Mengenal Apa Itu Online Editing Dalam Film Dan Video?

Apa Itu Online Editing? Mengapa Dikerjakan Pada Tahap Akhir Post-produksi?

Online editing sebuah film atau video adalah proses pengeditan pasca produksi yang dilakukan pada tahap akhir produksi video, ini terjadi setelah pengeditan offline. Kalau kamu sering menonton film-film dengan efek visual, di tahap inilah itu semua hal tersebut diimplementasikan. Lalu, mengapa disebutnya online? Apakah karena dilakukan melalui internet, atau ada alasan lain?

Yuk, simak artikel ini untuk mengetahui jawabannya!

Apa Itu Online Editing?

online editing adalah salah satu tahap dalam post-production. Dikutip dari Studiobinder, post-production merupakan tahapan yang dilakukan setelah berjalannya proses shooting atau produksi, pada tahap ini juga mencakup pengeditan visual dan juga audio.

Menurut Techopedia, online editing adalah proses editing baik itu film atau video biasa sebagai tahap akhir. Online editing ini biasanya mencakup color correction, color grading, atau bahkan VFX (visual effects). Dalam pengeditan online dibutuhkan skill khusus dan alat yang berbeda dari pengeditan video biasa.

Nah, kira-kira bagaimana prosesnya? Apa saja yang dibutuhkan? Yuk simak penjelasannya dibawah ini!

Baca Juga : Perbedaan Editing Offline vs Online Dalam Video Dan Film

  1. Video Yang Telah Melalui Offline Editing

Jasa Video eps-production.com

yang dibutuhkan dalam online editing merupakan hasil drafting dari offline editing. Jadi, semua yang telah diedit dari tahap sebelumnya dapat langsung disempurnakan dalam tahap ini, prosesnya adalah editor mengirimkan metadata hasil pengeditan offline. Salah satu alasan tahap ini disebut “online editing” adalah karena metadata dari sebuah film atau video akan dikirimkan secara online ke orang yang mengerjakannya, sapsalnya proses pengerjaan tahap ini biasanya dilakukan di tempat berbeda.

  1. Software digital imaging

Untuk online editing, kamu tidak bisa menggunakan software biasa seperti Final Cut Pro atau Adobe Premiere Pro. Tahap ini membutuhkan software digital imaging. Salah satu yang paling umum digunakan adalah DaVinci Resolve. Menurut Blackmagic Design, DaVinci Resolve adalah satu-satunya software yang ruang kerjanya mencakup pengeditan, color correction, VFX, motion graphic, dan juga audio untuk post-pro. Meskipun ditujukan untuk profesional, interface dari software ini masih sangat ramah untuk para pemula yang baru ingin belajar, kapan lagi belajar menggunakan tools yang digunakan oleh para profesional di Hollywood, kan?

Baca Juga : Director of Photography (DOP), Tugasnya Ngapain Aja Sih?

  1. Hardware khusus

Salah satu hardware khusus yang digunakan untuk online editing adalah Tangent, alat dengan fungsi utama “memainkan” warna yang ada di film atau video. Hal itu meliputi color grading, color correcting, dan detail-detail lainnya. Intinya, dibutuhkan keahlian khusus untuk menggunakan alat ini.

  1. Online editor

Jasa Video eps-production.com

Kunci dari online editing yang sukses adalah editor video dengan kemampuan dan fasilitas yang memadai, di awal artikel sempat disebutkan bahwa biasanya online editing film akan dilakukan di tempat berbeda Contohnya adalah ketika pembuatan sebuah film dan pengeditan offline berada di Indonesia, lalu untuk online editing akan dikirim ke negara lain yang memiliki fasilitas seperti hardware, software, dan juga resource lain yang memadai.

Baca Juga : Mengapa Video Company Profile Wajib Dimiliki Oleh Perusahaan

Kesimpulan

Dari penjelasan di dalam artikel ini, dapat disimpulkan bahwa online editing adalah proses akhir penyempurnaan film atau video yang dijalankan oleh orang-orang tertentu pasalnya, skill memotong dan menyambung klip saja tak cukup untuk mengerjakan tahapan ini. Selain itu teknologi yang akan digunakan dalam proses ini pun harus memadai agar hasil yang akan dihasilkan dapat lebih maksimal.

Read More
young man edit video in dark studio using color grading tools and modern equipment

Mengenal Perbedaan Editing Offline vs Online Dalam Video Dan Film

Ingin menjadi editor video dan film? Sebelum terjun ke lapangan, kamu wajib tahu dulu perbedaan antara offline dan online editing.

Jasa Video eps-production.com

Kedua proses ini sama-sama berada di dalam tahap post-production. Post-production adalah tahap yang dilakukan setelah pra produksi dan produksi film atau video selesai dilakukan, dimana data hasil produksi video atau film akan dilanjutkan ke pengeditan audio dan visualnya. Pada tahap pengeditan ini, editor akan menyusun seluruh footage yang didapatkan saat shooting, color grading video sesuai konsep yang ditentukan, kemudian editor akan menambahkan music untuk menghidupkan nyawa video atau film yang dikerjakan. Dalam video berkualitas tinggi dan juga film, proses editing ini dibagi menjadi dua tahap, yaitu offline editing dan online editing.

Ah apa itu offline dan online editing? Yuk simak penjelasannya dibawah ini!

Pengertian Offline dan Online Editing

Sebelum menjelaskan mengenai perbedaan antara offline dan online editing, EPS Prodcution ingin menjelaskan terlebih dahulu apa itu offline dan online editing.

  • Offline editing

Jasa Video eps-production.com

Secara singkat, offline editing adalah proses pengeditan yang sangat memangkas waktu dan tenaga editor. Pasalnya, pengeditan ini menggunakan codec atau simpelnya footage yang telah dikompres menjadi format lebih ringan.

Tahap ini sangat penting dalam pengeditan video beresolusi 4K, 8K, atau 12K karena pengeditan menggunakan bantuan software jadi video yang akan diedit menjadi tidak begitu berat dan akan mempermudah sekaligus mempercepat proses offline editing. Kalau langsung masuk ke tahap online, bisa-bisa softwarekamu crashdan meningkatkan risiko file footage ikut rusak.

Baca Juga : Mengenal Teknik Dasar 3 Titik Pencahayaan Dalam Video dan Film

  • Online editing

Online editing adalah tahap akhir dari pengeditan film dan video. Dalam online editing, kamu akan mengedit video dalam format aslinya (RAW footage) dan memang akan cukup berat. Maka dari itu, tahap ini hanya untuk finalisasi baik itu dari penyempurnaan warna sampai penambahan efek-efek visual.

Perbedaan Offline dan Online Editing

Meskipun sudah dapat gambaran besar dari penjelasan offline dan online editing, EPS Production akan menjelaskan perbedaan kedua proses ini secara lebih mendetail.

  1. Urutan pengeditan

Jasa Video eps-production.com

Perbedaan pertama sebenarnya cukup jelas, yaitu urutan pengeditan. Dalam post-production, tahap pertama dalam pengeditan adalah offline editing lalu berlanjut ke online editing. Hal ini disebabkan offline editing mencakup penyortiran data footage, penyusunan sesuai dengan shot list yang telah dibuat, dan elemen lain yang harus ada di draf awal.

