<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>videography | Commercial Production House | Jasa Video Company Profile</title>
	<atom:link href="https://eps-production.com/tag/videography/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://eps-production.com</link>
	<description>EPS PRODUCTION</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Jan 2024 09:06:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.1.10</generator>

<image>
	<url>https://eps-production.com/wp-content/uploads/2026/03/cropped-HEADER-2-32x32.jpg</url>
	<title>videography | Commercial Production House | Jasa Video Company Profile</title>
	<link>https://eps-production.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mengenal Apa Itu Bokeh Dalam Fotografi Dan Videografi?</title>
		<link>https://eps-production.com/mengenal-apa-itu-bokeh-dalam-fotografi-dan-videografi/</link>
					<comments>https://eps-production.com/mengenal-apa-itu-bokeh-dalam-fotografi-dan-videografi/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Jan 2024 07:31:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips & Trick]]></category>
		<category><![CDATA[Bokeh]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[jasa video]]></category>
		<category><![CDATA[jasa video bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Video Company Profile]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Video Dokumenter]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Video Iklan tvc]]></category>
		<category><![CDATA[Kamera Bokeh]]></category>
		<category><![CDATA[Lensa Bokeh]]></category>
		<category><![CDATA[photografi]]></category>
		<category><![CDATA[photography]]></category>
		<category><![CDATA[videografi]]></category>
		<category><![CDATA[videography]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://eps-production.com/?p=10002</guid>

					<description><![CDATA[Mungkin kamu sering mendengar istilah bokeh beberapa tahun belakangan ini terutama dalam dunia fotografi dan videografi. Namun, sudahkah kamu tau apa itu bokeh yang sebenarnya? Lalu bagaimana cara untuk membuat bokeh di foto atau video? Untuk itu kami akan membahasnya untuk kamu. Apa Itu Bokeh? Sebelum kita membahas tetang bokeh ada baiknya kita cari tahu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin kamu sering mendengar istilah bokeh beberapa tahun belakangan ini terutama dalam dunia fotografi dan videografi. Namun, sudahkah kamu tau apa itu bokeh yang sebenarnya? Lalu bagaimana cara untuk membuat bokeh di foto atau video? Untuk itu kami akan membahasnya untuk kamu.</p>
<h1><strong>Apa Itu Bokeh?</strong></h1>
<p>Sebelum kita membahas tetang bokeh ada baiknya kita cari tahu dulu dari mana sih kata bokeh itu berasal? Bokeh berasal dari bahasa Jepang yaitu ‘boke’ yang secara harfiah berarti blur. Sesuai dengan pengertianya, bokeh adalah suatu cara untuk menghasilkan kualitas estetika fotografi yang dihasilkan dari bagian yang tidak fokus atau blur.</p>
<p>Bokeh biasanya digunakan oleh para fotografer dan videographer untuk <strong>memisahkan <em>point of interest</em> dengan latar belakang (<em>background</em>) juga latar depan (<em>foreground</em>)</strong>. Agar lebih mudah di pahami, mari kita lihat ilustrasi di bawah ini:</p>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone wp-image-10013 aligncenter" src="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2024/01/Contoh-Effect-Bokeh.jpg" alt="" width="701" height="467" /></p>
<p>Dari foto di atas, kamu dapat melihat sebuah mobil yang terparkir pada malam hari. Mobil dan spion terlihat fokus dan tajam, sementara jalan raya dan mobil lain di latar belakangnya nampak tidak fokus. Pada bagian yang tidak fokus, kamu bisa melihat bagaimana objek berubah menjadi bulat, karena efek yang diciptakan oleh lensa, dan efek inilah yang acap kali kita sebut sebagai ‘bokeh’.</p>
<p><strong><em>Baca Juga: </em></strong><a href="https://eps-production.com/5-tahapan-pembuatan-film-pendek/">5 Tahapan Pembuatan Film Pendek</a></p>
<h1><strong>Cara Membuat Bokeh</strong></h1>
<p>“Kamera apa sih yang dapat menghasilkan bokeh?” Mungkin itu adalah pernyataan sebagian banyak orang yang masih belum menngerti dan keliru sampai saat ini. Hasil bokeh sendiri ditentukan oleh lensa yang kamu gunakan bukan <a href="https://eps-production.com/7-keunggulan-yang-dimiliki-kamera-full-frame/">kamera</a>. Kamu dapat menggunakan kamera terbaik, namun tanpa pilihan <a href="https://eps-production.com/5-jenis-lensa-kamera-dan-kegunaannya/">lensa</a> yang tepat, bokeh tidak akan tercipta. Lalu bagaimana sih caranya untuk menciptakan efek blur ini dengan lensa? Berikut penjelasannya:</p>
<ol>
<li><strong>Ubah Setting Kamera ke Manual atau Aperture Priority</strong></li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="wp-image-10003 aligncenter" src="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2024/01/Setting-Kamera-Bokeh_eps-production.jpg" alt="" width="695" height="463" srcset="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2024/01/Setting-Kamera-Bokeh_eps-production.jpg 1000w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2024/01/Setting-Kamera-Bokeh_eps-production-300x200.jpg 300w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2024/01/Setting-Kamera-Bokeh_eps-production-768x512.jpg 768w" sizes="(max-width: 695px) 100vw, 695px" /></p>
<p>Jika kamu ingin mendapatkan efek blur ini, maka hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah mengubah <em>setting</em> kamera kamu ke <strong>“M/Manual”</strong> atau <strong>“A/Aperture Priority”</strong>. Dengan kedua setting tersebut, kamu dapat mengubah <em>aperture</em> atau bukaan sesuai dengan keinginan kamu.</p>
<ol start="2">
<li><strong>Gunakan Bukaan Lebar</strong></li>
</ol>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class=" wp-image-10004 aligncenter" src="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2024/01/F-1.8-VS-F-2.8-Bokeh.jpg" alt="" width="706" height="472" srcset="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2024/01/F-1.8-VS-F-2.8-Bokeh.jpg 602w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2024/01/F-1.8-VS-F-2.8-Bokeh-300x200.jpg 300w" sizes="(max-width: 706px) 100vw, 706px" /></p>
