<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jasa Pembuatan Video Company Profile Tangerang | Commercial Production House | Jasa Video Company Profile</title>
	<atom:link href="https://eps-production.com/tag/jasa-pembuatan-video-company-profile-tangerang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://eps-production.com</link>
	<description>EPS PRODUCTION</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Aug 2021 07:22:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.1.10</generator>

<image>
	<url>https://eps-production.com/wp-content/uploads/2026/03/cropped-HEADER-2-32x32.jpg</url>
	<title>Jasa Pembuatan Video Company Profile Tangerang | Commercial Production House | Jasa Video Company Profile</title>
	<link>https://eps-production.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Unsur Naratif dan Sinematik dalam Film</title>
		<link>https://eps-production.com/unsur-naratif-dan-sinematik-dalam-film/</link>
					<comments>https://eps-production.com/unsur-naratif-dan-sinematik-dalam-film/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Aug 2021 09:20:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips & Trick]]></category>
		<category><![CDATA[cinematography]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Pembuatan Film Pendek]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Pembuatan Iklan]]></category>
		<category><![CDATA[jasa pembuatan video]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Pembuatan Video Company Profile]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Pembuatan Video Company Profile Bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Pembuatan Video Company Profile Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Pembuatan Video Company Profile Cikarang]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Pembuatan Video Company Profile Depok]]></category>
		<category><![CDATA[jasa pembuatan video company profile jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Pembuatan Video Company Profile Karawang]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Pembuatan Video Company Profile Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[jasa video]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Video Company Profile]]></category>
		<category><![CDATA[Naratif]]></category>
		<category><![CDATA[Production House]]></category>
		<category><![CDATA[Production House Bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[Production House Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[sinematografi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips membuat film]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://eps-production.com/?p=7881</guid>

					<description><![CDATA[Pernahkah kamu menonton cerita film dan merasa asik dengan film tersebut? Atau kamu mendapatkan sesuatu yang menarik dari film tersebut? Tanpa kita sadari, di dalam sebuah cerita film terdapat unsur yang membentuknya yang menjadikan cerita tersebut semakin hidup dan mampu membuat para penonton tertarik untuk melihat, mulai dari tokoh, cerita, latar, adegan, music, acting, pergerakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah kamu menonton cerita film dan merasa asik dengan film tersebut? Atau kamu mendapatkan sesuatu yang menarik dari film tersebut?</p>
<p>Tanpa kita sadari, di dalam sebuah cerita film terdapat unsur yang membentuknya yang menjadikan cerita tersebut semakin hidup dan mampu membuat para penonton tertarik untuk melihat, mulai dari tokoh, cerita, latar, adegan, music, acting, pergerakan kamera, dll.</p>
<p>Unsur tersebut adalah unsur naratif dan unsur sinematik. Kedua unsur tersebut saling mengisi satu sama lain dan tidak dapat dipisahkan dalam <a href="http://www.eps-production.com/">membuat sebuah film atau video</a>.</p>
<p>Kita harus dapat memahami dan mengerti tentang kedua unsur tersebut agar dapat memahami film secara menyeluruh dan mendalam. Oleh karena itu, pada tulisan kali ini, kita akan mengulas mengenai pengertian dari unsur naratif dan unsur sinematik. Berikut penjelasannya:</p>
<p>Baca Juga : <a href="https://eps-production.com/6-teknik-pencahayaan-terbaik-dalam-film-eps-production/">6 Teknik Pencahayaan Terbaik Dalam Film | EPS PRODUCTION</a></p>
