Apa Itu Video Klip dan Bagaimana Cara Membuatnya?

Video musik atau video klip adalah kombinasi visual dan audio yang dirancang untuk mempromosikan lagu dan memberikan gambaran akan makna dari lagu yang di bawakan secara visual. Mereka sering kali menampilkan penampilan artis, cerita, atau konsep kreatif yang berkaitan dengan tema lagu yang di bawakan. Video musik atau video clip dapat memperkuat pesan lagu, menarik perhatian penonton, dan membantu dalam pemasaran music agar lebih mudah diterima dan dikenal oleh masyarakat.

Baca Juga : 6 Camera Movements Yang Wajib Kamu Ketahui

Baca Juga : Mengenal Sensor Kamera APS-C, Kelebihan dan Kekurangannya!

Video Music/ Video Clip memiliki peran yang sangat penting dalam menstimulus pendengarnya untuk lebih mengerti dan dapat mencintai lagu yang dibawakan oleh si artis. Berikut adalah beberapa peran utama video musik:

  1. Visualisasi Cerita

Video musik dapat menggambarkan cerita atau tema yang ada dalam lirik, membantu penonton lebih memahami makna lagu.

  1. Ekspresi Artistik

Memberikan platform bagi artis untuk mengekspresikan visi kreatif mereka, baik melalui konsep visual, kostum, maupun lokasi.

  1. Meningkatkan Daya Tarik

Visual yang menarik dapat menangkap perhatian penonton dan membuat lagu lebih mudah diingat.

  1. Memperluas Audiens

Video yang menarik dapat dibagikan di media sosial, menjangkau audiens yang lebih luas dan meningkatkan popularitas lagu.

  1. Membangun Identitas

Video musik membantu menciptakan identitas visual untuk artis, yang bisa menjadi ciri khas mereka.

  1. Emosi dan Suasana

Visual yang tepat dapat meningkatkan emosi yang ingin disampaikan dalam lagu, menjadikan pengalaman mendengarkan lebih mendalam.

  1. Promosi dan Pemasaran

Video musik sering digunakan sebagai alat promosi untuk album atau konser, membantu meningkatkan penjualan dan kesadaran merek.

  1. Interaksi dengan Audiens

Video musik dapat mengundang penonton untuk berinteraksi melalui komentar atau berbagi, menciptakan komunitas di sekitar lagu. Dengan semua peran ini, video musik menjadi elemen yang sangat berharga dalam industri musik, berfungsi sebagai jembatan antara musik dan audiens.

Baca Juga : 5 Jenis Lensa Kamera dan Kegunaannya

Membuat Video Clip Yang Menarik

Membuat video klip memerlukan beberapa langkah sistematis. Berikut adalah panduan langkah demi langkah:

  1. Tentukan Konsep
  • Ide dan Tema: Pikirkan tentang pesan atau cerita yang ingin kamu sampaikan.
  • Target Audiens: Siapa yang akan menonton? Ini akan memengaruhi gaya dan isi video.
  1. Buat Script dan Storyboard
  • Script: Tulis naskah atau outline dari adegan yang akan ditampilkan.
  • Storyboard: Buat sketsa atau catatan visual untuk menggambarkan setiap adegan. Ini akan membantu saat pengambilan gambar.
  1. Persiapan Alat
  • Kamera : Pilih kamera yang sesuai, sesuaikan type atau merk kamera apa yang sesuai dengan kebutuhan serta budget produksimu.
  • Peralatan Pendukung : Tripod, lampu, mikrofon, dan aksesori lainnya untuk meningkatkan kualitas.
  1. Pilih Lokasi
  • Lokasi Syuting : Tentukan tempat yang sesuai dengan tema video. Pastikan kamu sudah memiliki izin untuk syuting jika menggunakan tempat umum sebagai lokasinya.
  1. Pencahayaan
  • Cahaya Alami: Manfaatkan cahaya matahari untuk hasil yang lebih baik.
  • Lampu Tambahan: Gunakan lampu softbox atau lampu LED jika diperlukan.
  1. Pengambilan Gambar
  • Ambil Beberapa Sudut: Variasikan sudut dan jarak pengambilan gambar untuk hasil yang menarik.
  • Rekam Beberapa Kali: Ambil beberapa take untuk memastikan ada banyak pilihan saat editing.
  1. Pilih Musik dan Efek Suara
  • Musik Latar: Pilih musik yang sesuai dan pastikan tidak melanggar hak cipta (gunakan musik bebas royalti jika perlu).
  • Efek Suara: Tambahkan efek suara untuk meningkatkan suasana video.
  1. Editing
  • Perangkat Lunak Editing: Gunakan software seperti Adobe Premiere, Final Cut Pro, atau aplikasi editing sederhana.
  • Pemotongan dan Penyusunan: Potong bagian yang tidak diperlukan dan susun klip sesuai alur cerita.
  • Efek Visual: Tambahkan efek transisi, teks, dan grafik jika diperlukan.
  1. Feedback
  • Tanya Pendapat: Tunjukkan video kepada teman atau keluarga untuk mendapatkan masukan sebelum rilis.
  1. Publikasi dan Promosi
  • Platform: Unggah video ke platform seperti YouTube, Instagram, atau TikTok.
  • Promosi: Bagikan di media sosial untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
  1. Evaluasi
  • Analisis: Setelah video dirilis, lihat respons dan analisis performanya untuk belajar dari pengalaman.

