Category: Info

Perbedaan Iklan Komersial Dan Iklan Non Komersial | EPS PRODUCTION

Iklan Komersial dan Iklan Non Komersial Dunia iklan belakangan ini semakin semarak dengan banyaknya inovasi-inovasi baru yang bermunculan khususnya dalam ranah digital.

Namun tahukah kamu, bahwa iklan yang ada tidak selamanya ditujukan untuk kepentingan mencari provit semata. Akan tetapi banyak para pengiklan diluar sana yang menggunakan media iklan sebagai sarana penyebaran hal-hal positif tanpa mencari keuntungan. Pada pembahasan kali ini, kami akan membahas tentang jenis iklan komersial dan iklan non komersial yang banyak tersebar diluaran sana.

Iklan atau dalam KBBI kita sebut pariwara, ialah pesan yang bersifat promosi atau menawarkan, menjual baik jasa, barang, ide dan lainnya. Iklan adalah tulisan yang diisi dengan tawaran baik berupa sebuah jasa atau berupa permintaan kepada masyarakat untuk melakukan sesuatu.

Jasa Video eps-production.com

 

Iklan umumnya banyak kita jumpai di televisi, media sosial, sepanjang jalan-jalan besar yang biasanya berupa video yang ditampilakn dilayar besar, atau reklame yang dipasang di pinggir jalan. Setelah kamu mengetahui pengertian iklan, selanjuntnya kita akan membahas jenis iklan.

Iklan sendiri memiliki dua jenis yaitu, Iklan komersial dan Iklan non komersial. Loh iklan ada dua jenis?. Nah kalau kamu penasaran langsung aja yuk kita ke bahas mengenai apa sih iklan komersial itu dan apa perbedaannya dengan iklan non komersial?.

Pengertian Iklan Komersial

 

Iklan komersial adalah iklan yang yang dibuat untuk memasarkan atau mengkampanyekan sebuah produk dan jasa. Produsen akan bekerja sama dengan agency atau production house penyedia jasa pembuatan iklan untuk memasarkan dan mengenalkan produknya pada konsumen. Sebuah perusahaan akan berusaha untuk menjual barangnya, salah satu cara paling ampuh adalah dengan mengiklankan produknya. Bahkan kamu sebagai seorang konsumen pun pasti sadar akan alasan kamu memilih sebuah produk, entah karena melihatnya di Tv atau media sosial tapi itulah tujuan iklan itu dibuat, menarik perhatian konsumen.

Macam-Macam Iklan Komersial

Iklan komersial sendiri terbagai kedalam dua macam yaitu iklan Strategis dan iklan Taktis.

  • Iklan Strategis

Iklan strategis adalah iklan yang digunakan untuk mengembangkan dan membangun merek yang diiklankan. Hal ini dibuat agar perusahaan mampu mengkomunikasikan nilai merek dan manfaat produk dengan baik dan benar. Hal yang paling penting dalam jangka panjang yaitu memposisikan merek serta mengembangkan pangsa pikiran dan pangsa pasar.

  • Iklan Taktis

Iklan taktis sendiri bersifat mendesak. Maksud dari mendesak disini adalah memaksa atau membuat para konsumen yang membaca iklan segera melakukan kontak atau segera membeli produk kita. Biasanya iklan ini akan melakukan promosi dan penawaran khusus yang berjangka pendek agar konsumen memberi respon cepat.

Tujuan Iklan Komersial

Setiap iklan yang dibuat tentulah memiliki tujuan masing-masing. Begitupun dengan iklan komersial. Berikut beberapa tujuan iklan komersial:

  1. Membagi sebuah informasi kepada masyarakat tentang suatu produk, barang atau jasa, merek dan perusahaan.
  2. Mempengaruhi orang lain yang menjadi sasaran pemasaran kita agar mereka mau menggunakan dan membeli produk atau jasa yang telah kita tulis diiklan kepada mereka.
  3. Mendapat profit.

Baca Juga : Pengertian Iklan Komersial: Ciri, Jenis, dan Contohnya

Ciri-ciri Iklan Komersial

Iklan selalu menggunakan kata-kata yang persuasive yakni dengan menggunakan bahasa yang bertujuan untuk menonjolkan kelebihan suatu produk. Iklan komersial sendiri memiliki beberapa ciri-ciri seperti berikut:

  • Memakai kata atau kalimat yang bersifat persuasive
  • Pemilihan kata atau Diksi yang sangat menarik, benar, logis, dan sopan, sehingga mudah dimengerti oleh konsumen.
  • Menjelaskan tentang sebuah produk dari sebuah perusahaan.
  • Memberikan penawaran berupa sebuah jasa.

Iklan Non Komersial

Sekarang kita akan membahas tentang iklan non-komersial atau yang biasa kita sebut iklan layanan masyarakat. Iklan Non-komersial sangat jauh dengan iklan komersial, dimana iklan ini berisi pesan-pesan moral atau himbauan kepada masyarakat untuk melakukan atau menghindari sesuatu. Iklan ini sama sekali tidak akan menawarkan jasa atau barang dalam iklannya namun, iklan ini mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan lingkungan dan memiliki hidup yang lebih baik. Dengan membaca pengertiannya saja kamu pasti sudah bisa melihat ataupun mengetahui tujuan dari iklan non-komersial.

Baca Juga : Hal Yang Perlu Kamu Perhatikan Sebelum Memilih Production House

Tujuan Iklan Non Komersial

Tujuan iklan non komersial sendiri berbeda dengan tujuan iklan komersial yang umunya bertujuan untuk mendapatkan keuntungan. Berikut beberapa tujuan iklan non komersial :

  1. Mengajak masyarakat untuk hidup lebih baik.
  2. Memberi peringatan
  3. Memberi motivasi

PENUTUP

Dengan mengetahui perbedaan antara iklan komersial dan non komersial kamu akan lebih mudah dalam menentukan iklan apa yang ingin kamu buat atau produksi nantinya. semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu yahh. see yaa….

Baca Juga :  6 Hal Yang Mempengaruhi Harga Jasa Pembuatan Video Iklan TVC

Read More

Pengertian Iklan Komersial: Ciri, Jenis, dan Contohnya

Iklan TVC atau iklan komersial menjadi salah satu jenis iklan yang kerap ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Iklan ini bisa ditemukan di berbagai media, mulai dari media massa hingga elektronik.

Pada dasarnya, iklan komersial adalah iklan yang menyampaikan pesan kepada audiens terkait suatu produk atau jasa. Iklan ini berupaya mempengaruhi audiens agar tertarik dan membeli produk atau jasa yang diiklankan.

Melansir Wise Geek, iklan komersial digunakan untuk menghasilkan pendapatan. Iklan ini berusaha menciptakan keinginan terhadap suatu produk sambil menawarkan solusi menarik.

Baca Juga : 3 Tahapan Produksi Pembuatan Video Iklan TVC

Beberapa ciri yang dapat kamu temukan dari Iklan komersial, di antaranya:

  • Menggunakan pemilihan diksi yang mudah dipahami dan menarik.
  • Menggunakan kata atau kalimat yang bersifat persuasif.
  • Menjelaskan dan menawarkan produk atau jasa dari sebuah perusahaan.

Jasa Video eps-production.com

Iklan komersial terbagi menjadi dua jenis yaitu :

  1. Iklan Komersial Strategi

Iklan komersial strategis berupaya membangun sebuah merk atau brand dengan menonjolkan keunggulan suatu produk. Iklan ini bertujuan untuk mempertahankan konsumen hingga masa mendatang.

  1. Iklan Komersial Taktis

Iklan komersial taktis adalah iklan yang mendesak konsumen agar segera melakukan kontak dan membeli produk. Biasanya, iklan ini menawarkan promosi menarik dalam waktu singkat agar konsumen segera memberi respon.