Baca Juga : Mengenal Tugas Dan Tanggung Jawab Seorang Sutradara

  1. Footage yang diedit

Jasa Video eps-production.com

Perbedaan kedua adalah footage yang diedit dalam offline dan online editing. Pada tahap offline, kamu akan mengedit footage yang telah dikonversi menjadi codec atau proxy footage.

Proses konversi tersebut juga disebut dengan istilah transcoding. Dengan codec ini, editor dapat lebih leluasa mengutak-atik footage karena ukurannya telah terkompres menjadi jauh lebih kecil. Di sisilain, pengeditan tahap online editing sudah kembali menggunakan RAW footage. “Lho, bagaimana caranya? Bukankah sudah diubah menjadi proxy footage itu tadi?”. Betul, tetapi pada proses akhir offline editing ada yang dinamakan relink. Nah, relink ini adalah proses pengembalian film atau video ke dalam format dan resolusi awal, sebelum akhirnya di-export dan berlanjut ke tahap selanjutnya.

Baca Juga : 3 Tahapan Produksi Pembuatan Video Iklan TVC

  1. Tools yang dibutuhkan

Perbedaan terakhir adalah tools yang dibutuhkan untuk offline dan online editing.

Pada tahap offline editing, kamu membutuhkan:

  • software untuk administrasi data (penyortiran dan backup)
  • software untuk pengeditan film/video

Pada tahap online editing, dibutuhkan:

  • metadata dari offline editing
  • software digital imaging
  • hardware editing khusus pengeditan online

Tak hanya itu, online editing juga harus dikerjakan oleh orang yang memiliki kemampuan khusus, bukan hanya mengedit video biasa. Pasalnya, tahap ini ditujukan untuk pengeditan visual dan bukan dari segi alur videonya. Itu dia penjelasan lengkap seputar perbedaan offline dan online editing. Bagaimana, sudah paham? Jika ada pertanyaan perihal pengiditan kamu dapat berdiskusi dengan kami pada kolom komentar dibawah.

Tetap semangat, tetap berkarya. See yaa…

Read More

Enesers Mitra Berkah – Company Profile

PT. Enesers Mitra Berkah adalah perusahaan lokal yang memproduksi alat kesehetan. dalam video company profile ini PT. Enesers Mitra Berkah ingin mengedepankan tentang perusahaan anak negeri yang mampu bersaing dan tidak kalah dengan perusahaan luar.

Read More

Hal Yang Perlu Kamu Perhatikan Sebelum Memilih Production House

Video sudah seperti menjadi kebutuhan dasar setiap individu diera modern ini. bukan sebuah rahasia lagi bahwa video juga sudah merubah gaya hidup kita saat ini, contoh sederhananya adalah ibu-ibu yang ingin memasak menu baru saat ini sudah tidak perlu repot-repot lagi untuk membeli buku resep memasak, hanya tinggal membuka aplikasi youtube yang ada di handphonennya dan waalaaa ibu-ibu tersebut sudah mendapatkan resep baru dalam sekejap mata.

Bukan sebuah rahasi lagi jika video merupakan jenis konten yang sangat berpengaruh, banyak perusahaan sudah menggunakan video sebagai strategi pemasaran diera modern ini. Konten video menjadi sangat istimewa bukan tanpa alasan, hal ini dipengaruhi oleh perpaduan gambar bergerak dan suara, dikolaborasikan dengan cerita menarik, membuat video menjadi media yang penuh informasi dan hiburan untuk penonton.

Membuat video yang dapat menyampaikan pesan atau informasi secara akurat dibutuhkan keterampilan atau skill khusus, oleh karena banyak perusahaan lebih memilih menggunakan jasa dari production house atau PH untuk membuat video pemasaran mereka. Dalam memilih production yang akan berkejasama dengan perusahaan pilihlah production house yang sudah berpengalaman. Production house tidak hanya menentukan kualitas teknis video kamu, akan tetapi juga memastikan pesan atau informasi yang ingin perusahaan sampaikan dapat tersampaikan dengan baik kepenonton.

Oleh karena itu eps production telah merangkum tips memilih rekanan production house yang tepat dibawah ini :

  1. Karakter Production House

Jasa Video eps-production.com

Setiap production house pasti memiliki keunggulan dan karakternya masing-masing. Ada production house yang spesialisasi membuat video company profile, ada pula yang spesialisasi di video clip musik, iklan, film dst. Kami EPS Production juga memiliki karakter yang dimana karya kami selalu menitik beratkan pada karakter, cerita dan value produk (jika project yang dikerjakan berkaitan dengan brand).

Karena beragamnya karakteristik production house, maka tidak ada salahanya untuk kamu pelajari dulu karakter production house yang akan kamu ajak kerjasama nantinya. Cocokanlah kebutuhanmu kepada production house yang nanti akan mengerjakannya.

Baca Juga : Director of Photography (DOP), Tugasnya Ngapain Aja Sih?

  1. Bangun Chemistry

Jasa Video eps-production.com

Aspek penting kedua adalah chemistry. Meski terdengar sederhana tapi ini hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Rata-rata production house memakan waktu 3 minggu sampai 1 bulan untuk sekali produksi video (tergantung dari project apa yang akan dijalaninnya). Dapat diartikan, kamu akan bekerjasama dengan production house tersebut cukup intens dalam kurun waktu tersebut. Nah oleh karena itu, chemistry antara kamu dan tim dari production house yang kamu pilih sangatlah penting. Ketika mengundang production house dalam tahap pitching untuk bekerjasama nantinya, cobalah ajak ngobrol dan diskusi tentang banyak hal. Coba untuk menggali bagaimana cara mereka bekerja dan pendekatannya. Setalah kamu mendapat cukup informasi tentang Production house tersebut dari situlah kamu bisa memahami production house mana yang memiliki chemistry paling pas dengan tim kamu.

Baca Juga : Pentingnya Behind The Scene Dalam Produksi Film dan Video

  1. Ide Dan Kesiapan

Umumnya dalam proses pemilihan production house, production house akan diminta untuk mengirimkan presentasi kreatif dan gambaran besar tentang bagaimana sebuah project akan berjalan nantinya. Ditahap ini ide yang sebelumnya masih abstrak akan dibuat menjadi lebih kongkrit seperti cerita, pemilihan talent, lokasi shooting, dll.

Pada tahap ini kamu harus pelajari dengan seksama presentasi kreatif yang ditawarkan oleh production house. Sempatkan untuk mengundang production house untuk presentasi secara langsung, dititik ini kamu bisa bertanya lebih dalam tentang ide kreatif yang production house ajukan. Pada tahap ini pula kamu bisa melihat apakah production house tersebut betul-betul siap mengeksekusi project video kamu. Pilihlah production house yang memahami betul teknis yang akan dikerjakannya, pastikan juga production house tersebut memiliki kesiapan yang baik dalam menghadapi berbagi macam situasi nantinya.

