5 Teknik Shooting Video Menggunakan Green Screen

Membuat video dengan menggunakan teknik green screen memang semakin hari semakin mudah. Bahkan saat ini semakin dimudahkan dengan banyaknya aplikasi edit video di handphone yang sudah dapat melakukannya. Tetapi, untuk dapat menciptakan hasil video yang baik dan halus, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu perhatikan.

Teknik green screen sendiri adalah salah satu dari teknik efek visual (visual effect) untuk menggabungkan dua gambar ke dalam satu frame. Misalnya, kamu mau membuat jokes kepada temanmu bahwa kamu baru saja liburan bersama kekasih ke Bulan. Nah, untuk membuat temanmu percaya, maka kamu buatlah sebuah video dengan teknik green screen ini. Kamu dan kekasih/kerabatmu shooting di depan green screen alias layar/kain berwarna hijau di studio atau rumahmu. Dengan aplikasi seperti Adobe After Effect, kamu bisa menggabungkan rekaman tersebut ke footage dataran bulan. Abrakadabra, kini kamu siap membuat temanmu tertawa!

Pertanyaan yang sering kali tercetus adalah kenapa harus berwarna hijau? Jawabannya simpel sekali dan mungkin ini ada di pelajaran SD/SMP, yaitu karena warna hijau merupakan warna yang tidak dimiliki sama sekali oleh pigmen kulit/tubuh manusia. Kecuali kamu mewarnai rambutmu dengan cat hijau atau kamu memakai baju warna hijau, maka warna hijau akan sangat mudah dihapus dengan rapi dengan aplikasi. Selain warna hijau warna lain yang sering dipakai untuk teknik ini adalah biru, karena warna ini juga tidak dimiliki oleh pigmen tubuh manusia bahkan dibeberapa film layar lebarpun banyak juga yang menggunakan warna biru ini. 

Nah, sekarang kamu sudah menunjukan video tersebut pada temanmu. Namun, sayang sepertinya ia malah tertawa karena video tersebut begitu kasar dan meninggalkan efek hijau di kulit dan sekiratan tubuhmu. Nah, kalau begitu masalahnya, maka kemungkinan teknik green screen yang kamu gunakan kurang rapi. Lalu, apa saja sih alasan-alasan yang membuat hasilnya tidak rapi? Yuk simak 5 Teknik Shooting Video Menggunakan Green Screen.

  1. Green Screen Berwarna Hijau Murni

Jasa Video eps-production.com

Terdapat banyak warna hijau yang sangat bervariasi hingga beragam, membuat kamu harus memikirkan hingga mengecek secara lebih detail mengenai warna yang dipakai dalam membuat video green screen milikmu, karena dari warna-warna yang beragam banyak juga terkandung warna lain, yang menyebabkan objek yang ada di dekat green screen dapat terpengaruh. Seperti salah satu contoh ialah warna hijau-tua, adanya kandungan warna coklat dalam hijau-tua, membuat kulit objek dapat terlihat transparan atau bahkan tidak terlihat karena adanya warna yang sama dengan kulit objek nantinya dan bisa jadi saat proses editing akan terjadi kesulitan untuk menghilangkan warna hijau. Maka, saran dari kami usahakanlah untuk menggunakan warna hijau murni yang tidak memiliki kandungan apa-apa pada green screen milikmu. Agar tidak adanya kandungan-kandungan lain dan tidak memiliki pengaruh terhadap objek.

Baca Juga: 4 Teknik Dasar Edit Video untuk Kamu Para Pemula

  1. Sesuaikan Wardrobe Yang Dipakai!

Jasa Video eps-production.com

Hal yang sebenarnya sangat sederhana tetapi banyak orang kadang melupakan hal ini, sesuaikan wardrobe! Kenapa? Dalam proses shooting memakai green screen tentu kita harus memikirkan bagaimana wardrobe yang dipakai. Agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan seperti ada warna hijau yang masuk—dan otomatis barang/objek yang berwarna hijau akan hilang saat proses editing nantinya, kami menyarankan untuk menggunakan wardrobe yang menjauhi warna hijau dan biru, Karena dapat menghindari benturan-benturan warna yang sama.

  1. Berikan Jarak Antara Objek Dengan Kamera

Mengapa harus memberikan jarak? Karena dalam pemakaian green screen selain harus memperhatikan kebocoran-kebocoran seperti lampu yang masuk ke dalam frame, hal ini juga dapat berakibat adanya pantulan yang terlihat pada green screen terhadap tubuh objek yang akan di sorot, sehingga dapat terjadi pantulan warna hijau yang masuk ke dalam objek jika jarak sangat dekat. Oleh karena itu, perhatikan juga jarak pengambilan shot yang akan kamu tentukan nantinya, agar tidak menyesal dikemudian hari!

Baca Juga: 5 Kamera Sinema Yang Digunakan Untuk Pembuatan Film Hollywood

  1. Pastikan Tesktur Dan Pencahayaan Rata

Jasa Video eps-production.com

Tekstur dan Pencahayaan yang rata, jelas membuat objek dalam Green Screen akan terlihat rapih terkhusus jika kamu melibatkan lebih dari satu orang, perihal ini justru harus benar-benar kamu perhatikan, beberapa kemungkinan jika tekstur dan pencahayaan tidak rata—ialah objek yang berada di dekat green screen saat proses editing akan mengalami ketidaksempurnaan saat meng-eliminasi warna hijau.

  1. Pakailah Tracking Point Jika Ada Pergerakan!

Jasa Video eps-production.com

Syuting dengan menggunakan Green Screen jelas membutuhkan plotting yang matang, selain itu jelas harus memiliki konsep yang jelas juga dan pakailah tracking point dalam kameramu jika kamu akan memasukan effect-effect seperti tulisan atau gambar. Sehingga  apa yang kamu konsepkan akan memiliki acuan untuk melakukan sebuah gerakan. Oleh sebab itu, Tracking Point menjadi penting yang dalam hal ini jika banyak pergerakan terutama jika ingin memakai effect-effect yang akan kamu lakukan saat shooting. Jadi, apa kamu sudah mengerti kesalahan-kesalahan apa saja saat pemakaian green screen?

Penjelasan-penjelasan diatas adalah kemungkinan-kemungkinan kesalahan yang kerap terjadi saat melakukan shooting dengan menggunakan green screen, karena itu kami ingin memberitahu kepada teman-teman disini agar tidak terjadi kesalahan seperti penjelasan diatas saat proses shooting nantinya. Apakah teman-teman punya masukan atau pendapat lain? Silahkan tulis di kolom komentar ya!!! see yaa…

Read More

7 Departemen Kru Film Pendek Atau Video

Sebuah kru film adalah sekelompok orang yang dipekerjakan perusahaan produksi untuk membuat sebuah film atau gambar bergerak. Kru berbeda dengan pemeran, yaitu aktor-aktor yang tampil di depan kamera atau mengisi suara suatu film. Kru juga terpisah dari produser, yaitu orang-orang yang memegang sebagian perusahaan film atau hak properti intelektual film. Sebuah kru film terbagi menjadi beberapa sektor, masing-masing berkecimpung dalam aspek produksi tertentu. Posisi kru film telah berevolusi selama bertahun-tahun, didorong oleh perubahan teknologi dna perkembangan jaman.

Kali ini eps-production akan menjelaskan tentang departemen-departemen apa saja yang ada dalam suatu industri film, alasannya karena kami ingin agar kalian bisa memahami cara kerja hierarki, sebagaimana yang diterapkan dalam industri. Dengan memahami struktur kerja hirarki, diharapkan kalian bisa menerapkannya. Struktur ini diterapkan karena lebih efektif dan efisien. Masing-masing peran memiliki fokus pada tugasnya masing-masing, sehingga tidak ada tenaga atau waktu yang terbuang sia-sia.

Secara garis besar, produksi suatu film dibagi ke dalam beberapa departemen. Departemen-departemen tersebut dipimpin oleh pemimpinnya masing-masing. Masing-masing departemen memiliki fungsi dan perannya dan bekerjasama untuk mewujudkan visi yang diberikan sutradara.

Departemen-departemen tersebut antara lain departemen produksi (dipimpin produser), departemen penyutradaraan (dipimpin sutradara), departemen artistik (dipimpin penata artistik / production designer), departemen kamera (dipimpin penata kamera), departemen suara (dipimpin penata suara), departemen kostum (dipimpin penata kostum utama), departemen makeup (dipimpin penata rias utama), departemen post-production (dipimpin post-pro supervisor).

Susunan Crew dalam pembuatan film :

  1. Departemen Produksi

Produser: Bertanggung jawab pada satu produksi film secara keseluruhan. Memimpin manajemen produksi, dari awal hingga akhir, agar sebuah film dapat terselesaikan dengan baik. Produser menginisiasi sebuah project, mencarikan dana / funding, mencari dan memilih tenaga kerja yang akan terlibat, hingga melakukan supervisi terhadap proses pembuatan film secara keseluruhan.

Produser Pelaksana / Line Producer: ‘Tangan kanan’ produser untuk urusan teknis. Ibaratnya, produser merancang satu produksi secara kesuluruhan (plafon budget, timeline, tenaga kerja, dsb), produser pelaksana yang menjalankan rancangan tersebut setiap harinya. Itu sebabnya ia disebut produser pelaksana.

Manajer Unit Produksi / Unit Production Manager : Bekerja dibawah supervisi produser pelaksana, manajer produksi bertugas memastikan segala sesuatu yang bersinggungan dengan produksi (hal-hal fisik bukan kreatif) berjalan dengan baik. Ia memastikan semua kru dalam kondisi baik, tidak ada peralatan yang rusak, tidak ada alat yang keluar dari rancangan budget, memesan dan memastikan logistik datang tepat waktu, dan lain sebagainya.