Baca Juga : 7 Keunggulan Yang Dimiliki Kamera Full Frame

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, kamu bisa membuat video klip yang menarik. Jika kamu kerepotan atau tidak memiliki banyak pengetahuan tentang produksi video, kamu dapat mempercayakan pembuatan video klip tersebut dengan agency atau production house professional. Kami EPS PRODUCTION siap membantu kamu dalam pembuatan video klip mulai dari perencanaan konsep, pemilihan lokasi & talent, produksi shooting, dan editing video kamu sampai selesai. Hubungi kami untuk konsultasi lebih lanjut! See yaaa!!!

Read More

Mengenal Sensor Kamera APS-C, Kelebihan dan Kekurangannya!

Sensor APS-C (Advanced Photo System type-C) adalah jenis sensor gambar yang umum digunakan dalam kamera digital, terutama di kamera DSLR dan mirrorless. Ukurannya sekitar 22,5 x 15 mm, yang lebih kecil dibandingkan dengan sensor full-frame, tetapi lebih besar dibandingkan dengan sensor format mikro 4/3.

 

Kelebihan sensor APS-C termasuk:

  1. Depth of Field: Sensor ini memberikan depth of field yang lebih sempit dibandingkan sensor kecil (sensor format mikro 4/3), memudahkan untuk menciptakan efek bokeh yang menarik.
  2. Crop Factor: Sensor APS-C memiliki crop factor sekitar 1.5x (atau 1.6x pada beberapa model), artinya lensa 50mm pada APS-C akan memberikan sudut pandang yang setara dengan lensa 75mm pada full-frame.
  3. Ukuran dan Berat: Kamera dengan sensor APS-C umumnya lebih kecil dan lebih ringan, menjadikannya pilihan yang baik untuk fotografer yang sering bepergian.

Baca Juga : 7 Keunggulan Yang Dimiliki Kamera Full Frame

Meskipun sensor APS-C memiliki banyak kelebihan, ada beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan:

  1. Performa dalam Pencahayaan Rendah: Sensor APS-C biasanya memiliki performa yang kurang baik dibandingkan dengan sensor full-frame dalam kondisi pencahayaan rendah. Ini bisa menyebabkan noise yang lebih tinggi pada ISO tinggi.
  2. Rentang Dinamis: Rentang dinamis sensor APS-C biasanya sedikit lebih rendah dibandingkan sensor yang lebih besar, seperti full-frame. Ini dapat mempengaruhi kemampuan untuk menangkap detail di area terang dan gelap dalam satu gambar.
  3. Crop Factor: Dengan crop factor sekitar 1.5x, lensa yang digunakan pada kamera APS-C akan memberikan sudut pandang yang lebih sempit. Ini bisa menjadi tantangan jika Anda ingin menggunakan lensa lebar untuk landscape atau arsitektur.
  4. Kualitas Bokeh: Meskipun bisa menciptakan efek bokeh yang baik, sensor APS-C biasanya tidak dapat menghasilkan bokeh selebar yang sama seperti sensor full-frame, yang memiliki depth of field lebih sempit.
  5. Ketergantungan pada Lensa: Untuk mencapai hasil terbaik, pengguna mungkin perlu membeli lensa yang dirancang khusus untuk APS-C, yang bisa menjadi tambahan biaya.
  6. Keterbatasan Profesional: Beberapa fotografer profesional mungkin lebih memilih sensor full-frame untuk kualitas gambar terbaik dan performa yang lebih baik, terutama dalam situasi ekstrem.