<p>Coba bidik objek yang kamu ingin jadikan <em>point of interest</em>. Ubahlah bukaan lensa menjadi bukaan lebar, misalnya <strong>f/1.8</strong> atau <strong>f/2.8</strong>. Kemudian putarlah gelang fokus agar fokus pada objek tersebut.</p>
<p>Setelah kamu memutar gelang fokus, kamu akan melihat perubahan kualitas gambar di <em>viewfinder</em> kamu. Latar belakang akan berubah menjadi kabur atau blur seperti ilustrasi di atas.</p>
<p>Bagaimana kalau kita menggunakan bukaan sempit, f/22 misalnya? Hasilnya, semua gambar akan menjadi tajam. Logikanya, semakin besar nomor bukaan, maka semakin jelas pula semua bagian gambar. Hasilnya? Baik background dan foreground akan sama-sama tajam, dan tidak akan ada bokeh.</p>
<ol start="3">
<li><strong>Perlebar Jarak Objek dan Latar Belakang</strong></li>
</ol>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class=" wp-image-10005 aligncenter" src="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2024/01/Backgorund-Bokeh.jpg" alt="" width="707" height="470" srcset="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2024/01/Backgorund-Bokeh.jpg 1024w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2024/01/Backgorund-Bokeh-300x200.jpg 300w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2024/01/Backgorund-Bokeh-768x511.jpg 768w" sizes="(max-width: 707px) 100vw, 707px" /></p>
<p>Apabila jarak objek / subjek fotografi kamu terlalu dekat dengan latar belakang, maka efek bokeh tidak bisa dihasilkan. Oleh karena itu, beri sedikit kedalaman dengan memperlebar jarak antara objek dengan latar belakang.</p>
<p>Seperti yang bisa kamu lihat di ilustrasi di atas. Background atau latar belakang akan blur dan menghasilkan bokeh, jika jarak si model perempuan jauh dengan latar belakangnya. Jika jarak si model perempuan semakin dekat dengan daun-daun di belakangnya, maka bokeh akan semakin berkurang.</p>
<p>Jika latar belakang tidak bisa dipindahkan, maka dekatkan objek ke arah kamera. Dengan begitu objek akan semakin terpisahkan dengan latar belakang.</p>
<p><span>Baca Juga : </span><a href="https://eps-production.com/7-departemen-kru-film-pendek-atau-video/">7 Departemen Kru Film Pendek atau Video</a></p>
<h1><strong>Bagaimana dengan Kamera Handphone?</strong></h1>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class=" wp-image-10006 aligncenter" src="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2024/01/woman-taking-photo-rural-surroundings-1024x683.jpg" alt="" width="719" height="480" srcset="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2024/01/woman-taking-photo-rural-surroundings-1024x683.jpg 1024w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2024/01/woman-taking-photo-rural-surroundings-300x200.jpg 300w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2024/01/woman-taking-photo-rural-surroundings-768x512.jpg 768w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2024/01/woman-taking-photo-rural-surroundings-1536x1024.jpg 1536w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2024/01/woman-taking-photo-rural-surroundings-2048x1365.jpg 2048w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2024/01/woman-taking-photo-rural-surroundings-1080x720.jpg 1080w" sizes="(max-width: 719px) 100vw, 719px" /></p>
<p>Seiring berkembangnya teknologi, sekarang kamera handphone sudah bisa meniru efek bokeh kamera DSLR atau <em>mirrorless</em>. Namun perlu kamu catat bahwa efek ini di kamera ponsel hanyalah emulasi (tiruan) dan bukan efek organik yang diciptakan oleh lensa dan diafragma-nya.</p>
<p>Efek ini di kamera handphone diciptakan dengan memotret dua hasil sekaligus lewat dua atau lebih lensa belakang handphone. Kamera handphone akan mengenali mana yang bagian depan dan mana yang latar belakang. Bagian latar belakang kemudian akan dibuat kabur atau blur sehingga seolah-olah ada kedalaman di foto tersebut.</p>
<p>Untuk menciptakan efek ini di kamera handphone tidaklah sulit. Kamu hanya perlu memastikan bahwa handphone milikmu memiliki dua atau lebih kamera belakang. Apabila kamu memiliki handphone andalan merek-merek ternama seperti <strong>iPhone, Samsung, Oppo, Xiaomi</strong>, dsb, maka kemungkinan besar kamu dapat menggunakan fitur ini.</p>
<p>Selain menggunakan aplikasi kamera bawaan dari pabrik, kamu juga bisa menggunakan aplikasi-aplikasi kamera <em>third party</em>. Keuntungan menggunakan aplikasi <em>third party</em> adalah fitur yang lebih lengkap, seperti pengaturan <em>aperture, shutter speed</em>, dsb. Contoh-contoh aplikasi tersebut antara lain: <strong>AfterFocus</strong> (<a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.motionone.afterfocus&amp;hl=in">Android</a> &amp; <a href="https://apps.apple.com/us/app/afterfocus/id506271165">iOS</a>), <strong>ProShot</strong> (<a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.riseupgames.proshot2&amp;hl=in">Android</a> &amp; <a href="https://apps.apple.com/us/app/proshot/id924438909">iOS</a>), <strong>Manual</strong> (<a href="https://apps.apple.com/us/app/manual-raw-camera/id917146276">iOS</a>).</p>
<p>Nah, gimana? Sudah semakin paham dengan arti bokeh? Sudah paham juga cara membuatnya? Sekarang tinggal kalian praktekan ya. Selamat mencoba!</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://eps-production.com/mengenal-apa-itu-bokeh-dalam-fotografi-dan-videografi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>9</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Melakukan Tes Kamera Sebelum Shooting Film Dan Video Iklan TVC</title>
		<link>https://eps-production.com/pentingnya-melakukan-tes-kamera-sebelum-shooting-film-dan-video-iklan-tvc/</link>
					<comments>https://eps-production.com/pentingnya-melakukan-tes-kamera-sebelum-shooting-film-dan-video-iklan-tvc/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Jan 2021 08:25:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips & Trick]]></category>