Akuntan Produksi: Memantau dan mengelola perputaran kas dalam satu produksi. Melakukan tugas-tugas bendahara, antara lain mencatat pemasukan dan pengeluaran selama produksi, bekerjasama dengan produser pelaksana agar budget dapat terjaga dengan baik, dsb.

Manajer Lokasi: Manajer lokasi (biasa bekerja sebagai tim dengan location scout), bertugas mencari lokasi yang sesuai dengan visi sutradara. Ia juga bertugas untuk mengurus segala perizinan, mulai dari biaya sewa, izin keramaian polisi, uang keamanan preman, dsb, agar syuting dapat berjalan dengan aman dan tenteram.

Production Assistant: Biasa disebut PU (Pembantu Umum), bertugas untuk membantu tim produksi secara generik. Apabila ada kebutuhan mendesak secara tiba-tiba, maka production assistant lah yang bergerak cepat dan mobile. Pembantu umum juga membantu menyiapkan logistik konsumsi dan mendistribusikannya ke kru.

  1. Departemen Penyutradaraan
Jasa Video eps-production.com

Christopher Nolan

Sutradara: Penanggungjawab kreatif utama dalam produksi film. Berkontribusi di segala aspek, mulai dari penentuan plot & alur cerita, memilih pemeran, memilih kru-kru utama, menentukan bloking pemeran, pengembangan karakter, memilih lokasi yang dibutuhkan cerita, referensi musik, pergerakan kamera, pilihan shot, dan hal-hal kreatif lainnya. Dengan bantuan kru dari berbagai departemen, sutradara memastikan visinya dapat terlaksana sebaik mungkin.

Asisten Sutradara 1: Membantu sutradara dalam urusan jadwal, manajemen pemeran dan kru (jadwal panggilan kru & pemeran ke lokasi), jadwal makan dan istirahat, jadwal set alat (kamera, lampu, artistik), dsb. Ia harus memastikan jadwal dapat berjalan tepat waktu dan tidak ada adegan yang tidak terambil. Apabila ada jadwal yang ngaret, ia juga mesti berpikir cepat untuk merombak jadwal agar tak ada adegan yang harus dikorbankan.

Asisten Sutradara 2: Bertugas membantu sutradara menyutradarai figuran (extras). Ia juga bertugas membantu asisten sutradara 1 dalam menyusun jadwal. Selain itu, setiap hari syuting, asisten sutradara 2 bertugas mengetik call sheet (jadwal panggilan untuk kru & pemeran di hari syuting berikutnya).

Penulis: Bersama sutradara, mengembangkan cerita dari coretan hingga menjadi naskah. Ia bertugas memastikan cerita dapat bergerak dengan baik. Ia juga mengembangkan karakter-karakter dalam film agar believable dan relatable dengan penonton.

Script Continuity: Senjata utamanya adalah kamera pocket. Ia bertugas memotret setiap hal visual yang muncul di dalam frame agar terjaga kesinambungannya di setiap adegan. Misalnya: jika di shot sebelumnya, pemeran A memegang pensil di tangan kiri ketika berbicara, maka di shot berikutnya script continuity harus mengingatkan agar pensil tetap di tangan kiri. Lebih tricky lagi untuk syuting jumping (urutan adegan diambil acak), maka ia harus berhati-hati dalam memperhatikan hal-hal visual yang muncul di frame.

Casting Director: Bertugas memilih aktor untuk memerankan karakter sesuai kebutuhan cerita. Mereka akan berdiskusi dan berkonsultasi dengan sutradara. Setelah sutradara menceritakan visi dan kebutuhan ceritanya, casting director akan membantunya mencarikan pemeran yang dibutuhkan.

Kordinator Pemeran: Di lokasi syuting, perannya cukup vital. Kordinator pemeran mengatur jadwal pemeran sesuai dengan jadwal yang sudah disiapkan oleh asisten sutradara. Asisten sutradara akan memanggil pemeran untuk masuk atau keluar dari set dan kordinator pemeran bertuga mengkoordinasikannya dengan para aktor. Kordinator pemeran juga bertugas menyalurkan logistik ke para pemeran dari tim produksi.

  1. Departemen Kamera

Penata Kamera: Biasa disebut Director of Photography (DP) atau Sinematografer. Sebutan sinematografer biasanya dipakai apabila DP dan operator kamera adalah orang yang sama. Penata kamera bertugas sebagai ‘penerjemah’ sutradara dalam level teknis pengambilan gambar. Penata Kamera berdiskusi dengan sutradara dan memberi masukan perihal teknis pengambilan gambar, mulai dari jenis kamera, lensa, pendekatan gambar, lighting, tone warna, dsb. Semua dikerjakan sesuai dengan kebutuhan cerita menurut visi sutradara. Singkatnya, sutradara menjelaskan pada DP tampilan visual seperti apa yang ia inginkan, dan DP yang akan memilih lensa, filter, lighting, komposisi, dsb untuk memberikan efek estetis tertentu pada penonton.

Operator Kamera: Sesuai dengan namanya, ia bertugas mengoperasikan kamera sesuai dengan arahan penata kamera (DP). Seringkali, penata kamera dan operator kamera adalah orang yang sama.

Asisten Penata Kamera: Biasa disebut juga focus puller. Tugasnya adalah memastikan semua gambar yang diambil fokus. Asisten penata kamera juga bertugas merakit dan membongkar rigging kamera di awal dan akhir syuting.

Clapper: Bertugas memberikan identitas pada gambar yang sedang diambil. Film pendek bisa terdiri dari belasan bahkan puluhan adegan, apalagi film panjang. Agar tak bingung ketika disunting, setiap gambar yang diambil diberikan identitas sesuai nomor scene dan shot yang ditulis di naskah.

Digital Imaging Technician (DIT): Hanya pembuatan film di era digital yang mengenal jabatan ini. DIT bertugas mengarsip dan membackup data yang sudah selesai diambil. Gambar-gambar yang telah diambil akan dikelola oleh DIT untuk  tidak hanya dipindahkan ke tempat penyimpanan seperti harddisk, tetapi juga di compress untuk proses selanjutnya di paska produksi. DIT juga bertugas menerapkan beberapa adjustment pada gambar yang sudah diambil sesuai dengan arahan penata kamera, misalnya terang gelap, tone warna, dsb.

Gaffer: Ketua urusan pencahayaan (lampu). Dengan arahan dari DP, gaffer membuat desain pencahayaan dan tata letak lampu agar visi sutradara dapat terwujud.

Best Boy (Lighting): Asisten gaffer. Ketimbang gaffer yang lebih banyak mengurus teknis pencahayaan, best boy lebih banyak berkutat pada urusan logistik, seperti manajemen alat.

Key Grip: Selain lampu, ada beberapa perlengkapan lain yang sering dipakai di lokasi film, antara lain polyfoam (stirofoam untuk reflector), diffuser, butterfly, dolly track, kaki lampu, flag, dsb. Key grip adalah kepala untuk urusan-urusan tersebut.

Best Boy (Grip): Membantu key grip.

  1. Departemen Artistik

Jasa Video eps-production.com

Penata Artistik / Production Designer: Sebetulnya jabatan production designer dan art director (penata artistik) adalah jabatan yang berbeda. Production designer adalah perancang tampilan visual film secara keseluruhan, mulai dari warna set, props, pattern, warna pakaian, makeup, dsb. Namun di Indonesia, jabatan ini belum banyak dipakai. Oleh karena itu, kita lebih sering menemukan penata kostum dan rias bekerja secara terpisah dengan tim artistik, padahal semestinya mereka bekerja di bawah satu rancangan  visual yang sama. Berbeda dengan production designer, penata artistik lebih fokus pada urusan artistik (set dan props saja). Ialah yang merancang tampilan interior sebuah set, beserta menyiapkan properti-properti yang dibutuhkan oleh cerita.

Asisten Penata Artistik: Bertugas membantu penata artistik dalam tugas di lapangan. Kadang merangkap sebagai standby art director alias penata artisitik yang standby di set untuk segera mengatur set dan props sesuai kebutuhan framing. Biasanya penata artistik lebih banyak duduk di depan monitor bersama sutradara, sementara asisten penata artistik lebih banyak di set untuk mendengar masukan dari penata artistik.

Set Designer: Bekerja di bawah komando penata artsitik. Bertugas merancang set sesuai (baik eksterior maupun interior) sesuai dengan arahan penata artistik.

Set Dresser: Set dresser memutuskan barang-barang apa saja yang akan diletakan di dalam set sesuai dengan arahan set designer dan penata artistik.

Prop Master: Bertugas mendata, mencari, dan mengelola props yang digunakan dalam film. Props adalah benda-benda di dalam set yang dapat dipindahkan dengan mudah, seperti pisau, buku, telepon genggam, makanan, dsb.

Runner / Buyer: Bergerak cepat di lokasi apabila ada kebutuhan mendadak. Ia juga bertugas membeli/menyewa barag-barang yang telah didata oleh prop master dan set designer.

  1. Departemen Suara

Jasa Video eps-production.com

Production Sound Mixer: Kepala departemen suara. Ia bertugas memonitor, mengatur leveling, melakukan mixing, hingga memilih microphone yang akan digunakan selama syuting.

Boom Operator: Membantu sound mixer memrekam suara lewat boom.

Asisten Sound: Biasanya bertugas mencatat sound report (laporan perekaman suara agar memudahkan proses sync di paska produksi).

  1. Departemen Kostum & Rias

Jasa Video eps-production.com

Penata Kostum: Bertugas mendesain pakaian dan/atau memilih kostum sesuai kebutuhan cerita & karakter.

Penata Rias: Bertugas merias pemain sesuai kebutuhan cerita & karakter.

Penata Rambut: Bertugas merias  rambut pemain sesuai kebutuhan cerita & karakter.

