5 Film Tentang Kecelakaan Pesawat Yang Wajib Kamu Tonton

Film tentang pesawat berdasarkan kisah nyata sebagian besar terinspirasi dari berbagai peristiwa kecelakaan yang terjadi di seluruh penjuru dunia.

Sebenarnya pesawat merupakan alat transportasi paling aman karena didukung oleh teknologi canggih dan kru yang pesawat yang telah melewati bermacam-macam latihan untuk menghandle setiap siatuasi. Kecelakaan pesawat terbilang sangat jarang terjadi dibandingkan alat transportasi lain seperti darat dan laut.

Hanya saja jika satu kecelakaan pesawat terjadi korbannya bisa jauh lebih banyak. Kecelakaan pesawat bisa merenggut puluhan bahkan sampai ratusan korban jiwa sekaligus.

Sejumlah film pesawat berdasarkan kisah nyata menghadirkan cerita perjuangan para penumpang dan kru pesawat mencoba bertahan hidup. Kisah heroik sekaligus menyedihkan ini sangatlah menarik untuk ditonton.

Berikut 5 Film Tentang Kecelakaan Pesawat Yang Wajib Kamu Tonton berdasarkan kisah nyata:

  1. Sully

Jasa Video eps-production.com

Film drama biografi karya Clint Eastwood ini bercerita tentang kecelakaan pesawat terbang US Airways nomor penerbangan 1549 dengan Captain Pilot Chesley “Sully” Sullenberger. Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 15 Januari tahun 2009. Alur cerita film Sully diadaptasi dari buku autobiografi karya Sully dan Jeffrey Zaslow, berjudul Highest Duty.

Film ini mengisahkan Kapten Sully diperankan Tom Hanks berhasil menyelamatkan 155 penumpangnya, setelah pesawat Airbus A320-214 yang dikemudikannya mengalami mati mesin karena menabrak sekawanan angsa sesaat setelah take off.

Sully seorang pilot lulusan States Air Force Academy tahun 1973 yang berpengalaman menerbangkan pesawat F-4D Phantom II. Dia kemudian bergabung ke US Airways menerbangkan pesawat Airbus A320.

Baca Juga : Kamu Ingin Jadi Aktor Film Profesional?, Yuk Kuasai 4 Dasar Ini

  1. The Captain

The Captain merupakan film pesawat berdasarkan kisah nyata ketika pesawat Sichuan Airlines Flight 8633 terbang dari Chongqing menuju Lhasa pada 14 Maret 2018.

Kala itu, di ketinggian 32.000 kaki, kaca depan kanan kokpit terbuka dan hancur menyebabkan co-pilot cedera. Insiden itu membuat pilot Kapten Liu Chuanjian dan kru mempersiapkan pendaratan darurat. Kapten Liu Chuanjian yang diperankan Zhang Hanyu berusaha tetap tenang untuk menghadapi masalah itu. Keberanian, ketenangan, dan keberhasilan Kapten Liu Chuanjian membawa pesawat Airbus A319 membuatnya dijuluki Kapten Sully dari China.

Film China yang diproduksi pada 2019 ini disutradarai Andrew Lau.

  1. Aftermath

Aftermath dirilis tahun 2017 dengan sutradara Elliott Lester. Film pesawat ini diangkat dari kisah nyata tragedi tabrakan pesawat Tupolev Tu-154M dari Bashkirian Airlines dan pesawat kargo DHL. Aftermath dibintangi Arnold Schwarzenegger, Scoot McNairy, Maggie Grace, and Martin Donovan.

Kisahnya Roman (Arnold Schwarzenegger) berusaha membalas kematian istri dan anaknya. Istri dan anak perempuan Roman menjadi korban tabrakan antara pesawat berpenumpang dengan pesawat kargo. Roman mencari petugas pengatur lalu lintas udara yang bertugas saat itu. Namun, petugas itu sudah pindah dan mengganti identitas karena merasa bersalah atas tabrakan tersebut.

  1. United 93

Film ini dirilis tahun 2006 dan disutradarai oleh Paul Greengrass. United 93 terinspirasi dari kejadian pembajakan pesawat di Amerika Serikat pada 11 September 2001. Saat itu empat pesawat dibajak untuk menabrak sejumlah bangunan penting di AS. Namun dari empat pesawat yang dibajak, pesawat United Airlines Flight 93 tidak mengenai targetnya Gedung Capitol. Sayangnya, pesawat itu jatuh di Pennsylvania, AS. United 93 dibintangi Christian Clemenson, Cheyenne Jackson, David Alan Basche, Peter Hermann, Daniel Sauli, Trish Gates, Corey Johnson, Richard Bekins, Michael J. Reynolds, dan Khalid Abdalla.

Baca Juga : 3 Tahapan Produksi Video

  1. Flight

Jasa Video eps-production.com

Kisah film Flight mengikuti tokoh bernama Whip Whitaker diperankan Denzel Washington, seorang pilot yang berhasil melakukan pendaratan darurat setelah terjadi kesalahan mekanis pada pesawat. Awalnya Whip dipuji karena kesuksesannya itu. Namun National Transportation Safety Board (NTSB) dalam investigasinya menemukan fakta Whip seorang pemabuk dan pecandu nikotin.

Film ini dirilis pada 2012 lalu dengan sutradara Robert Zemeckis

 

Read More

Mengenal 8 Tugas Seorang Asisten Sutradara | eps-production

Asisten Sutradara (assistant director) adalah orang yang membantu sebagian tugas-tugas penting seorang sutradara. Astrada adalah seorang yang mengatur jalannya produksi shooting film. Astrada memiliki peranan penting saat shooting berlangsung.

Mengapa demikian?

Yuk kita kenali proses kerja, tugas, dan peran penting seorang astrada.

  1. Membaca, Menganalisa, Membreakdown Skenario

Pekerjaan pertama seorang astrada adalah membaca skenario. Membaca pun tidak hanya satu kali, tetapi berkali-kali. Membaca skenario saat kali pertama biasanya seperti membaca sebuah novel. Kita akan terombang ambing mengikuti alur cerita. Kalau ada komedinya ya ikut tertawa, kalau ada sedihnya ya bisa ikut terharu. Saat membaca skenario yang kedua kali dan seterusnya, kita sudah tahu alur ceritanya jadi tidak akan hanyut lagi. di saat inilah, seorang asisten sutradara menganalisa detil-detil dari skenario.

Dari Analisa dan diskusi, juga arahan sutradara, maka astrada membuat Master Breakdown. Semacam ringkasan dari skenario. Berisi tentang bermacam informasi dari isi skenario, dan hal-hal tambahan berdasarkan diskusi dan arahan sutradara.

Master breakdown berisi informasi tentang nomor scene, lokasi, set, exterior/interior, cast atau pemain, extra’s/figuran, kostum, properti, deskripsi adegan, keterangan halaman scene, dan keterangan lainnya.

Master breakdown ini juga akan dipakai untuk membuat Call Sheet atau Callingan (kolingan) Shooting. Skejul nantinya akan mengkopas (copy paste) materi dari master breakdown ke lembaran kolingan shooting.

  1. Hunting lokasi dan Recce

Jasa Video eps-production.com

Hunting lokasi adalah pencarian lokasi yang tepat untuk kebutuhan adegan film. Untuk sebuah set, tim produksi (unit lokasi) harus mampu mencari lokasi yang sesuai keinginan sutradara dan menawarkan sejumlah opsi. Sedangkan Recce adalah mengunjungi lokasi hasil hunting yang telah ditetapkan sebagai lokasi shooting. Recce adalah tahap berikutnya setelah hunting lokasi setelah ada penetapan bahwa inilah set yang tepat dan memenuhi beragam kriteria.