Dengan mempertimbangkan kekurangan ini, penting untuk memilih sensor yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya video dan fotografi kamu.

Merk Kamera APS-C

Banyak kamera di pasaran yang menggunakan sensor APS-C. Berikut adalah beberapa contok merek kamera yang menggunakan sensor APS-C:

Baca Juga : 5 Jenis Lensa Kamera dan Kegunaannya

  1. Canon
  • Canon EOS 90D
  • Canon EOS M50 Mark II
  • Canon EOS Rebel T8i (EOS 850D)
  1. Nikon
  • Nikon D7500
  • Nikon Z50 (mirrorless)
  • Nikon D5600
  1. Fujifilm
  • Fujifilm X-T4
  • Fujifilm X-T30
  • Fujifilm X-E4
  1. Sony
  • Sony Alpha A6600
  • Sony Alpha A6400
  • Sony Alpha A6300
  • Sony Alpha A6000
  1. Pentax
  • Pentax K-70
  • Pentax KP

Baca Juga : 4 Tips Agar Produksi Film Atau Video Kamu Selesai Tepat Waktu

Kamera-kamera ini cocok untuk berbagai jenis video dan fotografi, dari pemula hingga profesional. Dengan penjelasan diatas diharapkan semakin memantapkan kamu untuk membeli kamera dengan jenis sensor apa dan yang terpenting adalah di sesuaikann dengan kebutuhan kamu. Semoga artikel ini bermanfaat, jika suka dengan artikel ini jangan lupa share ke teman-teman kamu ya ;).

Read More

7 Keunggulan Yang Dimiliki Kamera Full Frame

Bagi para penggiat dunia video dan foto profesional, kebanyakan dari mereka cenderung memilih kamera full frame dibanding APS-C. Simpelnya, karena kamera full frame memakai sensor yang berukuran sama dengan satu frame film 35mm tradisional, yakni 36 x 24 mm. Sensor ini lebih besar dari kamera bertipe APS-C yang memiliki sensor berukuran 22 x 15 mm.

Lantas, apa keuntungan memakai kamera bersensor full frame dibandingkan dengan kamera sensor APS-C? Berikut admin jabarkan 7 kelebihan kamera dengan sensor full frame :

  1. Memiliki sensor yang lebih besar dan lebih baik

Jasa Video eps-production.com

Baca Juga: Mengenal Kamera Lumix S1H, Mirrorless Pertama Yang Diakui NETFLIX

Dibandingkan dengan kamera yang menggunakan sensor APS-C, kamera full frame memiliki sensor yang lebih besar. Semakin besar sensor, semakin besar piksel yang dimiliki, terang laman Adorama Camera. Piksel yang lebih besar dapat menangkap lebih banyak informasi warna dan cahaya masuk serta lebih sedikit noise dibanding piksel yang lebih kecil.

Itulah mengapa, ISO tinggi bekerja lebih baik pada kamera full frame berkat sensornya yang besar. Keuntungan lain ialah bisa membedakan variasi warna yang lebih halus serta menangkap rentang dinamis yang lebih besar. Hasil akhirnya akan meningkatkan akurasi, realisme dan vibrant pada foto.

  1. Biasanya, memiliki resolusi yang lebih besar

Jasa Video eps-production.com

Biasanya, kamera full frame memiliki resolusi yang lebih besar dari kamera APS-C.

Dengan ini, kita bisa memotret dan mengambil video dalam keadaan pencahayaan yang minim. Selain itu, sensor full frame bisa menangkap detail yang halus, rentang dinamis yang besar, gambar yang lebih tajam dan mengurangi noise dalam foto, ungkap laman Adorama Camera. Lebih unggul dari kamera APS-C!