  1. Departemen Post-Production

Jasa Video eps-production.com

Post-Production Supervisor: Membantu produser dalam mengelola proses paska produksi, mulai dari mengatur jadwal hingga mengelola sumber daya manusia.

Editor: Bertugas memilih dan memilah gambar yang sudah diambil di proses syuting. Proses editing dilakukan secara kreatif bersama sutradara. Biasanya editor dibantu oleh beberapa asisten yang bertugas sebelum pemotongan dan penyusunan gambar dimulai.

Colorist: Di era digital, colorist bertugas melakukan penyesuaian warna agar semua gambar yang diambil memiliki karakter yang sesuai dengan kebutuhan (color correction), sebelum lalu mewarnai untuk memberikan nuansa tersendiri bagi hasil akhir filmnya (color grading).

Visual Effect Artist: Apabila film membutuhkan visual effect tambahan, maka visual effect artist bertugas membuat visual effect sesuai dengan kebutuhan cerita.

Rotoscope Artist: Biasanya banyak hal yang tidak diinginkan tidak sengaja terekam di proses syuting, sebut saja kabel malang melintang di set, atau misalnya naskah kru yang tertinggal di dalam set. Rotoscope artist bertugas menghapus objek-objek yang tidak diinginkan tersebut.

Sound Designer: Setelah selesai disunting oleh editor dan gambar telah dikunci (picture lock), maka hasil editing akan diteruskan ke departemen suara. Sound designer bertugas melakukan penyelarasan serta menambahkan berbagai elemen kreatif lain agar gambar yang telah disunting dapat lebih berbicara. Ia bekerja bersama editor dan sutradara.

Dialogue Editor: Tugasnya spesifik mengedit dialog agar semua terdengar dengan baik.

Composer: Bertugas membuat musik (score) sesuai dengan kebutuhan cerita.

Foley Artist: Bertugas merekam foley. Foley adalah manipulasi efek suara tambahan agar gambar dapat lebih berbicara, misalnya suara langkah kaki, gesekan props, dan gerakan-gerakan lain yang mungkin tidak terlalu terdengar di rekaman saat syuting.

demikian pembahasan kali ini mengenai  susunan lengkap 7 Departemen Kru Film atau Video yang biasa kamu terapkan dalam produksi film pendek kamu . Kira-kira kamu cocok masuk di departemen mana ya?

Baca Juga :

5 Kamera Sinema Yang Digunakan Untuk Pembuatan Film

Kamu Ingin Jadi Aktor Film Profesional?

10 Alat Ini Dapat Membuat Film Pendek Kamu Lebih Berkualitas

Read More

(WA WEB) Cara Pakai Whatsapp Web Di Laptop Atau PC Kamu

Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan aplikasi WhatsApp yang umum digunakan mulai dari sekedar hanya untuk chating, bahkan saat ini aplikasi WhatsApp dignakan kebanyakan orang untuk keperluan bisnis yaitu WhatsApp Business. Nah, kamu sudah tau belum jika WhatsApp sendiri juga ternyata dapat kamu akses langsung loh di Laptop atau PC kamu?. WA Web atau WhatsApp web merupakan fasilitas dari aplikasi WhatsApp yang memudahkan penggunanya membuka melalui laptop atau PC. Selama ini, WhatsApp sering kali dipakai hanya di perangkat handphone (HP).
Jasa Video eps-production.com
WhatsApp berfungsi menghubungkan komunikasi di berbagai belahan dunia. Ada banyak cara berkomunikasi yang ditawarkan oleh WhatsApp, mulai dari chat, telfon suara hingga telfon video.

Nah, berdasarkan penjelasan di atas kali ini eps-production ingin memberikan sedikit tutorial cara membuka WhatsApp Web atau WA Web di Laptop atau Pc kamu. Berikut cara menggunakan WA Web di laptop dan pc kamu:

1. Buka Situs WA Web

Jasa Video eps-production.com

Langkah pertama yang perlu dilakukan, yakni membuka situs di alamat web.whatsapp.com. Kemudian, pada layar akan muncul WhatsApp Web scan QR code atau kamu bisa langsung mengetik WA Web di browser kamu.

Baca Juga: 4 Spesifikasi PC Yang Kamu Butuhkan Sebagai Editor Video

2. Hubungkan dengan HP

Jasa Video eps-production.com

Agar bisa menggunakan WA Web, maka pengguna perlu membuka aplikasinya WhatsApp dari handphone dan menuju bagian setting atau pengaturan dan pilih WhatApp Web/Desktop untuk pengguna Iphone. Sedangkan untuk pengguna Android bisa dilakukan dengan menuju menu dan pilih WhatsApp Web. Setelah memilih WhatsApp Web, pengguna akan diarahkan untuk melakukan scan QR code yang tampil. Setelah berhasil melakukan scan, secara otomatis WhatsApp akan muncul di layar laptop atau pc kamu.

3. Cara Keluar

Jasa Video eps-production.com

Bila ingin keluar dari WA Web, pengguna harus membuka kembali aplikasi WhatsApp di handphone dan memilih menu WhatsApp Web lalu log-out atau keluar. Selain itu, pengguna juga bisa langsung keluar dari WA Web dengan memilih menu yang sebelah kanan profil tampilan WA Web.

Pengguna dihimbau untuk  selalu berhati-hati ketika menggunakan WA Web terutama jika memakai perangkat laptop atau pc orang lain, karena bila tak mengeluarkannya maka semua data akan tersimpan di Laptop atau Pc yang digunakan tersebut.

Semoga tips kali ini bermanfaat dan selamat mencoba!

Baca Juga:

5 Rekomendasi Laptop Editing Video Terbaik

9 Macam Shot Types Dalam Pengambilan Gambar Yang Harus Kamu Tau

4 Alasan Penting Dan Manfaat Memiliki Video Company Profile

Read More

5 Rekomendasi Laptop Editing Video Terbaik Bulan Januari 2021

Era saat ini, kebutuhan akan perangkat laptop dengan spesifikasi yang tinggi semakin meningkat. Tidak hanya untuk kebutuhan gaming, saat ini pun banyak orang membutuhkan laptop untuk kebutuhan edit video.  Terutama banyak orang yang berbondong-bondong ingin menjadi konten creator di media sosial seperti Youtube, Instagram, dan media lainnya.

Jasa Video eps-production.com

Banyak Orang yang berbondong-bondong membuat Channel YouTube untuk dijadikan bisnis, kemudian memproduksi konten video yang menarik untuk mengashilkan pengunjung dan penonton ke channelnya.Tentunya semua aktivitas tersebut membutuhkan perangkat laptop yang memumpuni untuk digunakan mengedit video hasil rekamannya.

Komputer personal atau PC mungkin adalah pilihan perangkat yang tepat untuk mengedit video akan tetapi karena kebutuhan akan mobilitas yang tinggi saat ini banyak orang yang lebih memilih laptop untuk digunakan sebagai tools mengedit video, karena lebih praktis dan mudah dibawa kemana-mana.

Karena beberapa alasan tersebut, kali ini eps-production akan memberikan 5 Rekomendasi Laptop Editing Video Terbaik Bulan Oktober 2020. Yuk simak penjelasannya dibawah ini.

  1. Apple Macbook Pro 2020

Apple Macbook Pro 2020 hadir dalam empat varian. Apple Macbook Pro 2020 dibandrol dengan harga mulai dari Rp 20 juta hingga Rp 35 jutaan. Semua variannya menawarkan performa yang sangat mendukung pekerjaan modern yang membutuhkan grafis berat, termasuk mengedit video profesional. Perangkat ini juga pastinya dapat menunjang banyak pekerjaan berat lainnya dengan baik.

Jasa Video eps-production.com

  • Layar: 13,3 inci (diagonal) dengan lampu latar LED dan teknologi IPS; resolusi 2560 x 1600
  • Processor: Intel Core i5 generasi ke-8 quad-core 1,4 GHz, Turbo Boost hingga 3,9 GHz, dengan eDRAM sebesar 128 MB / Intel Core i5 generasi ke-10 quad-core 2,0 GHz, Turbo Boost hingga 3,8 GHz, dengan cache L3 bersama sebesar 6 MB
  • Graphic Card: Intel Iris Plus Graphics 645 / Intel Iris Plus Graphics
  • RAM: 8 LPDDR3 / 16 GB LPDDR4X
  • Storage: 256GB SSD / 512GB SSD / 1 TB SSD
  • Konektivitas: Wi-Fi 802.11ac, IEEE 802.11a/b/g/n, Bluetooth 5.0
  • Port: 2 x Thunderbolt 3 (USB-C) / 4 x Thunderbolt 3 (USB-C)
  • Baterai: Lithium-Polymer bawaan 58,2 watt-jam / 58,0 watt-jam

Apple Macbook Pro 2020 memiliki banyak keunggulan dibanding generasi sebelumnya. Salah satu yang paling menonjol adalah keyboard ketik baru yang lebih nyaman untuk digunakan. Keyboard ketik tersebut menggunakan mekanisme gunting yang diperbarui dengan jarak tempuh 1 mm. Papan ketik ini juga menggunakan kubah karet untuk menyimpan lebih banyak energi potensial untuk penekanan tombol yang lebih responsif.

Peningkatan kunci terletak di sektor dapur pacu, di mana prosesor yang digunakan adalah generasi yang lebih baru yang juga memiliki performa grafis yang lebih baik. Apple Macbook Pro 2020 dilengkapi dengan kapasitas RAM yang dapat dikonfigurasi hingga 32 GB, membuat kinerja keseluruhan Apple Macbook Pro 2020 lebih handal dibanding generasi sebelumnya, sehingga bisa menjadi pilihan terbaik bagi para editor video.