		<category><![CDATA[cinematography]]></category>
		<category><![CDATA[jasa video bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Video Campaign]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Video Company Profile]]></category>
		<category><![CDATA[jasa video company profile bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Video Company Profile Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jasa video iklan]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Video Iklan tvc]]></category>
		<category><![CDATA[jasa video jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jasa video safety induction]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Video Shooting]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Video Shooting Company Profile]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Video Testimoni]]></category>
		<category><![CDATA[jasa video tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Video Web Series]]></category>
		<category><![CDATA[Kamera Film]]></category>
		<category><![CDATA[sinematografi]]></category>
		<category><![CDATA[videografi]]></category>
		<category><![CDATA[videography]]></category>
		<category><![CDATA[visual effect]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://eps-production.com/?p=5646</guid>

					<description><![CDATA[Apa Sih Yang Membuat Tes Kamera (Camera Test) Itu Penting Dilakukan Sebelum Shooting? apa itu tes kamera / camera test? Sesuai dengan namanya, camera test adalah sebuah proses yang termasuk ke dalam tahap pra-produksi di mana para pembuat film mencoba segala aspek yang berhubungan dengan teknis pengambilan gambar sebelum proses shooting yang sesungguhnya dimulai. Apa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Apa Sih Yang Membuat Tes Kamera <em>(Camera Test)</em> Itu Penting Dilakukan Sebelum Shooting?</strong></h2>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class=" wp-image-5655 aligncenter" src="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/01/Tes-kamera-untuk-film-dan-video-iklan_eps-production.jpg" alt="Jasa Video eps-production.com" width="906" height="510" srcset="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/01/Tes-kamera-untuk-film-dan-video-iklan_eps-production.jpg 1920w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/01/Tes-kamera-untuk-film-dan-video-iklan_eps-production-1080x608.jpg 1080w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/01/Tes-kamera-untuk-film-dan-video-iklan_eps-production-300x169.jpg 300w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/01/Tes-kamera-untuk-film-dan-video-iklan_eps-production-1024x576.jpg 1024w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/01/Tes-kamera-untuk-film-dan-video-iklan_eps-production-768x432.jpg 768w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2021/01/Tes-kamera-untuk-film-dan-video-iklan_eps-production-1536x864.jpg 1536w" sizes="(max-width: 906px) 100vw, 906px" /></p>
<p>apa itu tes kamera / camera test? Sesuai dengan namanya, camera test adalah sebuah proses yang termasuk ke dalam tahap pra-produksi di mana para pembuat film mencoba segala aspek yang berhubungan dengan teknis pengambilan gambar sebelum proses shooting yang sesungguhnya dimulai.</p>
<p>Apa sih tujuannya? Tujuan camera test adalah untuk memastikan semua aspek teknis dapat diterapkan dengan baik ketika shooting dimulai. Selain aspek teknis, camera test juga dimanfaatkan sutradara atau director untuk melihat dan memastikan tampilan akhir film atau video iklannya sesuai dengan visi dan misinya lebih awal (sebelum shooting).</p>
<p>Kapan sih test-cam dilakukan? Biasanya test-cam dilakukan seminggu atau dua minggu sebelum proses shooting dimulai. test-cam dilakukan ketika keseluruhan aspek hampir pasti dan siap.</p>
<p>Lalu apa saja yang dicoba? Kamera saja? Tentu tidak, semua hal yang nantinya akan mempengaruhi proses shooting akan disimulasikan agar dapat berjalan lancer sesuai rencana. Apa saja sih hal tersebut? Yuk simak penjelasan Pentingnya Melakukan Test-cam Sebelum <a href="https://eps-production.com/">Shooting Film</a> Dan <a href="https://eps-production.com/">Video Iklan TVC</a> dibawah ini :</p>
<ol>
<li><strong>KAMERA &amp; CAHAYA</strong></li>
</ol>
<p>Yang pertama adalah test kamera dan cahaya. Selain berdiskusi dengan Sutradara (Director) tentang visual yang diinginkan oleh sutradara, Director of Photography (DP) juga akan menentukan teknis dalam seperti pemilihan jenis kamera, jenis lensa, jenis lampu, dan alat-alat pendukung lainnya yang diperlukan selama proses pengambilan gambar berlangsung.</p>
<p>Saat camera test, Director of Photography mencoba semua aspek tersebut sebagai materi diskusi berikutnya dengan sutradara. Sutradara memberikan feedbacknya kepada DP atas apa yang dilakukannya dan hal apa saja yang dapat diperbaiki, sehingga ketika shooting dimulai sutradara dapat memfokuskan diri terhadap hal lain yang menjadi tanggung jawabnya.</p>
<p>Baca Juga : <a href="https://eps-production.com/3-tahapan-produksi-pembuatan-video-iklan-tvc-yang-wajib-kamu-tau/">3 Tahapan Produksi Pembuatan Video Iklan TVC Yang Wajib Kamu Tau</a></p>
<ol start="2">
<li><strong>TATA ARTISTIK</strong></li>
</ol>
<p>Selanjutnya ada tata artistik. Tentu saja tidak mungkin melakukan test-cam di semua lokasi yang akan dipakai shooting nantinya. Oleh karena itu, pilihlah satu lokasi yang memiliki eksterior dan interior yang mampu mewakili kebutuhan test-cam kamu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Simulasikan desain set dan tata artistik menyerupai set lokasi shooting nanti. Walaupun tak sama persis setidaknya kamu sangat terbantu nantinya, hal ini bertujuan agar kamu dapat menangkap gambaran besar tata visual saat shooting nantinya.</p>
<ol start="3">
<li><strong>TATA RIAS &amp; KOSTUM</strong></li>
</ol>