  1. Tidak ada crop factor seperti di APS-C dan MFT

Jasa Video eps-production.com

Ada banyak pilihan lensa yang tersedia untuk kamera full frame. Dan tidak ada crop factor seperti di kamera APS-C. Misal, jika kita memasang lensa dengan panjang 24 mm, maka hasil akhirnya pun akan tetap 24 mm. Namun, jika dipasang di kamera APS-C, maka akan berubah jadi 36 mm karena ada crop factor 1,5 kali.

Begitu pula jika kita memakai lensa 50 mm, di full frame panjangnya tidak berubah, tetapi di kamera APS-C akan menjadi 75 mm. Simpelnya, dengan crop factor, lensa akan berubah menjadi lebih panjang. Lensa ultra-wide akan menjadi wide dan lensa wide akan menjadi normalDengan memakai full frame, hal ini tidak akan terjadi!

Editor Pick :

6 Situs download Template After Effect Gratis 2022

Tugas Dan Tanggung Jawab Seorang Sutradara

Teknik Shooting Video Menggunakan Green Screen

  1. Menghasilkan bokeh yang lebih halus

Laman Borrow Lenses membuat perbandingan antara bokeh yang dihasilkan oleh tiga kamera, yakni Canon 5D Mark III (full frame), Fuji X-E2 (APS-C dengan crop factor 1,5x) dan Olympus OM-D E-M1 (Micro Four Thirds/MFT dengan crop factor 2x). Di antara tiga kamera itu, mana yang mempunyai bokeh paling halus?

Lalu, Borrow Lenses mencoba memotret objek yang sama dengan focal length dan aperture yang sama. Hasilnya, kamera full frame dari Canon 5D Mark III memberi bokeh yang lebih halus dibanding kamera APS-C dan MFT yang memiliki crop factor. Pertimbangkan kamera full frame jika ingin bokeh yang lebih smooth.

  1. Noise yang dihasilkan lebih sedikit

Jasa Video eps-production.com

Baca Juga: Perbedaan Editing Offline vs Online Dalam Video Dan Film

Memotret di tempat dengan pencahayaan minim membuat kita harus menaikkan ISO. Konsekuensinya, semakin tinggi ISO, semakin banyak noise yang muncul di foto. FYI, dalam fotografi, noise adalah distorsi visual yang berwujud titik-titik di gambar. Noise membuat hasil foto menjadi kurang jernih dan kurang bersih.

Kamera full frame memiliki sensor dan piksel yang besar, yang akan menghasilkan gambar dengan kualitas yang lebih baik pada ISO tinggi. Hasilnya, noise akan terlihat lebih sedikit dibanding kamera crop factor, seperti APS-C atau MFT. Bahkan, kamera full frame memiliki ISO maksimal hingga 25.600 atau lebih dengan noise yang lebih sedikit.

  1. Memiliki rentang dinamis yang lebih luas

Keunggulan lain dari kamera full frame adalah memiliki rentang dinamis yang lebih luas. Rentang dinamis luas bisa menangkap detail bayangan paling gelap dan detail highlight paling terang. Menurut laman Wex Photo Video, kamera dengan rentang dinamis luas bisa menangkap bayangan, midtone dan highlight lebih banyak.

Contoh nyatanya, kamera dengan rentang dinamis sempit bisa menangkap detail di area yang lebih gelap, tetapi gagal menangkap detail di area yang lebih terang, begitu pula sebaliknya. Seperti di contoh foto di atas, detail langit di foto sebelah kiri kurang terlihat dan warnanya kurang menonjol. Namun, hal ini bisa diminimalisir di kamera full frame.

  1. Bagian body dibuat dari bahan yang lebih berkualitas

Jasa Video eps-production.com

Baca Juga: Mengenal Keunggulan Kamera Sony FX3 Si Monster Kecil Sinematik

Seperti yang kita tahu, kamera full frame memiliki harga yang lebih mahal dari kamera APS-C dan MFT. Bahan untuk membuat body kamera APS-C dan MFT biasanya dibuat dari campuran plastik dan polikarbonat, jelas laman Wex Photo Video. Sementara, kamera full frame banyak yang dibuat dari magnesium yang lebih padat.