Baca Juga : 6 Hal Yang Mempengaruhi Harga Jasa Pembuatan Video

Penutup

Nah sekian tips memilih production house yang tepat semoga dapat membantu kamu untuk menentukan production house mana yang akan kamu percaya mengerjakan video kamu nantinya yahh… see yaaa…

Read More

8 Tips Membuat Film Dokumenter | eps-production

Film dokumenter adalah film yang mendokumentasikan kenyataan atau hal yang terjadi di sekitar kita. Istilah dokumenter sendiri digunakan untuk semua film non-fiksi, pada dasarnya film dokumenter merepresentasikan kenyataan. Artinya film dokumenter berarti menampilkan kembali fakta yang ada dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Tentukan Tema atau Ide Cerita Film Dokumenter

Jasa Video eps-production.com

Sebelum membuat sebuah film dokumenter tahap pertama kali yang kamu harus lakukan adalah menetukan tema dan ide cerita apa yang akan diangkat. kamu dapat membahas segala hal yang berkaitan dengan kejadian nyata misalnya tentang budaya, sosial, lingkungan, dan bahkan hal pribadi. Buatlah daftar permasalahan yang memungkinkan dan masuk akal untuk diangkat dalam film dokumenter.

Setelah membuat list permasalahan apa yangh akan kamu bahas nantinya, muailah memilih subyek yang paling menarik untuk dibuat. Untuk menjadi unik, pastikan bahwa ide yang akan diangkat adalah permasalahan yang jarang disadari/diketahui orang lain, sehingga film yang dibuat akan benar-benar menjadi sebuah informasi yang baru. Kamu juga dapat mencari ide dari berbagi macam instrument seperti : sosial media, temapt nongkrong, taman, Televisi, youtube, radio, dan lainnya.

  1. kumpulkan Informasi Sebanyak-banyaknya

Jasa Video eps-production.com

Membuat film dokumenter pada dasarnya adalah proses untuk memberi dan memberikan wawasan tentang apa yang kita lihat dan alami. Untuk itulah kamu wajib mempelajari semua tentang subjek film dokumenter yang akan kamu bahas, kumpulkan fakta dan cari petunjuk tentang karakter paling menarik sehingga dapat dibangun menjadi sebuah alur cerita.

Menggali dan mencari informasi secara lengkap menjadi sebuah kebutuhan sangat penting dalam membuat film dokumenter, proses ini juga bisa menjadi salah satu cara untuk kamu lebih dekat dengan subyek.

  1. Rencanakan Setiap Aspek Dengan Matang

Jasa Video eps-production.com

Dalam sebuah produksi pembuatan film dokumenter ada banyak aspek yang harus dipertimbangkan, seperti menetukan siapa saja karakter utama yang akan menjadi pembawa cerita, inti cerita yang akan diangkat, peralatan yang akan digunakan, kapan waktu shooting, tim produksi, jumlah anggaran, target penonton, sumber dana, sampai kemana akan disistribukannya film dokumenter kamu nantinya.

Baca Juga : 3 Tahapan Produksi Pembuatan Video

  1. Perhatikan Hukum dan Hak Cipta

Jasa Video eps-production.com

Hal yang seringkali dilupakan oleh para kreator adalah masalah hokum dan hak cipta, kamu harus lebih waspada dengan hal ini karena jika salah dalam mengambil langkah atau keputusan dapat berakibat buruk dikemudian hari. Pastikan semua elemen seperti penggunaan musik, foto-foto maupun footage video sudah mendapatkan izin dari pemiliknya.

Hal-hal terkait dengan narasumber juga sangat perlu untuk dipertimbangkan, jangan sampai dalam membuat film dokumenter dapat membahayakan atau mencemarkan nama baik dari subyek-subyek yang diangkat. Untuk mengantisipasi berbagai hal yang tidak diinginkan, lakukan perjanjian dengan berbagai pihak yang terkait dengan film dokumenter tersebut, kamu dapat membuat surat perjanjian atau semacamnya yang memang sudah disetujui oleh kedua belah pihak.

  1. Buatlah Shot List

 

Jasa Video eps-production.com

Membuat daftar pengambilan gambar (Shot List) berfungsi untuk memetakan kebutuhan gambar apa saja yang akan dibutuhkan dalam film, daftar ini bisa berupa daftar stok rekaman dan daftar siapa saja yang akan diwawancarai, termasuk daftar pertanyaanya (jika membutuhkan stok wawancara), Jumlah shot list tidak ada ukuran pastinya, hal ini sangat tergantung pada kompleksitas film dokumente yang akan dibuat.

  1. Shooting

Jasa Video eps-production.com

Proses shooting ini nantinya sangat mengacu pada riset dan shot list yang telah kamu buat. Meski mengacu pada shotlist, dalam membuat film dokumenter sering kali kita akan merekam banyak hal di laur shot list yang telah kita buat sebelumnya, improvisasi sangat diperlukan dalam hal ini.

Saat memulai shooting, pilihlah tipe shot yang paling sesuai dengan media penayangannya. Penayangan film untuk web, perangkat mobile dan televisi tentu akan berbeda dengan penayangan untuk bioskop.  Untuk lebih memperkaya gambar filmmu nanti buatlah stockshot, dengan mengambil beberapa tipe shot dari setiap satu adegan yang kamu perlukan.

Baca Juga : 6 Camera Movements Yang Wajib Kamu Ketahui

  1. Editing

Jasa Video eps-production.com

Editing adalah proses menyusun keseluruahan hasil rekaman visual dan audio yang kamu ambil saat shooting. Proses editing bukan hanya sekedar masalah teknis memberi efek visual, akan tetapi didalamnya terdapat proses merangkai cerita sehingga film dapat menciptakan sebuah suasana yang mampu mempengaruhi emosi penonton, penonton dapat ikut tenggelam dan merasakan apa yang subyek rasakan, buatlah videomu memiliki rasa didalamnya.

Baca Juga : 5 Rekomendasi Laptop Editing Video Terbaik 

  1. Distribusi

Dalam proses distribusi ini kamu juga dapat mengikutinya dalam berbgai macam ajang festival film, atau kamu dapat share film kamu di youtube, web, Instagram, dan media lainnya yang berpotensi mengundang penonton untuk menikmati dan bereaksi atas karyamu.

 

Read More

Fungsi dan Cara Menggunakan Clapper Board Ketika Shooting

Jasa Video eps-production.com

Ada banyak jenis peralatan shooting, salah satunya adalah clapper board. Alat ini bukan cuma untuk gaya-gayaan doang loh. Tetapi punya peran penting di dalam proses video editing. Bagaimana cara menggunakan clapper board? Apa sih fungsinya? Nah, ini salah satu pertanyaan yang cukup sering ditanyakan. Tidak jarang orang menganggap clapper hanya untuk keren-kerenan saja. Tidak banyak yang tahu betapa pentingnya papan mungil yang satu ini dalam produksi film.