<h4><strong>UNSUR NARATIF</strong></h4>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class=" wp-image-7882 aligncenter" src="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/08/latar-waktu_eps-production.jpg" alt="Jasa Video eps-production.com" width="766" height="431" srcset="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/08/latar-waktu_eps-production.jpg 1200w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/08/latar-waktu_eps-production-1080x608.jpg 1080w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/08/latar-waktu_eps-production-300x169.jpg 300w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/08/latar-waktu_eps-production-1024x576.jpg 1024w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/08/latar-waktu_eps-production-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 766px) 100vw, 766px" /></p>
<p>Unsur naratif adalah unsur yang terdiri dari rangkaian peristiwa yang memiliki hubungan antara satu dengan lainnya dan berhubungan dengan aspek cerita atau tema film. Setiap film cerita tidak mungkin lepas dari unsur naratif dan setiap cerita pasti memiliki unsur-unsur seperti tokoh, masalah, konflik, lokasi, waktu, serta lainnya-lainnya. Seluruh elemen tersebut membentuk unsur naratif secara keseluruhan. Singkatnya unsur naratif ini dapat diartikan sebagai bagaimana perlakuan <em>film-maker </em>kepada filmnya sendiri.</p>
<p>Unsur naratif dapat dikembangkan ke dalam pola tiga babak yaitu Pendahuluan (tokoh, setting lokasi, dan cerita), Pertengahan (konflik dan klimaks), dan Penutup yang akan menjadi kesimpulan film.</p>
<p>Baca Juga : <a href="https://eps-production.com/pentingnya-behind-the-scene-dalam-produksi-film-dan-video/">Pentingnya Behind The Scene Dalam Produksi Film dan Video</a></p>
<p><strong>Aspek dan Elemen Cerita Pada Unsur Naratif</strong></p>
<p>Berikut di bawah ini aspek-aspek cerita dalam unsur naratif:</p>
<ul>
<li><strong>Latar Cerita</strong></li>
</ul>
<p>Latar cerita atau biasa disebut dengan lokasi ini terbagi menjadi empat macam, yaitu realis (nyata), fiksi (rekaan), fiksi (alam nyata), dan non fiksi.</p>
<ul>
<li><strong>Urutan Waktu</strong></li>
</ul>
<p>Dalam sebuah cerita film terdapat urutan waktu yang akan menunjukkan pola dalam perjalanan film tersebut. Terdapat dua pola waktu, yaitu pola linier dan pola non linier. Pola linier adaalah pola yang menunjukkan sebuah urutan dari aksi atau peristiwa tanpa ada interupsi waktu yang signifikan.</p>
<p>Sedangkan pola non linier penulis memanipulasi urutan waktu dalam cerita sehingga hubungan sebab-akibatnya tidak begitu jelas. Dan pola non linier ini biasanya akan membuat penonton merasa kesulitan dalam mengikuti alur cerita yang ada.</p>
<ul>
<li><strong>Durasi Waktu</strong></li>
</ul>
<p>Durasi waktu terbagi menjadi dua yakni durasi waktu dalam film dan durasi cerita film. Dua hal ini sangatlah berbeda. Durasi waktu dalam sebuah film biasanya 90 – 120 menit, namun durasi ceritanya dapat terdiri dari beberapa rangkaian waktu yang cukup panjang misalnya sehari, seminggu, setahun bahkan bertahun-tahun.</p>
<ul>
<li><strong>Frekuensi Waktu</strong></li>
</ul>
<p>Munculnya banyak adegan yang sama persis dalam sebuah angle yang berbeda biasa disebut sebagai frekuensi waktu. Biasanya hal ini terjadi karena adanya <em>flashback</em> atau kilas depan dari sebuah cerita. Kemungkinan dari motif cerita ini akan menjadikan pengulangan dalam sebuah shot.</p>
<ul>
<li><strong>Karakter</strong></li>
</ul>
<p>Peran protagonis akan menjadi motivator utama dalam film yang akan berselisih dengan peran antagonis.</p>
<ul>
<li><strong>Konflik</strong></li>
</ul>
<p><a href="https://eps-production.com/5-jenis-konflik-film-untuk-inspirasimu-membuat-cerita/">Konflik</a> datang dari pemeran antagonis yang akan menghalangi aksi dari pemeran protagonist.</p>