Karena bahannya yang lebih berkualitas, kamera full frame lebih tahan terhadap cuaca, debu dan air. Namun, hal ini membawa konsekuensi tersendiri, yakni ukuran body kamera yang menjadi lebih berat dari kamera crop factor. 

Nah, itulah 7 keunggulan kamera full frame dibanding kamera APS-C atau MFT. Dengan segala plus-minusnya, siapkah kamu berganti ke kamera full frame?

Read More

Corporate Profile PT. Elleair Indonesia

PT. Elleair Indonesia merupakan anak perusahaan DAIO PAPER Corporation, salah satu Produsen Kertas dan Pengemasan terbesar di Jepang yang didirikan di tahun 1943. Seiring dengan tanggapan dan respon yang baik dari ibu dan bayi di Indonesia, pada tahun 2014, PT. Elleair International Manufacturing Indonesia didirikan di Cikarang, Kabupaten Bekasi. Tujuannya adalah untuk mengembangkan dan mendistribusikan produk-produk terbaik bagi masyarakat Indonesia secara langsung dan cepat.

GOO.N adalah salah satu produk unggulan PT. Elleair Indonesia yang dibuat untuk membuat bayi nyaman, melindungi kulit bayi dari iritasi dan mendukung tumbuh kembang bayi untuk selalu sehat.

Read More

5 Protokol Kesehatan Syuting Film di Masa Pandemi

Pandemi ini membuat kita harus beradaptasi dengan normal yang baru termasuk proses produksi sebuah film. Dalam menjalankan syuting di masa pandemi, eps-production harus menyiapkan beberapa protokol kesehatan untuk tim produksi. Protokol kesehatan yang ketat ini harus dipatuhi oleh semua kru agar proses syuting berjalan lancar, aman, dan semua kru terjamin kesehatan dan keselamatannya. Protokol kesehatan yang kita jalani akan kita bahas di bawah ini:

  1. Wajib PCR

Jasa Video eps-production.com

Di tahap praproduksi, semua kru dan pemain wajib mengikuti PCR Swab Test yang disediakan oleh production house. Jika hasilnya negatif, maka kru dan pemain tersebut baru boleh mengikuti proses syuting. Jika ada yang positif, maka dengan terpaksa kru atau pemain itu harus mengisolasi diri selama 14 hari atau hingga sudah dinyatakan negatif dari COVID-19.

Baca Juga : 5 Tips Membuat Karakter dalam Film

  1. Tes Antigen Secara Berkala

Jasa Video eps-production.com

Tes antigen dilakukan secara berkala guna memastikan semua orang tetap dalam keadaan sehat dan negatif dari COVID-19. Tim produksi memilih 25% dari kru setiap harinya secara acak untuk mengikuti tes antigen guna memastikan cluster yang dibentuk selalu aman.

  1. Pembagian Ring

Jasa Video eps-production.com

Lokasi syuting dibagi ke dalam lima ring. Hanya kru-kru inti seperti sutradara, produser, produser pelaksana, asisten sutradara, dan petugas lain yang ditunjuk yang boleh masuk ke semua ring. Hal ini dilakukan untuk mencegah kru berkumpul di satu titik dalam waktu yang lama.

  1. Jam Kerja Maksimal 15 Jam

Jasa Video eps-production.com

Proses produksi ini sangat menguras mental dan energi. Jika kru dan pemain tidak istirahat dengan cukup, maka mereka rentan akan penyakit. Proses produksi di masa pandemi akan dilakukan seefeketif dan seefisien mungkin. Jam kerja syuting pun dibatasi hingga maksimal 15 jam kerja. Maka sutradara sudah harus menyiapkan praproduksi seefektif mungkin sehingga tidak banyak waktu yang terbuang untuk mengatasi kesalahpahaman di saat proses produksi.

Baca Juga : 5 Tahapan Produksi Dalam Pembuatan Video Company Profile

  1. 3M dan Disinfeksi

Jasa Video eps-production.com

Yang terakhir dan sangat wajib untuk dipatuhi adalah selalu menerapkan 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) dan disinfeksi secara berkala. Pada saat produksi ini hanya pemain yang diizinkan memasuki set tanpa menggunakan masker, walaupun tetap dihimbau untuk memakai masker sampai kamera mulai merekam adegan. Properti dan peralatan juga merupakan salah satu tempat yang wajib diperhatikan kebersihannya. Oleh karena itu kru yang bertanggung jawab wajib menyemprot cairan disinfektan ke peralatan syuting, props, kostum, sampai peralatan makeup sebelum disentuh atau dipakai oleh pemain.