Baca Juga :Hal Yang Perlu Kamu Perhatikan Sebelum Memilih Production House

Penutup

Setelah membaca penjelasan diatas tentang iklan komersial, admin telah merangkum beberapa contoh iklan TVC yang menarik untuk kamu lihat :

  1. Iklan axis

  1. Goyang Shopee

  1. Gojek

  1. Daihatsu Ayla

Read More

5 Film Tentang Kecelakaan Pesawat Yang Wajib Kamu Tonton

Film tentang pesawat berdasarkan kisah nyata sebagian besar terinspirasi dari berbagai peristiwa kecelakaan yang terjadi di seluruh penjuru dunia.

Sebenarnya pesawat merupakan alat transportasi paling aman karena didukung oleh teknologi canggih dan kru yang pesawat yang telah melewati bermacam-macam latihan untuk menghandle setiap siatuasi. Kecelakaan pesawat terbilang sangat jarang terjadi dibandingkan alat transportasi lain seperti darat dan laut.

Hanya saja jika satu kecelakaan pesawat terjadi korbannya bisa jauh lebih banyak. Kecelakaan pesawat bisa merenggut puluhan bahkan sampai ratusan korban jiwa sekaligus.

Sejumlah film pesawat berdasarkan kisah nyata menghadirkan cerita perjuangan para penumpang dan kru pesawat mencoba bertahan hidup. Kisah heroik sekaligus menyedihkan ini sangatlah menarik untuk ditonton.

Berikut 5 Film Tentang Kecelakaan Pesawat Yang Wajib Kamu Tonton berdasarkan kisah nyata:

  1. Sully

Jasa Video eps-production.com

Film drama biografi karya Clint Eastwood ini bercerita tentang kecelakaan pesawat terbang US Airways nomor penerbangan 1549 dengan Captain Pilot Chesley “Sully” Sullenberger. Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 15 Januari tahun 2009. Alur cerita film Sully diadaptasi dari buku autobiografi karya Sully dan Jeffrey Zaslow, berjudul Highest Duty.

Film ini mengisahkan Kapten Sully diperankan Tom Hanks berhasil menyelamatkan 155 penumpangnya, setelah pesawat Airbus A320-214 yang dikemudikannya mengalami mati mesin karena menabrak sekawanan angsa sesaat setelah take off.

Sully seorang pilot lulusan States Air Force Academy tahun 1973 yang berpengalaman menerbangkan pesawat F-4D Phantom II. Dia kemudian bergabung ke US Airways menerbangkan pesawat Airbus A320.

Baca Juga : Kamu Ingin Jadi Aktor Film Profesional?, Yuk Kuasai 4 Dasar Ini

  1. The Captain

The Captain merupakan film pesawat berdasarkan kisah nyata ketika pesawat Sichuan Airlines Flight 8633 terbang dari Chongqing menuju Lhasa pada 14 Maret 2018.

Kala itu, di ketinggian 32.000 kaki, kaca depan kanan kokpit terbuka dan hancur menyebabkan co-pilot cedera. Insiden itu membuat pilot Kapten Liu Chuanjian dan kru mempersiapkan pendaratan darurat. Kapten Liu Chuanjian yang diperankan Zhang Hanyu berusaha tetap tenang untuk menghadapi masalah itu. Keberanian, ketenangan, dan keberhasilan Kapten Liu Chuanjian membawa pesawat Airbus A319 membuatnya dijuluki Kapten Sully dari China.

Film China yang diproduksi pada 2019 ini disutradarai Andrew Lau.

  1. Aftermath

Aftermath dirilis tahun 2017 dengan sutradara Elliott Lester. Film pesawat ini diangkat dari kisah nyata tragedi tabrakan pesawat Tupolev Tu-154M dari Bashkirian Airlines dan pesawat kargo DHL. Aftermath dibintangi Arnold Schwarzenegger, Scoot McNairy, Maggie Grace, and Martin Donovan.

Kisahnya Roman (Arnold Schwarzenegger) berusaha membalas kematian istri dan anaknya. Istri dan anak perempuan Roman menjadi korban tabrakan antara pesawat berpenumpang dengan pesawat kargo. Roman mencari petugas pengatur lalu lintas udara yang bertugas saat itu. Namun, petugas itu sudah pindah dan mengganti identitas karena merasa bersalah atas tabrakan tersebut.

  1. United 93

Film ini dirilis tahun 2006 dan disutradarai oleh Paul Greengrass. United 93 terinspirasi dari kejadian pembajakan pesawat di Amerika Serikat pada 11 September 2001. Saat itu empat pesawat dibajak untuk menabrak sejumlah bangunan penting di AS. Namun dari empat pesawat yang dibajak, pesawat United Airlines Flight 93 tidak mengenai targetnya Gedung Capitol. Sayangnya, pesawat itu jatuh di Pennsylvania, AS. United 93 dibintangi Christian Clemenson, Cheyenne Jackson, David Alan Basche, Peter Hermann, Daniel Sauli, Trish Gates, Corey Johnson, Richard Bekins, Michael J. Reynolds, dan Khalid Abdalla.

Baca Juga : 3 Tahapan Produksi Video

  1. Flight

Jasa Video eps-production.com

Kisah film Flight mengikuti tokoh bernama Whip Whitaker diperankan Denzel Washington, seorang pilot yang berhasil melakukan pendaratan darurat setelah terjadi kesalahan mekanis pada pesawat. Awalnya Whip dipuji karena kesuksesannya itu. Namun National Transportation Safety Board (NTSB) dalam investigasinya menemukan fakta Whip seorang pemabuk dan pecandu nikotin.

Film ini dirilis pada 2012 lalu dengan sutradara Robert Zemeckis

 

Read More

Mengenal Keunggulan Kamera Sony FX3 Si Monster Kecil Sinematik

Baru-baru ini Sony resmi meluncurkan kamera terbarunya yaitu Sony FX3. Target yang ingin dibidik oleh Sony adalah para kreator yang ingin mengeksplorasi kebebasan sinematik.

FX3 merupakan kamera yang mengkombinasikan teknologi sinema digital Sony dengan berbagai fitur pencitraan terdepan dari kamera mirrorless Alpha ini untuk menciptakan tampilan sinematik yang luar biasa.

Jasa Video eps-production.com

FX3 menghadirkan tampilan sinematik dan pengoperasian serta keandalan profesional dalam satu perangkat yang menjawab kebutuhan para kreator muda yang mencari cara baru untuk mengekspresikan visi kreatif mereka. Model terbaru ini memberikan kualitas gambar dan kegunaan menakjubkan untuk pengambilan gambar berskala kecil dan sendiri.

Kamera FX3 menawarkan performa fokus kelas atas, stabilisasi gambar optik, didesain untuk perekaman video secara handheld dan pembuangan panas yang terdepan untuk waktu perekaman yang lebih lama. Semua ini dibalut dalam bodi yang simple dan ringan, memberikan performa serta mobilitas untuk memenuhi permintaan para kreator konten yang saat ini terus meningkat.

President Director PT Sony Indonesia, Kazuteru Makiyama menerangkan, bahwa kamera FX3 ini memang dirancang untuk mewujudkan ide kreatif menjadi kenyataan. Kamera ini memungkinkan para kreator untuk merealisasikan ekspresi visual mereka ke dalam dunia sinema melalui konten yang imersif. “Kami akan terus mendukung para kreator dunia melalui Rangkaian Cinema Line dari Sony,” imbuhnya.

Sony fx3 ini akan mulai dipasarkan pada bulan maret mendangan dan akan dibandrol dengan harga $3.899,99 dollar AS atau sekitar Rp 55,8 Juta Rupiah.