Untuk hunting lokasi, sebenarnya bukan tugas utama asisten sutradara. Tetapi kadang astrada perlu sebagai pengganti sutradara bila sutradara tengah sibuk dengan aktivitas pra produksi lainnya.

Recce

Sedangkan untuk Recce, astrada wajib hadir untuk mendampingi sutradara menetapkan titik pengambilan gambar, bloking pemain, maupun penambahan beragam hal lain sesuai kebutuhan sutradara. Apakah tentang properti, set, pemain figuran, kostum, sampai hal detil lainnya.

Namun yang terpenting dari hadirnya astrada di saat Recce adalah tentang bagaimana astrada nantinya menentukan jadwal shooting.

Dari Recce inilah, seorang astrada akan menghitung kebutuhan shooting days di set yang telah ditentukan tersebut. Jika nanti ada kendala, bagaimana solusinya.

Belum lagi kesesuaian dengan jadwal para pemain.

Kepentingan lainnya seorang astrada adalah untuk menghitung estimasi jika dalam sehari ada perpindahan lokasi. Berapa jarak tempuhnya? Berapa lama waktu untuk pindah set. Loading dan bongkar alat? Hingga waktu yang dibutuhkan set peralatan sampai selesai shooting.

Baca Juga : Mengenal Tugas Dan Tanggung Jawab Seorang Sutradara

  1. Merencanakan Shooting

Merencanakan shooting ini akan berkaitan dengan membuat jadwal shooting. Tetapi sebelum membuat jadwal, seorang astrada terlebih dahulu memperoleh sejumlah info dan data tentang jadwal pemain, set, dan peralatan, juga pecahan shot yang telah dibuat oleh sutradara. Makanya astrada adalah orang yang paling bertanggungjawab untuk mengatur jalannya proses pembuatan film.

Semua hal tersebut harus sinkron. Umpamanya, di tanggal 30 Maret jadwal shooting di Set Rumah Bintaro, scene 10, 16, 18, dan 102. Nah, di hari itu harus dipastikan bahwa pemain-pemain yang ada di dalam scene tersebut bisa hadir. Jangan sampai ada pemain yang tidak bisa sehingga scene batal pengambilannya.

Seorang astrada juga harus pandai melihat sekeliling lokasi yang digunakan untuk shooting. Tujuannya adalah untuk menghindari jadwal yang berkaitan dengan aktivitas warga setempat. Terurama yang berkaitan dengan kegiatan rutin keagamaan.

Astrada juga harus memastikan bahwa peralatan yang digunakan available di hari itu. Jangan sampai karena kurang kordinasi, ternyata camera atau lighting yang ingin digunakan tidak ada. Atau properti yang sudah ada di scene sebelumnya ternyatatidak tersedia.

Setelah memeroleh data dan terkonfirmasi bahwa segala kebutuhannya available, barulah astrada membuat kalender shooting. Kalender shooting ini berisi informasi global tentang jadwal shooting secara keseluruhan. Setelah itu barulah seorang astrada membuat jadwal hari-perhari yang lebih rinci.

  1. Memanage dan mengatur alur shooting

Karena Asistren Sutradara yang membuat jadwal shooting, maka astrada pula yang bertanggung jawab atas keberhasilan rencana shooting. Memanage dengan baik dan terinci time by time agar semua berjalan dengan rapi. Mengatur alur kerja semua kru. Tidak ada yang boleh meleset dari rencana. Tak ada yang boleh terlambat menyediakan kebutuhan shooting. Bila ada departemen yang sudah siap take, astrada akan meminta departemen lain untuk mempercepat kesiapannya.

Bila waktunya makan, astrada menginformasikan kepada seluruh kru. Saat jam makan telah habis, astrada pula yang mengingatkan agar semua kru kembali ke posisi masing-masing. Begitu pula waktu sholat, perpindahan set, rehat, semua diatur dengan baik. Tegas tapi tidak kasar. Sopan, dan bila perlu ada unsur humor untuk mengatasi ketegangan di lokasi shooting.

  1. Mengkoordinasikan segala hal

Karena departemen dalam sebuah produksi film itu sangat lah banyak, maka peran koordinasi antar departemen ini menjadi tugas dan tanggungjawab penting bagi asisten sutradara.  Tidak ada kru lain selain astrada yang berhak mengkoordinasikan antarlini dalam produksi film. Semua harus oleh dan melalui astrada.

  1. Menjadi penyambung lidah sutradara

Asisten sutradara harus menjadi penyambung lidah sutradara ke berbagai departemen. Dan semua kru akan bertanya kepada astrada tentang kebutuhan dan keinginan sutradara. Seorang astrada harus menjadi komunikator yang baik. Harus bisa menerjemahkan keinginan-keinginan sutradara. Jika astrada belum tahu, atau tidak berani menerjemahkan, maka dia harus bertanya lagi kepada sutradara. Dalam hal ini banyak berdiskusi dengan sutradara sangat diperlukan hingga benar-benar mengerti maksud dan keinginan sutradara.

Kenapa seorang Astrada harus banyak bertanya kepada sutradara tentang banyak hal? Karena saat shooting, semua kru akan bertanya kepada astrada, bukan kepada sutradara. Di mana anglenya, kostum scene ini apa, kapan pemain A ditake nantinya.

  1. Mengontrol dan mengatur jadwal pemain.

Di jadwal shooting harian atau Calling Sheet, jadwal pemain sudah terjadwalkan sedemikan ketat. Kapan pemain tersebut harus tiba di lokasi, make-up, lalu kapan pemain masuk ke dalam set, dan lainnya. Semua itu harus diatur oleh seorang asisten sutradara.

  1. Mengatur pemain dan figuran

Asisten sutradara juga ikut mengatur dan mengontrol pemain utama. Saat sutradara melakukan latihan beserta pemain, astrada ikut membantu mengatur atau mengingatkan pemain tentang dialog dan bloking mereka. Mengatur di sini bukan berarti memberikan contoh akting, atau memberikan karakter, tetapi lebih kepada mengingatkan dialog yang telah dilatih saat sesi reading.

Astrada wajib mengatur figuran. Memberi karakter, mengatur laku, mengatur tempo gerakan, membentuk kelompok-kelompok figuran, dan sebagainya.

Contohnya di adegan sekolah. Astrada mengatur siapa-siapa yang berada dekat pemain utama. siapa menjadi apa. Ada yang sibuk belajar, ada yang sibuk ngobrol, ada yang sibuk telpon-telponan. Atau apa saja yang bisa menghidupkan suasana. Di sinilah pentingnya kreatifitas seorang astrada, memberi nyawa pada adegan yang untuk menyokong karakter utama.

Pembagian Tugas Astrada

Pada umunya asisten sutradara dalam industri film layar lebar terbagi menjadi 3. Yang mana Asisten sutradara #1 yang mendampingi sutradara dan mengkordinasikan segala hal. Sedangkan Asisten Sutradara #2 mengatur figuran dan membantu tugas astrada #1 lainnya.sedangkan astrada #3 adalah Astrada Skejul (Schedule) yang membuat jadwal shooting.