Baca Juga : 4 Spesifikasi PC Yang Kamu Butuhkan Sebagai Editor Video

  1. Laptop Asus ROG Zephyrus S GX701

Asus ROG Zephyrus S GX701 adalah salah satu dari rangkaian laptop gaming kelas atas Asus yang dibuat sangat powerful. Karena spesifikasinya yang bagus, laptop ini pastinya mampu menunjang pekerjaan seorang editor dalam editing video kamu dengan baik. Jadi, meskipun ini laptop gaming, laptop ini adalah salah satu rekomendasi unggulan didaftar ini.

  • Layar: 17.3-inch Full HD (1920×1080) IPS-level panel, 144Hz, 3ms, 100% sRGB, Optimus, G-SYNC, Pantone® Validated
  • Processor: Intel® Core™ i7-8750H
  • Graphic Card: NVIDIA® GeForce RTX™ 2080 with Max-Q Design 8GB GDDR6 VRAM
  • RAM: Up to 24GB (8GB on board memory) DDR4 2666MHz SDRAM
  • Storage: M.2 NVMe PCIe 3.0 x4 1TB SSD
  • Konektivitas: 802.11 AC 2×2 WLAN, Built-in Bluetooth 5.0
  • Port: 1 x USB3.1 Gen2 Type-C™ with DisplayPort™ 1.4 and Power Delivery, 1 x USB3.1 Gen1 Type-C, 1x USB3.1 Gen2 Type-A, 2x USB3.1 Gen1 Type-A, 1 x HDMI 2.0b, 1 x 3.5mm headphone and microphone combo jack, 1 x Kensington lock
  • Baterai: 76 Wh Lithium-Ion, 4 cells

Dibuat sangat bertenaga di bagian dalam tidak membuat laptop ini memiliki body tebal dan berat seperti pendahulunya, ROG Zephyrus S GX701 ini didesign tipis dengan ketebalan hanya 18,7 mm dan ringan dengan berat sekitar 2,6 kg. Dengan demikian, Asus ROG Zephyrus S GX701 siap menemani kamu di manapun.

  1. Acer ConceptD 7

Acer ConceptD 7 adalah rekomendasi lainnya yang bagus untuk editing video. Dibandrol dengan harga hampir Rp 40 juta, laptop ini dibekali dengan spesifikasi kelas atas yang menawarkan performa yang handal dari setiap segmennya. Ini adalah laptop hebat yang dapat menjawab semua kebutuhan para professional dibidang kreatif.

Jasa Video eps-production.com

  • Layar:15,6 inch IPS 4K UHD
  • Prosesor:Intel® Core™ i7-9750H
  • Graphic Card:NVIDIA® GeForce RTX™ 2080 with Max-Q Design and 8GB of dedicated GDDR6 VRAM
  • RAM:2 x 8 GB DDR4
  • Storage:2 x 256 GB RAID
  • Konektivitas:WiFi 802.11 ac MU-MIMO, Bluetooth 5.0
  • Port:USB Type-C, Thunderbolt 3, Mini DP, SD card reader, HDMI 2.0
  • Baterai:Hingga 16 jam

Acer ConceptD 7 dilengkapi prosesor Core i7-9750H dengan pengolah grafis NVIDIA GeForce RTX yang terkenal sangat handal untuk membuat konten animasi 2D dan 3D, maupun film dengan durasi panjang. Acer ConceptD 7 juga dibekali RAM yang sangat besar, pastinya laptop ini menjanjikan kinerja yang solid serta mampu mendukung penggunaan berbagai software desain grafis dan editing video yang berat.

Dengan desain yang ringkas dan stylish yang didominasi oleh warna putih atau hitam, laptop ini cocok untuk para kreator yang dinamis dengan mobilitas tinggi. Laptop ini juga dibekali dengan baterai yang tahan lama (diklaim mampu bertahan hingga 16 jam). Sementara itu, sistem pendingin dengan kipas Aeroblade™ 3D generasi ke-4 yang memiliki tingkat kebisingan di bawah 40dB membantu Anda bekerja lebih focus, nyaman, dan terhindar dari kebisingan.

Bukan laptop kreator namanya kalau tidak memiliki tampilan berkualitas tinggi. Layar 15,6 incinya telah mengusung resolusi 4K UHD dengan teknologi IPS yang membuatnya terlihat tajam, jernih, dan memukau. Gambar yang ditampilannya juga terasa lebih nyata berkat dukungan sejumlah fitur unggulan, termasuk 100% Adobe® RGB Color Gamut, sertifikasi PANTONE®, dan Delta E<2, membuatnya ideal untuk para creator professional.

Baca Juga : 10 Rekomendasi Software Editing Adobe

  1. Asus ZenBook Pro Duo i7

Asus ZenBook Pro Duo i7 adalah rekomendasi terbaik lainnya untuk Anda yang sedang membutuhkan laptop untuk editing video. Laptop yang dibandrol dengan harga Rp 40 jutaan ini dikemas dengan fitur dan teknologi unggulan yang membuatnya mampu diandalkan untuk menjalankan tugas yang berat.

Jasa Video eps-production.com

  • Layar:6” OLED 4K (3840 x 2160) 16:9 touchscreen, 5mm-thin bezel with 89% screen-to-body ratio, 178° wide-view technology, 100% DCI-P3
  • Processor:Intel® Core™ i7-9750H, 2.6GHz hexa-core with Turbo Boost (up to 4.5GHz) and 12MB cache
  • Graphic Card:NVIDIA® GeForce RTX™ 2060
  • RAM:32 GB 2666MHz DDR4
  • Storage:1 TB PCIe® x4 SSD
  • Konektivitas:Intel Wi-Fi 6 with Gig+ performance (802.11ax), Bluetooth 5.0
  • Port: 1 x Thunderbolt™ 3 USB-C™ (up to 40Gbps and DisplayPort), 2 x USB 3.1 Gen 2 Type-A (up to 10Gbps), 1 x Standard HDMI 2.0, 1 x Audio combo jack, 1 x DC-in
  • Baterai: 70Wh 4-cell lithium-polymer

Asus Zenbook Pro 14 Ux480FD menggunakan prosesor yang sangat bertenaga, yaitu Intel Core i7-9750H dengan pengolah grafis NVIDIA GeForce RTX 2060 yang mampu menyajikan kinerja yang luar biasa. Semua pekerjaan kamu juga akan ditampilkan pada layar OLED 4K 15,6 inci yang berkualitas tinggi.

Dengan harga jual yang cukup muahall, laptop ini menawarkan banyak fitur canggih yang dapat membantu para editor. Salah satunya adalah ScreenPad Plus yang berteknologi tinggi yang sangat bermanfaat bagi para pekerja industri kreatif. Dan masih banyak lagi fitur-fitur kueren lainnya yang ditawarkan oleh laptop ini.

  1. Asus ROG Zephyrus Duo 15

Dengan harga hampir 100 juta rupiah untuk model i9-10980HK dan 70 jutaan untuk model i7-10875H, ini adalah laptop gaming layar ganda pertama di dunia dengan layar 4K UHD. Layar keduanya berupa ROG ScreenPad Plus yang inovatif untuk pengalaman bermain game yang luar biasa dan melakukan pekerjaan kreatif yang mengesankan, termasuk menyunting video profesional.

Jasa Video eps-production.com

  • Layar:6-inch, Non-glare UHD (3840 x 2160), IPS panel 60Hz, 100% Adobe RGB, Pantone® Validated, G-SYNC™ with 14.1-inch (3840 x 1100) touchscreen
  • Processor:Intel® Core™ i9-10980HK / Intel® Core™ i7-10875H
  • Graphic Card:NVIDIA® GeForce® RTX 2080 SUPER™ 8GB GDDR6 VRAM (Boost Clock: 1330MHz, 90W)
  • RAM:2 x 16 GB DDR4 up to 3200MHz
  • Storage:2 x 1 TB M.2 SSD
  • Konektivitas:Intel® Wi-Fi 6 with Gig+ performance (802.11ax) + Bluetooth 5.0
  • Port:1 x USB 3.2 Gen 2 Type C with DisplayPort™, 1.4, Thunderbolt™ 3 and Power Delivery, 2 x USB 3.2 Gen 1 Type A, 1 x USB 3.2 Gen 2 Type A, 1 x HDMI 2.0b, 1 x 3.5mm Microphone-in jack, 1 x 3.5mm Microphone-in/Headphone-out jack, 1 x RJ45
  • Baterai:90 WHrs, 4S1P, 4-cell Li-ion

Baca Juga : 4 Teknik Dasar Edit Video untuk Kamu Para Pemula

Keunggulan lain yang ditawarkan laptop ini adalah desain yang portabel untuk laptop sejenisnya. Dengan bobot sekitar 2,4 kg, ketebalan 2 cm serta baterai berkapasitas 90Wh membuat penggunanya bisa tetap bermain dan tetap produktif di mana saja. Untuk membantu menyajikan performa terbaik dari prosesor dan kartu grafis hebat yang digunakannya, Asus ROG Zephyrus Duo 15 dilengkapi dengan sistem pendingin yang inovatif dengan logam cair dan desain termal yang luar biasa.

Tampilannya laptop ini sangat mengagumkan, dengan layar utama 4K UHD yang berkualitas tinggi. Sementara itu, layar keduanya yang juga beresolusi tinggi dan sudah touchscreen sangat membantu pengguna dalam memaksimalkan kreativitas mereka saat bermain dan melakukan pekerjaan lainnya.

Secara keseluruhan, dengan segala fitur dan teknologi unggulan yang ditawarkannya, laptop ini cocok bagi para gamer, konten kreator maupun pengguna profesional lainnya yang menginginkan perangkat laptop yang powerful, portabel, dan dapat diandalkan dengan baik untuk menunjang pekerjaan para creator profesional.

Itulah 5 rekomendasi laptop untuk editing video terbaik dari esp-production di bulan oktober tahun 2020 ini. Semua laptop di atas bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan budget kamu masing-masing tentunya. Kamu tertarik untuk memiliki salah satu laptop di atas?.