Baca Juga: Mengenal Kamera Lumix S1H, Mirrorless Pertama Yang Diakui NETFLIX

Keunggulan FX3 yang wajib untuk diketahui :

  1. Sensor CMOS Exmor R™ back-illuminated full-frame dengan 10.2 megapiksel dan mesin pengolahan gambar BIONZ XR™
  2. Sensitivitas sangat tinggi dengan ISO yang dapat ditingkatkan hingga 409.600 untuk kondisi pencahayaan yang sangat sulit dan 15+ stop dynamic range
  3. Profil tampilan S-Cinetone™ terinspirasi dari colour science kamera sinema digital VENICE yang juga digunakan pada kamera Cinema Line FX9 dan FX6, serta merekam hingga 4K 120p
  4. Desain bodi yang ringkas dan ringan dengan pengoperasian tinggi untuk pengambilan gambar dengan handheld, gimbal dan pemasangan pada drone
  5. Bodi yang dilengkapi multi-thread (1/4-20 UNC) memudahkan untuk pemasangan aksesori
  6. Unit pegangan XLR yang dapat dilepas diengkapi dengan dua input audio XLR/TRS
  7. “Mode Aktif” stabilisasi gambar mendukung perekaman film secara handheld
  8. Fast Hybrid Auto Focus, Touch Tracking (pelacakan real-time) dan Real-time Eye AF juga digunakan di kamera Alpha™ lainnya
  9. Perekaman 4K 60p tanpa gangguan (Lanjutan) karena didukung pembuangan panas yang efektif dan kipas pendingin internal

Baca Juga: Pentingnya Behind The Scene Dalam Produksi Film dan Video

Spesifikasi & Fitur

  • TIPE SENSOR
    Full frame 35mm (35,6 x 23,8 mm), sensor CMOS Exmor R
  • PIKSEL
    10,2 megapiksel (efektif) untuk film, 12,1 megapiksel (efektif) untuk Gambar diam, Sekitar 12,9 megapiksel (total)
  • SENSITIVITAS
    [Merekam Video] Setara ISO 80-102400 (Angka ISO hingga ISO 409600 dapat disetel sebagai rentang ISO diperluas.), OTOMATIS (ISO 80-12800, batas bawah dan batas atas dapat dipilih), [Gambar diam] ISO 80-102400 (Angka ISO dari ISO 40 hingga ISO 409600 dapat disetel sebagai rentang ISO diperluas.), OTOMATIS (ISO 80-12800, batas bawah dan batas atas dapat dipilih)
  • TIPE MEDIA
    CFexpress Tipe A/Kartu SD (x2), Simultan Perekaman Simultan, Alihkan Media Otomatis, Salin
  • LCD
    7,5 cm (tipe 3.0) tipe TFT, sekitar 1,44 juta titik, Sudut Bukaan: Sekitar 176 derajat, Sudut Rotasi: Sekitar 270 derajat

Baca Juga: 8 Perbedaan Lensa Foto Dan Lensa Movie Cinema – Kamu Udah Tau?

Read More

Mengenal Kamera Lumix S1H, Mirrorless Pertama Yang Diakui NETFLIX

Panasonic S1H saat ini adalah kamera resmi yang diakui oleh Netflix, menjadikannya kamera mirrorless pertama yang memecahkan daftar raksasa streaming tersebut.

Menurut persyaratan resmi Netflix untuk konten perekaman, semua kamera harus memiliki ‘sensor 4K UHD sebenarnya (sama dengan atau lebih besar dari 3840). ”

Yang menarik adalah ketika melihat daftar kamera yang disetujui oleh Netflix, meliputi kamera Canon C-series, Blackmagic URSA Mini 4.6K, Sony Venice, RED Camera, dan ARRI Alexa. Panasonic Lumix S1H sejauh ini merupakan pilihan kamera yang paling terjangkau.

Jasa Video eps-production.comPanasonic S1H memiliki fitur sensor CMOS full-frame 35,6 x 23,8mm, 24,2 megapiksel dan merupakan kamera pertama yang mampu menangkap video 6K. Kamera ini dapat merekam 6K pada 24p pada rasio aspek 3: 2, 5,9K pada 30p dalam 16: 9, serta rekaman 10-bit 4K / Cinema 4K pada 60p.

Seolah-olah keunggulan itu belum cukup, kamera ini juga dapat merekam rekaman 4K 4: 2: 2 10-bit pada 30p di seluruh area gambar. Dengan fitur ini, Panasonic Lumix S1H akan menjadi kamera Interchangeable lens system camera (ILC) pertama yang mampu rekam video hingga 6K.

Panasonic Lumix S1H juga mampu merekam video dengan berbagai aspek rasio mulai dari 16:9, 3:2, 5:4, hingga 4:3 anamorphic.

Fitur pemilihan aspek rasio ini sudah disematkan sebelumnya pada Lumix GH2 dan GH5S. Tentunya, fitur itu akan menjadi incaran untuk para videographer, mengingat Panasonic menyatakan kamera itu mengincar para videographer profesional dan sineas.

Panasonic juga menjamin Lumix S1H mampu menggunakan 10 model lensa L-series, dan dapat menggunakan 50 lensa lainnya dengan gunakan adapter EF dan PL.

Dengan meluncurnya S1H, maka line-up mirrorless Panasonic yang ditawarkan saat ini adalah S1R, S1, dan S1H.

Baca Juga : Kamera SONY Mirrorless A7S Mark III

Persyaratan Netflix untuk spesifikasi kamera yang disetujui meliputi:

Format Pengambilan

  • RAW (Sony RAW, REDCODE, Arriraw dll.)
  • COMPRESSED (XAVC, AVC-Intra, ProRes, atau format lain yang mendukung I-Frame)
  • Minimum 16-bit Linear atau 10-bit Log processing
  • Kecepatan data minimum Bitrate 240 Mbps pada 23,98 fps

Fungsi Transfer

  • S-Log3, Log-C, V-Log, Log3G10, dll.

Ruang Warna

  • S-Gamut3.cine, RED Wide Gamut RGB, Alexa Wide Gamut, dll.
  • Tidak ada tampilan atau koreksi warna yang harus dimasukkan ke dalam file kamera asli.
  • File harus mempertahankan semua metadata (yaitu Nama Pita, Kode Waktu, Kecepatan Bingkai, ISO, WB, dll.).

Click disini untuk melihat list kamera yang digunakan netflix.

Baca Juga : 5 Kamera Sinema Yang Digunakan Untuk Pembuatan Film Hollywood

Read More

Director of Photography (DOP), Tugasnya Ngapain Aja Sih?

Director of Photography (DOP) yang jika diterjemahkan adalah pengarah fotografi. Kok ada, yah, profesi yang bertitel fotografi di industri film? Kerjanya memotret kegiatan syuting?

Eitss jangan salah. Walaupun berembel-embel fotografi, profesi yang kerap diistilahkan sebagai sinematografer ini nggak ada kaitannya sama potret-memotret. Akan tetapi, Director of Photography (DOP) tuh emang mengurusi hal-hal yang emang deket sama urusan foto: pengambilan gambar (framing) dan pencahayaan (lighting). Dalam film, DOP bukan cuma mandor yang nyuruh-nyuruh, DOP juga lah yang mengoperasikan kamera.

Lho, jadi, DOP itu merangkap kameraman?

“DOP itu ketuanya kameraman, dia adalah seorang yang paling dekat kedudukannya dengan sutradara. Dalam tim departemen kamera, dia memiliki keahlian spesialis mengenai kamera, pilihan lensa, format film dan juga pencahayaan. Seorang DOP memiliki tanggung jawab untuk urusan visual dari film. Mengubah naskah menjadi visual. Tentu, nggak cuma harus handal dalam menentukan framing, seorang DOP juga dituntut untuk paham luar dalam soal teknis kamera. “DOP yang nentuin kamera apa yang cocok untuk dipakai di sebuah film. Dan untuk ngerti sebuah kamera itu nggak cukup googling, harus praktek langsung. Diurusan visual ini, DOP dibantu oleh asisten DOP, operator kamera, dan lighting man (Gaffer). Tentu seorang DOP juga ikut mengoperasikan kamera. DOP juga memiliki kewenangan penuh untuk memberi pengarahan kepada timnya agar dapat berjalan sesuai perencanaan yang telah dibuat.