Di Indonesia Astrada Skejul ini berdiri khusus karena rumitnya mengatur jadwal pemain. Ada pemain yang hanya bisa sampai jam 15.00, ada juga yang baru bisa datang ke lokasi jam 16.00. Pemain-pemain ini super sibuk mungkin karena pemain ini memiliki beberapa kontrak eksklusif di sebuah PH dan harus bermain di beberapa judul yang berbeda.

Read More

Mengenal Tugas Dan Tanggung Jawab Seorang Sutradara

Sutradara (Director) ia adalah orang yang berada di belakang kamera. Namun peran seorang sutradara sangat menentukan hasil akhir sebuah film. Nah di artikel kali ini eps production akan mengupas tuntas tentang sutradara dan tugas-tugasnya.

Siapa Itu Sutradara Film?

Sutradara adalah seseorang yang menentukan visi kreatif sebuah film. Sutradara memiliki kontrol terhadap pilihan-pilihan kreatif, mulai dari keaktoran, tata visual, suara, sampai musik. Oleh karena itu, sutradara film tidak hanya dituntut memiliki pemahaman yang mumpuni terhadap aspek-aspek teknis, tetapi juga karakter yang kuat sebagai seorang pemimpin. Tidak hanya itu, sutradara juga harus memiliki ikatan personal yang kuat pada sebuah cerita karena hanya dengan begitu ia mampu menceritakan sebuah cerita dalam level emosi yang mendalam.

Tugas Sutradara Dalam Pra-produksi

Jasa Video eps-production.com

Pra-produksi adalah tahap pertama dalam pembuatan film di mana naskah yang telah rampung, di-breakdown untuk berbagai macam kepentingan seperti budgeting (penganggaran), scheduling (penjadwalan), sampai categorization(pengkategorian). Pada tahapan ini sutradara adalah orang pertama yang ‘masuk’ ke sebuah project setelah penulis naskah. Setelah masuk ke dalam project, berikut yang harus dilakukan sutradara:

  1. Membentuk Tim : setelah sutradara bergabung, hal pertama yang dia lakukan adalah membentuk tim. Sutradara akan menunjuk kepala masing-masing departemen seperti: asisten sutradara pertama, penata kamera, penata artistik, penata suara, penata peran, penata rias, penata busana, penata musik, sampai penyunting gambar.
  2. Membuat Director’s Treatment : director’s treatment adalah pemaparan intensi dan visi seorang sutradara terhadap sebuah cerita. Lewat pemaparan ini, sutradara dapat mengkomunikasikan apa yang ia inginkan kepada rekan-rekan kru dan teknisi. Setelah sutradara memaparkannya, rekan-rekan kru mulai bergerak sesuai dengan visi yang diinginkan sutradara.
  3. Casting : biasanya proses pemilihan pemeran utama sudah dimulai ketika naskah masih ditulis. Namun dalam banyak kasus juga, proses ini dimulai ketika sutradara ‘masuk’ ke dalam sebuah project. Biasanya sutradara akan terlibat langsung memilih pemeran utama dan pendukung. Sementara untuk peran-peran yang lebih kecil, sutradara mendelegasikan tugasnya kepada penata peran (casting director), tentu dengan persetujuan akhir dari sang sutradara sendiri.
  4. Berlatih Bersama Aktor : setelah aktor terpilih, sutradara mulai berlatih bersama para aktor. Biasanya proses dimulai dengan membedah skenario bersama-sama. Proses ini bertujuan agar sutradara dan para pemeran memiliki pemahaman yang sama dari setiap adegan dan baris dialog yang diucapkan. Setelah itu, sutradara akan berlatih bersama aktor mempraktekan setiap adegan yang ada di dalam skenario. Betul, proses ini tak jauh berbeda dengan proses latihan pementasan teater.

Baca Juga : Pentingnya Melakukan Tes Kamera Sebelum Shooting Film

Tugas Sutradara Saat Produksi

Tahap produksi adalah tahap dimana skenario diterjemahkan menjadi gambar dan suara, atau lebih dikenal dengan proses syuting / shooting. Di sini sutradara bertugas memimpin semua lini, mulai dari aktor sampai kru dan teknisi, dalam mengerjakan tugas masing-masing. Berikut rinciannya :

  1. Memandu Aktor : setelah berlatih bersama aktor, sekarang adalah di mana proses pembuatan film sesungguhnya terjadi. Sutradara bertugas memberikan informasi, mengarahkan, mengatur, memberikan catatan, dan memimpin para aktor agar dapat memerankan karakter masing-masing sebaik mungkin.
  2. Memastikan Kru Menjalankan Tugasnya : setelah proses pra-produksi, yang di Indonesia umumnya berlangsung 1-3 bulan (tergantung kesulitan), para kru mulai bergerak mengimplementasikan semua yang telah dipersiapkan. Penata artistik membangun set dan menyiapkan properti, penata kamera merekam gambar dengan kameranya, dst. Tugas sutradara adalah memastikan mereka menjalankan fungsi dan peran masing-masing.
  3. Pemimpin dan Rekan Diskusi : tidak ada proses syuting yang tanpa masalah. Setiap hari sutradara akan berhadapan dengan masalah-masalah teknis yang ada di lapangan. Kadang masalahnya kecil, tak jarang pula masalahnya cukup besar. Oleh karena itu, sutradara harus bisa menjadi rekan diskusi dan pemecah masalah yang baik untuk semua pihak.

Baca Juga : Kamu Ingin Jadi Aktor Film Profesional?

Tugas Sutradara Saat Pasca-produksi

Jasa Video eps-production.com

Setelah proses syuting selesai, semua hasil syuting akan dibawa ke rumah pascaproduksi (post-house). Penyunting gambar atau editor akan mulai memilih hasil syuting untuk kemudian dirangkai mengikuti skenario. Di tahap ini, tugas sutradara belum selesai. Berikut tugas sutradara selama tahap pascaproduksi berlangsung:

  1. Memberikan Pendapat Pada Hasil Editing: biasanya editor bekerja tanpa arahan sutradara terlebih dahulu. Tujuannya agar editor bisa bekerja secara jernih tanpa intervensi sutradara. Setelah potongan kasar (rough cut) selesai, editor akan memperlihatkannya kepada sutradara. Setelah sutradara menonton, ia akan memberikan pendapat dan masukan pada editor sesuai dengan visinya. Setelah proses, yang biasanya memakan waktu 1-3 bulan ini, gambar akan dinyatakan dikunci (picture lock). Setelah picture lock, susunan cerita sudah tidak bisa diubah lagi. Film dinyatakan picture lock ketika sutradara dan produser telah memberikan persetujuan final.
  2. Memberikan Pendapat Pada Teknisi Lain: setelah picture lock, hasil editing akan dibawa ke teknisi warna dan suara. Pada tahap ini sutradara bersama penata kamera dan pewarna (colorist) akan mendiskusikan warna seperti apa yang tepat untuk filmnya. Begitu pula dengan tata suara dan musik, sutradara diminta memberikan masukan agar polesan akhirnya semakin maksimal.

Mau baca artikel menarik lainnya? klik disini

Read More

Hal Yang Perlu Kamu Perhatikan Sebelum Memilih Production House

Video sudah seperti menjadi kebutuhan dasar setiap individu diera modern ini. bukan sebuah rahasia lagi bahwa video juga sudah merubah gaya hidup kita saat ini, contoh sederhananya adalah ibu-ibu yang ingin memasak menu baru saat ini sudah tidak perlu repot-repot lagi untuk membeli buku resep memasak, hanya tinggal membuka aplikasi youtube yang ada di handphonennya dan waalaaa ibu-ibu tersebut sudah mendapatkan resep baru dalam sekejap mata.