Baca Juga :

10 Alat Ini Dapat Membuat Film Pendek Kamu Lebih Berkualitas

5 Kamera Sinema Yang Sering Digunakan Untuk Pembuatan Film Hollywood

Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Membuat Video Company Profile

Read More

5 Kamera Sinema Yang Digunakan Untuk Pembuatan Film Hollywood

Saat ini menonton film mungkin sudah menjadi kebutuhan untuk banyak orang terlebih lagi jika film tersebut dapat memanjakan mata penontonnya.Akan tetapi pernah gak sih kamu terpikir kira-kira kamera jenis apa yang dipakai oleh para pembuat film di Hollywood sana, sehingga dapat menghasilkan gambar yang dapat memanjakan mata penontonya?.

Jasa Video eps-production.com

Nah kali ini eps-production mau membahas tentang 5 kamera yang digunakan untuk pembuatan film hollywood, yuk simak penjelasannya dibawah ini:

  1. Arri Alexa 65

Arri Alexa? Apaan tuh? Ya memang di Indonesia sendiri Arri Camera System belum terlalu dikenal. Tapi di Hollywood sana, Arri sudah barang wajib yang digunakan dalam setiap produksi shooting film. Arri memiliki ciri khas yaitu gambar yang dihasilkan film look, tapi bukan berarti dari hasil mentah langsung tayang di layar, tetapi karena dynamic rangenya yang tinggi, sehingga perbedaan antara highlight dan Shadow begitu jelas.

Jasa Video eps-production.com

Ini Gambar mentah dari Arri Alexa 65, belum dicolor.

Dan walaaa…ini hasil setelah color grading

Untuk angka 65 itu sendiri merupakan ukuran sensor kamera (65mm), dengan ukuran sensor yang hampir sebesar IMAX, sudah pasti dong hasilnya bakal aduhai. Arri sendiri menurut beberapa kalangan memiliki kelebihan yaitu karakternya yang film look, dan warnanya yang aduhai. Dengan ukuran besarnya, biasanya dipake untuk mengambil footage saja. Tetapi beberapa film seperti Sully, dan Transformer : The Last Knight menggunakannya hampir keseluruhan film. Saat ini, Arri Alexa 65 dapat dikostumisasi menjadi Arri Alexa IMAX.

Harganya berapa? Tidak ada harga untuk kamera ini karena kamera ini tidak dijual melainkan tersedia untuk rental saja. Beberapa film yang menggunakan Arri Alexa 65 yaitu Star Wars, Joker 2019, Bohemian Rhapsody, Doctor Strange, dan lainnya.

  1. Arri Alexa XT

Jasa Video eps-production.com

Yang kedua adalah Arri Alexa XT, kamera ini mungkin bisa dibilang Standar dalam industri film hollywood. Hampir semua film yang masuk nominasi oscar pake ini camera. Ini adalah kelas tengahnya. Perbedaan paling jelas yaitu selain ukuran sensornya yang lebih kecil dari Alexa 65 (35mm), kamera ini dapat merekam di slow-speed 120fps.

Beberapa film yang menggunakan kamera ini diantaranya: Cold War, Fantastic Beasts and Where to Find Them, Ghostbusters 2016, Fast 8, Forious 7, dan lainnya.

  1. Arri Alexa Mini

Jasa Video eps-production.com

Yang ketiga adalah Arri Alexa Mini. Sesuai namanya, Alexa Mini merupakan yang terkecil diantara saudaranya. Meskipun ukuran sensornya sama dengan kakaknya 35mm. Sebagai gantinya, kamera ini memiliki kelebihan di 200fps ProRes pada resolusi 2k. Selain itu bodynya terbuat dari karbon sehingga kamera ini ringan dan kuat.

Karena bodynya yang kecil, kamera ini sering dipakai untuk film-film ber-genre action yang membutuhkan angle-angle yang ekstrim, atau juga untuk pengambilan air footage menggunakan drone. Bukan hanya itu saja, karena harganya yang agak “terjangkau” dibanding saudaranya, kamera ini juga biasanya menjadi opsi untuk film-film yang tidak memiliki budget terlalu besar akan tetapi ingin memberikan kualitas gambar yang baik. Kamera arri alexa mini ini dibandrol dengan harga US$45.000 (Body Only).

Beberapa film yg menggunakan kamera ini adalah: Shazam, Joker 2019, Black Panther, dan lainnya.

  1. RED Weapon Dragon

Kamera selanjutnya adalah RED. System kamera ini sendiri dibikin oleh Jim Jannard yang juga sebagai pembuatnya OAKLEY (fashion yang biasanya buat surfing2 atau kacamata). RED memiliki kelebihan yaitu resolusi videonya yang tinggi. Dan juga gampang dikostum. Tidak percaya? Kalau mau nyoba mampir ke http://www.red.com/ disana kamu bisa membangun kamera impian kamu hanya dengan klik semudah belanja online, tapi persiapkan diri untuk tidak kaget dengan harganya juga ya. Populer dikalangan youtubers (MKBHD, Potato Jetdll), Juga Di Indonesia kamera ini lebih popular dan digandrungi, biasanya untuk shooting video klip, film layar lebar, dan lainnya.

Alasan memberi resolusi tinggi memang untuk apa?

Jadi dengan resolusi tinggi, kamu dapat meng-crop gambar tanpa kehilangan detail dari gambar tersebut. Ini sangat berguna ketika kamu masuk kedalam proses editing yang diaman ada scene yang ingin diubah angle-nya, tinggal dicrop saja dan walaaa! Hal ini lah yang membuat RED terkenal dengan kamera yang detail, beberapa menyebut RED kalau untuk skin tones tidak sebaik ARRI. Ini semua tergantung dari selera dan bagaimana proses renderingnya juga. Kamera ini juga mampu merekam 240 fps dalam resolusi 2K. RED dapat dibilang bukan menjadi pilihan pertama dalam sebuah produksi film, terbukti pada pagelaran OSCAR 2018 hanya 3 Kamera yang dipakai oleh pemenang nominasi.

Kelebihan kamera ini selain bodynya yang compact dari kompetitor besarnya diatas, adalah dynamic range-nya lebih luas mencapai 16-17 stop dimana Arri Alexa 65 saja hanya mencapai 14 stop. Itu berarti makin banyak detail yang terlihat ketika proses post editing. Secara spesifikasi, RED jauh lebih mentereng dari ARRI, tapi memang untuk urusan warna dan sepasarasi antara Shadow dan Highlight Arri masih lebih jago.

Untuk harga kamera ini dibandrol US$49.500 untuk Helium 8K dan US$ 29.500 untuk Epic-W.

  1. IMAX

Jasa Video eps-production.com

Kamera ini juga merupakan kamera kesukaan Michael Bay (transformer). Kamera ini terkenal karena mahal dengan kualitasnya yang tinggi. Salah satu kelebihan kamera ini karena ukuran sensornya lebih besar dar kamera lain mencapai 70mm dan resolusinya mencapai 18K.  Hal ini membuat kamera IMAX lebih special dibanding kamera lain. Meskipun kita sebagai audience tidak bisa merasakan secara langsung. Gambar yang dihasilkan setelah post edit konon separasi, dynamic range, detail, dll lebih baik dari lawan mainnya.

IMAX sendiri bukanlah pemain baru, film pertama dengan format 70mm adalah Fox Grandeur tahun 1929. Dalam beberapa kesempatan, kamera IMAX juga dipakai oleh NASA untuk dokumentasi diluar angkasa. Salah satu lawan iMAX yang sepadan dari segi ukuran sensor adalah Ultra Panavision 70mm yang dihidupkan lagi oleh Quentin Tarantino dalam fil The Hatefull Eight. Akan tetapi meskipun Ultra Panavision menggunakan sensor 70mm, formatnya adalah widescreen.

Karena formatnya berbeda, IMAX memiliki teater sendiri yang biasanya ada embel-embel IMAXnya dan harga tiket lebih mahal. Tapi, dijamin bakal memberikan experience yang berbeda. Kamera ini memiliki kelemahan yaitu ukurannya yang besar, sehingga bagi sutradara yang ingin menggunakannya full shot harus pintar-pintar mengakalinya, dan lagi-lagi mahal. Biasanya kamera ini dipakai sebagai shooting footage. Kelemahan lainnya suara, Oom Nolan pernah bilang dia tidak menggunakan IMAX seluruhnya pada Dark Knight Rises karena ketika merekam dialog suara yang dihasilakn IMAX buruk. Mungkin sekarang dia sudah tahu cara mengakalinya sehingga film Dunkirk seluruhnya full mengunakan IMAX.

Jasa Video eps-production.com

Selain itu IMAX juga memiliki system kamera 3d yang bagus. Terbukti tidak sedikti film yang ada embel-embel IMAX 3D di covernya.

Nah sekian untuk pembahasan 5 kamera yang sering digunakan untuk pembuatan film hollywood kali ini, semoga informasi ini bermanfaat dan menambah ilmu penegtahuan kamu. See yaaa….

Baca Juga:

5 Jenis Drone Dan Fungsinya

Kamu Ingin Jadi Aktor Film Profesional?, Yuk Kuasai 4 Dasar Ini

8 Perbedaan Lensa Foto Dan Lensa Cinema

9 Macam Shot Types Dalam Pengambilan Gambar

Read More

Perbedaan Antara Sensor Full Frame dan Super 35?

Little Richard pernah berkata, “It’s not the size of the ship; it’s the size of the waves.” Penting untuk kita memahami perbedaan ukuran sensor kamera di tengah teknologi kamera yang sangat berkembang saat ini. Ini akan sangat menentukan tampilan yang ingin kamu ambil nantinya sebagai sinematografer.