Dalam sebuah produksi film, seorang DOP memiliki peranan yang sangat penting. Setelah produser, sutradara dan penulis, posisi DOP-lah yang ada dijajaran jabatan tinggi sebuah produksi video dan film. Memang sih, dibanding sutradara, waktu kerja DOP nggak lama. Kalau sutradara bisa sampai satu tahun, waktu kerja DOP cukup enam bulan. Namun, sejak masa pre-produksi, DOP sudah ikut kerja, “Dari mulai persiapan, pengembangan skenario, hunting lokasi (Recce), blocking shot, DOP udah terlibat. Bahkan, di proses editing seorang DOP suka nengok-nengok untuk memastikan editing sesuai dengan gambaran DOP saat produksi.

Baca Juga : Mengapa Survey Lokasi (recce) Itu Penting Dilakukan Sebelum Shooting?

Ngomong-ngomong soal prospek karier, profesi DOP itu nggak boleh diremehin. melihat perkembangan jaman, kebutuhan video tuh sudah seperti kebutuhan pokok setiap individu, yang dimana banyak juga kebutuhan untuk produksi video dan film. Soal uang, nggak pernah nggak lancar deh”. Dan kabar baiknya, sekarang ini sudah ada asosiasi DOP Indonesia, lho. Lembaga inilah yang bakal ngejagain para DOP dari pihak-pihak nakal.

Seorang DOP nggak cuma mentok diranah film, kalau udah nyemplung ke dunia kamera dan pengarahan gambar, DOP juga bisa ngembangin karirnya ke produksi lain, yaitu dunia Video Iklan Televisi, Produksi video klip, Video Company Profile, dan video lainnya. Nah, untuk bisa main ke berbagai produksi itu, admin mengusulkan untuk kita jadi DOP freelance saja. Nggak terikat ke satu Production House tertentu. “Lagi pula jarang sekali ditemukan seorang DOP itu tetap pada satu Production House PH”.

Baca Juga : 7 Departemen Kru Film

Tugas dan Tanggung Jawab Director Of Photography

Seorang DOP juga mempunyai tugas dalam pembuatan video dan film, di antaranya Pra Produksi, Produksi, dan Pasca Produksi. Dari ketiga tugas tersebut harus dilakukan sesuai dengan deskripsi yang di pegangnya.

Pra Produksi

Proses perencanaan dan persiapan produksi sesuai dengan kebutuhan, tujuan dan khalayak sasaran yang dituju, meliputi persiapan fasilitas dan teknik produksi, mekanisme operasional dan desain kreatif (Riset, Penulisan Outline, Skenario, Storyboard, dsb)

  1. Mempelajari semua naskah yang sudah di setujui
  2. Mengimplementasikan naskah ke dalam sebuah bentuk dan gerak serta tata letak kamera melalui floor plan kamera
  3. Memilih atau menentukan kamera yang akan digunakan saat produksi
  4. Menguasai macam-macam segi kamera agar sesuai dengan kualitas gambar yang akan di pakai untuk proses produksi.
  5. Berdiskusi tentang ilustrasi yang akan di ambil dalam segi floor plan dengan sang sutradara.

Produksi

Proses pengambilan gambar di lapangan atau shooting, pada tahap ini DOP diberikan  pengarahan dari seorang sutradara tentang rencana visual yang akan dibuat. Secara sistematis rencana ini dibuat kedalam breakdown script . Dengan breakdown script memudahkan semua element kru dalam bekerja nantinya.

  1. Memberikan saran ke Director untuk pengambilan gambar terbaik.
  2. Bertanggung jawab untuk pemeliharaan kamera agar tetap siap operasi.
  3. Bertanggung jawab terhadap kualitas gambar, komposisi dan lensa.
  4. Selalu menggunakan istilah teknik dalam operasional produksi.
  5. Bekerjasama dengan baik bersama semua kru produksi. Mengikuti instruksi sutradara untuk memperoleh gambar sesuai dengan script.

Paska Produksi

Tidak banyak hal yang dilakukan oleh DOP pada tahap ini. Untuk produksi film, DOP terkadang diminta bantuan oleh editor untuk menjelaskan hal-hal tertentu yang bisa jadi tidak dimengerti oleh editor, namun biasanya hal ini bisa dihandle oleh sutradara atau produser. Untuk memudahkan editor dalam bekerja, setelah pengambilan gambar, tim kamera membuat camera report yang berisi tentang semua keterangan. Camera report lengkap dengan time code atau keterangan waktu.

Penutup

Nah setelah membaca artikel diatas, apa kamu jadi semakin tertarik untuk menjadi seorang DOP?. Jika iya, maka kamu perlu memperbanyak jam terbang, kamu bisa membuat film pendek dengan teman atau komunitas kamu dan juga mengikuti seminar atau bergabung dengan komunitas pembuat film untuk menambah wawasan kamu seputar dunia sinematografi.

Jika ada pertanyaan kamu juga bisa berdiskusi dengan eps production pada kolm komentar di bawah. See yaa…

Baca Juga : Pentingnya Melakukan Tes Kamera Sebelum Shooting Film

Read More

3 Tahapan Produksi Pembuatan Video Iklan TVC Yang Wajib Kamu Tau

3 Tahapan Produksi Pembuatan Video Iklan TVC

Di era digital seperti saat ini Video Iklan merupakan alat marketing yang wajib dimiliki oleh setiap brand atau perusahaan, karena video terbukti mampu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap brand atau perusahaan yang menggunakan video sebagai bagian dari strategi marketingnya. Selain untuk tujuan awareness, video juga dapat meningkatkan penjualan brand perusahaan. Lalu bagaimana tahapan dalam membuat atau memproduksi sebuah video?

Ketika perusahaan sudah memutuskan untuk memproduksi sebuah video iklan, perusahaan dapat mengundang production house untuk mengkonsultasikan video yang akan diproduksi, pada tahapan ini perusahaan bisa secara langsung menunjuk production house atau melalui proses tender untuk memilih production house yang tepat dalam produksi iklan tersebut.

Nah kali ini eps production mau berbagi informasi tentang 3 Tahapan Produksi Pembuatan Video Iklan TVC Yang Wajib Kamu Tau :

  1. Pra-Produksi

Pada tahapan pra-produksi ini, script dan moodboard yang sudah dibuat atau yang sudah ada sebelumnya saat proses pitching vendor akan dikembangkan lebih lanjut oleh sutradara. Pada tahap pertama sutradara biasanya akan membuat director’s board atau storyboard versi sutradara yang disesuaikan dengan visi dan misi dari si sutradara tersebut, karena board inilah yang akan menjadi panduan saat hari shooting nanti. Director’s board ini juga biasanya lengkap dengan dialog script atau voice over script, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing produksi video iklan.

Jasa Video eps-production.com

Selain director’s board, sutradara akan membuat director’s treatment, yaitu panduan treatment yang akan membantu perusahaan (brand) dan seluruh tim yang terlibat dapat memahami visi dan misi sutradara dalam produksi video iklan tersebut. Di saat meeting pertama sutradara akan menjelaskan tentang treatment yang akan dijalaninya kepada perusahaan atau brand dan kru yang terlibat. Director’s treatment terdiri dari referensi set ruangan, referensi busana, referensi tata rias dan tata rambut, referensi musik, referensi editing, referensi colour grading, foto lokasi shooting, dan foto talent/artis yang akan berperan didalam video iklan tersebut.

Ketika meeting akhir untuk finalisasi storyboard dan treatment sebelum shooting. sebelumnya sutradara dan kru wajib sudah melakukan recce dan workshop talent. director’s treatment terdiri dari sketsa set ruangan, foto talent yang sudah fitting wardrobe dan make up test dan hair do. Pada tahap ini director’s treatment merangkum hasil kerja dari masing-masing departemen yang terlibat.