Bukan sebuah rahasi lagi jika video merupakan jenis konten yang sangat berpengaruh, banyak perusahaan sudah menggunakan video sebagai strategi pemasaran diera modern ini. Konten video menjadi sangat istimewa bukan tanpa alasan, hal ini dipengaruhi oleh perpaduan gambar bergerak dan suara, dikolaborasikan dengan cerita menarik, membuat video menjadi media yang penuh informasi dan hiburan untuk penonton.

Membuat video yang dapat menyampaikan pesan atau informasi secara akurat dibutuhkan keterampilan atau skill khusus, oleh karena banyak perusahaan lebih memilih menggunakan jasa dari production house atau PH untuk membuat video pemasaran mereka. Dalam memilih production yang akan berkejasama dengan perusahaan pilihlah production house yang sudah berpengalaman. Production house tidak hanya menentukan kualitas teknis video kamu, akan tetapi juga memastikan pesan atau informasi yang ingin perusahaan sampaikan dapat tersampaikan dengan baik kepenonton.

Oleh karena itu eps production telah merangkum tips memilih rekanan production house yang tepat dibawah ini :

  1. Karakter Production House

Jasa Video eps-production.com

Setiap production house pasti memiliki keunggulan dan karakternya masing-masing. Ada production house yang spesialisasi membuat video company profile, ada pula yang spesialisasi di video clip musik, iklan, film dst. Kami EPS Production juga memiliki karakter yang dimana karya kami selalu menitik beratkan pada karakter, cerita dan value produk (jika project yang dikerjakan berkaitan dengan brand).

Karena beragamnya karakteristik production house, maka tidak ada salahanya untuk kamu pelajari dulu karakter production house yang akan kamu ajak kerjasama nantinya. Cocokanlah kebutuhanmu kepada production house yang nanti akan mengerjakannya.

Baca Juga : Director of Photography (DOP), Tugasnya Ngapain Aja Sih?

  1. Bangun Chemistry

Jasa Video eps-production.com

Aspek penting kedua adalah chemistry. Meski terdengar sederhana tapi ini hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Rata-rata production house memakan waktu 3 minggu sampai 1 bulan untuk sekali produksi video (tergantung dari project apa yang akan dijalaninnya). Dapat diartikan, kamu akan bekerjasama dengan production house tersebut cukup intens dalam kurun waktu tersebut. Nah oleh karena itu, chemistry antara kamu dan tim dari production house yang kamu pilih sangatlah penting. Ketika mengundang production house dalam tahap pitching untuk bekerjasama nantinya, cobalah ajak ngobrol dan diskusi tentang banyak hal. Coba untuk menggali bagaimana cara mereka bekerja dan pendekatannya. Setalah kamu mendapat cukup informasi tentang Production house tersebut dari situlah kamu bisa memahami production house mana yang memiliki chemistry paling pas dengan tim kamu.

Baca Juga : Pentingnya Behind The Scene Dalam Produksi Film dan Video

  1. Ide Dan Kesiapan

Umumnya dalam proses pemilihan production house, production house akan diminta untuk mengirimkan presentasi kreatif dan gambaran besar tentang bagaimana sebuah project akan berjalan nantinya. Ditahap ini ide yang sebelumnya masih abstrak akan dibuat menjadi lebih kongkrit seperti cerita, pemilihan talent, lokasi shooting, dll.

Pada tahap ini kamu harus pelajari dengan seksama presentasi kreatif yang ditawarkan oleh production house. Sempatkan untuk mengundang production house untuk presentasi secara langsung, dititik ini kamu bisa bertanya lebih dalam tentang ide kreatif yang production house ajukan. Pada tahap ini pula kamu bisa melihat apakah production house tersebut betul-betul siap mengeksekusi project video kamu. Pilihlah production house yang memahami betul teknis yang akan dikerjakannya, pastikan juga production house tersebut memiliki kesiapan yang baik dalam menghadapi berbagi macam situasi nantinya.

Baca Juga : 6 Hal Yang Mempengaruhi Harga Jasa Pembuatan Video

Penutup

Nah sekian tips memilih production house yang tepat semoga dapat membantu kamu untuk menentukan production house mana yang akan kamu percaya mengerjakan video kamu nantinya yahh… see yaaa…

Read More

Fungsi dan Cara Menggunakan Clapper Board Ketika Shooting

Jasa Video eps-production.com

Ada banyak jenis peralatan shooting, salah satunya adalah clapper board. Alat ini bukan cuma untuk gaya-gayaan doang loh. Tetapi punya peran penting di dalam proses video editing. Bagaimana cara menggunakan clapper board? Apa sih fungsinya? Nah, ini salah satu pertanyaan yang cukup sering ditanyakan. Tidak jarang orang menganggap clapper hanya untuk keren-kerenan saja. Tidak banyak yang tahu betapa pentingnya papan mungil yang satu ini dalam produksi film.

Kalau kamu melihat proses shooting film, pasti kamu pernah melihat di mana sutradara berteriak “Action!”. Tak lama setelah itu ada seseorang yang memegang papan hitam atau putih muncul dan kemudian terdengar bunyi “Ctak!”.  Clapper board adalah sebuah papan dari bahan kayu yang digunakan untuk membantu sinkronisasi gambar dan suara serta untuk memilih dan menandai suatu adegan tertentu selama berjalannya proses produksi. Mungkin kamu akan bertanya-tanya bagaimana cara kerja papan kecil ini. Sebelum masuk kepenjelasan tentang fungsi si papan mungil ini, maka penting juga untuk kamu tau setiap bagian-bagian penting yang ada di dalam clapper board :

  1. Judul Film
    Untuk memudahkan penyimpanan dan pemindahan data, agar tidak tertukar dengan data lain, maka penting sekali untuk mencatat judul film di bagian atas clapper board.
  1. Production
    kolom production yang digunakan untuk menuliskan nama tim produksi. Sehingga ada data tentang siapa pemilik footage shooting video.
  1. Slate
    Nomor slate adalah urutan nomor gambar tersebut di ambil. Dimulai dari nomor 1 dan akan bertambah terus hingga semua gambar berhasil terambil. Jadi, jika ada nomor 420 di dalam kolom slate, itu artinya gambar tersebut adalah gambar ke 420 yang diambil selama shooting.
  1. Scene
    Kolom ini menjelaskan scene berapa yang sedang diambil. Kolom ini akan diisi sesuai naskah. Jadi jika kita hendak ingin mengambil scene 5 di naskah, maka tulislah angka 5 di kolom tersebut.
  1. Shot
    Setiap scene terdiri dari pecahan-pecahan shot. Jumlahnya tentu beragam tergantung kebutuhan sutradara. Terkadang ada adegan yang hanya membutuhkan 1 shot panjang, namun juga ada adegan yang membutuhkan lebih dari 10. Nah, angka-angka inilah yang dicatat di kolom shot.
  1. Take
    Setiap shot akan diambil berulang-ulang sampai sutradara merasa cukup dengan adegan yang diambil. Jadi, selama sutradara belum merasa cukup puas dengan adegan yang sedang direkam, maka jumlah take akan terus bertambah.
  1. Nama Director atau Sutradara
    Nama sutradara dicatat untuk informasi saat post-production.
  1. Nama DOP (Director of Photography)
    Nama DOP juga dicatat untuk informasi saat post-production.
  1. Tanggal Shootiing
    Biasanya film pendek diambil selama 3-4 hari, mungkin kurang mungkin lebih. Sementara film panjang bisa menghabiskan 2 minggu sampai 1 bulan, mungkin kurang mungkin lebih. Biasanya data yang direkam akan berjubel. Tanggal shooting penting dicatat di clapper board untuk memudahkan pendataan setelah shooting direkam.
  1. Card
    Di era digital, medium perekaman banyak menggunakan kartu, mulai dari SD Card, CF Card, hingga SSD. Satu kartu hanya bisa merekam jumlah shot tertentu, maka selama shooting kita akan berhadapan dengan banyak sekali kartu. Maka, penting untuk mencatatnya di clapperboard, agar pendataan akan semakin mudah.
  1. Day / Night
    Kadang adegan malam tidak selalu diambil malam hari, sebaliknya adegan siang mungkin saja direkam malam hari. Oleh karena itu, penting pula mencatat apakah adegan tersebut memang berlatar malam atau siang sesuai dengan naskah.
  1. Int dan Ext
    Kedua kolom ini mesti kamu pilih salah satu dengan cara dicentang. Jika proses syuting dilakukan di dalam ruangan, maka beri tanda centang di kolom Int. Sedangkan jika proses syuting dilakukan di luar ruangan, maka beri tanda centang di kolom Ext.