Jasa Video eps-production.com

 

Produsen kamera terus mengembangkan kiprahnya diseputar kemajuan teknologi dan strategi pemasaran mereka. Mereka memadukan gambar diam dan kamera video, menambahkan megapiksel, 4K, 6K, 8K, rentang yang lebih dinamis, dudukan lensa baru, ukuran sensor yang lebih besar, dan memutar berbagai hal menjadi terminologi yang agak membingungkan dan seringkali menyesatkan.

Untungnya, Media Division telah mengumpulkan penjelasan hebat tentang ukuran sensor gambar (1/3 ″ ke IMAX), mulai dari sejarahnya dan sampai bagaimana pengaruhnya terhadap kualitas, komposisi, dan persepsi gambar yang akan Anda ambil.

kali ini kita akan fokus pada perbedaan antara Super 35mm dan Full Frame, tetapi tidak ada salahnya untuk menonton penjelasan dari media division tentang perbandingan dari setiap ukuran sensor di bawah ini.

Penting untuk diperhatikan bahwa ukuran sensor hampir tidak ada hubungannya dengan resolusi – itu adalah topik yang lain. Namun, sensor yang besar memungkinkan pitch piksel yang lebih besar (reseptor lebih besar) yang dapat menghasilkan gambar yang lebih bersih dengan kemampuan Low-Light yang lebih baik.

  • Super 35mm

– Crop Factor: 1.4-1.6x

– Approximate Sensor Size: 24x14mm

– Decent Depth-of-Field

– Adequate Dynamic Range

– Good Low-Light Capabilities

Sensor digital Super 35 (S35) adalah keluarga dengan berbagai ukuran dan terkadang kita dibuat bingung dengan sensor APS-C di DSLR. Setiap pabrikan membuat kamera mereka dengan ukuran sensor yang sedikit berbeda tetapi mereka tetap menyebutnya Super 35.

Misalnya, ARRI Alexa memiliki sensor berukuran 4: 3, 23,8 x 17,8mm. Canon C200 menggunakan sensor 16: 9 pada 24,6 x 13,8 mm. Panasonic memberi EVA-1 sensor 4: 3 pada 24,89 x 18,66 mm. Blackmagic dengan 23,1 x 12,99 mm di BMPCC 6K. Semua ini dipasarkan sebagai Super 35, tetapi jika Anda memasang lensa yang sama pada masing-masing kamera ini, Anda akan mendapatkan sedikit variasi dalam image crop.

Dan seperti yang Anda lihat, sebenarnya tidak ada 35mm di situ.

Istilah ‘Super 35’ berasal dari kamera film 35mm. Secara khusus, Super 35 mengacu pada metode pemanfaatan ruang pada film 35mm yang biasanya disediakan untuk trek audio optik untuk menangkap gambar yang lebih besar. Ini telah ada dengan satu cara atau lainnya sejak 1950an dan juga telah melalui sejumlah terminologi, dan juga perubahan ukuran.

Saat ini, kami umumnya menerima Super 35 yang berarti gambar memiliki faktor krop 1,4-1,6x dari pencitraan Bingkai Penuh.

  • Full Frame

– Crop Factor: 1x

– Approximate Sensor Size: 36x24mm

– Outstanding Depth-of-Field

– Excellent Dynamic Range

– Superior Low-Light Capabilities

Full Frame (umumnya 36 x 24mm tetapi bervariasi, sekali lagi, dari pabrikan dan bahkan model kamera) menemukan asalnya dari kamera diam 35mm yang baru mulai masuk ke dunia video / film dengan penambahan fitur video di Canon 5D Mark II (sekitar 2008). Sekarang ada banyak sekali penawaran kamera DSLR Full Frame dengan fitur video yang memotret gambar-gambar indah, dan pasar kamera kelas atas mengikuti, men-dubbing sensor besar ini dengan Format Besar atau LF.

Ini adalah cerita yang sama dengan LF juga – ini adalah istilah pemasaran dan ada beberapa kamera di luar sana dengan sensor berukuran sedikit berbeda dan lebih banyak lagi yang diberi nama LF.

Jika Anda memasang lensa yang sama ke kamera dengan sensor Full Frame vs satu dengan sensor Super 35, kamera Super 35 akan memberi Anda gambar yang ~ 1,5x diperbesar secara optik. Lensa panjang fokus 24mm akan memiliki kesetaraan 36mm. Panjang fokus 35mm menjadi 52,5mm. Lensa nifty-lima puluh (50mm) kesayangan itu sekarang menjadi lensa 75mm, dan seterusnya.

Tetapi ini tidak hanya berarti Anda harus melangkah lebih jauh dan lebih jauh ke belakang saat menyusun komposisi pengambilan gambar. Full Frame memiliki tampilan dan nuansa yang sangat berbeda dari Super 35, dan Anda dapat melihat perbedaannya dalam rekaman Anda.

Jasa Video eps-production.com

Full Frame terlihat lebih akrab bagi kita karena secara optik lebih mirip dengan bagaimana mata kita melihat dan kita memproses gambar-gambar itu dalam pikiran kita. Ada kedalaman fokus yang lebih dangkal (hal-hal yang lebih buram di latar belakang, juga disebut bokeh), dan itu memungkinkan kita untuk fokus pada (secara harfiah mengisolasi) orang atau objek yang kita ingin agar diperhatikan oleh audiens kita dalam Frame kita. Kamera bisa lebih dekat ke subjek, memberikan kesan yang lebih intim pada gambar yang dihasilkan. Gambar lebih bersih, sering kali menawarkan eksposur yang lebih baik dalam situasi cahaya redup, dan rentang dinamis yang lebih tinggi.

Super 35 secara klasik lebih kita kenal sebagai format sinematik, gambar yang dihasilkan seperti yang biasa kita lihat di teater. Itu tidak memiliki depth-of-field yang dangkal, dan itu membuatnya lebih mudah untuk fokus saat merekam. Lebih banyak objek berada dalam fokus dan pemirsa mendapatkan gambaran yang lebih jelas dari Frame yang lebih besar. Tetapi ada juga lebih banyak distorsi optik yang terlihat pada lensa lebar seperti chromatic aberration dan barrel distorsi karena Anda harus menggunakan lensa yang lebih lebar yang di-crop untuk mendapatkan framing yang sama.

Terakhir, Anda harus memilih ukuran sensor untuk tampilan yang ingin Anda ambil, dan jenis proyek yang akan Anda rekam. Seiring bertambahnya ukuran sensor, lensa dan peralatan yang dibutuhkan cenderung membesar juga. Jika Anda merekam film naratif bernaskah yang mungkin tidak menjadi masalah, tetapi jika Anda membuat film dokumenter run-and-gun, perlengkapan yang lebih kecil dan lebih ringan akan membuat segalanya lebih mudah.

Bagaimana menurut kamu apakah kamu lebih suka sensor full-frame atau super 35? Bisa kah kamu membedakannya?

Baca Juga:

Mengapa Survey Lokasi (recce) Itu Penting Dilakukan Sebelum Shooting?

10 Alat Ini Dapat Membuat Film Pendek Kamu Lebih Berkualitas loh! Yuk Simak Penjelasannya.

8 Perbedaan Lensa Photo Dan Lensa Cinema Yang Wajib Kamu Ketahui!

4 Peran Penting Storyboard Dalam Video

Jasa Video Company Profile | EPS PRODUCTION

Read More

3 Tahap Membuat Animasi 3D Yang Wajib Kamu Ketahui.

Tahap Dasar Pembuatan Animasi 3D

animasi 3D adalah suatu objek animasi yang terdapat dalam ruang 3D. Animasi ini tidak hanya memiliki tinggi dan lebar, melainkan juga memiliki volume atau kedalaman (height, widht, depth). Objek animasi bisa berputar dan bergerak layaknya objek aslinya. Tampilannya seolah-olah nyata dan hidup. Membuat animasi 3D tidaklah mudah, ada beberapa tahap yang harus dilalui. Berikut adalah 3 Tahap Membuat Animasi 3D Yang Wajib Kamu Ketahui, yaitu:

  1. Modeling

Jasa Video eps-production.com

Tahap pertama untuk perbuatan animasi 3D adalah modeling 3D. Pada tahap ini ada dua jenis yang harus dilalui. Kedua proses itu adalah:

  • Solid

Jasa Video eps-production.com

Solid merupakan model yang mencirikan volume objek yang akan ditampilkan. Pembuatannya lebih dikarenakan model ini terlihat lebih asli. Model ini sering dipakai untuk simulasi-simulasi medis, seperti aplikasi visual ray tracking, CAD, dan juga kontruksi geometri solid.

  • Shell / Boundary

Shell / Boundary menggambarkan permukaan objek, misalnya batas objek. Bukan volume dari objek, misalnya cangkang yang sangat tipis. Jika dibandingkan dengan model solid, model Shell / Boundary ini lebih gampang untuk dikerjakan. Model ini paling sering digunakan dalam game dan juga film.

  1. Animation

Setelah melalui tahap pertama, tahap kedua pembuatan animasi 3D adalah animation. Pada tahap animation terdapat beberapa teknik yan digunakan, antara lain:

  • Traditional Animation

Film animasi pada abad ke-20 untuk proses pembuatannya sebagian besar menggunakan teknik traditional animation. Setiap frame pada film animasi tradisional adalah foto dari gambar. Gambar tersebut terlebih dahulu digambar di kertas. Untuk menghadirkan ilusi gerakan, dari masing-masing gambar dibuat sedikit berbeda dengan gambar yang sebelumnya.

  • Full Animation

Proses produksi sebuah film animasi tradisional yang memiliki kualitas tinggi, semua diatur menggunakan gambar yang sangat detail dan juga dibarengi dengan gerakan yang sesuai. Pembuatan film animasi penuh dapat menggunakan berbagai cara. Mulai dari animasi yang realistis sampai yang mengarah ke kartun.