Pada video iklan, brand memiliki hak untuk dapat memberikan masukannya pada saat meeting pertama dan meeting akhir. Masukan brand biasanya lebih cenderung ke hal yang berhubungan dengan product placement atau mandatory brand.

Baca Juga : 4 Peran Penting Storyboard Dalam Video

  1. Produksi

Setelah final meeting dan perusahaan (brand) sudah menyetujui storyboard dan treatment sutradara, waktunya untuk mengubah cerita menjadi visual. Proses shooting video dilakukan di waktu dan tempat yang sudah disepakati bersama, pihak production house akan memberikan jadwal dan call sheet kepada client. Proses shooting, akan mengacu pada storyboard dan director’s treatment, biasanya akan ada beberapa penyesuaian disesuaikan dengan kondisi saat shooting di lapangan dan juga eksplorasi di lokasi shooting yang memungkinkan terjadinya imrpovisasi.

Jasa Video eps-production.com

Pada saat proses produksi video biasanya perwakilan dari perusahaan akan hadir mengikuti berjalannya proses shooting, client memiliki hak supervisi dan dapat memberi masukan kepada sutradara. Biasanya perwakilan dari pihak perusahaan atau brand akan berfokus memberi masukan pada hal yang berhubungan dengan product placement, karena dalam beberapa kasus ada pedoman khusus yang cukup spesifik dan biasanya sangat dipahami oleh pihak perusahaan, contohnya seperti cara penggunaan produk atau produk yang memiliki bagian khusus dan butuh eksplorasi lebih lanjut secara framing camera.

Baca Juga : 5 Kamera Sinema Yang Digunakan Untuk Pembuatan Film Hollywood

  1. Pasca Produksi

Setelah proses shooting selesai dilakukan dan seluruh isi dari storyboard sudah diambil, saatnya melanjutkan tahap berikutnya yaitu tahap pasca produksi atau editing. Dimulai dengan offline editing, tahap dimana susunan frame by frame disusun sesuai dengan cerita yang ada di storyboard, sampai dengan kesepakatan untuk picture lock, yaitu susunan frame by frame sudah disetujui oleh client.

Selanjutnya masuk dalam tahap online editing, pada tahap ini video akan di colour grading atau pewarnaan video. Kemudian tahap online selanjutnya video akan ditambahkan visual effect seperti CGI (Computer-Generated Image), motion graphic, dan animasi (animation) 2D atau 3D jika memang diperlukan sesuai konsep awal video.

Baca Juga : 10 Rekomendasi Software Editing Adobe

Pada saat pasca produksi ini jugavideo akan ditambahkan voice over jika diperlukan. Lalu pembuatan music scoring yang akan mengikuti referensi musik yang terlah dibuat sutradara di director’s treatment. Dan yang terakhir adalah tahap final mixing, untuk finalisasi audio, yang terdiri dari penjernihan sound, penyesuaian volume dan penambahan sound effect untuk menambah mood dari video tersebut. Pada tahap pasca produksi ini client akan sangat terlibat selama prosesnya, hal ini bertujuan untuk membantu supervisi video iklan agar dapat rampung dan sesuai dengan rencana di awal.

Penutup

Dapat disimpulkan bahwa dalam sebuah produksi pembuatan video iklan memang memerlukan sebuah pehaman dan ketelitan didalamnya, agar dalam pembuatannya pesan yang ingin disampaikan oleh perusahaan pemilik brand dapat tersampaikan secara penuh kepada masyarakat atau penontonya. Biasanya production house akan membantu pemilik brand dari awal sampai akhir produksi.

Jika anda memiliki pertanyaan seputar pembuatan video iklan anda dapat menghubungi kami untuk konsultasi, melalui email atau kontak whatsapp yang ada dipojok kanan bawah. Hubungi kami sekarang!!!

See yaa…

Read More

Mau Buat Video Company Profile?, Udah Tau Konten dan Fungsinya?

Apa Video Company Profile Itu?

Jasa Video eps-production.com

Video company profile adalah media informasi perusahaan dalam bentuk visual bergerak yang mencakup gambaran perusahaan secara singkat dan jelas. Video company profile memberikan gambaran perusahaan secara efektif dan jelas, dengan kata lain video company profile memiliki peran sebagai alat marketing bertujuan untuk membuat penonton mudah memahami tentang perusahaan berserta nilai di dalamnya. Bisa dikatakan bahwa Video Company Profile memang wajib dimiliki oleh setiap perusahaan yang sedang beroperasi saat ini.

Apa Aja Sih Konten Video Company Profile Itu?

  1. Siapa perusahaan kamu dan apa yang dilakukan perusahaan kamu?

Video company profile mampu membantu perusahaan kamu untuk menjelaskan siapa kamu, bergerak dalam bidang apa perusahaan kamu, dan produk apa yang dihasilkan oleh perushaan kamu kepada penonton secara singkat, jelas, dan menarik tentunya. Kamu juga dapat menambahkan sambutan dari pimpinan perusahaan tentang gambaran dari perusahaan.

  1. Budaya perusahaan (Company Culture)

Jasa Video eps-production.com

kamu dapat memperlihatkan bagaimana budaya yang ada di perusahaan kamu saat ini. Bagaimana karyawan bekerja, dan apa yang dikerjakan di perusahaan tersebut. Seberapa baik kinerja perusahaan dan nilai perusahaan yang belum diketahui oleh umum.

  1. Motivasi, inspirasi, dan latar belakang perusahaan

Penonton dapat menilai bagaimana pengalaman perusahaan kamu sejauh ini, Sejak kapan perusahaan kamu berdiri, Apa keunggulan perusahaan, serta pencapaian apa saja yang pernah diraih oleh perusahaan kamu sampai saat ini.

Baca Juga: Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Membuat Video Company Profile

  1. Visi dan Misi Perusahaan

Jasa Video eps-production.com

Kamu juga dapat menampilkan visi dan misi perusahaan. Tentunya visi dan misi perusahaan ini tidak hanya ditampilkan dengan monoton, namun dengan penulisan naskah serta konsep video yang dibuat dapat menunjang penyampaian visi dan misi secara lebih menarik.

  1. Sejarah Perusahaan

Kamu juga bisa menampilkan sejarah perusahaan secara singkat, agar penonton bisa mengetahui perusahaan dari sisi sepak terjang serta perkembangannya.

Baca Juga: 4 Alasan Penting Dan Manfaat Memiliki Video Company Profile

Fungsi Company Profile

  1. Sebagai media informasi perusahaan.
  2. Media representasi perusahaan
  3. Marketing tool perusahaan
  4. Sebagai media penawaran (proposal)
  5. Media informasi dalam kegiatan IPO (Initial Public Offering)
  6. Sebagai materi publikasi perusahaan dalam kegiatan sponsorship

Baca Juga:  10 Contoh Video Company Profile

Nah setelah membaca artikel diatas, sekarang kamu sudah mengetahui apa itu video company profile beserta konten dan fungsinya. Sebenarnya company profile juga dapat diproduksi dalam versi cetak, akan tetapi di era digital seperti saat ini, pelaku bisnis wajib memiliki kreativitas lebih dalam memasarkan produk dan brand bisnisnya, ini bertujuan agar perusahaan dapat lebih efektif dalam penyampaian pesan dan maksud dari sebuah produk ataupun brand perusahaannya, sehingga perusahaan mampu unggul dan bertahan dipersaingan dunia bisnis yang ketat seperti saat ini. Video Company Profile hadir sebagai solusi kreatif akan permasalahan marketing yang kurang efektif dalam mempertahankan konsumen yang sudah ada maupun menggaet konsumen baru. Dengan menggunakan video company profile, promosi, presentasi maupun peluncuran produk terbaru jadi semakin menarik dan mencuri banyak perhatian khalayak ramai. Oleh karena itu penting bagi perusahaan untuk memproduksi video company profile yang baik, perusahaan dapat bekerja sama dengan Production House profesional yang menjual Jasa Video Company Profile sehingga mendapatkan hasil yang maksimal.