Begitulah protokol kesehatan yang kita jalankan selama proses produksi agar semua kru dan pemain tetap sehat dana man untuk kembali berkumpul bersama keluarga. Jaga kesehatan selalu ya guys.

Baca Juga : 5 Fungsi Iklan Digital Buat Produkmu Disaat Pandemi

Read More

Unsur Naratif dan Sinematik dalam Film

Pernahkah kamu menonton cerita film dan merasa asik dengan film tersebut? Atau kamu mendapatkan sesuatu yang menarik dari film tersebut?

Tanpa kita sadari, di dalam sebuah cerita film terdapat unsur yang membentuknya yang menjadikan cerita tersebut semakin hidup dan mampu membuat para penonton tertarik untuk melihat, mulai dari tokoh, cerita, latar, adegan, music, acting, pergerakan kamera, dll.

Unsur tersebut adalah unsur naratif dan unsur sinematik. Kedua unsur tersebut saling mengisi satu sama lain dan tidak dapat dipisahkan dalam membuat sebuah film atau video.

Kita harus dapat memahami dan mengerti tentang kedua unsur tersebut agar dapat memahami film secara menyeluruh dan mendalam. Oleh karena itu, pada tulisan kali ini, kita akan mengulas mengenai pengertian dari unsur naratif dan unsur sinematik. Berikut penjelasannya:

Baca Juga : 6 Teknik Pencahayaan Terbaik Dalam Film | EPS PRODUCTION

UNSUR NARATIF

Jasa Video eps-production.com

Unsur naratif adalah unsur yang terdiri dari rangkaian peristiwa yang memiliki hubungan antara satu dengan lainnya dan berhubungan dengan aspek cerita atau tema film. Setiap film cerita tidak mungkin lepas dari unsur naratif dan setiap cerita pasti memiliki unsur-unsur seperti tokoh, masalah, konflik, lokasi, waktu, serta lainnya-lainnya. Seluruh elemen tersebut membentuk unsur naratif secara keseluruhan. Singkatnya unsur naratif ini dapat diartikan sebagai bagaimana perlakuan film-maker kepada filmnya sendiri.

Unsur naratif dapat dikembangkan ke dalam pola tiga babak yaitu Pendahuluan (tokoh, setting lokasi, dan cerita), Pertengahan (konflik dan klimaks), dan Penutup yang akan menjadi kesimpulan film.

Baca Juga : Pentingnya Behind The Scene Dalam Produksi Film dan Video

Aspek dan Elemen Cerita Pada Unsur Naratif

Berikut di bawah ini aspek-aspek cerita dalam unsur naratif:

  • Latar Cerita

Latar cerita atau biasa disebut dengan lokasi ini terbagi menjadi empat macam, yaitu realis (nyata), fiksi (rekaan), fiksi (alam nyata), dan non fiksi.

  • Urutan Waktu

Dalam sebuah cerita film terdapat urutan waktu yang akan menunjukkan pola dalam perjalanan film tersebut. Terdapat dua pola waktu, yaitu pola linier dan pola non linier. Pola linier adaalah pola yang menunjukkan sebuah urutan dari aksi atau peristiwa tanpa ada interupsi waktu yang signifikan.

Sedangkan pola non linier penulis memanipulasi urutan waktu dalam cerita sehingga hubungan sebab-akibatnya tidak begitu jelas. Dan pola non linier ini biasanya akan membuat penonton merasa kesulitan dalam mengikuti alur cerita yang ada.

  • Durasi Waktu

Durasi waktu terbagi menjadi dua yakni durasi waktu dalam film dan durasi cerita film. Dua hal ini sangatlah berbeda. Durasi waktu dalam sebuah film biasanya 90 – 120 menit, namun durasi ceritanya dapat terdiri dari beberapa rangkaian waktu yang cukup panjang misalnya sehari, seminggu, setahun bahkan bertahun-tahun.