Kalau kamu melihat proses shooting film, pasti kamu pernah melihat di mana sutradara berteriak “Action!”. Tak lama setelah itu ada seseorang yang memegang papan hitam atau putih muncul dan kemudian terdengar bunyi “Ctak!”.  Clapper board adalah sebuah papan dari bahan kayu yang digunakan untuk membantu sinkronisasi gambar dan suara serta untuk memilih dan menandai suatu adegan tertentu selama berjalannya proses produksi. Mungkin kamu akan bertanya-tanya bagaimana cara kerja papan kecil ini. Sebelum masuk kepenjelasan tentang fungsi si papan mungil ini, maka penting juga untuk kamu tau setiap bagian-bagian penting yang ada di dalam clapper board :

  1. Judul Film
    Untuk memudahkan penyimpanan dan pemindahan data, agar tidak tertukar dengan data lain, maka penting sekali untuk mencatat judul film di bagian atas clapper board.
  1. Production
    kolom production yang digunakan untuk menuliskan nama tim produksi. Sehingga ada data tentang siapa pemilik footage shooting video.
  1. Slate
    Nomor slate adalah urutan nomor gambar tersebut di ambil. Dimulai dari nomor 1 dan akan bertambah terus hingga semua gambar berhasil terambil. Jadi, jika ada nomor 420 di dalam kolom slate, itu artinya gambar tersebut adalah gambar ke 420 yang diambil selama shooting.
  1. Scene
    Kolom ini menjelaskan scene berapa yang sedang diambil. Kolom ini akan diisi sesuai naskah. Jadi jika kita hendak ingin mengambil scene 5 di naskah, maka tulislah angka 5 di kolom tersebut.
  1. Shot
    Setiap scene terdiri dari pecahan-pecahan shot. Jumlahnya tentu beragam tergantung kebutuhan sutradara. Terkadang ada adegan yang hanya membutuhkan 1 shot panjang, namun juga ada adegan yang membutuhkan lebih dari 10. Nah, angka-angka inilah yang dicatat di kolom shot.
  1. Take
    Setiap shot akan diambil berulang-ulang sampai sutradara merasa cukup dengan adegan yang diambil. Jadi, selama sutradara belum merasa cukup puas dengan adegan yang sedang direkam, maka jumlah take akan terus bertambah.
  1. Nama Director atau Sutradara
    Nama sutradara dicatat untuk informasi saat post-production.
  1. Nama DOP (Director of Photography)
    Nama DOP juga dicatat untuk informasi saat post-production.
  1. Tanggal Shootiing
    Biasanya film pendek diambil selama 3-4 hari, mungkin kurang mungkin lebih. Sementara film panjang bisa menghabiskan 2 minggu sampai 1 bulan, mungkin kurang mungkin lebih. Biasanya data yang direkam akan berjubel. Tanggal shooting penting dicatat di clapper board untuk memudahkan pendataan setelah shooting direkam.
  1. Card
    Di era digital, medium perekaman banyak menggunakan kartu, mulai dari SD Card, CF Card, hingga SSD. Satu kartu hanya bisa merekam jumlah shot tertentu, maka selama shooting kita akan berhadapan dengan banyak sekali kartu. Maka, penting untuk mencatatnya di clapperboard, agar pendataan akan semakin mudah.
  1. Day / Night
    Kadang adegan malam tidak selalu diambil malam hari, sebaliknya adegan siang mungkin saja direkam malam hari. Oleh karena itu, penting pula mencatat apakah adegan tersebut memang berlatar malam atau siang sesuai dengan naskah.
  1. Int dan Ext
    Kedua kolom ini mesti kamu pilih salah satu dengan cara dicentang. Jika proses syuting dilakukan di dalam ruangan, maka beri tanda centang di kolom Int. Sedangkan jika proses syuting dilakukan di luar ruangan, maka beri tanda centang di kolom Ext.

Baca Juga : Pentingnya Behind The Scene Dalam Produksi Film dan Video

Fungsi Clapper Board

Jasa Video eps-production.com

Clapper board tidak hanya untuk gaya-gayaan dan konten Instagram saja loh. Terdapat fungsi yang sangat krusial. Makanya setiap shooting proyek besar mesti banget melibatkan alat ini. Kalau tidak, semuanya akan ribet dan tentunya akan menghambat tahapan pascaproduksi.

  1. Cara Menggunakan Clapper Board

Seorang yang bertugas mencatat informasi di clapper board disebut clapper. Biasanya clapper akan bekerja dibawah Script Continuity dibawah depertemen penyutradaraan. Ia akan bekerjasama dengan Pencatat Adegan / Penanggungjawab Naskah / Script Supervisor untuk mendata kesinambungan gambar. Informasi yang ditulis di clapperboard akan dicatat oleh Pencatat Adegan dalam secarik kertas, untuk memudahkan penyunting gambar / editor dalam bekerja di post-production.

Cara menggunakan clapper board, pertama-tama Astrada akan memberikan perintah “SLATE IN”.

Jika kamu seorang clapper maka kamu harus responsif dengan kalimat ini. Maka peganglah clapper board ke depan kamera. Bukalah bagian clapnya jika dalam shooting tersebut terdapat kebutuhan untuk perekaman suara, sebaliknya tutup bagian clapnya jika tidak ada suara yang direkam.

Setelah itu, tunggu aba-aba dari asisten sutradara yang akan mengatakan “SOUND”. Setelah aba-aba itu diberikan, maka seorang yang merekam suara atau sound recordist akan berterika “SPEED!” atau “ROLL!” yang mengartikan bahwa alat perekam suara sudah berputar atau dijalankan.

Setelah mendengar itu, maka bacalah informasi sesuai dengan yang ada dalam slate tersebut, mulai dari slate, scene, shot, dan take. Sebagai contoh: “Slate 231, Scene 8, Shot 1, Take 1”. Nah, jika yang sedang direkam adalah take 2 dan seterusnya, maka cukup membaca: “Slate 231, Take 2!”.

Setelah itu, tunggulah aba-aba dari asisten sutradara, “CAMERA?!”. Setelah aba-aba ini, operator kamera juga akan menjawab “SPEED!” atau “ROLL!” yang mengartikan bahwa kamera sudah merekam.

Setelah aba-aba itu, tutuplah dan tepuklah clapper board tersebut sehingga berbunyi. Jangan buru-buru keluar dari jangkauan kamera dan biarkan kamera merekam clapper board yang tertutup kurang lebih 1 detik. Setelah itu, keluar dan sembunyilah.

Asisten sutradara akan memberi aba-aba “ACTION!” yang mengartikan bahwa pemain boleh memulai adegan.

Baca Juga : Mengenal Lumix S1H, Kamera Mirrorless Pertama Yang Diakui NETFLIX

  1. End Slate

End Slate digunakan jika angle pembuka adegan tidak mungkin disisipi clapper board. Atau jika ada momen yang butuh segera direkam secara cepat. Prinsipnya sama dengan sebelumnya, namun End Slate dibaca justru setelah adegan selesai dilakukan.

Biasanya asisten sutradara akan memberikan aba-aba End Slate yang mengartikan bahwa clapper board baru akan ditepuk di akhir adegan. Perhatikan aba-aba ini dan bersiaplah dengan aba-aba “CUT!” dari sutradara.

Setelah sutradara memberi aba-aba “CUT!”, maka segeralah masukan clapper board ke dalam frame dalam keadaan terbalik dan tepukan clapper board tersebut. Setelah itu, bacalah informasi yang ada di clapper board seperti biasa.