<p>Selanjutnya ada test tata rias dan kostum. Sebelum masuk ke dalam proses camera test, sebenarnya sudah dilakukan Make Up Test &amp; Costume Fitting terlebih dahulu akan tetapi terbatas hanya test mata saja. Sesuai dengan namanya, di tahap ini tim make-up dan costume mencoba semua riasan wajah dan pilihan kostum yang nantinya akan dipakai di dalam produksi.</p>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="wp-image-5553 aligncenter" src="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/11/Jasa-Video-Promosi-scaled.jpeg" alt="Jasa Video eps-production.com" width="882" height="496" srcset="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/11/Jasa-Video-Promosi-scaled.jpeg 2560w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/11/Jasa-Video-Promosi-1080x608.jpeg 1080w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/11/Jasa-Video-Promosi-300x169.jpeg 300w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/11/Jasa-Video-Promosi-1024x576.jpeg 1024w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/11/Jasa-Video-Promosi-768x432.jpeg 768w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/11/Jasa-Video-Promosi-1536x864.jpeg 1536w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/11/Jasa-Video-Promosi-2048x1152.jpeg 2048w" sizes="(max-width: 882px) 100vw, 882px" /></p>
<p>Camera test adalah kesempatan sutradara untuk melihat hasil makeup langsung di depan kamera dengan pencahayaan yang menyerupai situasi shooting nanti. Apabila dalam produksi film atau video kamu memiliki kenutuhan makeup dengan efek khusus, ini juga adalah kesempatan untuk kamu mencobanya dan memastikan sesuai atau tidaknya.</p>
<ol start="4">
<li><strong>VISUAL EFFECT</strong></li>
</ol>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class=" wp-image-3029 aligncenter" src="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/05/Jasa_video_eps-production.jpg" alt="Jasa Video eps-production.com" width="892" height="502" srcset="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/05/Jasa_video_eps-production.jpg 2560w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/05/Jasa_video_eps-production-1080x608.jpg 1080w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/05/Jasa_video_eps-production-300x169.jpg 300w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/05/Jasa_video_eps-production-1024x576.jpg 1024w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/05/Jasa_video_eps-production-768x432.jpg 768w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/05/Jasa_video_eps-production-1536x864.jpg 1536w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/05/Jasa_video_eps-production-2048x1152.jpg 2048w" sizes="(max-width: 892px) 100vw, 892px" /></p>
<p>Apabila dalam produksi kamu nantinya memiliki kebutuhan untuk menggunakan visual effect, maka ini saat yang sangat tepat untuk mencobanya dibeberapa adengan penting dalam film atau video kamu. Bawalah keperluan visual effect yang kamu perlukan seperti green screen, tracking mark, dan alat-alat lain yang akan kamu gunakan saat shooting nanti. Pastikan semua efek-efek yang sudah didiskusikan sebelumnya layak untuk diproses di pasca-produksi nantinya.</p>
<p>Baca Juga : <a href="https://eps-production.com/5-teknik-shooting-video-menggunakan-green-screen/">5 Teknik Shooting Video Menggunakan Green Screen</a></p>
<ol start="5">
<li><strong>WORKFLOW</strong></li>
</ol>
<p>Selain aspek ke-4 aspek di atas, hal lain yang tak kalah penting adalah aspek logistik. Pada proses test-cam, tim kamera akan mensimulasikan alur kerjanya dengan tim DIT (Digital Imaging Technician) yang mengolah data hasil shooting, yang nantinya akan diolah oleh tim pasca-produksi. Ini bertujuan agar ketika shooting nanti tak ada kendala berarti yang dapat mengganggu alur kerja tim.</p>
<p>Selain itu, test-cam tim produser juga dapat mensimulasikan proses shootig sesungguhnya yang akan diterapkan nanti. Mulai dari pembagian makanan, pembuatan call sheet, sewa alat, dan lainnya.</p>
<p><strong>PENUTUP</strong></p>
<p>Dari penjelasan proses test-cam diatas. Pasti banyak dari kamu yang mulai bertanya, proses ini wajib gak sih dilakukan? Kalau tidak dilakukan, apa resikonya?</p>
<p>Proses test-cam tentu saja tidak wajib dilakukan atau sunnah, terutama di project-project memiliki anggaran rendah atau film pendek yang memang durasi shootingnya tidak terlalu panjang. Namun dalam beberap kasus tertentu atau di project yang memakan durasi waktu shootingnya cukup panjang dan memiliki teknis rumit. Maka test-cam adalah hal yang wajib dilakukan, ini bertujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan nantinya saat proses shooting berlangsung.</p>
<p>Semoga artikel diatas dapat menambah wawasan kamu serta memberi kamu gambaran betapa pentingnya camera test sesaat sebelum produksi film atau video dimulai.</p>
<p>Jika kamu memiliki pertanyaan kamu juga dapat mengajukan pertanyaan diskusi pada kolom komentar di bawah ini.</p>
<p>See yaaa….</p>
<p>Baca Juga : <a href="https://eps-production.com/7-departemen-kru-film-pendek-atau-video/">7 Departemen Kru Film Pendek Atau Video</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://eps-production.com/pentingnya-melakukan-tes-kamera-sebelum-shooting-film-dan-video-iklan-tvc/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal S-LOG Sony Dan Mekanisme Kerjanya</title>
		<link>https://eps-production.com/mengenal-s-log-sony-dan-mekanisme-kerjanya/</link>
					<comments>https://eps-production.com/mengenal-s-log-sony-dan-mekanisme-kerjanya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2020 05:46:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[film maker]]></category>
		<category><![CDATA[jasa video]]></category>
		<category><![CDATA[jasa video advertising]]></category>
		<category><![CDATA[jasa video bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Video Company Profile]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Video Company Profile Jabodetabek]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Video Iklan tvc]]></category>
		<category><![CDATA[jasa video jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Video Shooting]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Video Web Series]]></category>
		<category><![CDATA[sinematografi]]></category>
		<category><![CDATA[slog 2]]></category>