<h4><strong>UNSUR SINEMATIK</strong></h4>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="wp-image-7884 aligncenter" src="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/08/unsur-sinematografi-eps-production.jpg" alt="Jasa Video eps-production.com" width="817" height="563" srcset="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/08/unsur-sinematografi-eps-production.jpg 2048w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/08/unsur-sinematografi-eps-production-1080x744.jpg 1080w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/08/unsur-sinematografi-eps-production-300x207.jpg 300w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/08/unsur-sinematografi-eps-production-1024x705.jpg 1024w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/08/unsur-sinematografi-eps-production-768x529.jpg 768w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/08/unsur-sinematografi-eps-production-1536x1058.jpg 1536w" sizes="(max-width: 817px) 100vw, 817px" /></p>
<p>Unsur sinematik adalah cara atau dengan menggunakan gaya apa sebuah film itu digarap. Sederhananya, sinematik sendiri memilik arti pengambilan gambar sesuai dengan kaidah film bioskop. Dalam unsur sinematik, ada beberapa aspek yang membentuknya, yaitu :</p>
<ul>
<li><strong>Mise en scene unsur sinematik</strong></li>
</ul>
<p>Mise en scene (dibaca mis ong sen) adalah setiap hal yang terlihat di dalam sebuah frame film. Mise en Scene pertama kali muncul sebagai istilah film dalam kritik oleh Cahiers du Cinema. Istilah berbahasa Prancis ini diadaptasi dari seni panggung yang memiliki arti ‘penempatan di panggung’. Dalam film, panggung ini dibatasi oleh frame, yaitu hanya hal-hal yang terlihat di layar kamera.</p>
<p>Mise en Scène sendiri meliputi beberapa aspek, antara lain: setting, aktor, bloking, kostum, dan lighting. Semua aspek itu tidak hanya berperan secara naratif, tetapi juga secara visual maupun puitis.</p>
<ul>
<li><strong>Sinematografi Unsur Sinematik</strong></li>
</ul>
<p>Sinematografi ialah ilmu yang menjelaskan tentang teknik dalam pengambilan gambar dan menggabungkan gambar tersebut hingga membentuk sebuah cerita. Sinematografi meliputi segala elemen visual yang akan ditampilkan pada layar ketika film ditayangkan. Elemen-elemen tersebut meliputi framing, zooming, exposure, <a href="https://eps-production.com/mengenal-teknik-dasar-3-titik-pencahayaan-dalam-video-dan-film/">tata cahaya</a>, komposisi, pergerakan kamera, sudut-sudut kamera, pemilihan film, <a href="https://eps-production.com/8-perbedaan-lensa-foto-dan-lensa-movie-cinema-kamu-udah-tau/">pemilihan lensa</a>, fokus, warna, penggunaan filter, dan <em>depth of field</em>.</p>
<p>Sinematografi sendiri hampir sama dengan fotografi, yaitu menangkap pantulan dari cahaya yang mengenai suatu benda. Bedanya, peralatan yang digunakan fotografi yaitu menggunakan alat tangkap tunggal, sedangkan sinematografi menangkap rangkaian gambar.</p>
<ul>
<li><strong>Editing Unsur Sinematik</strong></li>
</ul>
<p>Editing adalah proses yang dilakukan oleh editor dengan memotong dan menyambung potongan gambar untuk dijadikan sebagai cerita yang utuh dan dapat dimengerti. Terdapat dua proses editing yaitu <a href="https://eps-production.com/mengenal-perbedaan-editing-offline-vs-online-dalam-video-dan-film/">editing offline dan juga editing online</a>.</p>
<ul>
<li><strong>Suara Unsur Sinematik</strong></li>
</ul>
<p>Suara merupakan hal yang sangat penting dalam pembuatan film, karena dengan adanya suara maka akan memberikan nyawa bagi film tersebut. Terlebih lagi, baik tidaknya kualitas dari suara sangat berpengaruh terhadap film tersebut. Sound sendiri terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:</p>
<ol>
<li><strong>Diegetic</strong></li>
</ol>
<p>Diegetic yaitu suara dimana sumber suaranya terlihat dalam layar atau disiratkan oleh aksi dalam film. Contoh : suara karakter, suara peraga, musik instrumen musik</p>
<ol start="2">
<li><strong>Non-Diegetic</strong></li>
</ol>
<p>Non-Diegetic yaitu suara yang tidak nampak di layar dan tidak juga diterapkan oleh para aksi, biasanya suara tersebut keluar dari tempat kejadian cerita. Contoh: komentar narator, instrumen, suara efek.</p>
<p>Itulah pengertian unsur naratif dan unsur sinematik. Semua unsur tersebut saling berkesinambungan satu sama lain. Jika salah satu elemen diatas dihilangkan maka elemen yang lain harus lebih ditonjolkan agar menutup kekosongan dari elemen yang hilang.</p>
<p>Begitulah aspek naratif dan sinematik yang terdapat dalam film yang harus kamu perhatikan dalam pembuatan filmmu. Selamat berkarya…</p>