  • Frekuensi Waktu

Munculnya banyak adegan yang sama persis dalam sebuah angle yang berbeda biasa disebut sebagai frekuensi waktu. Biasanya hal ini terjadi karena adanya flashback atau kilas depan dari sebuah cerita. Kemungkinan dari motif cerita ini akan menjadikan pengulangan dalam sebuah shot.

  • Karakter

Peran protagonis akan menjadi motivator utama dalam film yang akan berselisih dengan peran antagonis.

  • Konflik

Konflik datang dari pemeran antagonis yang akan menghalangi aksi dari pemeran protagonist.

UNSUR SINEMATIK

Jasa Video eps-production.com

Unsur sinematik adalah cara atau dengan menggunakan gaya apa sebuah film itu digarap. Sederhananya, sinematik sendiri memilik arti pengambilan gambar sesuai dengan kaidah film bioskop. Dalam unsur sinematik, ada beberapa aspek yang membentuknya, yaitu :

  • Mise en scene unsur sinematik

Mise en scene (dibaca mis ong sen) adalah setiap hal yang terlihat di dalam sebuah frame film. Mise en Scene pertama kali muncul sebagai istilah film dalam kritik oleh Cahiers du Cinema. Istilah berbahasa Prancis ini diadaptasi dari seni panggung yang memiliki arti ‘penempatan di panggung’. Dalam film, panggung ini dibatasi oleh frame, yaitu hanya hal-hal yang terlihat di layar kamera.

Mise en Scène sendiri meliputi beberapa aspek, antara lain: setting, aktor, bloking, kostum, dan lighting. Semua aspek itu tidak hanya berperan secara naratif, tetapi juga secara visual maupun puitis.

  • Sinematografi Unsur Sinematik

Sinematografi ialah ilmu yang menjelaskan tentang teknik dalam pengambilan gambar dan menggabungkan gambar tersebut hingga membentuk sebuah cerita. Sinematografi meliputi segala elemen visual yang akan ditampilkan pada layar ketika film ditayangkan. Elemen-elemen tersebut meliputi framing, zooming, exposure, tata cahaya, komposisi, pergerakan kamera, sudut-sudut kamera, pemilihan film, pemilihan lensa, fokus, warna, penggunaan filter, dan depth of field.

Sinematografi sendiri hampir sama dengan fotografi, yaitu menangkap pantulan dari cahaya yang mengenai suatu benda. Bedanya, peralatan yang digunakan fotografi yaitu menggunakan alat tangkap tunggal, sedangkan sinematografi menangkap rangkaian gambar.

  • Editing Unsur Sinematik

Editing adalah proses yang dilakukan oleh editor dengan memotong dan menyambung potongan gambar untuk dijadikan sebagai cerita yang utuh dan dapat dimengerti. Terdapat dua proses editing yaitu editing offline dan juga editing online.

  • Suara Unsur Sinematik

Suara merupakan hal yang sangat penting dalam pembuatan film, karena dengan adanya suara maka akan memberikan nyawa bagi film tersebut. Terlebih lagi, baik tidaknya kualitas dari suara sangat berpengaruh terhadap film tersebut. Sound sendiri terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:

  1. Diegetic

Diegetic yaitu suara dimana sumber suaranya terlihat dalam layar atau disiratkan oleh aksi dalam film. Contoh : suara karakter, suara peraga, musik instrumen musik

  1. Non-Diegetic

Non-Diegetic yaitu suara yang tidak nampak di layar dan tidak juga diterapkan oleh para aksi, biasanya suara tersebut keluar dari tempat kejadian cerita. Contoh: komentar narator, instrumen, suara efek.

Itulah pengertian unsur naratif dan unsur sinematik. Semua unsur tersebut saling berkesinambungan satu sama lain. Jika salah satu elemen diatas dihilangkan maka elemen yang lain harus lebih ditonjolkan agar menutup kekosongan dari elemen yang hilang.

Begitulah aspek naratif dan sinematik yang terdapat dalam film yang harus kamu perhatikan dalam pembuatan filmmu. Selamat berkarya…

Baca Juga : Hal Yang Perlu Kamu Perhatikan Sebelum Memilih Production House

Read More