		<category><![CDATA[slog 3]]></category>
		<category><![CDATA[slog a6300]]></category>
		<category><![CDATA[slog a7iii]]></category>
		<category><![CDATA[slog adalah]]></category>
		<category><![CDATA[slog sony a7s]]></category>
		<category><![CDATA[Sony A7Siii]]></category>
		<category><![CDATA[videography]]></category>
		<category><![CDATA[vlog]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://eps-production.com/?p=5501</guid>

					<description><![CDATA[S-Log dikenal di kalangan videografer atau film-maker sebagai fitur dari kamera Sony a7S, a6300, dan seri-seri sejenisnya yang membuat warna yang dihasilkan sangat flat (pucat), yang justru sangat digemari oleh para pembuat film karena memudahkan color grading warna. S-Log akan membuat film kamu jadi kelihatan lebih cinematic atau memiliki looks film. Sebenarnya, S-Log hanya istilah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>S-Log dikenal di kalangan videografer atau film-maker sebagai fitur dari kamera Sony a7S, a6300, dan seri-seri sejenisnya yang membuat warna yang dihasilkan sangat flat (pucat), yang justru sangat digemari oleh para pembuat film karena memudahkan color grading warna. S-Log akan membuat film kamu jadi kelihatan lebih cinematic atau memiliki looks film.</p>
<p>Sebenarnya, S-Log hanya istilah yang diberikan oleh Sony, sedangkan pada kamera Canon kamu akan menemukan C-Log, di Panasonic kamu akan menemukan v-log, dan di kamera ARRI kamu akan menemukan LogC. Semuanya mempunyai prinsip teknologi yang sama.</p>
<p>Lalu apa yang membuat log-log ini begitu spesial?</p>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class=" wp-image-5510 aligncenter" src="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/10/SONY-SLOG-2-BEFORE-AFTER_EPS-PRODUCTION.jpg" alt="Jasa Video eps-production.com" width="1095" height="616" srcset="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/10/SONY-SLOG-2-BEFORE-AFTER_EPS-PRODUCTION.jpg 1920w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/10/SONY-SLOG-2-BEFORE-AFTER_EPS-PRODUCTION-1080x608.jpg 1080w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/10/SONY-SLOG-2-BEFORE-AFTER_EPS-PRODUCTION-300x169.jpg 300w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/10/SONY-SLOG-2-BEFORE-AFTER_EPS-PRODUCTION-1024x576.jpg 1024w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/10/SONY-SLOG-2-BEFORE-AFTER_EPS-PRODUCTION-768x432.jpg 768w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/10/SONY-SLOG-2-BEFORE-AFTER_EPS-PRODUCTION-1536x864.jpg 1536w" sizes="(max-width: 1095px) 100vw, 1095px" /></p>
<p>Mungkin selama ini kamu melihatnya hanya dari “pucatnya” saja.</p>
<p>Sebetulnya bukan itu!</p>
<p>Singkatnya, S-Log adalah cara <a href="https://eps-production.com/sony-resmi-merilis-kamera-mirrorless-terbarunya-a7s-mark-iii-berikut-spesifikasi-dan-harganya/">kamera Sony</a> merekam cahaya dalam kurva logaritmik (log diambil dari kata logaritma). Dengan mengandalkan kurva ini, kamera bisa lebih maksimal menampilkan detil di area gelap dan terang yang biasanya sulit dicapai menggunakan setting-an kamera biasa.</p>
<p>Untuk lebih jelasnya, yuk kita bahas lebih dalam!</p>
<ol>
<li><strong>Mata manusia bekerja secara logaritmik</strong></li>
</ol>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class=" wp-image-5507 aligncenter" src="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/10/eys-vs-camera_eps-production.jpg" alt="" width="717" height="448" srcset="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/10/eys-vs-camera_eps-production.jpg 750w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/10/eys-vs-camera_eps-production-300x188.jpg 300w" sizes="(max-width: 717px) 100vw, 717px" /></p>
<p>Kamu pasti mengeluh saat shooting di ruangan remang-remang. Karena hasilnya terlihat sangat gelap. Bisa saja kamu naikkan ISO supaya lebih terang, tapi hasilnya kotor (grain).</p>
<p>Sebaliknya, saat <a href="https://eps-production.com/">shooting</a> di siang bolong, langit begitu terang hingga detil awan menghilang, kontras sekali dengan objek di sekitarnya yang tampak lebih gelap. Bisa saja kamu naikkan shutter speed atau apperture supaya awannya muncul kembali, tapi sayangnya objek lainnya malah tambah lebih gelap lagi.</p>
<p>Di luar solusi-solusinya (memasang ND filter, ganti lensa, tambah lampu, dll).. pernahkah kamu bertanya: Mengapa kamera berperilaku seperti itu? Mengapa terangnya di mata tidak selalu sama dengan terangnya di kamera? Mengapa seringkali cahaya terlalu kontras bagi kamera hingga sulit sekali mendapatkan cahaya yang rata antara objek dan latarnya (seperti langit dan pohon)?</p>
<p>Jawabannya..</p>
<p>Karena mata melihat cahaya secara logaritmik, sedangkan kamera merekam cahaya secara linear, supaya kamu paham maksudnya, saya ilustrasikan sebagai berikut:</p>
<p>Bayangkan kamu ada di ruangan gelap dengan satu lilin. Lalu kamu tambahkan satu lilin lagi sehingga lilinnya jadi dua. Maka kamu akan mendapatkan ruangan 2x lebih terang dari sebelumnya, sekarang kamu tambahkan satu lilin lagi, jadi tiga lilin. Apa kamu mengira sekarang akan jadi terang 3x nya? Tidak!</p>
<p>Ruangan tadi akan tampak terang 3x nya kalau kamu tambahkan dua lilin (jadi total 4 lilin).</p>
<p>Mengapa begitu? Karena mata mengukur perubahan cahaya dari kondisi saat ini, bukan menghitung satuan lilin, untuk mendapatkan terang 2x dari saat ini, sumber cahaya pun harus dua kalinya dari saat ini.</p>
<p>Misalnya, karena sekarang kita memiliki 4 lilin, kamu harus menambahkan 4 lilin lagi untuk mendapatkan terang 2x nya dari saat ini, jadi total 8 lilin. Berikutnya harus ditambahkan 8 lilin, jadi total 16 lilin. Begitu seterusnya.</p>
<p>Kalau kita urutkan, jumlah lilin di setiap perubahan terangnya jadinya seperti ini:</p>
<p>1, 2, 4, 8, 16, 32, dst. Bukankah dalam matematika ini disebut deret logaritma?</p>