<p>Baca Juga : <a href="https://eps-production.com/hal-yang-perlu-kamu-perhatikan-sebelum-memilih-production-house/">Hal Yang Perlu Kamu Perhatikan Sebelum Memilih Production House</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://eps-production.com/unsur-naratif-dan-sinematik-dalam-film/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Jenis Konflik Film Untuk Inspirasimu Membuat Cerita</title>
		<link>https://eps-production.com/5-jenis-konflik-film-untuk-inspirasimu-membuat-cerita/</link>
					<comments>https://eps-production.com/5-jenis-konflik-film-untuk-inspirasimu-membuat-cerita/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Aug 2021 20:12:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips & Trick]]></category>
		<category><![CDATA[Film Pendek]]></category>
		<category><![CDATA[jasa pembuatan video]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Pembuatan Video Bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Pembuatan Video Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Pembuatan Video Company Profile]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Pembuatan Video Company Profile Bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Pembuatan Video Company Profile Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Pembuatan Video Company Profile Depok]]></category>
		<category><![CDATA[jasa pembuatan video company profile jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Pembuatan Video Company Profile Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Pembuatan Video Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Pembuatan Video Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Pembuatan Video Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik Film]]></category>
		<category><![CDATA[penulis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://eps-production.com/?p=7867</guid>

					<description><![CDATA[Bagaimana sih cara mencari konflik utama untuk cerita film atau video marketing? Banyak penulis baru yang bingung ingin mulai dari mana untuk proses kreatifnya. Hal ini sebenarnya cukup tricky dalam menentukan konflik utama cerita. Apakah harus dimulai dari alur film, atau karakter yang didahulukan, atau aspek lainnya yang jadi langkah awal? Semakin membingungkan bukan? Tapi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bagaimana sih cara mencari konflik utama untuk cerita film atau <a href="http://www.eps-production.com/">video marketing</a>? Banyak penulis baru yang bingung ingin mulai dari mana untuk proses kreatifnya. Hal ini sebenarnya cukup <em>tricky </em>dalam menentukan konflik utama cerita. Apakah harus dimulai dari alur film, atau karakter yang didahulukan, atau aspek lainnya yang jadi langkah awal? Semakin membingungkan bukan? Tapi kita bisa perhatikan dari seluruh film yang kita tonton selalu memiliki jenis konflik utama yang tak jauh berbeda antara satu dengan lainnya. Nah berikut di bawah ini EPS PRODUCTION akan memberikan informasi tentang jenis konflik apa saja yang bisa kamu terapkan dalam penulisanmu:</p>
<p>Baca Juga : <a href="https://eps-production.com/5-tahapan-pembuatan-film-pendek/">5 Tahapan Pembuatan Film Pendek</a></p>
<ol>
<li>Manusia vs Manusia</li>
</ol>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class=" wp-image-7870 aligncenter" src="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/08/captain_america_civil_war_eps-production.jpg" alt="Jasa Video eps-production.com" width="544" height="259" srcset="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/08/captain_america_civil_war_eps-production.jpg 810w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/08/captain_america_civil_war_eps-production-300x143.jpg 300w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/08/captain_america_civil_war_eps-production-768x366.jpg 768w" sizes="(max-width: 544px) 100vw, 544px" /></p>
<p>Film dengan konflik seperti ini banyak dikemas ke dalam bentuk film superhero yang merepresentasikan sifat buruk manusia yang serakah. Konflik ini juga merupakan konflik yang paling mudah untuk kita temukan dalam kehidupan sehari. Bukan hanya film superhero saja yang menggunakannya, konflik manusia vs manusia ini juga sering digunakan dalam film drama. Contoh film yang menggunakan konflik ini adalah The Avengers, Saving Prvate Ryan, The Intern, dll.</p>