  1. Untuk Mengorganisir Data Hasil Shooting

Saat proses shooting, clapper board direkam tepat saat kamera rolling. Kemudian clapper menulis adegan dan take mana saja yang dipilih oleh sutradara berdasarkan data yang tercatat di papan. Catatan ini diberikan kepada video editor.

Ketika video editor hendak melihat hasil footage shooting, ia tidak perlu lagi mengecek satu-satu video yang akan ia kerjakan. Ini karena data adegan yang ditulis di papan sudah muncul di thumbnail video.

Selain itu, video editor lebih mudah untuk mengorganisir data hasil shooting dengan cara membaginya ke dalam folder sesuai scene dan shot adegan. Praktis banget kan!

  1. Sinkronisasi gambar dan suara

Pada saat kamu merekam menggunakan mic internal kamera, gambar dan suara tentu akan selaras. Ini karena keduanya direkam pada pita yang sama. Namun bakalan lain ceritanya saat kamu shooting menggunakan perangkat kamera dan audio yang terpisah. Sehingga gambar dan suaranya pun direkam di dalam perangkat yang berbeda.

Clapper board bakal berguna banget buat kamu yang shooting dengan menggunakan mic eksternal. Bunyi “Ctak!” yang terekam di mic internal kamera dengan yang terekam di mic eksternal bisa digunakan untuk menyelaraskan gambar dan suara.

Saat editor melakukan penyuntingan gambar, ia tinggal menjajarkan kedua file audio. Karena bunyi hantaman clapper board yang sangat kencang akan terekam. Jadi editor langsung tahu bagian mana yang ada bunyi “Clap!”. Gambar dan suara jadi sinkron deh.

Baca Juga : Director of Photography (DOP), Tugasnya Ngapain Aja Sih?

Read More

Pentingnya Behind The Scene Dalam Produksi Film dan Video

Dalam sebuah produksi film dan video memakan waktu yang cukup panjang dan kompleks, karena produksi pembuatan film dan video harus melalui beberapa tahapan seperti praproduksi, produksi, dan pasca produksi. Dengan begitu banyak orang yang terlibat didalamnya menyatukan sebuah visi dan misi akan menjadi tantangan menarik yang ada dalam sebuah produksi film dan video.

Sangat disayangkan jika para pelaku dibalik layar tersebut malah tidak mendapatkan apresiasi sama sekali. Nah oleh sebab itu kebanyakan production house mengakalinya dengan membuat Behind The Scene untuk menangkap segala moment yang terjadi saat produksi.

Pentingkah Behind The Scene Dalam Produksi Video?

Jasa Video eps production

Baca Juga : Pentingnya Melakukan Tes Kamera Sebelum Shooting Film Dan Video Iklan TVC

Dalam proses produksi pembuatan video dengan banyaknya orang, akan sangat memungkinkan memunculkan banyak hal yang lucu dan berkesan. Tidak hanya itu, biasanya dalam film dan video ada bagian yang sengaja dipotong dan dijadikan bahan behind the scene di bagian akhir. Nah, behind the scene ini sangat banyak manfaatnya. Konten behind the scene justru memiliki keunikan tersendiri dan biasanya mampu membuat penoton lebih dekat dengan para pelaku dibalik layarnya. Jadi, behind the scene sangatlah penting dalam produksi pembuatan film dan video. Berikut adalah Pentingnya Behind The Scene Dalam Produksi Film dan Video.

  1. Konten Untuk Publikasi Dan Promosi

Promosi dengan teaser dan trailer adalah hal yang umum dilakukan di dunia perfilman. Potongan-potongan adegan dalam film disusun dalam durasi pendek sekitar 60-90 detik untuk menggaet penonton. Lalu bagaimana dengan video behind the scene? Apakah bisa menjadi konten promosi? Jawabannya adalah bisa. Dengan sudut pengambilan gambar yang berbeda dengan hasil filmnya saja, sudah sangat menarik perhatian.

Baca Juga : Mengenal Lumix S1H, Kamera Mirrorless Pertama Yang Diakui NETFLIX

Biasanya di video behind the scene juga ada wawancara dengan para pelaku yang terlibat dalam film dan video yang sudah melalui tahapan praproduksi hingga pascaproduksi. Sudut bercerita yang berbeda dan visual yang berbeda sangat bisa dijadikan konten untuk promosi dan mempublikasikan film dan video kalian.

  1. Melihat Sisi Lain Dari Film dan Video

Jika menonton film, kalian hanya akan disuguhkan dengan visual ciamik yang membuat terpukau, bagaimana jika kalian melihat proses pembuatannya dari balik layar? Kalian akan melihat bahwa di balik visual yang sangat memukau mata kalian, ada orang-orang yang sangat bekerja keras, mulai dari membuat shot liststoryboard, dan lain sebagainya. Tidak hanya itu saja, kalian bisa lihat di balik akting yang bagus, ada seorang sutradara yang mengarahkan pemain dengan baik dan jelas, ada locman yang turut mengatur jalanan demi terciptanya jalanan yang sepi tanpa lalu lalang kendaraan, dan juga divisi lainnya.

  1. Melihat Kedekatan Dan Kekompakan Kru Serta Para Pemain

Jasa Video eps-production.com

Usai menonton film, mungkin ada beberapa scene yang membekas di kepalamu. Misalnya visual yang sangat bagus, akting pemain yang sangat keren, dan lain-lain. Kalau sudah begitu, kalian harus dan pasti mencari video behind the scene film tersebut. Kalian akan bisa mengulik bagaimana kerja dan kegiatan mereka di balik layar dengan lebih detil. Misalnya kalian bisa melihat kedekatan para pemain dengan kru, keakraban pemain satu dan pemain lainnya, kekompakan kru dalam menciptakan sebuah set, atau hal-hal konyol yang terjadi antara kru atau para pemain.

  1. Sebagai Media Untuk Belajar

Setelah menonton film, mungkin kalian bertanya-tanya, “ini kok bisa begini ya?”, atau pertanyaan-pertanyaan lainnya. Nah, ini dia manfaat dari video behind the scene. Di dalam video behind the scene kalian akan melihat proses para kru melakukan pengambilan gambar. Kalian akan melihat bagaimana tiap divisi bekerja, dan bahkan bisa belajar tentang tipe-tipe sudut pengambilan gambar, kamera apa yang digunakan, pergerakan kamera, lighting, dan lain-lain.

Jadi, setelah mengetahui manfaat dari video behind the scene apakah kalian juga tertarik ingin membuatnya?, yuk terus berkreasi… see yaaa

Baca Juga : Mengapa Video Company Profile Wajib Dimiliki Oleh Perusahaan

Read More

6 Hal Yang Mempengaruhi Harga Jasa Pembuatan Video Iklan TVC

Di era digital seperti saat ini kebutuhan marketing dalam memasarkan produknya sangat beragam mulai dari cara yang konvensional sampai dengan menggunakan media digital yang semakin mudah diakses. Video iklan adalah kebutuhan wajib untuk marketing tools brand di era digital seperti saat ini, Produksi video iklan TVC memang membutuhkan biaya yang cukup besar ini dikarenakan untuk memproduksi iklan yang layak tayang di TV memang membutuhkan standar tertentu. Di era digital sepeti saat ini produksi video iklan sangatlah fleksibel dan dapat disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki oleh perusahaan, hal ini didukung dengan perkembangan teknologi yang semakin maju dan beragam.