  • Limited Animation

Teknik ini menggunakan detail yang masih kurang rinci, tapi gambarnya lumayan stylist dan memakai metode perpindahan. Penggunaan teknik ini sudah menghasilkan animasi dengan biaya efektif untuk media. Contoh yang menggunakan teknik ini adalah televisi dan internet.

  • Rotoscoping

Teknik rotoscoping adalah teknik dimana animator melacak gerakan live action, frame demi frame. Sumber film bisa secara langsung digandakan dari aktor ke gambar animasi.

  • Live-action/animation

Pada teknik ini yang dilakukan adalah menggabungkan karakter yang telah digambar menjadi sebuah film animasi. Kemudian difilmkan kembali, namun dengan karakter manusia asli serta background nyata.

  1. Rendering

Proses akhir dari pembuatan animasi secara keseluruhan adalah rendering. Semua data yang sudah dimasukkan dalam proses modeling dan animation akan diterjemaahkan dalam sebuah bentuk output.

Sesudah membaca artikel diatas admin harap dapat membantu kalian untuk lebih tau tentang tahap-tahap dalam membuat animasi 3d. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kalian.. seee yaaa

Baca Juga:

4 Alasan Penting Dan Manfaat Memiliki Video Company Profile

10 Alat Ini Dapat Membuat Film Pendek Kamu Lebih Berkualitas loh! Yuk Simak Penjelasannya.

Yuk Kenali Dasar-dasar Tentang Animasi 3D

Read More

7 Peran Penting Video Marketing Promosi Untuk Bisnismu…

Hallo, apa kamu tau di era digital pada saat ini peran video sangat membantu pembisnis untuk dapat memasarkan produknya?

Ternyata pada saat ini 81% bisnis menggunakan video sebagai alat marketing onlinenya. Seiring dengan semakin cepatnya pertumbuhan didunia digital, dan penggunaan smartphone yang semakin meningkat dari hari ke hari, peran video merupakan cara marketing yang efektif dan memiliki manfaat cukup banyak lho.

menurut survei yang dilakukan oleh wyzowl menyatakan bahwa 95% konsumen menggunakan video untuk mengetahui informasi dari sebuah produk atau jasa pada bisnis. 81% konsumen lainnya tertarik untuk membeli sebuah produk atau jasa setelah menonton video dari produk atau jasa tersebut.

Jasa Video eps-production.com

Angka prosentase diatas adalah hasil survey yang dilakukan oleh Wyzowl, sebuah perusahaan penyedia jasa animasi video. Mereka lakukan survey terhadap 570 responden yang terdiri dari marketer profesional dan konsumen pada desember 2017.

Setelah meilhat data hasil survei yang dilakukan oleh wyzowl dapat disimpulkan bahwa video adalah sarana ampuh untuk dapat menarik perhatian konsumen.

kali ini EPSPRO mau menjelaskan kekamu 7 Peran Penting Video Marketing Promosi Untuk Bisnismu?, yuk simak penjelasannya:

  1. Video Menciptakan Kepercayaan

Jasa Video eps-production.com

Berapa frame gambar yang tercipta dalam durasi video Ketika sebuah produk atau jasa muncul dan menari-nari dalam pandangan konsumen, akan menciptakan sensasi emosional yang dapat membekas di konsumen. sehingga peran video ini dapat membuat sebuah pandangan baru tentang produk dan meningkatkan kepercayaan konsumen ke produk yang sedang di tawarkan tersebut. Beberapa konsumen masih skeptis saat membeli produk dan layanan di internet karena mereka takut akan penipuan dan kecurangan yang sering terjadi di dunia internet tersebut. Namun, video pemasaran yang efektif dapat merubah sebuah persepsi konsumen yang dimana akan membanhgkitakan kepercayaan konsumen terhadap produk tersebut.

  1. Google Menyukai Video

Jasa Video eps-production.com

Karena Google sekarang memiliki YouTube, ada peningkatan yang signifikan dalam seberapa banyak video mempengaruhi peringkat di mesin pencari. Video Anda punya potensi muncul di Google Search. Video yang Anda upload di Youtube bisa disematkan kedalam website Anda. Sehingga video memungkinkan pemangkasan waktu yang dihabiskan oleh konsumen untuk memahami produk atau jasa ketika mengunjungi website Anda.

  1. Video Tampil Menarik di Smartphone

berkembangnya teknologi pada saat ini sangat mempermudah seseorang untuk dapat mengakses sesuatu, smartphone adalah sarana akses tercepat yang dimiliki sebagian besar konsumen saat ini. Beragam video dari Youtube atau media lainnya tampil menarik di smartphone

  1. Video Marketing Mampu Menjelaskan Semuanya

Jasa Video eps-production.com

Berusaha menjelaskan konsep produk yang komplek? Video mampu menjelaskan tahapan-tahapan produk Anda. Tinggal memilih untuk menggunakan animasi atau tampilan nyata sebagai saran penyampain pesan kekonsumen.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Software Adobe Dari Kami eps-production Untuk kamu

  1. Video Cocok Bagi Semua Kalangan

Jasa Video eps-production.com

Kehidupan saat ini terlalu sibuk untuk memiliki waktu untuk membaca deskripsi produk yang panjang atau menggali lebih dalam ke produk/layanan. dengan menggunakan video maka konsumen dari semua kalangan akan mudah mencerna informasi yang ingin disampaikan sehingga konsumen akan lebih mudah mengetahui tentang produk atau jasa yang di tawarkan.

  1. Durasi Video

Jasa Video eps-production.com

Menurut survey, 50% konsumen sepakat bahwa 1 menit adalah durasi ideal untuk menjelaskan produk atau layanan. 33% memilih sepakat di durasi waktu 1 – 2 menit. Sedangkan 17% suka video promosi dibawah 1 menit.

  1. Kanal Video Marketing

Jasa Video eps-production.com

Kamu dapat mempublikasikan video marketing melalui Youtube dan tentunya bisa disematkan ke website Anda. Selebihnya Anda bisa sebarkan video melalui Facebook, Instagram, LinkedIn, Twitter, atau media lainnya yang membatu untuk memasrkan produk kamu.

Nah setelah membaca manfaat video diatas apa kamu tertarik untuk membuat video sebagai media memasarkan produk atau jasa kamu?

yuk buat video kamu di EPS Production, kami senantiasa membantu kamu untuk membuat video yang menarik dan sesuai untuk bisnismu…

HUBUNGI KAMI!!!

 

Read More

9 Aplikasi Edit Video Terbaik di HP Android | eps-production

Berbicara mengenai aplikasi edit video khususnya di smartphone Android, tentumya jika kita masuk ke Play Store kita akan menemukan banyak sekali pilihan aplikasi editing video di android.

Mulai dari aplikasi level Menengah, sampai aplikasi yang level kacangan. Namun kali ini eps-production ingin memberikan 9 Aplikasi Edit Video Terbaik di Android. Jadi, untuk mengetahui lebih lanjut nya yuk simak beberapa daftar aplikasi-aplikasi editing video terbaik di kelasnya berikut ini.

  1. YouCut – Video Editor No Watermark

Aplikasi satu ini memang cukup handal mendukung kita dalam mengedit video. Terang saja, aplikasi gratis ini memiliki segudang fitur yang mempermudah kita dalam mengolah video. Mulai dari fitur pemotong video, menambah video, memasukkan audio, menambahkan teks, menambahkan gambar, menambah stiker, mengatur kecepatan video, mengatur kecepatan audio, filter, menambahkan efek slide show, dan yang terpenting tanpa Watermark. Segudang fitur inilah yang membuat YouCut kita masukkan dalam daftar pertama sebagai rekomendasi aplikasi edit video terbaik di Android.

  1. Kinemaster – video editor, video maker

Bagi mereka yang berprofesi sebagai youtuber tentu aplikasi ini sudah tidak asing lagi. Kepopuleran aplikasi kinemaster sebagai salah satu aplikasi video editor sudah Tidak diragukan lagi. Lihat saja, bila kita membuka Play Store Android kita akan menemukan bahwa aplikasi kinemaster ini telah di review hingga 2 juta pengguna, dengan nilai rating 4,5. Tenarnya nama kinemaster tentu bukan isapan jempol belaka, ataupun hasil review palsu. Kita bisa buktikan bahwa terdapat banyak sekali fitur yang mendukung seseorang untuk dapat menghasilkan video yang baik. Beberapa fitur tersebut antara lain adalah menambahkan serta menggabungkan video, menambahkan stiker, gambar, teks, efek, mengatur tingkat kecerahan cahaya, menambahkan audio, filter, efek suara, animasi keyframe, dan fitur-fitur lainnya. Aplikasi ini gratis, hanya saja jika kamu ingin lebih banyak menikmati fitur-fitur dari aplikasi ini, kamu perlu meng-upgradenya menjadi premium. Tentu saja ini dikarenakan, performa antara aplikasi kinemaster yang gratis dengan aplikasi premiumnya terdapat perbedaan yang cukup mencolok.

  1. VideoShow – Video editor

Bagi mereka yang terbiasa mengedit video di smartphone, mungkin nama aplikasi VideoShow sudah tidak asing lagi. VideoShow memang salah satu pemain terbaik untuk soal edit mengedit video di Android. Kita bisa melihat ada banyak sekali fitur yang ditawarkan oleh aplikasi gratis ini, mulai dari memotong video secara akurat, menambahkan video dan audio, menambahkan teks, mudah digunakan, serta mampu mengekspor dengan kualitas video HD (high definition). Untuk soal kinerja, kamu tidak perlu ragu. Sebab aplikasi ini setelah mendapatkan review hingga 4 juta pengguna. Saat artikel ini ditulis, VideoShow mendapatkan rating 4,6 di Play Store. Oh iya, aplikasi ini juga menyediakan versi premium bagi kamu yang ingin mendapatkan fitur lebih banyak lagi untuk mendukung kegiatan editing kamu.