<ol start="2">
<li>Manusia vs Dirinya Sendiri</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class=" wp-image-7872 aligncenter" src="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/08/theory-of-everything_eps-production.jpeg" alt="Jasa Video eps-production.com" width="547" height="308" srcset="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/08/theory-of-everything_eps-production.jpeg 650w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/08/theory-of-everything_eps-production-300x169.jpeg 300w" sizes="(max-width: 547px) 100vw, 547px" /></p>
<p>Konflik ini cukup besar untuk kamu terapkan ke dalam ceritamu. Berbeda dari poin sebelumnya dimana konflik terjadi oleh manusia lainnya, pada konflik ini kita akan memancing konflik utama cerita melalui eksplorasi kondisi psikologis seseorang. Dengan konflik ini memungkinkan karakter protagonis menjadi antagonis dari konfliknya sendiri. Contoh film yang menggunakan konflik ini adalah The Theory of Everything, Fight Club, Transpotting, dll.</p>
<p>Baca Juga : <a href="https://eps-production.com/6-tahapan-development-ide-kreatif-film/">6 Tahapan Development Ide Kreatif Dalam Pembuatan Film</a></p>
<ol start="3">
<li>Manusia vs Alam</li>
</ol>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class=" wp-image-7868 aligncenter" src="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/08/2012_eps-production.jpg" alt="Jasa Video eps-production.com" width="533" height="300" srcset="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/08/2012_eps-production.jpg 1200w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/08/2012_eps-production-1080x608.jpg 1080w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/08/2012_eps-production-300x169.jpg 300w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/08/2012_eps-production-1024x576.jpg 1024w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/08/2012_eps-production-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 533px) 100vw, 533px" /></p>
<p>Alam merupakan elemen di luar kuasa manusia yang berpotensi menjadi sebuah konflik. Fenomena-fenomena alam dapat mengancam eksistensi manusia di muka bumi ini. Sebabnya bisa berasal dari ulah manusia itu sendiri dan bisa juga dari faktor eksternal seperti bencana alam, wabah, musibah, dll. Konflik manusia vs alam ini juga bisa kamu kembangkan seperti makhluk hidup lainnya seperti ikan hiu, gorilla, kingkong, dinosaurus, dll. Contoh film yang menggunakan konflik ini adalah 2012, The Day After Tomorrow, Everest, Jurassic Park, Jaws, dll.</p>
<ol start="4">
<li>Manusia vs Masyarakat</li>
</ol>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class=" wp-image-7871 aligncenter" src="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/08/into-the-wild_eps-production.jpg" alt="Jasa Video eps-production.com" width="530" height="355" srcset="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/08/into-the-wild_eps-production.jpg 830w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/08/into-the-wild_eps-production-300x201.jpg 300w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/08/into-the-wild_eps-production-768x514.jpg 768w" sizes="(max-width: 530px) 100vw, 530px" /></p>
<p>Biasanya film dengan konflik seperti ini akan menampilkan karakter yang merasa diberikan beban atau tuntutan dari masyarakat yang ia tak pahami. Manusia hidup dalam komunitas masyarakat dan setiap manusia memiliki karakter masing-masing. Konflik ini bisa saja sangat <em>relate </em>dengan penonton dimana selisih paham antara individu dengan masyarakat kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Contoh film yang menggunakan konflik ini adalah Into The Wild, American Beauty, Dead Poets Society, dll.</p>
<ol start="5">