Saat ingin membuat video iklan, hal pertama yang dilakukan perusahaan adalah menentukan jenis video iklan seperti apa yang ingin dibuat nantinya, apakah bertema video produk, web series, film pendek, video dokumenter, video tematik, video biografi, sketsa komedi, video musik, dan jenis video lainnya. Setelah menentukan jenis video yang akan dibuat, saatnya memikirkan berapa anggaran yang perlu dipersiapkan untuk membuat video tersebut

Nah berikut ini eps production telah merangkum 6 hal yang dapat mempengaruhi harga pembuatan video iklan TVC. Yuk simak penjelasannya di bawah ini :

  1. Jenis Kamera Yang Digunakan

Jenis Kamera Menentukan Harga Produksi Video Iklan?

Jasa Video eps-production.com

Yup betul sekali, di era modern seperti sekarang ini jenis kamera untuk Shooting video iklan sangatlah beragam, mulai dari kamera handphone, kamera mirrorless (seperti Sony A7S III, Lumix S1H), kamera DSLR, bahkan kamera sinema Professional (seperti Alexa dan Red). Masing-masing jenis kamera memiliki kelebihannya, akan tetapi untuk hasil terbaik tentunya kamera sinema professional lebih memiliki ketajaman gambar, kekentalan warna, dynamic range, dan kualitas gambar terbaik dari jenis kamera lainnya.

Perusahaan memiliki keleluasaan dalam memilih jenis kamera apa yang ingin dipakai dalam pembuatan video iklannya. Hal tersebut dapat disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki oleh perusahaan. Karena semakin tinggi jenis kamera yang dipilih, maka akan sangat mempengaruhi harga dan aksesoris pendukung kamera yang akan dipakai nantinya, seperti lensa dan lainnya.

Baca Juga : Pentingnya Melakukan Tes Kamera Sebelum Shooting Film Dan Video Iklan

  1. Kru (Crew)

Apakah Kru Dapat Mempengaruhi Harga Pembuatan Video Iklan?

Jasa Video eps-production.com

Jumlah kru yang terlibat dapat ditentukan dari jenis video iklan yang akan dibuat, semakin rumit konsep videonya pasti kru yang terlibat juga akan sangat semakin banyak dan lengkap sesuai jajaran standar kru film. Misalnya jika video iklan yang akan dibuat adalah iklan produk minyak rambut dengan set up seorang mahasiswa yang sedang hang-out, pastinya membutuhkan kru yang lengkap, mulai dari departemen produksi, penyutradaraan, casting, kamera, pencahayaan, grip, artistik, kostum, rias dan rambut, suara, paska produksi, hingga tim hair stylist, karena akan ada banyak shot yang memperlihatkan setelah pemakaian minyak rambut tersebut, dalam hal ini sangat dibutuhkan seorang yang benar-benar ahli dalam bidang hair stylish, sehingga membutuhkan tambahan kru hair stylist profesional khusus untuk menata seluruh shot rambut yang telah menggunakan produk tersebut yang ada di dalam video iklan.

Selain jumlah kru, pemilihan sutradara untuk yang akan dipercaya untuk mengerjakan video iklan tersebut juga sangat berpengaruh terhadap rate harga, ini disebabkan karena rate harga seorang sutradara sendiri dapat dinilai dari portofolio dan jam terbang yang dimiliki oleh si sutradara tersebut. Semakin banyak portofolio dan jam terbangnya maka semakin tinggi juga rate harganya. Semakin berpengalaman seorang sutradara maka semakin tinggi pula kualitas yang akan dihasilkannya.

  1. Pemilihan Talent

Apakah Talent Dapat Mempengaruhi Harga Pembuatan Video Iklan?

Jasa Video eps-production.com

Ada beberapa jenis talent yang dapat digunakan dalam produksi video iklan, seperti talent dengan rate standar yaitu talent yang memiliki kemampuan akting yang baik, akan tetapi belum dikenal publik. Pilihan lain adalah talent yang sudah dikenal baik oleh publik, seperti aktor film atau sinetron, musisi, dan influencer dan lainnya yang memang sudah dikenal baik oleh publik.

Talent standar biasa memiliki rate harga yang cukup terjangkau, ini bisa terjadi karena umumnya kita hanya menggunakan jasa aktingnya saja tanpa citranya dipublik. Lain hal jika bekerja sama dengan talent artis yang merupakan public figure yang sudah dikenal oleh publik, dapat dipastikan rate harganya akan lebih tinggi dibanding talent standart, karena selain kita  menggunakan jasa aktingnya, kita juga menggunakan citranya yang sudah dikenal baik oleh publik. Keuntungan lainnya jika bekerjasama dengan public figure adalah produk atau brand anda akan mendapat eksposur lebih oleh masyarakat, karena publik sudah familiar dengan pemeran / talent yang ada dalam video iklan perusahaan anda.

  1. Durasi Shooting

Durasi shooting dapat mempengaruhi harga?

Durasi Shooting dapat ditentukan berdasarkan seberapa rumit konsep video iklan yang akan dibuat dan juga dari durasi video iklan itu sendiri. Semakin lama durasi Shooting maka akan membuat biaya produksi video juga semakin tinggi.

Misalkan saja sebuah perusahaan atau brand ingin membuat video web series 5 episode, dengan durasi 10 menit per episodenya. Yang ditotal durasi menjadi 50 menit, pastinya memerlukan durasi Shooting yang panjang, dalam pengerjaan ini minimal dapat dikerjakan dalam 5 hari Shooting. Tentunya akan ada aspek lainnya yang menentukan durasi hari Shooting, seperti tingkat kesulitan adegan video, jumlah lokasi Shooting, dan berbagai aspek produksi yang lainnya.

Baca Juga : 3 Tahapan Produksi Pembuatan Video Iklan TVC Yang Wajib Kamu Tau

  1. Lokasi Shooting

Apakah Lokasi Mempengaruhi Harga Pembuatan Video Iklan?

Pemilihan lokasi Shooting biasa ditentukan tergantung dengan kebutuhan cerita dan adegan pada video iklan itu sendiri, lokasi paling umum yang digunakan untuk Shooting adalah studio dan rumah. Untuk studio dan rumah saja memiliki harga yang cukup bervariasi, tergantung seberapa besar dan seberapa mewah rumah tersebut. Untuk lokasi Shooting yang berada di tempat umum, seperti restoran, kafe, mall, taman, jalan raya juga memiliki harga yang sangat bervariasi.

Aspek yang juga berpengaruh adalah jumlah lokasi Shooting yang diperlukan dalam video iklan tersebut. Jadi jika dalam suatu produksi video iklan yang memakai banyak lokasi maka sudah dipastikan akan mempengaruhi harga dalam pembuatan video iklan tersebut.