<div id="attachment_5504" style="width: 807px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-5504" decoding="async" loading="lazy" class=" wp-image-5504" src="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/10/Log-Curve_eps-production.jpg" alt="Jasa Video eps-production.com" width="797" height="405" srcset="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/10/Log-Curve_eps-production.jpg 985w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/10/Log-Curve_eps-production-300x152.jpg 300w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/10/Log-Curve_eps-production-768x390.jpg 768w" sizes="(max-width: 797px) 100vw, 797px" /><p id="caption-attachment-5504" class="wp-caption-text">Kalau kita plot, kurvanya akan tampak seperti gambar di bawah (sebelah kanan)</p></div>
<p><strong>Artinya?</strong></p>
<p>Artinya, di sisi gelap, mata manusia bisa menangkap perubahan yang cepat, sedangkan di sisi terang, mata manusia bisa menangkap perubahan secara perlahan-lahan (kurva semakin melandai ke kanan).</p>
<p>Dengan kata lain, mata manusia mampu beradaptasi terhadap cahaya sehingga tidak sampai kehilangan penglihatan baik di situasi minim cahaya, atau pun di situasi banyak cahaya. Itu sebabnya mata kita masih mampu melihat detil awan saat terik, sekaligus mampu melihat detil objek di sekitar bayangannya.</p>
<p>Ini yang tidak bisa ditiru oleh kamera. Karena secara umum, semua perangkat digital beroperasi secara linear dalam mempresentasikan data. Dalam contoh kita, kamera hanya menghitung jumlah lilin.</p>
<ol start="2">
<li><strong>S-Log “melengkungkan” cahaya</strong></li>
</ol>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-5505 aligncenter" src="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/10/slog2-sony-curve-_eps-production.jpg" alt="" width="870" height="397" srcset="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/10/slog2-sony-curve-_eps-production.jpg 870w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/10/slog2-sony-curve-_eps-production-300x137.jpg 300w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/10/slog2-sony-curve-_eps-production-768x350.jpg 768w" sizes="(max-width: 870px) 100vw, 870px" /></p>
<p>Cara kerja mata tadi kemudian dijadikan referensi untuk mengatasi kelemahan kamera.</p>
<p>Perhatikan dua kurva di gambar bawah. Sebelah kiri adalah kamera merekam cahaya secara linear, sedangkan sebelah kanan adalah kamera yang merekam secara logaritmik (s-log contohnya).</p>
<p>Perhatikan bahwa kalau kamera merekam secara linear, ada bagian yang terpotong karena sudah di luar batas cahaya yang bisa ditampilkan monitor. Otomatis pada batas ini, objek tampak putih begitu saja (seperti langit yang awannya menghilang).</p>
<p>Sedangkan kalau kamera merekam secara log, cahaya seolah dilengkungkan sehingga semuanya masuk di batas cahaya yang bisa ditampilkan monitor.</p>
<ol start="3">
<li><strong>Efek pucat S-Log</strong></li>
</ol>
<p>Akibat dari lengkungan cahaya yang dibuat s-log, gambar akan tampak pucat sekali, Itu karena s-log berupaya menekan cahaya sehingga tidak terlalu kontras sampai menyebabkan banyak detil yang hilang.</p>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="wp-image-5502 aligncenter" src="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/10/SONY-SLOG-2_EPS-PRODUCTION-scaled.jpg" alt="Jasa Video eps-production.com" width="947" height="533" srcset="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/10/SONY-SLOG-2_EPS-PRODUCTION-scaled.jpg 2560w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/10/SONY-SLOG-2_EPS-PRODUCTION-1080x608.jpg 1080w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/10/SONY-SLOG-2_EPS-PRODUCTION-300x169.jpg 300w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/10/SONY-SLOG-2_EPS-PRODUCTION-1024x576.jpg 1024w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/10/SONY-SLOG-2_EPS-PRODUCTION-768x432.jpg 768w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/10/SONY-SLOG-2_EPS-PRODUCTION-1536x864.jpg 1536w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/10/SONY-SLOG-2_EPS-PRODUCTION-2048x1152.jpg 2048w" sizes="(max-width: 947px) 100vw, 947px" /></p>
<p>Oleh karena itu, s-log memang diperuntukkan buat mereka yang merencanakan grading saat editing. Kalau tidak, gambar akan tampak tidak normal.</p>
<p>Lihat contoh hasil rekaman s-log dan hasil setelah digrading di video berikut :</p>
<p><iframe loading="lazy" title="Sony A7S III S-Log 3 COLOR GRADING TUTORIAL! Using Only Curves in Premiere Pro!" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/fYlUTx2mVWY?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></p>
<p><strong>Apa bedanya dengan raw?</strong></p>
<p>Banyak yang mengira kalau log sama dengan raw, karena gambar seolah ‘mentah’.</p>
<p>Sebenarnya bedanya sangat jauh.</p>
<p>Kalau kamu shooting menggunakan raw, maka data yang diperoleh bukan berupa video. Kamu harus mengolahnya lagi sehingga menjadi sebuah file video.</p>
<p>Seperti kalau kamu menginstall Magic Lantern yang membuat DSLR bisa merekam dalam raw, hasilnya bukanlah mov atau mp4, tapi berupa potongan file-file mentah yang harus kamu gabungkan menjadi <a href="https://eps-production.com/">video</a> di photoshop.</p>
<p>Karena raw adalah data mentah atau data asli yang keluar dari sensor, maka kualitas gambar yang dihasilkan raw berada di atas s-log dan hasil rekaman biasa (non log). Tapi memori yang dibutuhkan sangat besar. Hanya film-film layar lebar dengan kamera-kamera mahal (seperti <a href="https://eps-production.com/5-kamera-sinema-yang-sering-digunakan-untuk-pembuatan-film-hollywood/">RED, ARRI, dan Imax</a>) yang biasanya menggunakan raw.</p>
<p>Sedangkan log hanya memanipulasi cahaya yang bisa masuk dalam standar kebutuhan video biasa. Hasilnya juga langsung menjadi sebuah video.</p>
<p>Baca Juga :</p>
<p><a href="https://eps-production.com/5-jenis-drone-beserta-fungsinya-yang-wajib-kamu-tau/">5 Jenis Drone Dan Fungsinya</a></p>
<p><a href="https://eps-production.com/8-perbedaan-lensa-foto-dan-lensa-movie-cinema-kamu-udah-tau/">8 Perbedaan Lensa Foto Dan Lensa Movie Cinema</a></p>
