa.

Untuk lebih jelasnya, yuk kita bahas lebih dalam!

  1. Mata manusia bekerja secara logaritmik

Kamu pasti mengeluh saat shooting di ruangan remang-remang. Karena hasilnya terlihat sangat gelap. Bisa saja kamu naikkan ISO supaya lebih terang, tapi hasilnya kotor (grain).

Sebaliknya, saat shooting di siang bolong, langit begitu terang hingga detil awan menghilang, kontras sekali dengan objek di sekitarnya yang tampak lebih gelap. Bisa saja kamu naikkan shutter speed atau apperture supaya awannya muncul kembali, tapi sayangnya objek lainnya malah tambah lebih gelap lagi.

Di luar solusi-solusinya (memasang ND filter, ganti lensa, tambah lampu, dll).. pernahkah kamu bertanya: Mengapa kamera berperilaku seperti itu? Mengapa terangnya di mata tidak selalu sama dengan terangnya di kamera? Mengapa seringkali cahaya terlalu kontras bagi kamera hingga sulit sekali mendapatkan cahaya yang rata antara objek dan latarnya (seperti langit dan pohon)?

Jawabannya..

Karena mata melihat cahaya secara logaritmik, sedangkan kamera merekam cahaya secara linear, supaya kamu paham maksudnya, saya ilustrasikan sebagai berikut:

Bayangkan kamu ada di ruangan gelap dengan satu lilin. Lalu kamu tambahkan satu lilin lagi sehingga lilinnya jadi dua. Maka kamu akan mendapatkan ruangan 2x lebih terang dari sebelumnya, sekarang kamu tambahkan satu lilin lagi, jadi tiga lilin. Apa kamu mengira sekarang akan jadi terang 3x nya? Tidak!

Ruangan tadi akan tampak terang 3x nya kalau kamu tambahkan dua lilin (jadi total 4 lilin).

Mengapa begitu? Karena mata mengukur perubahan cahaya dari kondisi saat ini, bukan menghitung satuan lilin, untuk mendapatkan terang 2x dari saat ini, sumber cahaya pun harus dua kalinya dari saat ini.

Misalnya, karena sekarang kita memiliki 4 lilin, kamu harus menambahkan 4 lilin lagi untuk mendapatkan terang 2x nya dari saat ini, jadi total 8 lilin. Berikutnya harus ditambahkan 8 lilin, jadi total 16 lilin. Begitu seterusnya.

Kalau kita urutkan, jumlah lilin di setiap perubahan terangnya jadinya seperti ini:

1, 2, 4, 8, 16, 32, dst. Bukankah dalam matematika ini disebut deret logaritma?

Jasa Video eps-production.com

Kalau kita plot, kurvanya akan tampak seperti gambar di bawah (sebelah kanan)

Artinya?

Artinya, di sisi gelap, mata manusia bisa menangkap perubahan yang cepat, sedangkan di sisi terang, mata manusia bisa menangkap perubahan secara perlahan-lahan (kurva semakin melandai ke kanan).

Dengan kata lain, mata manusia mampu beradaptasi terhadap cahaya sehingga tidak sampai kehilangan penglihatan baik di situasi minim cahaya, atau pun di situasi banyak cahaya. Itu sebabnya mata kita masih mampu melihat detil awan saat terik, sekaligus mampu melihat detil objek di sekitar bayangannya.

Ini yang tidak bisa ditiru oleh kamera. Karena secara umum, semua perangkat digital beroperasi secara linear dalam mempresentasikan data. Dalam contoh kita, kamera hanya menghitung jumlah lilin.

  1. S-Log “melengkungkan” cahaya

Cara kerja mata tadi kemudian dijadikan referensi untuk mengatasi kelemahan kamera.

Perhatikan dua kurva di gambar bawah. Sebelah kiri adalah kamera merekam cahaya secara linear, sedangkan sebelah kanan adalah kamera yang merekam secara logaritmik (s-log contohnya).

Perhatikan bahwa kalau kamera merekam secara linear, ada bagian yang terpotong karena sudah di luar batas cahaya yang bisa ditampilkan monitor. Otomatis pada batas ini, objek tampak putih begitu saja (seperti langit yang awannya menghilang).

Sedangkan kalau kamera merekam secara log, cahaya seolah dilengkungkan sehingga semuanya masuk di batas cahaya yang bisa ditampilkan monitor.

  1. Efek pucat S-Log

Akibat dari lengkungan cahaya yang dibuat s-log, gambar akan tampak pucat sekali, Itu karena s-log berupaya menekan cahaya sehingga tidak terlalu kontras sampai menyebabkan banyak detil yang hilang.

Jasa Video eps-production.com

Oleh karena itu, s-log memang diperuntukkan buat mereka yang merencanakan grading saat editing. Kalau tidak, gambar akan tampak tidak normal.

Lihat contoh hasil rekaman s-log dan hasil setelah digrading di video berikut :

Apa bedanya dengan raw?

Banyak yang mengira kalau log sama dengan raw, karena gambar seolah ‘mentah’.

Sebenarnya bedanya sangat jauh.

Kalau kamu shooting menggunakan raw, maka data yang diperoleh bukan berupa video. Kamu harus mengolahnya lagi sehingga menjadi sebuah file video.

Seperti kalau kamu menginstall Magic Lantern yang membuat DSLR bisa merekam dalam raw, hasilnya bukanlah mov atau mp4, tapi berupa potongan file-file mentah yang harus kamu gabungkan menjadi video di photoshop.

Karena raw adalah data mentah atau data asli yang keluar dari sensor, maka kualitas gambar yang dihasilkan raw berada di atas s-log dan hasil rekaman biasa (non log). Tapi memori yang dibutuhkan sangat besar. Hanya film-film layar lebar dengan kamera-kamera mahal (seperti RED, ARRI, dan Imax) yang biasanya menggunakan raw.

Sedangkan log hanya memanipulasi cahaya yang bisa masuk dalam standar kebutuhan video biasa. Hasilnya juga langsung menjadi sebuah video.

Baca Juga :

5 Jenis Drone Dan Fungsinya

8 Perbedaan Lensa Foto Dan Lensa Movie Cinema

4 Alasan Penting Dan Manfaat Memiliki Video Company Profile

Read More