Baca Juga : Pentingnya Behind The Scene Dalam Produksi Film dan Video

Fungsi Clapper Board

Jasa Video eps-production.com

Clapper board tidak hanya untuk gaya-gayaan dan konten Instagram saja loh. Terdapat fungsi yang sangat krusial. Makanya setiap shooting proyek besar mesti banget melibatkan alat ini. Kalau tidak, semuanya akan ribet dan tentunya akan menghambat tahapan pascaproduksi.

  1. Cara Menggunakan Clapper Board

Seorang yang bertugas mencatat informasi di clapper board disebut clapper. Biasanya clapper akan bekerja dibawah Script Continuity dibawah depertemen penyutradaraan. Ia akan bekerjasama dengan Pencatat Adegan / Penanggungjawab Naskah / Script Supervisor untuk mendata kesinambungan gambar. Informasi yang ditulis di clapperboard akan dicatat oleh Pencatat Adegan dalam secarik kertas, untuk memudahkan penyunting gambar / editor dalam bekerja di post-production.

Cara menggunakan clapper board, pertama-tama Astrada akan memberikan perintah “SLATE IN”.

Jika kamu seorang clapper maka kamu harus responsif dengan kalimat ini. Maka peganglah clapper board ke depan kamera. Bukalah bagian clapnya jika dalam shooting tersebut terdapat kebutuhan untuk perekaman suara, sebaliknya tutup bagian clapnya jika tidak ada suara yang direkam.

Setelah itu, tunggu aba-aba dari asisten sutradara yang akan mengatakan “SOUND”. Setelah aba-aba itu diberikan, maka seorang yang merekam suara atau sound recordist akan berterika “SPEED!” atau “ROLL!” yang mengartikan bahwa alat perekam suara sudah berputar atau dijalankan.

Setelah mendengar itu, maka bacalah informasi sesuai dengan yang ada dalam slate tersebut, mulai dari slate, scene, shot, dan take. Sebagai contoh: “Slate 231, Scene 8, Shot 1, Take 1”. Nah, jika yang sedang direkam adalah take 2 dan seterusnya, maka cukup membaca: “Slate 231, Take 2!”.

Setelah itu, tunggulah aba-aba dari asisten sutradara, “CAMERA?!”. Setelah aba-aba ini, operator kamera juga akan menjawab “SPEED!” atau “ROLL!” yang mengartikan bahwa kamera sudah merekam.

Setelah aba-aba itu, tutuplah dan tepuklah clapper board tersebut sehingga berbunyi. Jangan buru-buru keluar dari jangkauan kamera dan biarkan kamera merekam clapper board yang tertutup kurang lebih 1 detik. Setelah itu, keluar dan sembunyilah.

Asisten sutradara akan memberi aba-aba “ACTION!” yang mengartikan bahwa pemain boleh memulai adegan.

Baca Juga : Mengenal Lumix S1H, Kamera Mirrorless Pertama Yang Diakui NETFLIX

  1. End Slate

End Slate digunakan jika angle pembuka adegan tidak mungkin disisipi clapper board. Atau jika ada momen yang butuh segera direkam secara cepat. Prinsipnya sama dengan sebelumnya, namun End Slate dibaca justru setelah adegan selesai dilakukan.

Biasanya asisten sutradara akan memberikan aba-aba End Slate yang mengartikan bahwa clapper board baru akan ditepuk di akhir adegan. Perhatikan aba-aba ini dan bersiaplah dengan aba-aba “CUT!” dari sutradara.

Setelah sutradara memberi aba-aba “CUT!”, maka segeralah masukan clapper board ke dalam frame dalam keadaan terbalik dan tepukan clapper board tersebut. Setelah itu, bacalah informasi yang ada di clapper board seperti biasa.

  1. Untuk Mengorganisir Data Hasil Shooting

Saat proses shooting, clapper board direkam tepat saat kamera rolling. Kemudian clapper menulis adegan dan take mana saja yang dipilih oleh sutradara berdasarkan data yang tercatat di papan. Catatan ini diberikan kepada video editor.

Ketika video editor hendak melihat hasil footage shooting, ia tidak perlu lagi mengecek satu-satu video yang akan ia kerjakan. Ini karena data adegan yang ditulis di papan sudah muncul di thumbnail video.

Selain itu, video editor lebih mudah untuk mengorganisir data hasil shooting dengan cara membaginya ke dalam folder sesuai scene dan shot adegan. Praktis banget kan!

  1. Sinkronisasi gambar dan suara

Pada saat kamu merekam menggunakan mic internal kamera, gambar dan suara tentu akan selaras. Ini karena keduanya direkam pada pita yang sama. Namun bakalan lain ceritanya saat kamu shooting menggunakan perangkat kamera dan audio yang terpisah. Sehingga gambar dan suaranya pun direkam di dalam perangkat yang berbeda.

Clapper board bakal berguna banget buat kamu yang shooting dengan menggunakan mic eksternal. Bunyi “Ctak!” yang terekam di mic internal kamera dengan yang terekam di mic eksternal bisa digunakan untuk menyelaraskan gambar dan suara.

Saat editor melakukan penyuntingan gambar, ia tinggal menjajarkan kedua file audio. Karena bunyi hantaman clapper board yang sangat kencang akan terekam. Jadi editor langsung tahu bagian mana yang ada bunyi “Clap!”. Gambar dan suara jadi sinkron deh.

Baca Juga : Director of Photography (DOP), Tugasnya Ngapain Aja Sih?

Read More

Pentingnya Melakukan Tes Kamera Sebelum Shooting Film Dan Video Iklan TVC

Apa Sih Yang Membuat Tes Kamera (Camera Test) Itu Penting Dilakukan Sebelum Shooting?

Jasa Video eps-production.com

apa itu tes kamera / camera test? Sesuai dengan namanya, camera test adalah sebuah proses yang termasuk ke dalam tahap pra-produksi di mana para pembuat film mencoba segala aspek yang berhubungan dengan teknis pengambilan gambar sebelum proses shooting yang sesungguhnya dimulai.

Apa sih tujuannya? Tujuan camera test adalah untuk memastikan semua aspek teknis dapat diterapkan dengan baik ketika shooting dimulai. Selain aspek teknis, camera test juga dimanfaatkan sutradara atau director untuk melihat dan memastikan tampilan akhir film atau video iklannya sesuai dengan visi dan misinya lebih awal (sebelum shooting).