  1. Video Editor – Video Maker InShot

Aplikasi ini memiliki segudang fitur yang akan membantu kamu dalam proses editing video. Mulai dari fitur cutting video, menambah video, membuat video menjadi dua bagian, membuat beberapa klip, menggabungkan beberapa klip menjadi satu, menambah efek suara, mengkompres video dengan tetap menjaga kualitas, mengatur Fade audio, mempercepat video, slow motion effect, filter edit, membuat slide, dan fitur-fitur lainnya. Rating aplikasi ini juga cukup bagus, di playstore sendiri aplikasi ini mendapatkan rating 4,8 dengan jumlah 5 juta review.

  1. Video editor for YouTube

Aplikasi ini masih satu perusahaan dengan dua aplikasi di atas, yaitu YouCut dan Video editor inshot. Tidak jauh berbeda dengan saudara-saudaranya, aplikasi editor for YouTube ini memiliki beberapa fitur umum yang biasa digunakan untuk proses editing, seperti: pemangkas dan penggabung video, menambahkan efek slow motion, menambah stiker, menambahkan teks, mengkompres video tanpa harus kehilangan kualitas, tersedia beberapa rasio, kemudahan dalam menambahkan audio, menambah kecepatan video, mendukung beberapa Pilihan resolusi, tanpa Watermark, dan masih banyak lagi. Bentuk soal reputasi, aplikasi video editor for YouTube free telah didownload lebih dari 10juta kali, dengan rating 4,8 dan 488 ribu review.

  1. VivaVideo – Video Editor & Video Maker

Aplikasi ini telah diunduh lebih dari 100 juta unduhan, dengan 11 juta review dan mendapatkan rating 4,5 hingga artikel ini terbit. Tidak jauh berbeda dengan 5 aplikasi di atas, VivaVideo memiliki beberapa fitur umum yang diperlukan dalam proses editing video, seperti: kemampuan untuk menggabungkan video, memangkas, mengedit filter, menambah teks,  menambah efek suara, mengedit video transisi, Copy paste video, menyimpan hasil editan dengan kualitas high definition 4K, dan fitur pendukung lainnya. Bila 5 aplikasi di atas tidak membuatmu tertarik, Mungkin kamu bisa mencoba vivaVideo.

  1. FilmoraGo

Jika kita melihat impresi download atau unduhan aplikasi ini di Play Store jumlahnya sekitar 10 juta unduhan, dengan jumlah reviewer sekitar 300 ribu lebih. Rating yang diraih aplikasi filmorago sepertinya tidak sebaik 7 aplikasi yang sudah kita sampaikan diatas, di mana aplikasi ini hanya mendapatkan bintang 4. Masih sama dengan aplikasi editor lainnya, terdapat beberapa fitur umum yang biasa digunakan untuk mengedit video, seperti: meng-crop video, menggabungkan video, menambah efek transisi, Slow and fast motion, menambahkan teks, soundtrack, dan fitur umum lainnya. Hasil editing dari aplikasi ini terbagi menjadi dua pilihan rasio, yaitu 1:1 dan 6 :9.

  1. Quik Free Video Editor

Untuk soal reputasi, aplikasi ini cukup dipercaya sebagai salah satu aplikasi editor video terbaik. Hal ini bisa kita lihat dari banyaknya jumlah review terhadap quick free video editor. Jumlah unduhan aplikasi ini juga bukan main-main, quik video editor telah di unduh lebih dari 100 juta unduhan, dengan rating 4,7. Berbicara soal fitur, aplikasi ini mendukung beberapa perlengkapan editing video seperti: kemampuan menambah hingga 75 gambar di dalam video, menyediakan 23 tema serta efek transisi, menambahkan teks dengan berbagai font, filter editor, Speed and slow motion, mengatur durasi tayangan foto, menyimpan hasil editan dengan halus hingga 60 frame per second dengan kualitas HD, kemampuan menambahkan soundtrack, menyimpan hasil editing di draft, dan berbagai fitur pendukung lainnya yang akan membantu kamu dalam mengedit video.

  1. PowerDirector

Aplikasi ini telah di review lebih dari 1 juta pengguna dengan mendapatkan rating 4,4 di Play Store. Dukungan fitur dari aplikasi PowerDirector ini membuatnya cukup dipercaya sebagai alat tempur bagi para video editor. Hal ini bisa kita lihat dari banyaknya jumlah unduhan, untuk di playstore sendiri aplikasi ini telah diunduh lebih dari 50 juta unduhan. Adapun fitur yang terdapat pada aplikasi ini seperti: merotasi video, memangkasnya, menambahkan text, mengatur kecerahan, saturasi, menambahkan efek transisi, menambahkan efek animasi, merekam suara secara langsung dan memasukkannya ke dalam video, filter editor, koleksi tema, menambahkan audio atau soundtrack, dan fitur-fitur lainnya. PowerDirector juga menyediakan aplikasi premium, yang di mana dengan aplikasi premium ini kamu akan mendapatkan lebih banyak fitur dari versi free.

Itu saja yang bisa kita sampaikan seputar daftar aplikasi edit video terbaik di Android, Semoga artikel ini dapat membantu para kamu sebagai referensi sebelum mengunduh aplikasi editing video di Play Store.

Terima kasih see yaaa…

Baca Juga : 

10 Contoh Video Company Profile dari kami eps-production

4 Teknik Dasar Edit Video untuk Kamu Para Pemula dari Kami eps-production.com

10 Rekomendasi Software Adobe Dari Kami eps-production Untuk kamu

Read More

5 Lampu Studio Murah dan Berkualitas! Cocok Banget Buat Kamu Yang Mau Buat Studio Sendiri Dirumah….

jika kamu memiliki studio pribadi atau memang sedang menjalankan usaha Jasa studio dan Jasa Video, maka lampu studio adalah salah satu hal yang wajib kamu miliki. Tanpa lampu studio, hasil jepretan kamera tidak akan maksimal.

Lampu studio berbeda dengan lampu-lampu biasa. Lampu studio punya tolok ukur pencahayaan yang berbeda demi menghasilkan foto berkualitas, tidak hanya itu saat ini juga banyak videographer yang memakai lampu studio untuk keperluan Video Shooting mereka. Kali ini EPS-PRODUCTION mau rekomendasiin kamu 5 Lampu Studio Murah dan Berkualitas yang bisa kamu pakai untuk keperluan Foto atau Video kamu, yuk simak!

1. Godox Mini Pioneer 160

Jasa Video eps-production.com

Pertama-tama, EPS-PRODUCTION merekomendasikan Godox Mini Pioneer 160. Lampu studio yang satu ini punya flash output sebesar 160 WS. Godox juga memberikan kekuatan pada power voltage-nya yang mencapai AC220V 50HZ/AC100-120V 60 Hz.

Yang paling penting, Godox Mini Pioneer 160 sudah dibekali dengan fitur trigger dan sensor cahaya flash. Bahkan, lampu studio ini dapat melakukan modelling light. Kalau kamu membeli lampu ini, maka kamu bisa mendudukkan lampunya ke light stand dan sudah dibekali dengan dudukan payung juga.

Tidak perlu mahal karena Godox menjual produk ini dengan kisaran Rp 700 ribuan saja. Murah kan!

2. Godox K180

Jasa Video eps-production.com

Selanjutnya, ada Godox K180, lampu studio dengan kapasitas flash output 180 watt dan guide number ISO 100: 45, serta color temperature 5600 +/- 200K. Sementara itu, pada bagian power voltage-nya berada di angka AC 220 – 240V 50/60 Hz.

Untuk yang tertarik dengan lampu studio dengan flash power control bertipe stepless inikamu bisa siapkan dan kisaran Rp800 ribuan.

3. Godox DE300

Jasa Video eps-production.com

Ini adalah model lampu studio dari Godox yang cukup populer dengan kapasitas voltage 220 – 240V/50 Hz. Selain itu, Godox DE300 ini juga punya flash output sebesar 300 watt. Lampu studio dengan fuse 5A ini juga dibekali dengan power adjustment 1/1 – 1/16 (5 steps adjustment).

Untuk fitur, Godox memberikan optical slave, port dengan ukuran 3.5 mm, serta test button. Jika kamu membeli lampu studio ini, maka kamu bisa mendapatkan kelengkapan berupa lampu hologen 130W dengan soket E27, cover lampu, reflektor standar, kabel power, dan kabel sync.

Tertarik? Siapkan dana sekitar Rp1 jutaan untuk memilikinya.

Baca Juga: Era Digital Memberi Banyak Peluang

4. Godox SK400-II

Jasa Video eps-production.com

Godox SK400-II juga bisa jadi pilihan yang tepat untuk kamu yang mencari lampu studio berkualitas dengan kapasitas 400 watt. Dalam spesifikasinya, Godox memberikan kapasitas voltage 220-240V/50 Hz dengan fuse 5A. Lampu studio ini juga mampu menghasilkan color temperature 5600K (200K).

Selain spesifikasi yang cukup mumpuni, Godox juga membekali lampu studio ini dengan beberapa fitur, seperti built-in Godox Wireless dengan receiver 2.4 GHz, optical slave, port ukuran 3,5mm, dan test button. Jika kamu tertarik membeli lampu studio ini, silakan siapkan dana sekitar Rp2 jutaan.

5. Godox QS600

Lampu studio yang satu ini paling mahal dibandingkan dengan empat lampu studio sebelumnya, yakni mencapai Rp5 jutaan. Tapi, harga yang ditawarkan sebanding dengan spesifikasinya.

Godox QS600 akan memanjakan kamu dengan modelling lamp berkualitas terbaik yang menghabiskan kapasitas 150W. Selain itu, guide number (m ISO 100) yang diusungnya mampu mencapai 76. Bahkan, lampu studio ini punya color temperature hingga 5600 ±200k.

Read More