  1. Desain Produksi

Jasa Video eps-production.com

Desain produksi adalah desain tampilan video, yang mencakup penata artistik, kostum, rias, rambut, dan grafis yang ada di dalam video iklan. Misalnya sebuah brand ingin membuat video iklan yang menggambarkan set up parodi peperangan untuk menginformasikan bahwa cerita tersebut dalam peperangan. Selain mencari lokasi Shooting yang menyerupai tepat, diperlukan juga desain produksi yang sesuai untuk membuat penonton percaya bahwa video iklan tersebut menceritakan tentang peperangan nyang diparodikan, dari property yang dipilih, baju yang dikenakan oleh pemeran, kostum dan rias pemeran perlu didesain seperti orang yang sedang berperang. Dapat disimpulkan bahwa desain dari produksi sebuah iklan akan sangat mempengaruhi harga dari pembuatan iklan tersebut.

Harga atau biaya untuk membuat sebuah video iklan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran perusahaan anda. Yang terpenting adalah pesan yang ingin anda sampaikan dapat tersampaikan dengan baik dan mudah dimengerti oleh konsumen anda.

Jika anda memiliki pertanyaan mengenai harga dalam pembuatan video iklan, anda dapat berkonsultasi dengan tim eps production secara langsung, dengan menghubungi kontak yang tertera pada icon chat di pojok kanan bawah. Kami sangat senang membantu menjawab segala kebutuhan anda.

See yaaa…

Read More

Pentingnya Melakukan Tes Kamera Sebelum Shooting Film Dan Video Iklan TVC

Apa Sih Yang Membuat Tes Kamera (Camera Test) Itu Penting Dilakukan Sebelum Shooting?

Jasa Video eps-production.com

apa itu tes kamera / camera test? Sesuai dengan namanya, camera test adalah sebuah proses yang termasuk ke dalam tahap pra-produksi di mana para pembuat film mencoba segala aspek yang berhubungan dengan teknis pengambilan gambar sebelum proses shooting yang sesungguhnya dimulai.

Apa sih tujuannya? Tujuan camera test adalah untuk memastikan semua aspek teknis dapat diterapkan dengan baik ketika shooting dimulai. Selain aspek teknis, camera test juga dimanfaatkan sutradara atau director untuk melihat dan memastikan tampilan akhir film atau video iklannya sesuai dengan visi dan misinya lebih awal (sebelum shooting).

Kapan sih test-cam dilakukan? Biasanya test-cam dilakukan seminggu atau dua minggu sebelum proses shooting dimulai. test-cam dilakukan ketika keseluruhan aspek hampir pasti dan siap.

Lalu apa saja yang dicoba? Kamera saja? Tentu tidak, semua hal yang nantinya akan mempengaruhi proses shooting akan disimulasikan agar dapat berjalan lancer sesuai rencana. Apa saja sih hal tersebut? Yuk simak penjelasan Pentingnya Melakukan Test-cam Sebelum Shooting Film Dan Video Iklan TVC dibawah ini :

  1. KAMERA & CAHAYA

Yang pertama adalah test kamera dan cahaya. Selain berdiskusi dengan Sutradara (Director) tentang visual yang diinginkan oleh sutradara, Director of Photography (DP) juga akan menentukan teknis dalam seperti pemilihan jenis kamera, jenis lensa, jenis lampu, dan alat-alat pendukung lainnya yang diperlukan selama proses pengambilan gambar berlangsung.

Saat camera test, Director of Photography mencoba semua aspek tersebut sebagai materi diskusi berikutnya dengan sutradara. Sutradara memberikan feedbacknya kepada DP atas apa yang dilakukannya dan hal apa saja yang dapat diperbaiki, sehingga ketika shooting dimulai sutradara dapat memfokuskan diri terhadap hal lain yang menjadi tanggung jawabnya.

Baca Juga : 3 Tahapan Produksi Pembuatan Video Iklan TVC Yang Wajib Kamu Tau

  1. TATA ARTISTIK

Selanjutnya ada tata artistik. Tentu saja tidak mungkin melakukan test-cam di semua lokasi yang akan dipakai shooting nantinya. Oleh karena itu, pilihlah satu lokasi yang memiliki eksterior dan interior yang mampu mewakili kebutuhan test-cam kamu.

 

Simulasikan desain set dan tata artistik menyerupai set lokasi shooting nanti. Walaupun tak sama persis setidaknya kamu sangat terbantu nantinya, hal ini bertujuan agar kamu dapat menangkap gambaran besar tata visual saat shooting nantinya.

  1. TATA RIAS & KOSTUM

Selanjutnya ada test tata rias dan kostum. Sebelum masuk ke dalam proses camera test, sebenarnya sudah dilakukan Make Up Test & Costume Fitting terlebih dahulu akan tetapi terbatas hanya test mata saja. Sesuai dengan namanya, di tahap ini tim make-up dan costume mencoba semua riasan wajah dan pilihan kostum yang nantinya akan dipakai di dalam produksi.

Jasa Video eps-production.com

Camera test adalah kesempatan sutradara untuk melihat hasil makeup langsung di depan kamera dengan pencahayaan yang menyerupai situasi shooting nanti. Apabila dalam produksi film atau video kamu memiliki kenutuhan makeup dengan efek khusus, ini juga adalah kesempatan untuk kamu mencobanya dan memastikan sesuai atau tidaknya.

  1. VISUAL EFFECT

Jasa Video eps-production.com

Apabila dalam produksi kamu nantinya memiliki kebutuhan untuk menggunakan visual effect, maka ini saat yang sangat tepat untuk mencobanya dibeberapa adengan penting dalam film atau video kamu. Bawalah keperluan visual effect yang kamu perlukan seperti green screen, tracking mark, dan alat-alat lain yang akan kamu gunakan saat shooting nanti. Pastikan semua efek-efek yang sudah didiskusikan sebelumnya layak untuk diproses di pasca-produksi nantinya.

Baca Juga : 5 Teknik Shooting Video Menggunakan Green Screen

  1. WORKFLOW

Selain aspek ke-4 aspek di atas, hal lain yang tak kalah penting adalah aspek logistik. Pada proses test-cam, tim kamera akan mensimulasikan alur kerjanya dengan tim DIT (Digital Imaging Technician) yang mengolah data hasil shooting, yang nantinya akan diolah oleh tim pasca-produksi. Ini bertujuan agar ketika shooting nanti tak ada kendala berarti yang dapat mengganggu alur kerja tim.

Selain itu, test-cam tim produser juga dapat mensimulasikan proses shootig sesungguhnya yang akan diterapkan nanti. Mulai dari pembagian makanan, pembuatan call sheet, sewa alat, dan lainnya.

PENUTUP

Dari penjelasan proses test-cam diatas. Pasti banyak dari kamu yang mulai bertanya, proses ini wajib gak sih dilakukan? Kalau tidak dilakukan, apa resikonya?

Proses test-cam tentu saja tidak wajib dilakukan atau sunnah, terutama di project-project memiliki anggaran rendah atau film pendek yang memang durasi shootingnya tidak terlalu panjang. Namun dalam beberap kasus tertentu atau di project yang memakan durasi waktu shootingnya cukup panjang dan memiliki teknis rumit. Maka test-cam adalah hal yang wajib dilakukan, ini bertujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan nantinya saat proses shooting berlangsung.