Baca Juga: Jasa Video Company Profile

Semoga informasi diatas dapat bermanfaat dan membantu kamu untuk dapat membuat sebuah video company profile yang informatif dan mudah dipahami oleh penonton.

See yaaa…

Read More

7 Departemen Kru Film Pendek Atau Video

Sebuah kru film adalah sekelompok orang yang dipekerjakan perusahaan produksi untuk membuat sebuah film atau gambar bergerak. Kru berbeda dengan pemeran, yaitu aktor-aktor yang tampil di depan kamera atau mengisi suara suatu film. Kru juga terpisah dari produser, yaitu orang-orang yang memegang sebagian perusahaan film atau hak properti intelektual film. Sebuah kru film terbagi menjadi beberapa sektor, masing-masing berkecimpung dalam aspek produksi tertentu. Posisi kru film telah berevolusi selama bertahun-tahun, didorong oleh perubahan teknologi dna perkembangan jaman.

Kali ini eps-production akan menjelaskan tentang departemen-departemen apa saja yang ada dalam suatu industri film, alasannya karena kami ingin agar kalian bisa memahami cara kerja hierarki, sebagaimana yang diterapkan dalam industri. Dengan memahami struktur kerja hirarki, diharapkan kalian bisa menerapkannya. Struktur ini diterapkan karena lebih efektif dan efisien. Masing-masing peran memiliki fokus pada tugasnya masing-masing, sehingga tidak ada tenaga atau waktu yang terbuang sia-sia.

Secara garis besar, produksi suatu film dibagi ke dalam beberapa departemen. Departemen-departemen tersebut dipimpin oleh pemimpinnya masing-masing. Masing-masing departemen memiliki fungsi dan perannya dan bekerjasama untuk mewujudkan visi yang diberikan sutradara.

Departemen-departemen tersebut antara lain departemen produksi (dipimpin produser), departemen penyutradaraan (dipimpin sutradara), departemen artistik (dipimpin penata artistik / production designer), departemen kamera (dipimpin penata kamera), departemen suara (dipimpin penata suara), departemen kostum (dipimpin penata kostum utama), departemen makeup (dipimpin penata rias utama), departemen post-production (dipimpin post-pro supervisor).

Susunan Crew dalam pembuatan film :

  1. Departemen Produksi

Produser: Bertanggung jawab pada satu produksi film secara keseluruhan. Memimpin manajemen produksi, dari awal hingga akhir, agar sebuah film dapat terselesaikan dengan baik. Produser menginisiasi sebuah project, mencarikan dana / funding, mencari dan memilih tenaga kerja yang akan terlibat, hingga melakukan supervisi terhadap proses pembuatan film secara keseluruhan.

Produser Pelaksana / Line Producer: ‘Tangan kanan’ produser untuk urusan teknis. Ibaratnya, produser merancang satu produksi secara kesuluruhan (plafon budget, timeline, tenaga kerja, dsb), produser pelaksana yang menjalankan rancangan tersebut setiap harinya. Itu sebabnya ia disebut produser pelaksana.

Manajer Unit Produksi / Unit Production Manager : Bekerja dibawah supervisi produser pelaksana, manajer produksi bertugas memastikan segala sesuatu yang bersinggungan dengan produksi (hal-hal fisik bukan kreatif) berjalan dengan baik. Ia memastikan semua kru dalam kondisi baik, tidak ada peralatan yang rusak, tidak ada alat yang keluar dari rancangan budget, memesan dan memastikan logistik datang tepat waktu, dan lain sebagainya.

Akuntan Produksi: Memantau dan mengelola perputaran kas dalam satu produksi. Melakukan tugas-tugas bendahara, antara lain mencatat pemasukan dan pengeluaran selama produksi, bekerjasama dengan produser pelaksana agar budget dapat terjaga dengan baik, dsb.

Manajer Lokasi: Manajer lokasi (biasa bekerja sebagai tim dengan location scout), bertugas mencari lokasi yang sesuai dengan visi sutradara. Ia juga bertugas untuk mengurus segala perizinan, mulai dari biaya sewa, izin keramaian polisi, uang keamanan preman, dsb, agar syuting dapat berjalan dengan aman dan tenteram.

Production Assistant: Biasa disebut PU (Pembantu Umum), bertugas untuk membantu tim produksi secara generik. Apabila ada kebutuhan mendesak secara tiba-tiba, maka production assistant lah yang bergerak cepat dan mobile. Pembantu umum juga membantu menyiapkan logistik konsumsi dan mendistribusikannya ke kru.

  1. Departemen Penyutradaraan
Jasa Video eps-production.com

Christopher Nolan

Sutradara: Penanggungjawab kreatif utama dalam produksi film. Berkontribusi di segala aspek, mulai dari penentuan plot & alur cerita, memilih pemeran, memilih kru-kru utama, menentukan bloking pemeran, pengembangan karakter, memilih lokasi yang dibutuhkan cerita, referensi musik, pergerakan kamera, pilihan shot, dan hal-hal kreatif lainnya. Dengan bantuan kru dari berbagai departemen, sutradara memastikan visinya dapat terlaksana sebaik mungkin.

Asisten Sutradara 1: Membantu sutradara dalam urusan jadwal, manajemen pemeran dan kru (jadwal panggilan kru & pemeran ke lokasi), jadwal makan dan istirahat, jadwal set alat (kamera, lampu, artistik), dsb. Ia harus memastikan jadwal dapat berjalan tepat waktu dan tidak ada adegan yang tidak terambil. Apabila ada jadwal yang ngaret, ia juga mesti berpikir cepat untuk merombak jadwal agar tak ada adegan yang harus dikorbankan.

Asisten Sutradara 2: Bertugas membantu sutradara menyutradarai figuran (extras). Ia juga bertugas membantu asisten sutradara 1 dalam menyusun jadwal. Selain itu, setiap hari syuting, asisten sutradara 2 bertugas mengetik call sheet (jadwal panggilan untuk kru & pemeran di hari syuting berikutnya).

Penulis: Bersama sutradara, mengembangkan cerita dari coretan hingga menjadi naskah. Ia bertugas memastikan cerita dapat bergerak dengan baik. Ia juga mengembangkan karakter-karakter dalam film agar believable dan relatable dengan penonton.

Script Continuity: Senjata utamanya adalah kamera pocket. Ia bertugas memotret setiap hal visual yang muncul di dalam frame agar terjaga kesinambungannya di setiap adegan. Misalnya: jika di shot sebelumnya, pemeran A memegang pensil di tangan kiri ketika berbicara, maka di shot berikutnya script continuity harus mengingatkan agar pensil tetap di tangan kiri. Lebih tricky lagi untuk syuting jumping (urutan adegan diambil acak), maka ia harus berhati-hati dalam memperhatikan hal-hal visual yang muncul di frame.

Casting Director: Bertugas memilih aktor untuk memerankan karakter sesuai kebutuhan cerita. Mereka akan berdiskusi dan berkonsultasi dengan sutradara. Setelah sutradara menceritakan visi dan kebutuhan ceritanya, casting director akan membantunya mencarikan pemeran yang dibutuhkan.

Kordinator Pemeran: Di lokasi syuting, perannya cukup vital. Kordinator pemeran mengatur jadwal pemeran sesuai dengan jadwal yang sudah disiapkan oleh asisten sutradara. Asisten sutradara akan memanggil pemeran untuk masuk atau keluar dari set dan kordinator pemeran bertuga mengkoordinasikannya dengan para aktor. Kordinator pemeran juga bertugas menyalurkan logistik ke para pemeran dari tim produksi.