<p><a href="https://eps-production.com/4-alasan-penting-dan-manfaat-memiliki-video-company-profile/">4 Alasan Penting Dan Manfaat Memiliki Video Company Profile</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://eps-production.com/mengenal-s-log-sony-dan-mekanisme-kerjanya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengapa Survey Lokasi (recce) Itu Penting Dilakukan Sebelum Shooting?</title>
		<link>https://eps-production.com/mengapa-survey-lokasi-recce-itu-penting-dalam-videography/</link>
					<comments>https://eps-production.com/mengapa-survey-lokasi-recce-itu-penting-dalam-videography/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Aug 2020 08:23:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips & Trick]]></category>
		<category><![CDATA[belajar film]]></category>
		<category><![CDATA[film maker]]></category>
		<category><![CDATA[jasa video]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Video Company Profile]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Video Iklan tvc]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Video Web Series]]></category>
		<category><![CDATA[recci]]></category>
		<category><![CDATA[survey lokasi]]></category>
		<category><![CDATA[videografi]]></category>
		<category><![CDATA[videography]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://eps-production.com/?p=4893</guid>

					<description><![CDATA[Apa itu recce (Survey Lokasi)? Kenapa recce (Survey Lokasi) penting dalam video? Ada banyak sekali tahapan dalam sebuah produksi film. Dimulai dari membuat ide menjadi cerita, lalu menuliskannya menjadi sebuah naskah. Setelah naskah selesai, kemudian tahap pengembangan (development) selesai dan baru dimulailah tahap praproduksi. Di sini para kru mulai melaksanakan tuganya, mulai dari penata kamera [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1">Apa itu recce (Survey Lokasi)? Kenapa recce (Survey Lokasi) penting dalam <a href="https://eps-production.com/">video</a>?</span></p>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="aligncenter wp-image-4894 " src="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/08/recee-survey-lokasi_eps-production-1024x576.jpg" alt="jasa-video_eps-production" width="675" height="380" srcset="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/08/recee-survey-lokasi_eps-production-1024x576.jpg 1024w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/08/recee-survey-lokasi_eps-production-1080x608.jpg 1080w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/08/recee-survey-lokasi_eps-production-300x169.jpg 300w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/08/recee-survey-lokasi_eps-production-768x432.jpg 768w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/08/recee-survey-lokasi_eps-production-1536x864.jpg 1536w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/08/recee-survey-lokasi_eps-production.jpg 1920w" sizes="(max-width: 675px) 100vw, 675px" /></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ada banyak sekali tahapan dalam sebuah produksi film. Dimulai dari membuat ide menjadi cerita, lalu menuliskannya menjadi sebuah naskah. Setelah naskah selesai, kemudian tahap pengembangan (development) selesai dan baru dimulailah tahap praproduksi. Di sini para kru mulai melaksanakan tuganya, mulai dari penata kamera (<a href="https://eps-production.com/">director of photography</a>), penata suara, penata artistik, produser pelaksana, dsb mulai bekerja. Ada satu tahapan penting dalam praproduksi yang sebaiknya mulai kamu terapkan diproduksimu berikutnya, yaitu recce.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Recce (dibaca reki) adalah suatu proses mengunjungi lokasi (Survey Lokasi). Setelah produser pelaksana / produser / manajer lokasi menemukan lokasi yang sesuai dengan kebutuhan cerita, dan telah disetujui oleh sutradara, maka para kru  lain yang memiliki kepentingan atau tanggung jawab saat pengambilan gambar akan datang mengunjungi lokasi tersebut. Biasanya kru-kru yang dibutuhkan hadir di recce adalah sutradara, produser pelaksana, manajer lokasi, penata kamera (DOP), penata artistik, dan penata suara.</span></p>
<p><span>Recce berguna untuk menentukan hal teknis di lapangan. Dari sisi kreatif tentu apa yang ditulis di naskah tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi di lapangan. Oleh karena itu tim kreatif perlu melakukan beberapa penyesuaian di lapangan agar cerita tetap dapat tersampaikan sesuai kebutuhan. Sementara dari tim manajemen, kedatangan di lokasi berguna untuk memperhatikan ha-hal teknis di lapangan seperti menentukan ruang ganti, ruang rias, kamar kecil, video village (monitor sutradara), dll. Berikut Alasan <a href="https://eps-production.com/">Mengapa Survey Lokasi (recce) Itu Penting Dilakukan Sebelum Shooting</a> :</span></p>
<ul>
<li><strong><span class="s1">Sutradara – Menentukan Bloking &amp; Penempatan Adegan</span></strong></li>
</ul>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-4895 aligncenter" src="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/08/director-blocking-eps-production.png" alt="jasa-video_eps-production" width="726" height="300" srcset="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/08/director-blocking-eps-production.png 726w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/08/director-blocking-eps-production-300x124.png 300w" sizes="(max-width: 726px) 100vw, 726px" /></p>
<p class="p1"><span class="s1">Apa yang ditulis di naskah tidak 100% sama dengan kondisi di lapangan. Kepiawaian sutradara dibutuhkan di sini untuk bisa menerjemahkan naskah menjadi sebuah visual, walaupun kondisi di lapangan berbeda. Oleh karena itu, sutradara harus melakukan beberapa penyesuaian, antara lain membuat bloking pemeran &amp; penempatan adegan. Seorang sutradara harus mampu mengorganisir kru lainnya untuk bisa memahami penyesuaian tersebut, sehingga cerita dapat di terjemahkan dan divisualisasiakan dengan baik.</span></p>
<ul>
<li class="p1"><strong>Penata Kamera (DOP) – Menentukan Teknis Kamera &amp; Lighting</strong></li>