Kapan sih test-cam dilakukan? Biasanya test-cam dilakukan seminggu atau dua minggu sebelum proses shooting dimulai. test-cam dilakukan ketika keseluruhan aspek hampir pasti dan siap.

Lalu apa saja yang dicoba? Kamera saja? Tentu tidak, semua hal yang nantinya akan mempengaruhi proses shooting akan disimulasikan agar dapat berjalan lancer sesuai rencana. Apa saja sih hal tersebut? Yuk simak penjelasan Pentingnya Melakukan Test-cam Sebelum Shooting Film Dan Video Iklan TVC dibawah ini :

  1. KAMERA & CAHAYA

Yang pertama adalah test kamera dan cahaya. Selain berdiskusi dengan Sutradara (Director) tentang visual yang diinginkan oleh sutradara, Director of Photography (DP) juga akan menentukan teknis dalam seperti pemilihan jenis kamera, jenis lensa, jenis lampu, dan alat-alat pendukung lainnya yang diperlukan selama proses pengambilan gambar berlangsung.

Saat camera test, Director of Photography mencoba semua aspek tersebut sebagai materi diskusi berikutnya dengan sutradara. Sutradara memberikan feedbacknya kepada DP atas apa yang dilakukannya dan hal apa saja yang dapat diperbaiki, sehingga ketika shooting dimulai sutradara dapat memfokuskan diri terhadap hal lain yang menjadi tanggung jawabnya.

Baca Juga : 3 Tahapan Produksi Pembuatan Video Iklan TVC Yang Wajib Kamu Tau

  1. TATA ARTISTIK

Selanjutnya ada tata artistik. Tentu saja tidak mungkin melakukan test-cam di semua lokasi yang akan dipakai shooting nantinya. Oleh karena itu, pilihlah satu lokasi yang memiliki eksterior dan interior yang mampu mewakili kebutuhan test-cam kamu.

 

Simulasikan desain set dan tata artistik menyerupai set lokasi shooting nanti. Walaupun tak sama persis setidaknya kamu sangat terbantu nantinya, hal ini bertujuan agar kamu dapat menangkap gambaran besar tata visual saat shooting nantinya.

  1. TATA RIAS & KOSTUM

Selanjutnya ada test tata rias dan kostum. Sebelum masuk ke dalam proses camera test, sebenarnya sudah dilakukan Make Up Test & Costume Fitting terlebih dahulu akan tetapi terbatas hanya test mata saja. Sesuai dengan namanya, di tahap ini tim make-up dan costume mencoba semua riasan wajah dan pilihan kostum yang nantinya akan dipakai di dalam produksi.

Jasa Video eps-production.com

Camera test adalah kesempatan sutradara untuk melihat hasil makeup langsung di depan kamera dengan pencahayaan yang menyerupai situasi shooting nanti. Apabila dalam produksi film atau video kamu memiliki kenutuhan makeup dengan efek khusus, ini juga adalah kesempatan untuk kamu mencobanya dan memastikan sesuai atau tidaknya.

  1. VISUAL EFFECT

Jasa Video eps-production.com

Apabila dalam produksi kamu nantinya memiliki kebutuhan untuk menggunakan visual effect, maka ini saat yang sangat tepat untuk mencobanya dibeberapa adengan penting dalam film atau video kamu. Bawalah keperluan visual effect yang kamu perlukan seperti green screen, tracking mark, dan alat-alat lain yang akan kamu gunakan saat shooting nanti. Pastikan semua efek-efek yang sudah didiskusikan sebelumnya layak untuk diproses di pasca-produksi nantinya.

Baca Juga : 5 Teknik Shooting Video Menggunakan Green Screen

  1. WORKFLOW

Selain aspek ke-4 aspek di atas, hal lain yang tak kalah penting adalah aspek logistik. Pada proses test-cam, tim kamera akan mensimulasikan alur kerjanya dengan tim DIT (Digital Imaging Technician) yang mengolah data hasil shooting, yang nantinya akan diolah oleh tim pasca-produksi. Ini bertujuan agar ketika shooting nanti tak ada kendala berarti yang dapat mengganggu alur kerja tim.

Selain itu, test-cam tim produser juga dapat mensimulasikan proses shootig sesungguhnya yang akan diterapkan nanti. Mulai dari pembagian makanan, pembuatan call sheet, sewa alat, dan lainnya.

PENUTUP

Dari penjelasan proses test-cam diatas. Pasti banyak dari kamu yang mulai bertanya, proses ini wajib gak sih dilakukan? Kalau tidak dilakukan, apa resikonya?

Proses test-cam tentu saja tidak wajib dilakukan atau sunnah, terutama di project-project memiliki anggaran rendah atau film pendek yang memang durasi shootingnya tidak terlalu panjang. Namun dalam beberap kasus tertentu atau di project yang memakan durasi waktu shootingnya cukup panjang dan memiliki teknis rumit. Maka test-cam adalah hal yang wajib dilakukan, ini bertujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan nantinya saat proses shooting berlangsung.

Semoga artikel diatas dapat menambah wawasan kamu serta memberi kamu gambaran betapa pentingnya camera test sesaat sebelum produksi film atau video dimulai.

Jika kamu memiliki pertanyaan kamu juga dapat mengajukan pertanyaan diskusi pada kolom komentar di bawah ini.

See yaaa….

Baca Juga : 7 Departemen Kru Film Pendek Atau Video

Read More

3 Tahapan Produksi Pembuatan Video Iklan TVC Yang Wajib Kamu Tau

3 Tahapan Produksi Pembuatan Video Iklan TVC

Di era digital seperti saat ini Video Iklan merupakan alat marketing yang wajib dimiliki oleh setiap brand atau perusahaan, karena video terbukti mampu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap brand atau perusahaan yang menggunakan video sebagai bagian dari strategi marketingnya. Selain untuk tujuan awareness, video juga dapat meningkatkan penjualan brand perusahaan. Lalu bagaimana tahapan dalam membuat atau memproduksi sebuah video?

Ketika perusahaan sudah memutuskan untuk memproduksi sebuah video iklan, perusahaan dapat mengundang production house untuk mengkonsultasikan video yang akan diproduksi, pada tahapan ini perusahaan bisa secara langsung menunjuk production house atau melalui proses tender untuk memilih production house yang tepat dalam produksi iklan tersebut.

Nah kali ini eps production mau berbagi informasi tentang 3 Tahapan Produksi Pembuatan Video Iklan TVC Yang Wajib Kamu Tau :

  1. Pra-Produksi

Pada tahapan pra-produksi ini, script dan moodboard yang sudah dibuat atau yang sudah ada sebelumnya saat proses pitching vendor akan dikembangkan lebih lanjut oleh sutradara. Pada tahap pertama sutradara biasanya akan membuat director’s board atau storyboard versi sutradara yang disesuaikan dengan visi dan misi dari si sutradara tersebut, karena board inilah yang akan menjadi panduan saat hari shooting nanti. Director’s board ini juga biasanya lengkap dengan dialog script atau voice over script, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing produksi video iklan.