<li>Manusia vs Supranatural</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class=" wp-image-7874 aligncenter" src="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/08/annabelle_eps-production-1.jpg" alt="Jasa Video eps-production.com" width="534" height="301" srcset="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/08/annabelle_eps-production-1.jpg 1280w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/08/annabelle_eps-production-1-1080x608.jpg 1080w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/08/annabelle_eps-production-1-300x169.jpg 300w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/08/annabelle_eps-production-1-1024x576.jpg 1024w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/08/annabelle_eps-production-1-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 534px) 100vw, 534px" /></p>
<p>Film horor semakin marak di kalangan pecinta film dan kita tinggal di negara yang memiliki aneka ragam urusan klenik. Ada banyak konflik yang belum bisa dijelaskan oleh ilmu pengetahuan dan nalar logika, semua konflik di luar ini, dapat dikategorikan sebagai kekuatan supranatural. Contoh film yang menggunakan konflik ini adalah Keramat, Annabelle, The Conjuring, dll.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Itulah beberapa konflik yang bisa kamu terapkan dalam pembuatan cerita untuk film kamu. Kamu bisa memulai cerita film kamu dari pemilihan konflik utama dalam cerita. Gimana? sudah mulai terinspirasi? Selamat menulis.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Baca Juga : <a href="https://eps-production.com/6-skill-yang-dibutuhkan-oleh-seorang-art-director/">6 Skill yang Dibutuhkan oleh Seorang Art Director</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://eps-production.com/5-jenis-konflik-film-untuk-inspirasimu-membuat-cerita/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Tahapan Produksi Dalam Pembuatan Video Company Profile</title>
		<link>https://eps-production.com/5-tahapan-produksi-dalam-pembuatan-video-company-profile/</link>
					<comments>https://eps-production.com/5-tahapan-produksi-dalam-pembuatan-video-company-profile/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Jul 2021 11:03:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[jasa pembuatan video]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Pembuatan Video Bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Pembuatan Video Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Pembuatan Video Company Profile]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Pembuatan Video Company Profile Bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Pembuatan Video Company Profile Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Pembuatan Video Company Profile Depok]]></category>
		<category><![CDATA[jasa pembuatan video company profile jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Pembuatan Video Company Profile Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Pembuatan Video Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Pembuatan Video Iklan]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Pembuatan Video Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Pembuatan Video Perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Pembuatan Video Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Pembuatan Video TVC]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Pembuatan Video Web Series]]></category>
		<category><![CDATA[Tahap Pembuatan Video Company Profile]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://eps-production.com/?p=7694</guid>

					<description><![CDATA[Perkembangan teknologi yang sangat cepat seperti sekarang ini memaksa pelaku bisnis harus adaptif akan perubahan. Semua kebutuhan marketing yang berbentuk fisik dahulu sudah dialihkan ke bentuk digital. Termasuk juga dengan company profile perusahaan. Untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman, perusahaan menginformasikan produk, ide, gagasan, dan image perusahaan melalui video company profile. Perusahaan dapat menggunakan penyedia jasa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Perkembangan teknologi yang sangat cepat seperti sekarang ini memaksa pelaku bisnis harus adaptif akan perubahan. Semua kebutuhan marketing yang berbentuk fisik dahulu sudah dialihkan ke bentuk digital. Termasuk juga dengan <em>company profile </em>perusahaan.</p>