</ul>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-4898 aligncenter" src="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/08/director-of-photography-DOP_eps-production.jpg" alt="jasa-video_eps-production" width="750" height="500" srcset="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/08/director-of-photography-DOP_eps-production.jpg 750w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/08/director-of-photography-DOP_eps-production-300x200.jpg 300w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /></p>
<p class="p1"><span class="s1">DOP melakukan koordinasi dengan sutradara seputar kondisi lapangan. Melihat kondisi lapangan, DOP bisa menyarankan hal-hal teknis kepada sutradara agar visi sutradara bisa diterjemahkan dengan baik. Setelah mendengar pendekatan yang diinginkan sutradara dan berdiskusi dengannya, DOP mulai menentukan hal teknis pengambilan gambar. Ia harus bisa menyesuaikan titik pengambilan gambar serta titik pencahayaan sesuai dengan kondisi lapangan.</span></p>
<ul>
<li><b></b><strong><span class="s1">Penata Suara – Memperhatikan Potensi Gangguan Suara</span></strong></li>
</ul>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class=" wp-image-4896 aligncenter" src="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/08/soundman2_eps-production.png" alt="jasa-video-eps-production" width="585" height="439" srcset="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/08/soundman2_eps-production.png 800w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/08/soundman2_eps-production-300x225.png 300w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/08/soundman2_eps-production-768x576.png 768w" sizes="(max-width: 585px) 100vw, 585px" /></p>
<p class="p1"><span class="s1">Lokasi tidak selalu ideal untuk seorang penata suara. Lokasi yang sudah disetujui sutradara bisa saja terletak diantara pemukiman warga atau daerah industri yang riskan akan gangguan suara. Tentu ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi penata suara dan berpotensi menganggu jalannya syuting. Di sinilah peran recce sangat membantu, ketika recce penata suara dapat memprediksi potensi gangguan suara apa saja yang mungkin terjadi saat pengambilan gambar. Tidak hanya itu, penata suara juga bisa melihat sendiri kondisi ruang pengambilan gambar. Sehingga, ia bisa menentukan peralatan suara apa yang perlu ia bawa saat pengambilan gambar.</span></p>
<ul>
<li class="p1"><strong>Penata Artistik – Menentukan Layout Set</strong></li>
</ul>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class=" wp-image-4897 aligncenter" src="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/08/props-art_eps-production.jpg" alt="jasa-video_eps-production" width="653" height="490" srcset="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/08/props-art_eps-production.jpg 960w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/08/props-art_eps-production-300x225.jpg 300w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/08/props-art_eps-production-768x576.jpg 768w" sizes="(max-width: 653px) 100vw, 653px" /></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sama seperti DOP, penata artistik berdiskusi dengan sutradara membahas visinya. Sutradara akan menceritakan visi dan pendekatan di setiap adegan serta nuansa seperti apa yang ia ingin bangun secara visual. Dari sana, penata artistik dapat menuangkannya ide sutradara melalui set yang ia akan bangun. Penata artistik akan menentukan layout set serta detail-detail property tambahan apa saja yang perlu ia bawa saat pengambilan gambar.</span></p>
<ul>
<li><strong><span class="s1"> Manajer Lokasi / Produser Pelaksana – Menentukan Layout Produksi</span></strong></li>
</ul>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-4899 aligncenter" src="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/08/Layout-produksi-film-eps-production.jpg" alt="jasa-video_eps-production" width="607" height="311" srcset="https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/08/Layout-produksi-film-eps-production.jpg 607w, https://eps-production.com/wp-content/uploads/2020/08/Layout-produksi-film-eps-production-300x154.jpg 300w" sizes="(max-width: 607px) 100vw, 607px" /></p>
<p class="p1"><span class="s1">Manajer lokasi punya tugas mengelola lokasi agar tetap aman terkendali. Untuk itu, salah satu tugas yang wajib ia lakukan adalah memastikan flow para kru saat syuting tidak terganggu oleh hal lain. Ia harus memastikan tidak ada gangguan-gangguan di sekitar lokasi yang berpotensi menganggu pengambilan gambar. Selain itu, layout (denah) produksi, mulai dari ruang ganti hingga kamar kecil harus dirancang dan dikuasai betul oleh manajer lokasi atau produser pelaksana, sehingga produksi dapat berlangsung lancar tanpa hambatan berarti.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Jadi jangan lupa untuk melakukan recce sebelum kamu syuting yah, Karena recce akan sangat membantu kamu untuk memprediksi gangguan dan menghindari kekacauan karena kurangnya persiapan saat hari pengambilan gambar. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">semoga artikel ini dapat membantu kamu jadi lebih banyak tau, jangan lupa di share yahhh jika artikel ini bermanfaat. see yaa&#8230;</span></p>
<p>Baca Juga :</p>
<p><a href="https://eps-production.com/4-peran-penting-adanya-storyboard-dalam-video/">4 Peran Penting Storyboard Dalam Video</a></p>
<p><a href="https://eps-production.com/10-rekomendasi-software-adobe-dari-kami-eps-production-untuk-kamu/">10 Rekomendasi Software Adobe Dari Kami eps-production Untuk kamu</a></p>
<p><a href="https://eps-production.com/perhatikan-5-hal-ini-sebelum-membuat-video-company-profile/">Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Membuat Video Company Profile</a></p>
<p><a href="https://eps-production.com/4-alasan-penting-dan-manfaat-memiliki-video-company-profile/">4 Alasan Penting Dan Manfaat Memiliki Video Company Profile</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://eps-production.com/mengapa-survey-lokasi-recce-itu-penting-dalam-videography/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>3</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