Jasa Video eps-production.com

Selain director’s board, sutradara akan membuat director’s treatment, yaitu panduan treatment yang akan membantu perusahaan (brand) dan seluruh tim yang terlibat dapat memahami visi dan misi sutradara dalam produksi video iklan tersebut. Di saat meeting pertama sutradara akan menjelaskan tentang treatment yang akan dijalaninya kepada perusahaan atau brand dan kru yang terlibat. Director’s treatment terdiri dari referensi set ruangan, referensi busana, referensi tata rias dan tata rambut, referensi musik, referensi editing, referensi colour grading, foto lokasi shooting, dan foto talent/artis yang akan berperan didalam video iklan tersebut.

Ketika meeting akhir untuk finalisasi storyboard dan treatment sebelum shooting. sebelumnya sutradara dan kru wajib sudah melakukan recce dan workshop talent. director’s treatment terdiri dari sketsa set ruangan, foto talent yang sudah fitting wardrobe dan make up test dan hair do. Pada tahap ini director’s treatment merangkum hasil kerja dari masing-masing departemen yang terlibat.

Pada video iklan, brand memiliki hak untuk dapat memberikan masukannya pada saat meeting pertama dan meeting akhir. Masukan brand biasanya lebih cenderung ke hal yang berhubungan dengan product placement atau mandatory brand.

Baca Juga : 4 Peran Penting Storyboard Dalam Video

  1. Produksi

Setelah final meeting dan perusahaan (brand) sudah menyetujui storyboard dan treatment sutradara, waktunya untuk mengubah cerita menjadi visual. Proses shooting video dilakukan di waktu dan tempat yang sudah disepakati bersama, pihak production house akan memberikan jadwal dan call sheet kepada client. Proses shooting, akan mengacu pada storyboard dan director’s treatment, biasanya akan ada beberapa penyesuaian disesuaikan dengan kondisi saat shooting di lapangan dan juga eksplorasi di lokasi shooting yang memungkinkan terjadinya imrpovisasi.

Jasa Video eps-production.com

Pada saat proses produksi video biasanya perwakilan dari perusahaan akan hadir mengikuti berjalannya proses shooting, client memiliki hak supervisi dan dapat memberi masukan kepada sutradara. Biasanya perwakilan dari pihak perusahaan atau brand akan berfokus memberi masukan pada hal yang berhubungan dengan product placement, karena dalam beberapa kasus ada pedoman khusus yang cukup spesifik dan biasanya sangat dipahami oleh pihak perusahaan, contohnya seperti cara penggunaan produk atau produk yang memiliki bagian khusus dan butuh eksplorasi lebih lanjut secara framing camera.

Baca Juga : 5 Kamera Sinema Yang Digunakan Untuk Pembuatan Film Hollywood

  1. Pasca Produksi

Setelah proses shooting selesai dilakukan dan seluruh isi dari storyboard sudah diambil, saatnya melanjutkan tahap berikutnya yaitu tahap pasca produksi atau editing. Dimulai dengan offline editing, tahap dimana susunan frame by frame disusun sesuai dengan cerita yang ada di storyboard, sampai dengan kesepakatan untuk picture lock, yaitu susunan frame by frame sudah disetujui oleh client.

Selanjutnya masuk dalam tahap online editing, pada tahap ini video akan di colour grading atau pewarnaan video. Kemudian tahap online selanjutnya video akan ditambahkan visual effect seperti CGI (Computer-Generated Image), motion graphic, dan animasi (animation) 2D atau 3D jika memang diperlukan sesuai konsep awal video.

Baca Juga : 10 Rekomendasi Software Editing Adobe

Pada saat pasca produksi ini jugavideo akan ditambahkan voice over jika diperlukan. Lalu pembuatan music scoring yang akan mengikuti referensi musik yang terlah dibuat sutradara di director’s treatment. Dan yang terakhir adalah tahap final mixing, untuk finalisasi audio, yang terdiri dari penjernihan sound, penyesuaian volume dan penambahan sound effect untuk menambah mood dari video tersebut. Pada tahap pasca produksi ini client akan sangat terlibat selama prosesnya, hal ini bertujuan untuk membantu supervisi video iklan agar dapat rampung dan sesuai dengan rencana di awal.

Penutup

Dapat disimpulkan bahwa dalam sebuah produksi pembuatan video iklan memang memerlukan sebuah pehaman dan ketelitan didalamnya, agar dalam pembuatannya pesan yang ingin disampaikan oleh perusahaan pemilik brand dapat tersampaikan secara penuh kepada masyarakat atau penontonya. Biasanya production house akan membantu pemilik brand dari awal sampai akhir produksi.

Jika anda memiliki pertanyaan seputar pembuatan video iklan anda dapat menghubungi kami untuk konsultasi, melalui email atau kontak whatsapp yang ada dipojok kanan bawah. Hubungi kami sekarang!!!

See yaa…

Read More

Mengapa Video Company Profile Wajib Dimiliki Oleh Perusahaan

Video Profile adalah salah satu media yang efektif untuk meningkatkan kepercayaan konsumen kepada perusahaan. Pemakaian video saat ini masih popular di jalan kan oleh perusahaan sebagai salah satu strategi pemasarannya.

Jasa Video eps-production.com

Dengan memiliki Video Profile perusahaan atau brand perusahaan akan banyak dan mudah dikenal oleh masyarakat luas, dengan video pengenalan dan promosi perusahaan anda lebih tepat sasaran dan mendapatkan perhatian lebih dari konsumen atau calon konsumen. sehingga perusahaan mampu unggul dan bertahan dipersaingan dunia bisnis yang ketat seperti saat ini.

Apa itu video Profile Perusahaan? kenapa video company profile perusahaan wajib dimiliki oleh perusahaan? Yuk simak penjelasannya dibawah ini.

Mengapa Perusahaan Wajib Memiliki Video Profile

  1. Video Lebih Menarik

video sangatlah sesuai untuk membangun brand awareness sebuah perusahaan agar lebih dikenal oleh masyarakat luas. Video Company Profile hadir sebagai solusi kreatif akan permasalahan marketing yang kurang efektif dalam mempertahankan konsumen yang sudah ada maupun menggaet konsumen baru.

Jasa Video eps-production.com

Dengan menggunakan video company profile, promosi, presentasi maupun peluncuran produk terbaru jadi semakin menarik dan mencuri banyak perhatian khalayak ramai. Video Company profile yang mencuri perhatian berpeluang menghasilkan respon konsumen yang besar pula lhooo...

Baca Juga : Jasa Video Company Profile

  1. Video mampu Membangun Kepercayaan

Company profile yang dikemas dalam bentuk video adalah media promosi yang tepat dijalankan untuk mendapatkan konsumen yang mungkin sebelumnya tidak mengetahui tentang profile perusahaan anda.

Video company profile yang menarik dapat menghasilkan kepercayaan konsumen kepada brand perusahaan, berapa frame gambar yang tercipta dalam durasi video Ketika sebuah produk atau jasa muncul dan menari-nari dalam pandangan konsumen, akan menciptakan sensasi emosional yang dapat membekas di konsumen. sehingga peran video ini dapat membuat sebuah pandangan baru tentang perusahaan dan meningkatkan kepercayaan konsumen ke produk yang sedang ditawarkan oleh perusahaan.

  1. Video Cocok Bagi Semua Kalangan

Kehidupan saat ini terlalu sibuk untuk memiliki waktu untuk membaca deskripsi produk yang panjang atau menggali lebih dalam ke produk/layanan.

Jasa Video eps-production.com

dengan menggunakan video maka konsumen dari semua kalangan akan mudah mencerna informasi yang ingin disampaikan sehingga konsumen akan lebih mudah mengetahui tentang profile dan produk atau jasa yang di tawarkan oleh perusahaan.