<p>Untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman, perusahaan menginformasikan produk, ide, gagasan, dan <em>image </em>perusahaan melalui video <em>company profile. </em>Perusahaan dapat menggunakan <a href="https://eps-production.com/">penyedia jasa pembuatan video company profile</a> atau melalui proses tender untuk memilih <em>production house </em>yang tepat dan sejalan dengan visi perusahaan.</p>
<p>Baca Juga : <a href="https://eps-production.com/hal-yang-perlu-kamu-perhatikan-sebelum-memilih-production-house/">Hal yang Perlu Kamu Perhatikan Sebelum Memilih Production House</a></p>
<p>Kali ini <a href="https://eps-production.com/">eps-production</a> akan membagikan informasi tahapan produksi dalam pembuatan video <em>company profile</em>:</p>
<ol>
<li><strong><em>Brainstorming</em></strong></li>
</ol>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class=" wp-image-7700 aligncenter" src="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/07/braisntorming_eps-production.jpg" alt="" width="742" height="491" srcset="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/07/braisntorming_eps-production.jpg 1000w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/07/braisntorming_eps-production-300x199.jpg 300w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/07/braisntorming_eps-production-768x508.jpg 768w" sizes="(max-width: 742px) 100vw, 742px" /></p>
<p><em>Brainstorming </em>yang dilakukan antara <em>production house </em>dengan <em>client </em>merupakan bagian dari riset yang bertujuan agar <em>production house </em>dapat mengenali visi, misi, nilai, dan budaya yang dijalankan oleh perusahaan <em>client</em>. Dalam aktivitas ini, <em>production house </em>juga akan mengumpulkan dan menggali informasi, referensi, dan ide dari <em>client</em> yang nantinya akan dikolaborasikan dengan ide kreatif dari <em>production house.</em> Setelah aktivitas ini, <a href="https://eps-production.com/"><em>production house </em></a>dan <em>client </em>sudah harus memiliki persepsi yang sama dan sudah memiliki konsep dalam video <em>company profile</em>.</p>
<ol start="2">
<li><strong><em>Pre-Production</em></strong></li>
</ol>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class=" wp-image-7699 aligncenter" src="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/07/naskah_eps-production.png" alt="" width="741" height="395" srcset="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/07/naskah_eps-production.png 750w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/07/naskah_eps-production-300x160.png 300w" sizes="(max-width: 741px) 100vw, 741px" /></p>
<p>Pada tahap <em>pre-production </em>ini <em>production house </em>akan menyiapkan bahan-bahan yang akan disulap menjadi media audio visual yang memukau. <em>Production House </em>akan memulai pembuatan naskah dan survei lokasi untuk kebutuhan produksi atau syuting nantinya. Client harus bisa memilih <em>Production House </em>yang tepat untuk membuat video <em>company profile</em> mereka. Karena tiap <em>production house </em>memiliki karakter penulisan naskah yang berbeda. Kami eps-production memiliki penulis dengan jam terbang dan pengalaman yang tinggi yang akan menciptakan cerita, rasa, dan nyawa pada setiap pengerjaan video. Penulis naskah harus dapat menerjemahkan pesan yang <em>client </em>ingin sampaikan kepada audiens. Naskah cerita yang dibuat oleh eps-production adalah sebuah ide original dan eksklusif.</p>
<p>Setelah penulisan naskah, <em>production house </em>akan melaksanakan <em>recce </em>atau mengunjungi lokasi pengambilan video untuk melakukan penyesuaian antara set lokasi dengan naskah yang telah ada. Diawali dengan menentukan framing kamera yang tepat untuk setiap scene dalam cerita, pengukuran intensitas cahaya untuk mengetahui banyaknya lampu yang dibutuhkan, set artistik apa yang dibutuhkan untuk kegiatan syuting nantinya. Hasil dari <em>recce </em>ini akan dituangkan ke dalam <em>story board </em>yang akan menjadi acuan seluruh tim dan <em>talent </em>pada saat proses produksi atau <em>syuting.</em></p>
<p>Baca Juga : <a href="https://eps-production.com/4-peran-penting-adanya-storyboard-dalam-video/">4 Peran Penting Storyboard Dalam Video</a></p>
<ol start="3">
<li><strong><em>Production</em></strong><strong>/Syuting</strong></li>