  1. Departemen Kamera

Penata Kamera: Biasa disebut Director of Photography (DP) atau Sinematografer. Sebutan sinematografer biasanya dipakai apabila DP dan operator kamera adalah orang yang sama. Penata kamera bertugas sebagai ‘penerjemah’ sutradara dalam level teknis pengambilan gambar. Penata Kamera berdiskusi dengan sutradara dan memberi masukan perihal teknis pengambilan gambar, mulai dari jenis kamera, lensa, pendekatan gambar, lighting, tone warna, dsb. Semua dikerjakan sesuai dengan kebutuhan cerita menurut visi sutradara. Singkatnya, sutradara menjelaskan pada DP tampilan visual seperti apa yang ia inginkan, dan DP yang akan memilih lensa, filter, lighting, komposisi, dsb untuk memberikan efek estetis tertentu pada penonton.

Operator Kamera: Sesuai dengan namanya, ia bertugas mengoperasikan kamera sesuai dengan arahan penata kamera (DP). Seringkali, penata kamera dan operator kamera adalah orang yang sama.

Asisten Penata Kamera: Biasa disebut juga focus puller. Tugasnya adalah memastikan semua gambar yang diambil fokus. Asisten penata kamera juga bertugas merakit dan membongkar rigging kamera di awal dan akhir syuting.

Clapper: Bertugas memberikan identitas pada gambar yang sedang diambil. Film pendek bisa terdiri dari belasan bahkan puluhan adegan, apalagi film panjang. Agar tak bingung ketika disunting, setiap gambar yang diambil diberikan identitas sesuai nomor scene dan shot yang ditulis di naskah.

Digital Imaging Technician (DIT): Hanya pembuatan film di era digital yang mengenal jabatan ini. DIT bertugas mengarsip dan membackup data yang sudah selesai diambil. Gambar-gambar yang telah diambil akan dikelola oleh DIT untuk  tidak hanya dipindahkan ke tempat penyimpanan seperti harddisk, tetapi juga di compress untuk proses selanjutnya di paska produksi. DIT juga bertugas menerapkan beberapa adjustment pada gambar yang sudah diambil sesuai dengan arahan penata kamera, misalnya terang gelap, tone warna, dsb.

Gaffer: Ketua urusan pencahayaan (lampu). Dengan arahan dari DP, gaffer membuat desain pencahayaan dan tata letak lampu agar visi sutradara dapat terwujud.

Best Boy (Lighting): Asisten gaffer. Ketimbang gaffer yang lebih banyak mengurus teknis pencahayaan, best boy lebih banyak berkutat pada urusan logistik, seperti manajemen alat.

Key Grip: Selain lampu, ada beberapa perlengkapan lain yang sering dipakai di lokasi film, antara lain polyfoam (stirofoam untuk reflector), diffuser, butterfly, dolly track, kaki lampu, flag, dsb. Key grip adalah kepala untuk urusan-urusan tersebut.

Best Boy (Grip): Membantu key grip.

  1. Departemen Artistik

Jasa Video eps-production.com

Penata Artistik / Production Designer: Sebetulnya jabatan production designer dan art director (penata artistik) adalah jabatan yang berbeda. Production designer adalah perancang tampilan visual film secara keseluruhan, mulai dari warna set, props, pattern, warna pakaian, makeup, dsb. Namun di Indonesia, jabatan ini belum banyak dipakai. Oleh karena itu, kita lebih sering menemukan penata kostum dan rias bekerja secara terpisah dengan tim artistik, padahal semestinya mereka bekerja di bawah satu rancangan  visual yang sama. Berbeda dengan production designer, penata artistik lebih fokus pada urusan artistik (set dan props saja). Ialah yang merancang tampilan interior sebuah set, beserta menyiapkan properti-properti yang dibutuhkan oleh cerita.

Asisten Penata Artistik: Bertugas membantu penata artistik dalam tugas di lapangan. Kadang merangkap sebagai standby art director alias penata artisitik yang standby di set untuk segera mengatur set dan props sesuai kebutuhan framing. Biasanya penata artistik lebih banyak duduk di depan monitor bersama sutradara, sementara asisten penata artistik lebih banyak di set untuk mendengar masukan dari penata artistik.

Set Designer: Bekerja di bawah komando penata artsitik. Bertugas merancang set sesuai (baik eksterior maupun interior) sesuai dengan arahan penata artistik.

Set Dresser: Set dresser memutuskan barang-barang apa saja yang akan diletakan di dalam set sesuai dengan arahan set designer dan penata artistik.

Prop Master: Bertugas mendata, mencari, dan mengelola props yang digunakan dalam film. Props adalah benda-benda di dalam set yang dapat dipindahkan dengan mudah, seperti pisau, buku, telepon genggam, makanan, dsb.

Runner / Buyer: Bergerak cepat di lokasi apabila ada kebutuhan mendadak. Ia juga bertugas membeli/menyewa barag-barang yang telah didata oleh prop master dan set designer.

  1. Departemen Suara

Jasa Video eps-production.com

Production Sound Mixer: Kepala departemen suara. Ia bertugas memonitor, mengatur leveling, melakukan mixing, hingga memilih microphone yang akan digunakan selama syuting.

Boom Operator: Membantu sound mixer memrekam suara lewat boom.

Asisten Sound: Biasanya bertugas mencatat sound report (laporan perekaman suara agar memudahkan proses sync di paska produksi).

  1. Departemen Kostum & Rias

Jasa Video eps-production.com

Penata Kostum: Bertugas mendesain pakaian dan/atau memilih kostum sesuai kebutuhan cerita & karakter.

Penata Rias: Bertugas merias pemain sesuai kebutuhan cerita & karakter.

Penata Rambut: Bertugas merias  rambut pemain sesuai kebutuhan cerita & karakter.

  1. Departemen Post-Production

Jasa Video eps-production.com

Post-Production Supervisor: Membantu produser dalam mengelola proses paska produksi, mulai dari mengatur jadwal hingga mengelola sumber daya manusia.

Editor: Bertugas memilih dan memilah gambar yang sudah diambil di proses syuting. Proses editing dilakukan secara kreatif bersama sutradara. Biasanya editor dibantu oleh beberapa asisten yang bertugas sebelum pemotongan dan penyusunan gambar dimulai.

Colorist: Di era digital, colorist bertugas melakukan penyesuaian warna agar semua gambar yang diambil memiliki karakter yang sesuai dengan kebutuhan (color correction), sebelum lalu mewarnai untuk memberikan nuansa tersendiri bagi hasil akhir filmnya (color grading).

Visual Effect Artist: Apabila film membutuhkan visual effect tambahan, maka visual effect artist bertugas membuat visual effect sesuai dengan kebutuhan cerita.

Rotoscope Artist: Biasanya banyak hal yang tidak diinginkan tidak sengaja terekam di proses syuting, sebut saja kabel malang melintang di set, atau misalnya naskah kru yang tertinggal di dalam set. Rotoscope artist bertugas menghapus objek-objek yang tidak diinginkan tersebut.

Sound Designer: Setelah selesai disunting oleh editor dan gambar telah dikunci (picture lock), maka hasil editing akan diteruskan ke departemen suara. Sound designer bertugas melakukan penyelarasan serta menambahkan berbagai elemen kreatif lain agar gambar yang telah disunting dapat lebih berbicara. Ia bekerja bersama editor dan sutradara.

Dialogue Editor: Tugasnya spesifik mengedit dialog agar semua terdengar dengan baik.

Composer: Bertugas membuat musik (score) sesuai dengan kebutuhan cerita.

Foley Artist: Bertugas merekam foley. Foley adalah manipulasi efek suara tambahan agar gambar dapat lebih berbicara, misalnya suara langkah kaki, gesekan props, dan gerakan-gerakan lain yang mungkin tidak terlalu terdengar di rekaman saat syuting.

demikian pembahasan kali ini mengenai  susunan lengkap 7 Departemen Kru Film atau Video yang biasa kamu terapkan dalam produksi film pendek kamu . Kira-kira kamu cocok masuk di departemen mana ya?