Baca Juga : 7 Peran Penting Video Marketing Promosi Untuk Bisnismu

  1. Meningatkan Brand Image Perusahaan

Memiliki video company profile yang menarik akan berpengaruh positif bagi Image perusahaan. Hal ini mampu meningkatkan promosi menjadi lebih tepat sasaran, khususnya disaat konsumen sadang mencari sebuah produk atau layanan yang perusahaan tawarkan secara online.

Jasa Video eps-production.com

Beberapa konsumen masih skeptis saat membeli produk dan layanan di internet karena mereka takut akan penipuan dan kecurangan yang sering terjadi di dunia internet tersebut. Namun, video company profile yang efektif dapat merubah sebuah persepsi konsumen dimana akan membangkitkan kepercayaan konsumen terhadap perusahaan dan produknya.

Hal Yang Perlu Dipersiapkan Pada Saat Pembuatan Video Company Profile Perusahaan

  • Pikirkan terlebih dahulu konsep dan isi video Profile tersebut

Hal pertama yang semestinya anda harus lakukan yaitu memikirkan konsep dari video yang akan anda buat. biasanya ini disebut sebagai storyline. Apa itu storyline? Storyline merupakan sebuah naskah cerita dalam bentuk teks. Merancang naskah merupakan spesifikasi lengkap dari teks dan narasi dalam aplikasi multimedia. Dalam merancang naskah, analis menetapkan dialog dan urutan elemen-elemen secara keseluruhan secara rinci.

Baca Juga : 4 Peran Penting Storyboard Dalam Video

  • Buatlah video profile semenarik mungkin

Hal selanjutnya yang harus diperhatikan saat membuat video company profile yaitu hasil video harus lebih menarik. Membuat video yang menarik tentunya akan memakan waktu dan biaya, oleh sebab itu pastikan video tersebut akan menarik dan mampu memberikan informasi yang diinginkan kepada penontonnya.

  • Pastikan informasi di dalam video valid dan relevan

Seperti yang kami bahas sebelumnya, tujuan pembuatan video company profile adalah untuk memberikan informasi dan ilustrasi perihal situasi terkini sebuah perusahaan. Berita atau informasi ini bisa berupa value perusahaan, sejarah, prestasi, kinerja, sampai CSR (corporate social responsibility) yang dilakukan perusahaan.

informasi yang nantinya akan disampaikan didalam video harus dipastikan valid dan relevan. Kekeliruan data atau informasi dapat memunculkan kurangnya rasa percaya masyarakat terhadap perusahaan anda.

  • Durasi video mempengaruhi respon

Membuat video yang berbeda dan menarik pastinya menjadi impian setiap pemilik perusahaan. Namun, harus di ingat juga bahwa durasi video dapat mempengaruhi respon penonton. Jangan sampai hanya karena ingin membuat video yang berbeda kita sampai melupakan durasi video tersebut. Tidak banyak penonton yang “betah” untuk menunggu sebuah tayangan dari video company profile yang berdurasi lama terlalu lama, idealnya video company profile berdurasi 5 menit. Jadi, untuk lebih efektif, cobalah untuk memaksimalkan informasi sebuah video dengan durasi yang tidak terlalu lama. Apalagi jika video tersebut dikemas dengan gambaran serta isi yang singkat, padat, dan informatif. Sehingga tidak butuh waktu yang lama agar seseorang dapat memahami pesan dari video tersebut.

  • Shooting

Sebagian video company profile ada yang berupa animasi. Pada tahap ini anda bisa merubahnya untuk mendapatkan gambaran nyata dengan dilakukan shooting secara langsung dengan orang-orang atau karyawan yang terlibat dalam perusahaan untuk pembuatannya. Anda juga dapat menggunakan talent professional untuk menjadi peran pengantar informasi utama dalam video tersebut.

Baca Juga :  Mengapa Survey Lokasi (recce) Itu Penting Dilakukan Sebelum Shooting?

  • Editing

Setalah melewati serangkaian proses dalam membuat video company profile, masuklah kita kedalam proses inti yaitu editing. Untuk merampungkan keseluruahn proses menjadi satu komponen dengan konsep yang telah ditetapkan diawal. Di step ini keterampilan seorang editor professional sangat diperhitungkan dalam merangkai video yang sudah ditentukan dan sangat mempengaruhi hasil akhir dari video tersebut.

  • Finishing

Setelah melalui serangkaian proses dalm pembuatan video company profile akhirnya video sudah selesai dibuat akan tetapi pastikan bahwa video sudah benar-benar sesuai dan tidak ada informasi yang terlewat maupun typo didalamnya. Biasanya penyedia Jasa Video Company Profile akan memberikan garansi revisi kepada client.

Nah setelah membaca ulasan diatas apa kamu tertarik untuk membuat video sebagai media untuk memperkenalkan perusahaan kamu?

yuk buat video kamu di EPS Production, kami adalah perusahaan penyedia jasa multimedia yang terletak di Bekasi Jawa Barat. Team produksi kami disatukan dengan misi untuk selalu dapat memberikan visual yang menarik sehingga dapat membantu perusahaan atau bisnis anda berbicara lebih keras dan lebih baik disemua platform media. kami senantiasa membantu kamu untuk membuat video yang menarik dan sesuai untuk bisnismu.

Read More

Video Iklan Promosi Audio Terintegrasi TOA AM-CF1

Sistem kolaborasi audio terintegrasi AM-CF1 adalah solusi konferensi canggih terbaru. Sebagai sistem rangkaian mikrofon professional, AM-CF1 adalah sistem kolaborasi all-in-one yang sempurna untuk ruang konferensi ukuran kecil hingga menengah.

  • Stylish design, Easy to operate, Excellent sound quality

Build in Bluetooth, DSP microphone and speaker system

AM-CF1 terhubung dengan pihak jarak jauh melalui jaringan dan PC / perangkat pintar dengan aplikasi konferensi.

Bisnis modern menuntut siapa pun dapat mengadakan pertemuan kapan pun, di mana pun. Saat AM-CF1 digunakan, pengguna tidak perlu lagi mendekatkan wajah mereka di depan perangkat.

  • Natural Conversation

Dengan AM-CF1, peserta dapat berbicara seperti percakapan normal biasanya.

  • Beam Steering Array Microphone Technology

Line Array dengan elemen 8 mikropon memungkinkan untuk melacak suara secara otomatis.
Sehingga membantu untuk menangkap suara lebih jelas, walaupun posisi pembicara berada disamping atau diujung meja

Read More

Video Company Profile Politeknik STIA LAN Jakarta

Politeknik STIA LAN Jakarta didirikan dengan nama Perguruan Tinggi Kedinasan Ilmu Administrasi Negara (PTDIAN) berdasarkan Keputusan Menteri Pertama RI No. 578/MP/1960 tanggal 24 Desember 1960. Kemudian, Berdasarkan Keputusan Presiden No 100 tahun 1999, PTDIAN berubah menjadi STIA LAN yang ditetapkan sebagai Perguruan Tinggi Kedinasan untuk menyelenggarakan program pendidikan akademik dan profesional di bidang ilmu administrasi bagi penyelenggara negara di lingkungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga tinggi BUMN atau BUMD serta anggota TNI dan POLRI.

Berdasarkan Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 15 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Politeknik STIA LAN, Mulai Tahun 2020 STIA LAN bertransformasi menjadi Politeknik STIA LAN dan Terbuka untuk umum.

Read More