</ol>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class=" wp-image-7553 aligncenter" src="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/06/Video-Production-eps-production-scaled.jpg" alt="Jasa Video eps-production.com" width="728" height="485" srcset="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/06/Video-Production-eps-production-scaled.jpg 2560w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/06/Video-Production-eps-production-1080x720.jpg 1080w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/06/Video-Production-eps-production-300x200.jpg 300w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/06/Video-Production-eps-production-1024x683.jpg 1024w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/06/Video-Production-eps-production-768x512.jpg 768w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/06/Video-Production-eps-production-1536x1024.jpg 1536w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/06/Video-Production-eps-production-2048x1365.jpg 2048w" sizes="(max-width: 728px) 100vw, 728px" /></p>
<p>Setelah proses <em>pre-production </em>selesai, maka tahapan lanjutan yaitu eksekusi dari <em>story board </em>yang sudah disepakati. Jadwal syuting dan <em>call sheet </em>akan diberikan kepada <em>client. </em>Pada kegiatan <em>syuting, </em>biasanya didampingi oleh perwakilan <em>client </em>yang memiliki hak supervisi dan dapat memberikan masukan kepada sutradara. Perwakilan <em>client </em>ini akan fokus kepada product placement, karena dalam beberapa kasus ada pedoman khusus yang cukup spesifik dan biasanya sangat dipahami oleh pihak <em>client </em>sehingga butuh eksplorasi lebih lanjut secara <em>framing camera.</em></p>
<ol start="4">
<li><strong><em>Post Production</em></strong></li>
</ol>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class=" wp-image-7697 aligncenter" src="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/07/editor_eps-production.jpg" alt="" width="735" height="490" srcset="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/07/editor_eps-production.jpg 600w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/07/editor_eps-production-300x200.jpg 300w" sizes="(max-width: 735px) 100vw, 735px" /></p>
<p>Pada tahap ini semua elemen-elemen seperti video hasil rekam, <em>backsound, voice over, color grading, </em>dan animasi akan di-“racik” oleh editor hingga menjadi video utuh yang memiliki nyawa dan rasa. Tugas editor disini adalah menciptakan audio visual yang memukau yang dapat menyampaikan pesan <em>client </em>kepada audiens.</p>
<ol start="5">
<li><strong><em>Delivery Video</em></strong></li>
</ol>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class=" wp-image-7696 aligncenter" src="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/07/delivery-eps-production.jpeg" alt="" width="738" height="492" srcset="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/07/delivery-eps-production.jpeg 500w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/07/delivery-eps-production-300x200.jpeg 300w" sizes="(max-width: 738px) 100vw, 738px" /></p>
<p>Setelah melalui rangkaian tahapan pembuatan video <em>company profile </em>di atas, maka tahapan final yang dilakukan yaitu <em>production house </em>akan memberikan video hasil editing terbaik, dan juga berupa file mentah hasil shooting kepada <em>client </em>yang akan menjadi hak milik <em>client </em>yang langsung dapat digunakan sesuai dengan fungsi video <em>company profile.</em></p>
<p>Baca Juga : <a href="https://eps-production.com/alasan-mengapa-video-company-profile-harus-dimiliki-oleh-perusahaan/">Alasan Mengapa Video Company Profile Wajib Dimiliki Oleh Perusahaan</a></p>
<p>Nah itulah tahapan-tahapan yang akan dijalankan jika kamu ingin membuat video <em>company profile. </em>Kamu bisa hubungi<a href="https://eps-production.com/"> <em>production house </em></a>untuk berkreasi dengan pembuatan video <em>company profile</em> agar dapat beradaptasi dengan perkembangan digital.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://eps-production.com/5-tahapan-produksi-dalam-pembuatan-video-company-profile/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