Semoga artikel diatas dapat menambah wawasan kamu serta memberi kamu gambaran betapa pentingnya camera test sesaat sebelum produksi film atau video dimulai.

Jika kamu memiliki pertanyaan kamu juga dapat mengajukan pertanyaan diskusi pada kolom komentar di bawah ini.

See yaaa….

Baca Juga : 7 Departemen Kru Film Pendek Atau Video

Read More

3 Tahapan Produksi Pembuatan Video Iklan TVC Yang Wajib Kamu Tau

3 Tahapan Produksi Pembuatan Video Iklan TVC

Di era digital seperti saat ini Video Iklan merupakan alat marketing yang wajib dimiliki oleh setiap brand atau perusahaan, karena video terbukti mampu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap brand atau perusahaan yang menggunakan video sebagai bagian dari strategi marketingnya. Selain untuk tujuan awareness, video juga dapat meningkatkan penjualan brand perusahaan. Lalu bagaimana tahapan dalam membuat atau memproduksi sebuah video?

Ketika perusahaan sudah memutuskan untuk memproduksi sebuah video iklan, perusahaan dapat mengundang production house untuk mengkonsultasikan video yang akan diproduksi, pada tahapan ini perusahaan bisa secara langsung menunjuk production house atau melalui proses tender untuk memilih production house yang tepat dalam produksi iklan tersebut.

Nah kali ini eps production mau berbagi informasi tentang 3 Tahapan Produksi Pembuatan Video Iklan TVC Yang Wajib Kamu Tau :

  1. Pra-Produksi

Pada tahapan pra-produksi ini, script dan moodboard yang sudah dibuat atau yang sudah ada sebelumnya saat proses pitching vendor akan dikembangkan lebih lanjut oleh sutradara. Pada tahap pertama sutradara biasanya akan membuat director’s board atau storyboard versi sutradara yang disesuaikan dengan visi dan misi dari si sutradara tersebut, karena board inilah yang akan menjadi panduan saat hari shooting nanti. Director’s board ini juga biasanya lengkap dengan dialog script atau voice over script, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing produksi video iklan.

Jasa Video eps-production.com

Selain director’s board, sutradara akan membuat director’s treatment, yaitu panduan treatment yang akan membantu perusahaan (brand) dan seluruh tim yang terlibat dapat memahami visi dan misi sutradara dalam produksi video iklan tersebut. Di saat meeting pertama sutradara akan menjelaskan tentang treatment yang akan dijalaninya kepada perusahaan atau brand dan kru yang terlibat. Director’s treatment terdiri dari referensi set ruangan, referensi busana, referensi tata rias dan tata rambut, referensi musik, referensi editing, referensi colour grading, foto lokasi shooting, dan foto talent/artis yang akan berperan didalam video iklan tersebut.

Ketika meeting akhir untuk finalisasi storyboard dan treatment sebelum shooting. sebelumnya sutradara dan kru wajib sudah melakukan recce dan workshop talent. director’s treatment terdiri dari sketsa set ruangan, foto talent yang sudah fitting wardrobe dan make up test dan hair do. Pada tahap ini director’s treatment merangkum hasil kerja dari masing-masing departemen yang terlibat.

Pada video iklan, brand memiliki hak untuk dapat memberikan masukannya pada saat meeting pertama dan meeting akhir. Masukan brand biasanya lebih cenderung ke hal yang berhubungan dengan product placement atau mandatory brand.

Baca Juga : 4 Peran Penting Storyboard Dalam Video

  1. Produksi

Setelah final meeting dan perusahaan (brand) sudah menyetujui storyboard dan treatment sutradara, waktunya untuk mengubah cerita menjadi visual. Proses shooting video dilakukan di waktu dan tempat yang sudah disepakati bersama, pihak production house akan memberikan jadwal dan call sheet kepada client. Proses shooting, akan mengacu pada storyboard dan director’s treatment, biasanya akan ada beberapa penyesuaian disesuaikan dengan kondisi saat shooting di lapangan dan juga eksplorasi di lokasi shooting yang memungkinkan terjadinya imrpovisasi.

Jasa Video eps-production.com

Pada saat proses produksi video biasanya perwakilan dari perusahaan akan hadir mengikuti berjalannya proses shooting, client memiliki hak supervisi dan dapat memberi masukan kepada sutradara. Biasanya perwakilan dari pihak perusahaan atau brand akan berfokus memberi masukan pada hal yang berhubungan dengan product placement, karena dalam beberapa kasus ada pedoman khusus yang cukup spesifik dan biasanya sangat dipahami oleh pihak perusahaan, contohnya seperti cara penggunaan produk atau produk yang memiliki bagian khusus dan butuh eksplorasi lebih lanjut secara framing camera.

Baca Juga : 5 Kamera Sinema Yang Digunakan Untuk Pembuatan Film Hollywood

  1. Pasca Produksi

Setelah proses shooting selesai dilakukan dan seluruh isi dari storyboard sudah diambil, saatnya melanjutkan tahap berikutnya yaitu tahap pasca produksi atau editing. Dimulai dengan offline editing, tahap dimana susunan frame by frame disusun sesuai dengan cerita yang ada di storyboard, sampai dengan kesepakatan untuk picture lock, yaitu susunan frame by frame sudah disetujui oleh client.

Selanjutnya masuk dalam tahap online editing, pada tahap ini video akan di colour grading atau pewarnaan video. Kemudian tahap online selanjutnya video akan ditambahkan visual effect seperti CGI (Computer-Generated Image), motion graphic, dan animasi (animation) 2D atau 3D jika memang diperlukan sesuai konsep awal video.

Baca Juga : 10 Rekomendasi Software Editing Adobe

Pada saat pasca produksi ini jugavideo akan ditambahkan voice over jika diperlukan. Lalu pembuatan music scoring yang akan mengikuti referensi musik yang terlah dibuat sutradara di director’s treatment. Dan yang terakhir adalah tahap final mixing, untuk finalisasi audio, yang terdiri dari penjernihan sound, penyesuaian volume dan penambahan sound effect untuk menambah mood dari video tersebut. Pada tahap pasca produksi ini client akan sangat terlibat selama prosesnya, hal ini bertujuan untuk membantu supervisi video iklan agar dapat rampung dan sesuai dengan rencana di awal.

Penutup

Dapat disimpulkan bahwa dalam sebuah produksi pembuatan video iklan memang memerlukan sebuah pehaman dan ketelitan didalamnya, agar dalam pembuatannya pesan yang ingin disampaikan oleh perusahaan pemilik brand dapat tersampaikan secara penuh kepada masyarakat atau penontonya. Biasanya production house akan membantu pemilik brand dari awal sampai akhir produksi.

Jika anda memiliki pertanyaan seputar pembuatan video iklan anda dapat menghubungi kami untuk konsultasi, melalui email atau kontak whatsapp yang ada dipojok kanan bawah. Hubungi kami sekarang!!!

See yaa…

Read More