Baca Juga :

5 Kamera Sinema Yang Digunakan Untuk Pembuatan Film

Kamu Ingin Jadi Aktor Film Profesional?

10 Alat Ini Dapat Membuat Film Pendek Kamu Lebih Berkualitas

Read More

Mengenal S-LOG Sony Dan Mekanisme Kerjanya

S-Log dikenal di kalangan videografer atau film-maker sebagai fitur dari kamera Sony a7S, a6300, dan seri-seri sejenisnya yang membuat warna yang dihasilkan sangat flat (pucat), yang justru sangat digemari oleh para pembuat film karena memudahkan color grading warna. S-Log akan membuat film kamu jadi kelihatan lebih cinematic atau memiliki looks film.

Sebenarnya, S-Log hanya istilah yang diberikan oleh Sony, sedangkan pada kamera Canon kamu akan menemukan C-Log, di Panasonic kamu akan menemukan v-log, dan di kamera ARRI kamu akan menemukan LogC. Semuanya mempunyai prinsip teknologi yang sama.

Lalu apa yang membuat log-log ini begitu spesial?

Jasa Video eps-production.com

Mungkin selama ini kamu melihatnya hanya dari “pucatnya” saja.

Sebetulnya bukan itu!

Singkatnya, S-Log adalah cara kamera Sony merekam cahaya dalam kurva logaritmik (log diambil dari kata logaritma). Dengan mengandalkan kurva ini, kamera bisa lebih maksimal menampilkan detil di area gelap dan terang yang biasanya sulit dicapai menggunakan setting-an kamera biasa.

Untuk lebih jelasnya, yuk kita bahas lebih dalam!

  1. Mata manusia bekerja secara logaritmik

Kamu pasti mengeluh saat shooting di ruangan remang-remang. Karena hasilnya terlihat sangat gelap. Bisa saja kamu naikkan ISO supaya lebih terang, tapi hasilnya kotor (grain).

Sebaliknya, saat shooting di siang bolong, langit begitu terang hingga detil awan menghilang, kontras sekali dengan objek di sekitarnya yang tampak lebih gelap. Bisa saja kamu naikkan shutter speed atau apperture supaya awannya muncul kembali, tapi sayangnya objek lainnya malah tambah lebih gelap lagi.

Di luar solusi-solusinya (memasang ND filter, ganti lensa, tambah lampu, dll).. pernahkah kamu bertanya: Mengapa kamera berperilaku seperti itu? Mengapa terangnya di mata tidak selalu sama dengan terangnya di kamera? Mengapa seringkali cahaya terlalu kontras bagi kamera hingga sulit sekali mendapatkan cahaya yang rata antara objek dan latarnya (seperti langit dan pohon)?

Jawabannya..

Karena mata melihat cahaya secara logaritmik, sedangkan kamera merekam cahaya secara linear, supaya kamu paham maksudnya, saya ilustrasikan sebagai berikut:

Bayangkan kamu ada di ruangan gelap dengan satu lilin. Lalu kamu tambahkan satu lilin lagi sehingga lilinnya jadi dua. Maka kamu akan mendapatkan ruangan 2x lebih terang dari sebelumnya, sekarang kamu tambahkan satu lilin lagi, jadi tiga lilin. Apa kamu mengira sekarang akan jadi terang 3x nya? Tidak!

Ruangan tadi akan tampak terang 3x nya kalau kamu tambahkan dua lilin (jadi total 4 lilin).

Mengapa begitu? Karena mata mengukur perubahan cahaya dari kondisi saat ini, bukan menghitung satuan lilin, untuk mendapatkan terang 2x dari saat ini, sumber cahaya pun harus dua kalinya dari saat ini.

Misalnya, karena sekarang kita memiliki 4 lilin, kamu harus menambahkan 4 lilin lagi untuk mendapatkan terang 2x nya dari saat ini, jadi total 8 lilin. Berikutnya harus ditambahkan 8 lilin, jadi total 16 lilin. Begitu seterusnya.

Kalau kita urutkan, jumlah lilin di setiap perubahan terangnya jadinya seperti ini:

1, 2, 4, 8, 16, 32, dst. Bukankah dalam matematika ini disebut deret logaritma?

Jasa Video eps-production.com

Kalau kita plot, kurvanya akan tampak seperti gambar di bawah (sebelah kanan)

Artinya?

Artinya, di sisi gelap, mata manusia bisa menangkap perubahan yang cepat, sedangkan di sisi terang, mata manusia bisa menangkap perubahan secara perlahan-lahan (kurva semakin melandai ke kanan).

Dengan kata lain, mata manusia mampu beradaptasi terhadap cahaya sehingga tidak sampai kehilangan penglihatan baik di situasi minim cahaya, atau pun di situasi banyak cahaya. Itu sebabnya mata kita masih mampu melihat detil awan saat terik, sekaligus mampu melihat detil objek di sekitar bayangannya.

Ini yang tidak bisa ditiru oleh kamera. Karena secara umum, semua perangkat digital beroperasi secara linear dalam mempresentasikan data. Dalam contoh kita, kamera hanya menghitung jumlah lilin.

  1. S-Log “melengkungkan” cahaya

Cara kerja mata tadi kemudian dijadikan referensi untuk mengatasi kelemahan kamera.

Perhatikan dua kurva di gambar bawah. Sebelah kiri adalah kamera merekam cahaya secara linear, sedangkan sebelah kanan adalah kamera yang merekam secara logaritmik (s-log contohnya).

Perhatikan bahwa kalau kamera merekam secara linear, ada bagian yang terpotong karena sudah di luar batas cahaya yang bisa ditampilkan monitor. Otomatis pada batas ini, objek tampak putih begitu saja (seperti langit yang awannya menghilang).

Sedangkan kalau kamera merekam secara log, cahaya seolah dilengkungkan sehingga semuanya masuk di batas cahaya yang bisa ditampilkan monitor.

  1. Efek pucat S-Log

Akibat dari lengkungan cahaya yang dibuat s-log, gambar akan tampak pucat sekali, Itu karena s-log berupaya menekan cahaya sehingga tidak terlalu kontras sampai menyebabkan banyak detil yang hilang.

Jasa Video eps-production.com

Oleh karena itu, s-log memang diperuntukkan buat mereka yang merencanakan grading saat editing. Kalau tidak, gambar akan tampak tidak normal.

Lihat contoh hasil rekaman s-log dan hasil setelah digrading di video berikut :

Apa bedanya dengan raw?

Banyak yang mengira kalau log sama dengan raw, karena gambar seolah ‘mentah’.

Sebenarnya bedanya sangat jauh.

Kalau kamu shooting menggunakan raw, maka data yang diperoleh bukan berupa video. Kamu harus mengolahnya lagi sehingga menjadi sebuah file video.

Seperti kalau kamu menginstall Magic Lantern yang membuat DSLR bisa merekam dalam raw, hasilnya bukanlah mov atau mp4, tapi berupa potongan file-file mentah yang harus kamu gabungkan menjadi video di photoshop.

Karena raw adalah data mentah atau data asli yang keluar dari sensor, maka kualitas gambar yang dihasilkan raw berada di atas s-log dan hasil rekaman biasa (non log). Tapi memori yang dibutuhkan sangat besar. Hanya film-film layar lebar dengan kamera-kamera mahal (seperti RED, ARRI, dan Imax) yang biasanya menggunakan raw.

Sedangkan log hanya memanipulasi cahaya yang bisa masuk dalam standar kebutuhan video biasa. Hasilnya juga langsung menjadi sebuah video.

Baca Juga :

5 Jenis Drone Dan Fungsinya

8 Perbedaan Lensa Foto Dan Lensa Movie Cinema

4 Alasan Penting Dan Manfaat Memiliki Video Company Profile

Read More